Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yohanes 15 : 16 )

Saturday, January 19, 2013

Kisah Seekor Kekelawar


Alkisah, ada seekor kelelawar yang tinggal di daerah pedesaan. Saat itu, si kelelawar sedang beristirahat dengan menggelantung terbalik di dahan sebuah pohon. Tiba-tiba, kelelawar itu melihat lima ekor burung terbang makin cepat dan makin tinggi. Burung-burung itu tampak begitu menikmati waktu mereka di siang hari.
Si kelelawar mengikuti kawanan burung itu dan mengetahui kalau ternyata burung-burung itu sedang berkompetisi untuk menentukan siapa yang bisa terbang lebih cepat dan lebih tinggi. Tapi begitu diikuti terus, kawanan burung itu tiba-tiba menghilang dari pandangan. Si kelelawar sangat tertarik untuk bergabung dengan mereka. Maka esok harinya, kelelawar itu menunggu kawanan burung itu di pohon.
Yang dinanti-nanti akhirnya datang di tempat yang sama keesokan harinya. Si kelelawar meminta izin untuk ikut serta dalam kompetisi itu. Kawanan burung itu menolaknya karena mereka menganggap si kelelawar spesies yang buruk dan mereka takut padanya. Tapi, si kelelawar tetap mengikuti mereka dari jauh. Tanpa sepengetahuan mereka, si kelelawar juga mengikuti kompetisi itu. Dalam beberapa menit, kawanan burung itu menghilang. Si kelelawar merasa kesepian dan rendah diri karena merasa dirinya makhluk terburuk di bumi ini. Dia merasa sedih dan memutuskan untuk melatih dirinya terbang dengan jarak jauh.
Si kelelawar mengarungi jarak jauh tanpa tujuan apa pun. Akhirnya, dia putuskan untuk beristirahat di sebuah pohon dan betapa terkejutnya saat melihat kawanan burung juga ada di sana. Si kelelawar menjadi sangat bahagia karena mampu menempuh jarak terbang kawanan burung itu. Si kelelawar bertanya pada mereka, apakah dia bisa ikut berkompetisi? Setelah berdiskusi sejenak, kawanan burung itu akhirnya membolehkan si kelelawar untuk bergabung.
Kawanan burung itu memulai terbangnya dan si kelelawar juga mengikutinya dengan energi penuh. Beberapa menit kemudian, langit menjadi gelap sehingga kawanan burung itu tidak bisa terbang di malam hari. Gerakan mereka mulai melambat dan si kelelawar terbang mendahului mereka karena dia mampu terbang di malam hari dengan menggunakan pantulan suara dan sensor khusus di tubuhnya. Si kelelawar begitu gembira dan terbang lebih cepat.
Setelah menempuh jarak beberapa meter, si kelelawar mengingatkan kawanan burung untuk mengikutinya. Tapi, begitu menoleh, si kelelawar baru menyadari kawanan burung itu sudah menghilang. Si kelelawar berbalik arah dan menemukan mereka di sebuah pohon. Kawanan burung itu memberi tahu kelelawar bahwa jarak yang mereka tempuh saat ini melebihi jarak yang biasanya mereka capai dan sekarang mereka tidak bisa kembali pulang karena mereka tidak mampu terbang di malam hari. Si kelelawar membantu mereka dan memandunya terbang pulang.
Si kelelawar merasa sangat bahagia, dan menceritakan kisahnya pada sesama kelelawar. Tapi, teman-temannya itu malah memberi respons negatif, “Kau ini bodoh, ya. Kau kan bisa saja dengan mudah memenangkan kompetisi itu dan bisa membanggakan spesies kita.” Tapi si kelelawar yang bahagia itu menjawab lagi, “Aku sudah bahagia waktu aku mendapat kepercayaan dari kawanan burung itu, sehingga aku bisa menjadi pesaing mereka. Aku malah lebih bahagia begitu tahu kalau spesies kita punya kemampuan unik. Dan aku paling bahagia ketika kemampuan itu membantuku memandu burung-burung itu kembali pulang. Selain itu, kompetisi konyol seperti ini tidak lagi penting bagiku.”
Memiliki bakat atau kemampuan tertentu adalah sebuah berkah. Menyadari betul bakat yang kita miliki adalah sebuah kesadaran diri. Memanfaatkan bakat itu demi kebaikan orang lain adalah perbuatan mulia. Jangan sampai kita merasa rendah diri. Jika perasaan negatif itu menyergap diri kita, itu pertanda bahwa kita belum mengenali bakat kita. Dan sekalipun kita sudah menemukan bakat terpendam kita, jangan lupa untuk menggunakan bakat itu demi kebaikan sesama.

Kisah Si Burung Gagak


Dahulu, ada seorang laki-laki yang memiliki tujuh orang anak laki-laki, dan laki-laki tersebut belum memiliki anak perempuan yang lama diidam-idamkannya. Seriiring dengan berjalannya waktu, istrinya akhirnya melahirkan seorang anak perempuan. Laki-laki tersebut sangat gembira, tetapi anak perempuan yang baru lahir itu sangat kecil dan sering sakit-sakitan. Seorang tabib memberitahu laki-laki tersebut agar mengambil air yang ada pada suatu sumur dan memandikan anak perempuannya yang sakit-sakitan dengan air dari sumur itu agar anak tersebut memperoleh berkah dan kesehatan yang baik. Sang ayah lalu menyuruh salah seorang anak laki-lakinya untuk mengambil air dari sumur tersebut. Enam orang anak laki-laki lainnya ingin ikut untuk mengambil air dan masing-masing anak laki-laki itu sangat ingin untuk mendapatkan air tersebut terlebih dahulu karena rasa sayangnya terhadap adik perempuan satu-satunya. Ketika mereka tiba di sumur dan semua berusaha untuk mengisi kendi yang diberikan kepada mereka, kendi tersebut jatuh ke dalam sumur. Ketujuh anak laki-laki tersebut hanya terdiam dan tidak tahu harus melakukan apa untuk mengambil kendi yang jatuh, dan tak satupun dari mereka berani untuk pulang kerumahnya.
***
Ayahnya yang menunggu di rumah akhirnya hilang kesabarannya dan berkata, “Mereka pasti lupa karena bermain-main, anak nakal!” Karena takut anak perempuannya bertambah sakit, dia lalu berteriak marah, “Saya berharap anak laki-lakiku semua berubah menjadi burung gagak.” Saat kata itu keluar dari mulutnya, dia mendengar kepakan sayap yang terbang di udara, sang Ayah lalu keluar dan melihat tujuh ekor burung gagak hitam terbang menjauh. Sang Ayah menjadi sangat menyesal karena mengeluarkan kata-kata kutukan dan tidak tahu bagaimana membatalkan kutukan itu. Tetapi walaupun kehilangan tujuh orang anak laki-lakinya, sang Ayah dan Ibu masih mendapatkan penghiburan karena kesehatan anak perempuannya berangsur-angsur membaik dan akhirnya anak perempuan tersebut tumbuh menjadi gadis yang cantik.
***
Gadis itu tidak pernah mengetahui bahwa dia mempunyai tujuh orang kakak laki-laki karena orangtuanya tidak pernah memberitahu dia, sampai suatu hari secara tidak sengaja gadis tersebut mendengar percakapan beberapa orang, “Gadis tersebut memang sangat cantik, tetapi gadis tersebut harus disalahkan karena mengakibatkan nasib buruk pada ketujuh saudaranya.” Gadis tersebut menjadi sangat sedih dan bertanya kepada orangtuanya tentang ketujuh saudaranya. Akhirnya orangtuanya menceritakan semua kejadian yang menimpa ketujuh saudara gadis itu. Sang Gadis menjadi sangat sedih dan bertekad untuk mencari ketujuh saudaranya secara diam-diam. Dia tidak membawa apapun kecuali sebuah cincin kecil milik orangtuanya, sebuah roti untuk menahan lapar dan sedikit air untuk menahan haus.
Gadis tersebut berjalan terus, terus sampai ke ujung dunia. Dia menemui matahari, tetapi matahari terlalu panas, lalu dia kemudian menemui bulan, tetapi bulan terlalu dingin, lalu dia menemui bintang-bintang yang ramah kepadanya. Saat bintang fajar muncul, bintang tersebut memberikan dia sebuah tulang ayam dan berkata, “Kamu harus menggunakan tulang ini sebagai kunci untuk membuka gunung yang terbuat dari gelas, disana kamu akan dapat menemukan saudara-saudaramu.
***
Gadis tersebut kemudian mengambil tulang tersebut, menyimpannya dengan hati-hati di pakaiannya dan pergi ke arah gunung yang di tunjuk oleh bintang fajar. Ketika dia telah tiba di gunung tersebut, dia baru sadar bahwa tulang untuk membuka kunci gerbang gunung telah hilang. Karena dia berharap untuk menolong ketujuh saudaranya, maka sang Gadis lalu mengambil sebilah pisau, memotong jari kelinkingnya dan meletakkannya di depan pintu gerbang. Pintu tersebut kemudian terbuka dan sang Gadis dapat masuk kedalam, dimana seorang kerdil menemuinya dan bertanya kepadanya, “Anakku, apa yang kamu cari?” “Saya mencari tujuh saudaraku, tujuh burung gagak,” balas sang Gadis. Orang kerdil tersebut lalu berkata, “Tuanku belum pulang ke rumah, jika kamu ingin menemuinya, silahkan masuk dan kamu boleh menunggunya di sini.” Lalu orang kerdil tersebut menyiapkan makan siang pada tujuh piring kecil untuk ketujuh saudara laki-laki sang Gadis yang telah menjadi burung gagak. Karena lapar, sang Gadis mengambil dan memakan sedikit makanan yang ada pada tiap-tiap piring dan minum sedikit dari tiap-tiap gelas kecil yang ada. Tetapi pada gelas yang terakhir, dia menjatuhkan cincin milik orangtuanya yang dibawa bersamanya.
***
Tiba-tiba dia mendengar kepakan sayap burung di udara, dan saat itu orang kerdil itu berkata, “Sekarang tuanku sudah datang.” Saat ketujuh burung gagak akan mulai makan, mereka menyadari bahwa seseorang telah memakan sedikit makanan dari piring mereka. “Siapa yang telah memakan makananku, dan meminum minumanku?” kata salah satunya. Saat burung gagak yang terakhir minum dari gelasnya, sebuah cincin masuk ke mulutnya dan ketika burung tersebut memperhatikan cincin tersebut, burung gagak tersebut berkata, “Diberkatilah kita, saudara perempuan kita yang tersayang mungkin ada disini, inilah saatnya kita bisa terbebas dari kutukan.” Sang Gadis yang berdiri di belakang pintu mendengar perkataan mereka, akhirnya maju kedepan dan saat itu pula, ketujuh burung gagak berubah kembali menjadi manusia. Mereka akhirnya berpelukan dan pulang bersama ke rumah mereka dengan bahagia.

Kisah Kedai Kopi Starbucks


Apa yang akan Anda lakukan jika ide Anda ditolak dan dilecehkan-bahkan dianggap gila-oleh 217 orang dari 242 yang diajak bicara? Menyerah? Atau malah makin bergairah? Jika pilihan terakhir ini yang Anda lakukan, barangkali suatu saat, sebuah impian membuat bisnis kelas dunia bisa jadi milik Anda.
Yah, itulah kisah nyata yang dialami oleh Howard Schultz, orang yang dianggap paling berjasa dalam membesarkan kedai kopi Starbucks. “Secangkir kopi satu setengah dolar? Gila! Siapa yang mau? Ya ampun, apakah Anda kira ini akan berhasil? Orang-orang Amerika tidak akan pernah mengeluarkan satu setengah dolar untuk kopi,” itulah sedikit dari sekian banyak cacian yang diterima Howard, saat menelurkan ide untuk mengubah konsep penjualan Starbucks.
Dalam buku otobiografinya yang ditulis bersama dengan Dori Jones Yang- Pour Your Heart Into It; Bagaimana Starbucks Membangun Sebuah Perusahaan Secangkir Demi Secangkir-Howard menceritakan bagaimana ia merintis “cangkir demi cangkir” dan menjadikan Starbucks sebagai kedai kopi dengan jaringan terbesar di seluruh dunia.
Awalnya, Howard Schultz adalah seorang general manager di sebuah perusahaan bernama Hammarplast. Suatu kali, ia datang ke Starbucks yang pada awalnya hanyalah toko kecil pengecer biji-biji kopi yang sudah disangrai. Toko ini dimiliki oleh duo Jerry Baldwin dan Gordon Bowker sebagai pendiri awal Starbucks. Duo tersebut memang dikenal sangat getol mempelajari tentang kopi yang berkualitas. Melihat kegairahan mereka tentang kopi, Howard pun memutuskan bergabung dengan Starbucks, yang kala itu baru berusia 10 tahun. Ia pun segera bisa dekat dengan Jerry Baldwin. Sayang, hal itu kurang berlaku dengan Gordon Bowker dan Steve, seorang investor Starbucks baru. Meski begitu, Howard tetap berusaha beradaptasi dan mencoba mengenalkan berbagai ide pembaruan untuk membesarkan Starbucks.
Suatu ketika, Howard Schultz datang dengan ide cemerlang. Ia mendesak Jerry untuk mengubah Starbucks menjadi bar espresso dengan gaya Italia. Setelah perdebatan dan pertengkaran yang panjang, keduanya menemui jalan buntu. Jerry menolak karena meskipun idenya bagus, Starbucks sedang terjerumus dalam utang sehingga tidak akan mampu membiayai perubahan.
Howard pun lantas bertekad mendirikan perusahaan sendiri. Belajar dari Starbucks, ia tidak mau berutang dan memilih berjuang mencari investor. Dan, pilihan inilah yang kemudian membuatnya harus bekerja ekstra keras. Ditolak dan direndahkan menjadi bagian keseharian yang harus dihadapinya.
Tekad itu terwujud–dan bahkan–dengan uang yang terkumpul dari usahanya, ia berhasil membeli Starbucks dari pendirinya. Namun, kerja keras itu tak berhenti dengan terbelinya Starbucks. Saat terjadi akuisisi, ia mendapati banyak karyawan yang curiga dan memandang sinis perubahan yang dibawanya. Tetapi, dengan sistem kekeluargaan, ia merangkul karyawan dan bahkan memberikan opsi saham sehingga sense of belonging karyawan makin tinggi.
Kini, dibantu dengan CEO yang diperbantukannya, Orin C Smith, Howard berhasil mengembangkan Starbucks hingga puluhan ribu cabang di seluruh dunia. Ia juga menekankan layanan dengan keramahan pada konsumen, dan di sisi lain, memperlakukan karyawan sebagai keluarga. Dengan cara itu, Howard terus berekspansi hingga terus menjadi kedai kopi terbesar.
Howard Schultz adalah gambaran kegigihan seseorang dalam mewujudkan ide. Meski diremehkan pada awalnya, Howard tetap bertahan dan akhirnya membuktikan bahwa dengan tindakan nyata, semua ide bisa menjadi nyata. Kepedulian yang ditunjukkan dengan “memanusiakan” semua karyawannya juga telah membuatnya makin disegani sehingga mampu terus memperbesar usahanya.
sumber : cerita-bijak-motivasi.blogspot.com

Pengemis dan Anjing Kecil


Ada seorang pengemis yg setiap hari berkeliaran di jalanan. Dia selalu berpikir,betapa senangnya jika ditangannya ada uang 2000 dollar. Pada suatu hari, pengemis ini tanpa sengaja, melihat seekor anjing kecil yang lucu sdg tersesat.

Pengemis ini melihat disekelilingnya tidak ada seorangpun,lalu ia menggendong anjing kecil ini plg ke gubuknya dan mengikatnya disana.
Rupanya pemilik anjing ini adalah orang yg plg kaya dikota itu. Hartawan ini setelah kehilangan anjingnya sgt panik,krn anjing ini adalah anjing ras yg sgt terkenal yg diimport dari luar negeri serta sangat disayanginya .
Lalu hartawan ini membuat pengumuman di seluruh tv yg ada dikota dan mengatakan bahwa siapa saja yg menemukan anjingnya akan diberi hadiah 2000 dollar.

Keesokan harinya ketika pengemis ini keluar utk mengemis, ia melihat pengumuman ini, lalu tergesa dan hati berbunga dia pulang ke gubuknya ia menggendong anjing itu utk pergi mengambil hadiahnya, ketika dia tergesa menggendong anjing ke stasiun tv, dia melihat pengumuman tlh berubah hadiahnya sdh bertambah menjadi 3000 dollar, rupanya krn si hartawan ini tdk dpt menemukan anjingnya, lalu telepon ke stasiun tv menambah hadiahnya menjadi 3000 dollar.

Pengemis ini hampir tdk percaya kpd matanya sendiri, langkah kakinya tiba2 berhenti, stlh dipikir2 akhirnya dia menggendong anjingnya kmbli ke gubuknya lalu diikatnya kembali anjing tsb, setelah hari ke 3, benar saja hadiahnya bertambah lagi, pada hari ke 4 hadiah bertambah lagi, setelah hari yg ke 7, hadiahnya sdh sangat menggagetkan seluruh penduduk kota. 

Pada saat itulah si pengemis ini lari pulang ke gubuknya, utk mengambil anjing itu, tetapi diluar dugaannya sungguh kasihan anjing kecil itu sdh mati kelaparan, karena si pengemis tak punya cukup uang utk memberi makan dan merawat anjing tsb , ya itulah nasibnya si pengemis tetaplah jadi pengemis, oleh karena keserakahannya dan ketamakannya akhirnya ia tak memperoleh sepeser pun .

Sebenarnya didlm kehidupan kita ini, banyak barang dan kesempatan yg bagus, bukan karena kita tdk berjodoh mendapatkannya, tetapi karena target dan harapan yg kita pasang terlalu tinggi seta Tidak Konsisten dan mungkin krn rasa ego serta ketamakan kita yg selalu ingin mendapatkan lebih, maka ketika kita sdh hampir mendekati sebuah target, terkadang kita akan merubah arah mendekati target yg lbh tinggi, bahkan kadang target yang tak realistis dan tak sesuai dengan situasi dan kondisinya sa’at itu alias diawang2 dan tak terjangkau .

Catatan :

Rasa Puas dan Cukup sangat Penting dalam hidup ini, kalau kita tak bisa merasakan dan mengendalikannya bukan tak mungkin malah akan membuat kita bahkan menjadi lebih susah dari sebelumnya ditambah akibat penyesalan yg berkepanjangan. 
Ada seorang ahli filsafat dari negeri barat mengatakan,”Harapan manusia bagaikan sebuah gunung berapi, jika tdk dpt mengontrolnya akan melukai diri sendiri”.


Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

sumber : http://hajingfai.blogspot.com/2012/05/pengemis-dan-anjing.html#ixzz1twYBPmye

Tuesday, November 20, 2012

JIN Lampu


Suatu pagi pada saat menambang, seorang pemuda menemukan sebuah lampu tua.
Dia mencoba menggosok lampu tsb. Siapa tahu akan ada jin yang keluar untuk memberinya sesuatu. Ternyata....... Benar... Muncullah jin itu.

Jin : "Hai Pemuda.... Engkau telah memanggilku yang sudah tidur ratusan tahun. Aku adalah Jin Kesehatan, karenanya aku akan memberikan kesehatan bagi seluruh keluargamu.
Tapi, Aku hanya akan memberikan 4 hari (四天:Si Tian) kesehatan.. Jadi, tetapkanlah pilihan harimu...".

Pemuda tsb pun berpikir sejenak.
Setelah menetapkan hari, dia pun berkata kepada jin tsb.

Pemuda : "Baiklah... Aku sdh menetapkan ke 4 hari itu. Aku ingin  sehat di :
春天 (Chun Tian): musim semi,
夏天 (Xia Tian): musim panas,
秋天 (Qiu Tian) : musim gugur,
冬天 (Dong Tian) : musim dingin/ salju."

Jin : "Wah....Itu terlalu banyak. Aku tak bisa....Kalau begitu, aku kurangi menjadi 3 hari."

Pemuda : "Aku ingin keluargaku sehat pada waktu :
昨天 (Zuo Tian) : kemarin,
今天  (Jin Tian) : hari ini,
明天 (Ming Tian) : besok."

Jin : "Itu juga tdk bisa. Masih terlalu banyak. Kalau begitu 2 hari saja".

Pemuda : "Baiklah.... Aku hanya ingin pada waktu:
白天 (Bai Tian) : pagi hari,
晚上 (Wan Shang): malam hari."

Jin : "Kedua hari itu juga masih terlalu banyak. Sekarang aku tetapkan hanya 1 hari & ini yang terakhir"

Pemuda : "Kalau begitu, aku tentu ingin keluargaku sehat di 每天 (Mei Tian) : setiap hari."

Jin pun semakin terkejut. Pada akhirnya, jin pun terpaksa mengabulkan permintaan pemuda tsb. Akhirnya, sekeluarga pun sehat selalu setiap hari.

Dari cerita di atas dapat diambil moral cerita bahwa kadang dalam kehidupan sehari-hari, diperlukan kearifan untuk memecahkan masalah dan juga semangat pantang menyerah dalam menghadapi ujian. Meski dalam keadaan yang tak mungkin, kalau kita semua bisa berpikir secara logis, maka tidak ada yang tidak mungkin dalam kehidupan. Yang penting juga, kesehatan kita bukan datang dari Jin, he he he, tapi dari Tuhan.  
"Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah." Yeremia 33:6 
(Sumber: Charles Asiku, Surabaya).

Friday, October 26, 2012

LABU Kembar


Alkisah di China,
terdapat 2 orang kakak beradik yg berbeda ibu.

Ibu si kakak sudah lama meninggal.
Kini dia tinggal bersama ayah, ibu tiri & adik tirinya.

Sang kakak menanam pohon labu & dgn rajin memeliharanya hingga tumbuh besar.

Suatu hari mereka mendengar kabar bahwa raja sedang sakit parah,
tabib istana mengatakan bahwa labu kembar dpt menyembuhkan penyakit raja.

Maka di adakan sayembara,
barangsiapa yg memiliki labu kembar akan mendapat satu peti emas.

Sang kakak segera memberitahu pd keluarganya.

Pada hari keberangkatan sang kakak ke ibukota,
ibu memanggil si adik ke dlm dapur,
"Ada 2 ptg kue, yg polos & bergambar bunga.
Berilah kakakmu kue yg bergambar bunga,
sbab ibu tlah memberi racun di dalamnya."

"Kenapa ibu ingin membunuh kakak?
Bukankah ibu juga menyayangi kakak?"

"Ibu memang menyayanginya,
tapi kamu adalah anakku & ibu tdk rela bila kakakmu mendapatkan emas itu,
maka biarlah dia memakan kue beracun ini."

Kemudian si adik membawa kue itu ke kakaknya,
"Adikku, tunggu kakak ya,
kakak janji akan segera pulang & membeli banyak oleh² untuk mu dari kota & uang emas hadiahnya u/ kita bersama !!"

Sang adik terdiam,
kemudian berkata pd kakaknya,
"Kakak, ibu memberi kita berdua kue, makanlah tapi aku ingin kue yg bergambar bunga."

Setelah itu si adik dgn lahap memakan kue beracun itu.

Setelah kepergian kakaknya,
dia berkata pd ibunya,
"Ibu, kue beracun itu tlah kumakan,
kakak sangat baik kepadaku, mana mungkin aku tega membunuhnya.
Setelah aku mati, sayangilah dia seperti ibu menyayangiku..."

Ibunya yg mendengarnya kemudian memeluknya,
"Anak bodoh, tdk ada racun sama sekali di kue bergambar bunga itu.
Ibu hanya menguji rasa sayangmu pd kakakmu,
ibu kuatir kamu mjd iri dgn kemujuran kakakmu..."

Pesan Moral,
"Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."

Thursday, October 25, 2012

BIBIR Seorang Kristen


Suatu masa hiduplah seekor singa yang liar dan buas. Setiap kali bertemu makhluk hidup lain dan terutama manusia pasti saja akan diterkam dan dilahap habis. Tulang-tulang yang keras sekalipun pasti akan remuk dan tak pernah tersisa oleh taringnya yang runcing. Suatu saat, ketika tahu bahwa orang Kristen adalah orang-orang baik, maka berkatalah ia kepada teman-teman singa yang lain: 'Aku telah mendengar seruan di padang gurun, dan saya ingin bertobat. Saya pasti tak akan menggangu orang-orang kristen lagi. Saya akan membiarkan mereka tetap hidup, dan tak akan lagi menjadikan mereka santapan pemuas isi perutku.'

Namun setelah lewat beberapa hari, seorang Kristen lewat. Singa liar dan buas itu sekali lagi melahap orang itu. Seluruh bagian tubuh orang tersebut dimakan habis tak tersisa, kecuali bibirnya. Ia lalu dicemoohi teman-temannya: 'Bukankah engkau ingin bertobat dan berjanji tak akan menjadikan orang Kristen sebagai santapan lezatmu?? Mengapa hari ini engkau justru sekali lagi membunuh seorang Kristen?'

Singa buas itu menjawab: 'Saya memang sudah berjanji untuk tidak menerkam orang Kristen. Namun orang yang telah kumakan itu telah kucium sebelum diterkam. Ternyata sama sekali tak tercium aroma kekristenan, kecuali bibirnya saja. Karena itu bibirnya sajalah yang tidak kumakan.' 

source: http://menatarohani.blogspot.com/2012/05/ilustrasi-2-dalam-cerita.html

Kisah Bunga Putih


Ini adalah kisah sebuah bunga putih… Ia tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya ia adalah bunga yang terindah yang pernah tumbuh di antara tanah yang penuh dengan semak duri.

Ia tumbuh dengan indah di tengah semak-semak yang keheranan akan bentuk sang bunga putih yang berbeda dengan yang lainnya. Para semak duri lalu memandangnya dengan sinis dan tidak pernah memandang sang bunga putih dengan bersahabat, sehingga si bunga putih pun merasa bahwa ialah yang paling buruk karena ia memiliki bentuk yang paling berbeda di antara semak-semak duri tersebut.
Waktu pun berlalu, sang bunga putih tak pernah merasa bahagia.. bahkan ia sering bertanya kepada kupu-kupu yang senang bermain dengannya: "Mengapa aku harus tumbuh berbeda dengan yang lainnya? Mengapa aku terlihat begitu buruk dibandingkan yang lain ?"
Kupu-kupu menjawab: ”Kau tidak buruk, bunga putih. Hal yang membuatmu merasa buruk adalah karena dirimu terlihat berbeda dengan yang lainnya. Justru kau adalah bunga yang terindah yang pernah kutemui, bunga putih.”
Bunga putih pun terkejut :”Apa maksudmu, kupu-kupu ?”
Kupu-kupu lalu menjawab: "Tahukah dirimu, bunga putih.. bunga sepertimu adalah bunga yang cantik dan terindah, karena di tengah-tengah tanah yang penuh dengan semak duri kau tumbuh dengan anggunnya.. dan bahkan, bagiku kau adalah penolongku, karena ketika aku lapar, di tengah-tengah tempat yang sepertinya tidak ada harapan untuk mencari madu dari bunga, kau ada untuk menyediakan madu sehingga aku tidak kelaparan.. Bunga putih, bunga sepertimu yang tumbuh diantara semak duri sesungguhnya adalah bunga yang cantik dan terindah, karena kau menunjukkan bahwa masih ada harapan di tengah tanah yang penuh semak duri."

Bunga putih pun sadar,dan pada akhirnya ia bersyukur atas keadaan dirinya.

Terkadang kita seperti bunga putih diatas. Kita seringkali kecewa dan merasa buruk atau tertekan karena berbeda dengan orang lain yang berada di lingkungan sekitar kita.
Kita seringkali tak menyadari bahwa ketika kita berbeda dengan yang lainnya,Tuhan memiliki rencana yang besar di dalam hidup kita..yaitu untuk menjadikan hidup kita menjadi hidup yang memberikan harapan bagi orang lain yang membutuhkan,dan untuk menunjukkan bagi setiap orang, bahwa mimpi masih bisa terwujud di tengah dinginnya dunia,dan harapan masih ada meskipun sepertinya segala sesuatunya tidak dapat menjanjikan apa-apa.

Karena itu, yakinlah di dalam hatimu.. mungkin pada awalnya dirimu merasa tertekan karena berbeda dengan yang lainnya.. Namun, Tuhan tidak pernah melakukan kesalahan dalam mengatur dan menempatkan dirimu..karena Ia tahu, perbedaan yang ada pada dirimu adalah untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa harapan masih ada di dunia yang dingin seperti batu.. Dan Ia memilihmu karena Ia mempunyai rencana yang besar di dalam hidupmu,yang tak pernah terpikirkan dalam benakmu..namun sudah dipersiapkan dengan luar biasa oleh Tuhan..
Karena itu, percayalah..bahwa apapun yang terjadi di dalam hidupmu..semuanya akan mendatangkan kebaikan dan harapan di dalam hidupmu dan juga hidup orang lain.. dan terlebih dari itu semua, percayalah bahwa apa yang Tuhan tetapkan di dalam hidupmu..pasti pada akhirnya semua hal itu akan menjadi indah pada waktuNya.
source: http://menatarohani.blogspot.com/2012/05/kisah-bunga-putih-artikel.html

Kisah Inspiratif seekor SIPUT dan KATAK

Ada sebuah kisah menarik tentang dua ekor binatang. Sebut saja katak dan siput. Alkisah, seekor siput yang mungil itu menganggap bahwa Tuhan tidak adil kepada dirinya. Apalagi ketika ia melihat seekor katak yang dengan lincah meloncat-loncat di antara semak belukar sementara dirinya tak bisa jalan cepat apalagi meloncat dan berlari. Kemudian siput datang menghampiri sang katak dan berkata, "Enak banget ya kamu bisa loncat kesana-kesini sementara aku boro-boro meloncat jalan pun aku tak bisa cepat lantaran menggendong cangkangku yang berat ini". Kemudian katak menjawab dengan entengnya, "Iya donk aku bisa berlari dan meloncat dengan cepat ketika mengejar mangsa, lhaa kamu lemot. Hahaha". Dia menertawakan si siput rupanya.

Si siput hanya tertunduk diam mendengar jawaban dari sang katak sambil kemudian membalikan badannya menuju ke arah gerombolan teman siput lainnya. Dalam hati ia berkata, "Ya Tuhan, alangkah malangnya diriku. Apakah aku hidup hanya ditakdirkan menjadi binatang yang lemah yang menyerah begitu saja ketika ada manusia yang mengambilku, sementara katak ia bisa meloncat dan berlari dengan cepatnya.".

Tidak lama kemudian, ketika ia baru berjalan beberapa senti dari tempat katak ada seekor elang yang mengauk-ngauk di udara. Rupanya dia sedang mencari mangsa. Mengetahui keadaan tersebut siput segera saja menyembunyikan diri kedalam cangkangnya sementara katak meloncat dengan cepat berlari menghindari sang elang. Ketika elang berhasil menggenggam siput, tak lama kemudian ia pun melemparkan kembali ke bawah tanah lantaran ia mengenggam benda yang sangat keras. Kemudian elang tersebut bergerak mengejar ke arah katak sampai berhasil menangkap katak itu dan menjadi santapan empuk si elang yang lapar. Sang Siputmerasa dirinya sangat beruntung dan berterima kasih kepada Tuhan dengan apa yang terjadi dan dengan apa yang dimilikinya.

"Terkadang kita lebih cenderung memandang kelemahan diri sendiri dan kelebihan yang ada pada orang lain tanpa mengerti bahwa Tuhan menciptakan kita dengan kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain". Jika kita hanya melihat kelemahan-kelemahan diri, makakelebihan-kelebihan yang di anugerahi Tuhan tak kan pernah tampak oleh kita. Lakukanlah yang terbaik dari sesuatu yang kita bisa bukan melakukan kehebatan yang orang lain lakukan. Percayalah bahwa Tuhan memberikan kelebihan-kelebihan di balik kelemahan-kelemahan yang ada pada diri kita.

Jika masih ragu silakan baca Kisah Seorang Manusia Tanpa Tangan dan Kaki. Anda akan tercengang kaget melihat seorang manusia tanpa sebuah lengan dan kakinya bisa sukses. Tahu kah apa rahasianya? Rahasianya adalah "Ia melakukan yang terbaik apa yang dapat ia lakukan". Alih-alih mengeluh pada akhirnya ia malah berterima kasih kepada Tuhan dengan apa yang di anugerahkan padanya walaupun tanpa lengan dan kaki. Hebat kan?? Bisa anda baca saja kisahnya disini.

Akhirnya, dengan bersyukur hidup akan terasa lebih indah dan bermakna.


Syukuri apa yang telah Tuhan berikan, di balik kekurangan yang kita miliki terdapat kelebihan luar biasa yang mungkin belum pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya. Lakukanlah yang terbaik untuk hidup ini niscaya kesuksesan akan datang mengiringi."

Monday, October 01, 2012

ELANG dan LEBAH


Tahukah Anda, jika kita masukan seekor burung elang dalam sebuah kandang ukuran 2 x 2,5 M dan bagian atapnya terbuka sekalipun, tetap elang itu tidak bisa terbang.

Ternyata elang akan memulai terbang dari tanah dengan berlari sejauh 3 - 3,5 M. Tanpa tempat untuk berlari, elang ini tidak akan mampu terbang dan terjebak selamanya dalam kandang kecil tanpa penutup.

Tahukah Anda, jika seekor lebah yang jatuh ke dalam cangkir kopi yang terbuka, juga akan tetap di sana sampai mati, kecuali jika karena tidak tega Anda keluarkan dia.

Lebah tidak pernah lihat jalan keluar pada bagian atasnya, melainkan terus berusaha cari jalan keluar lewat pinggir dekat dasarnya, cari jalan di mana tidak ada jalan, hingga ia menghancurkan diri sendiri.

Nah... Ternyata banyak dari kita, juga seperti burung elang dan lebah itu:
- Bergumul dengan masalah.
- Fokus terus dengan masalah.
- Mengeluh terus sampai akhirnya frustasi sendiri.

Sadarilah bahwa jawaban dari masalah kita adalah selalu di atas, yaitu Tuhan. Menengadahlah. Ucapkanlah doa dan lepas landaslah dalam bertindak mencari solusi. Lakukan lagi dan terus berjuang! Selalu akan ada pengharapan yang baru dalam hidup!

Keep fight! Keep the dreams! Be a winner!

Saturday, September 29, 2012

Kata Kata

Ketika pertandingan final di Liga Champion Eropa 2005, kesebelasan AC Milan berhadapan dengan Liverpool. 

Di babak pertama, Liverpool telah tertinggal 3-0. Saat turun minum, para pemain Liverpool kelihatan lesu dan tidak bersemangat lagi, saat menyadari mereka telah jauh tertinggal. Tetapi tidak dalam diri pelatihnya, Ragael Benitez, dia tampil dengan semangat memotivasi anak buahnya. Dia hanya berkata singkat : "Ayo berjuanglah! Ingat, mereka tidak lebih baik dari pada kalian". 

Kata kata singkat " Mereka tidak jauh lebih baik dari kalian itu" , telah membakar semangat para pemain Liverpool, sehingga di babak kedua mereka bermain sangat cemerlang dan berhasil mengimbangi lawanya dengan mencetak gol menjadi 3 – 3. Kemudian Liverpool berhasil memenangkan pertandingan lewat adu penalti. Banyak orang mengatakan bahwa pertandingan itu adalah sebagai salah satu THE GREAT COME BACK bagi Liverpool sepanjang masa. 

Memang kata kata bijak sangatlah penting. 

Kata kata penuh kasih dapat menyembuhkan. 

Kata kata ramah dapat memperlancar suatu hubungan. 

Kata kata sukacita akan membuat hari hari menjadi ceria. 

Kata kata lembut dapat mengurai ketegangan. 

Tetapi ingat, "Lidah berada di daerah basah, sehingga mudah sampai terpeleset." 

Sehingga berhati hatilah mengeluarkan kata kata negatif & Kata-kata yang ceroboh dapat menghidupkan perselisihan. 

Kata-kata jahat dapat merusak hubungan baik.. 
Kata-kata pahit dapat menerbitkan perasaan benci.. 
Kata kata brutal dapat membinasakan.. 

Wednesday, August 01, 2012

Bersyukur dan Bahagia


Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu.
Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. "Akh. Aku sudah menua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?"

Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian.
"Duh, hidup begitu susah, begitu tidak adil! Kita telah bekerja dari pagi hingga sore, tetapi tetap saja miskin dan kurang," terdengar sebagian penduduk berkeluh kesah.
Di tempat lain, dia mendengar seorang saudagar kaya; walaupun harta berkecukupan, tetapi tampak sedang sibuk berkata-kata kotor dan memaki dengan garang. Tampaknya dia juga tidak bahagia.
Si pedagang meneruskan perjalanannya hingga tiba di tepi sebuah hutan. Saat dia berniat untuk beristirahat sejenak di situ, tiba-tiba telinganya menangkap gerak langkah seseorang dan teriakan lantang, "Huah! Tuhan, terima kasih. Hari ini aku telah mampu menyelesaikan tugasku dengan baik. Hari ini aku telah pula makan dengan kenyang dan nikmat. Terima kasih Tuhan, Engkau telah menyertaiku dalam setiap langkahku. Dan sekarang, saatnya hambamu hendak beristirahat."
Setelah tertegun beberapa saat dan menyimak suara lantang itu, si pedagang bergegas mendatangi asal suara tadi. Terlihat seorang pemuda berbaju lusuh telentang di rerumputan. Matanya terpejam. Wajahnya begitu bersahaja.
Mendengar suara di sekitarnya, dia terbangun. Dengan tersenyum dia menyapa ramah, "Hai, Pak Tua. Silahkan beristirahat di sini."
"Terima kasih, Anak Muda. Boleh bapak bertanya?" tanya si pedagang.
"Silakan."
"Apakah kerjamu setiap hari seperti ini?"
"Tidak, Pak Tua. Menurutku, tak peduli apapun pekerjaan itu, asalkan setiap hari aku bisa bekerja dengan sebaik2nya dan pastinya aku tidak harus mengerjakan hal sama setiap hari. Aku senang, orang yang kubantu senang, orang yang membantuku juga senang, pasti Tuhan juga senang di atas sana. Ya kan? Dan akhirnya, aku perlu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas semua pemberiannya ini".

Teman-teman yang luar biasa
,
Kenyataan di kehidupan ini, kekayaan, ketenaran, dan kekuasaan sebesar apapun tidak menjamin rasa bahagia. Bisa kita baca kisah hidup seorang maha bintang Michael Jackson yang meninggal belum lama ini, yang berhutang di antara kelimpahan kekayaannya. Dia hidup menyendiri dan kesepian di tengah keramaian penggemarnya; tidak bahagia di tengah hiruk pikuk bumi yang diperjuangkannya.
Entah seberapa kontroversial kehidupan Jacko. Tetapi, yah... setidaknya, dia telah berusaha berbuat yang terbaik dari dirinya untuk umat manusia lainnya.
Mari, jangan menjadi budaknya materi. Mampu bersyukur merupakan kebutuhan manusia. Mari kita berusaha memberikan yang terbaik bagi diri kita sendiri, lingkungan kita, dan bagi manusia-manusia lainnya. Sehingga, kita senantiasa bisa menikmati hidup ini penuh dengan sukacita, syukur, dan bahagia.


Wednesday, May 23, 2012

Nilai Sebuah KEJUJURAN


Saat George Washington masih kecil, ia tinggal di Virginia bersama orang tuanya. Ayahnya adalah seorang penggemar tanaman. Ayahnya menanam berbagai pohon, diantara seluruh pohon, ayahnya sangat menyayangi sebuah pohon ceri unggul dari seberang lautan yang sebentar lagi akan berbuah.
Pada suatu hari, George kecil bermain dengan kapak barunya. George dengan gembira bermain dan membelah potongan-potongan kayu dengan mengayunkan kapaknya. Beberapa saat kemudian, tanpa sadar ia mengayunkan kapaknya dan mengenai pohon ceri kecil kesayangan ayahnya. Pohon ceri tersebut terbelah dari atas ke bawah. George kecil sangat terkejut. Sore hari saat ayahnya kembali, ia terkejut dan sangat marah. “George!!!” teriak ayahnya,”siapa yang menebang pohon ceriku?” George terdiam sesaat, kemudian menjawab, “Aku tidak dapat berbohong ayah, pohon itu terkena kapakku.”
Ayahnya menatap tajam, wajah George pucat pasi. Ayahnya berkata dengan tegas, “Kenapa kau menebang pohon itu?” “Aku sedang bermain dan aku tidak sengaja,” jawab George terbata-bata. “Dan sekarang pohon itu akan mati. Kita tidak akan pernah mendapat buah ceri dari pohon itu. Tetapi yang lebih buruk lagi, kau gagal mengurus pohon itu seperti yang kuharapkan.” Kepala George kecil tertunduk menyesal dan berkata, “Maafkan aku ayah.”
Tuan Washington lalu meletakkan tangannya di bahu anaknya, “Pandang aku,” katanya,”aku menyesal kehilangan pohon ceriku, tetapi aku senang bahwa kau cukup berani untuk berkata jujur. Aku lebih suka kau berkata jujur dan berani daripada memiliki seluruh kebun ceri yang paling unggul. Jangan lupa akan hal itu anakku.” George Washington tidak pernah lupa, dan sampai akhir hayatnya ia tetap berani dan terhormat.
Sumber: 50 Hari renungan yang membawa berkat, Metanoia Publishing

JERAPAH


Butuh waktu yang panjang untuk menyiapkan seekor jerapah untuk siap hidup mandiri di alamnya. Saat lahir, seekor bayi jerapah harus jatuh dari kandungan induknya yang setinggi 3 meter dan biasanya mendarat pada bagian belakangnya. Dalam bebebrapa detik, ia akan berputar dan kakinya terlipat dibawah tubuhnya. Dengan posisi seperti ini, ia pertama kali melihat dunia. Kemudian, ia harus mengibaskan tubuhnya untuk membersihkan mata dan telinganya dari sisa air ketuban. Dan induk jerapah itu dengan kasar memperkenalkan anaknya kepada kehidupan hutan yang keras.
Dalam bukunya yang berisi suatu gambaran tentang kehidupan di rimba, Garu Richmond bercerita tentang saat pertama kali seekor bayi jerapah belajar untuk hidup di dalam rimba yang keras. Induk jerapah akan menundukkan lehernya untuk melihat bayinya. Kemudian, si induk jerapah melakukan suatu hal yang tidak dapat diterima akal sehat. Induk jerapah mengayunkan kakinya dan menendang bayinya berada di atas tumit. Tetapi, bila si bayi belum juga berdiri, proses kekerasan ini akan terus diulangi. Selama tumit bayi jerapah masih lemah, induk jerapah akan menendangnya kembali untuk mendorong si bayi agar mencoba untuk berdiri. Akhirnya, si bayi pun dapat berdiri untuk pertama kalinya dengan kakinya yang lemah.
Kemudian, induk jerapah melakukan suatu hal yang luar biasa, yakni menendang bayinya hingga terjatuh kembali. Mengapa? Induk jerapah ingin mengajar bayinya, bagaimana ia harus bangkit kembali setelah terjatuh. Didalam rimba yang keras yang menjadi tempat tinggalnya, bayi jerapah harus dapat segera bangkit kembali setelah terjatuh sehingga tidak terpisah dari kelompoknya agar aman dari singa, harimau, dan serigala yang sering memburu bayi jerapah. Bila induk jerapah tidak mengajar bayinya untuk cepat bangun setelah ia terjatuh, bayinya akan menjadi mangsa binatang buas.
Sama halnya dengan pendidikan Kristus akan berlangsung terus menerus sampai kita diubah menjadi serupa denganNya.
Sumber: 50 Renungan yang membawa berkat, Metanoia Publishing

KAKI GAJAH


Ada 2 orang Si Andi dan Si Budi menderita penyakit yang sama yaitu salah satu kaki mereka menderita penyakit kaki gajah, Walaupun tidak terasa sakit, tetapi membuat gerakan mereka terganggu. 

Pada suatu hari karena ada urusan si Andi pergi ke luar kota dan dia tersesat di tengah jalan, disekeliling daerah itu tidak ada tempat tinggal penduduk, hanya terdiri dari hutan, apa boleh buat hari sudah malam dia terpaksa menginap di hutan ini, dia melihat ada sebuah pohon yang besar dan berpikir pohon ini dapat melindunginya jika hujan, maka dia tidur dibawah pohon besar ini.

Ketika dia tertidur dia merasa ada beberapa orang yang berjalan kearahnya memperhatikannya dan berkata, “Orang ini hanya sebelah kakinya yang memakai sepatu, sehingga gerakannya tidak bebas, coba kita bantu dia untuk melepaskan sepatu tersebut.” Si Andi merasa ada orang yang menarik sebelah kakinya yang berpenyakit kaki gajah dengan sekuat tenaga. 

Keesokan harinya ketika dia bangun dan melihat, kakinya yang berpenyakit kaki gajah telah sembuh. Pada saat ini dia mengerti semalam ketika dia tertidur ada Tuhan yang sedang menolongnya sehingga penyakit kaki gajahnya sembuh. Dengan gembira si Andi pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya, si Budi yang menderita penyakit yang sama dengan si Andi mendengar penyakit si Andi telah sembuh, lalu dia datang ke rumah si Andi bertanya, lalu si Andi menceritakan kejadian yang menimpanya. 

Si Budi setelah mendengar cerita dari Si Andi lalu datang kehutan tersebut dan bermalam dibawah pohon besar yang sama. Dia berharap supaya dapat sama dengan si Andi penyakitnya bisa sembuh.

Pada malam hari ketika tidur, si Budi mendengar ada sekelompok orang yang lewat dan berhenti didepannya sambil berkata, “Kenapa hari ini kita bertemu lagi dengan seseorang yang hanya sebelah kakinya memakai sepatu, bukankah semalam kita telah membantunya melepaskan sepatunya? Mari kita pakaikan lagi sepatu ini, supaya kakinya bisa seimbang tidak sebelah kaki ringan dan sebelah kakinya berat lagi. “ 

Si Budi didalam tidurnya merasa ada orang yang memakaikan sepatu di sebelah kakinya yang tidak sakit tersebut. 

Keesokan harinya si Budi bangun dan melihat, celaka kakinya yang tidak sakit sekarang menjadi bengkak, akhirnya dengan kedua kakinya menjadi kaki yang berpenyakit kaki gajah sambil dengan sedih menundukkan kepalanya dia pulang kerumahnya. 
____________________________

Niat pikiran yang berbeda, yang seorang meminta sedangkan yang seorang yang tidak meminta dapat menyebabkan hasil yang sangat berbeda.

BUTA


Ada sebuah cerita orang yang selalu berbuat kebajikan, mereka turun temurun selalu melakukan kebajikan. 

Pada suatu hari sapi hitam di rumah mereka tiba-tiba melahirkan anak sapi yang berwarna putih, dia sangat heran, lalu bertanya kepada seorang bijak, dan dikatakan kepadanya bahwa semua ini adalah keberuntungan.

Tetapi tidak sampai setahun kemudian, mata orang itu tiba-tiba menjadi buta.  Pada saat ini, lembu hitam mereka kembali melahirkan anak lembu berwarna putih, dia lalu menyuruh anaknya pergi bertanya lagi kepada orang bijak kenapa bisa begitu?

Anaknya lalu berkata, "kenapa harus bertanya lagi, toh tahun lalu  bertanya ternyata bapak malah menjadi buta, ngak usah bertanya lagi lah". 

Tetapi bapaknya berkata, “Perkataan orang bijak pasti ada artinya, kita tidak tahu akibatnya, harus bertanya sekali lagi.” 

Akhirnya anaknya pergi bertanya kepada orang bijak itu, dan beliau tetap berkata: “keberuntungan”. 
Orang bijak itu juga menganjurkan anak tersebut pergi bersembahyang kepada Tuhan. 

Anak ini menyampaikan pesan orang bijak itu kepada ayahnya, danAyahnya berkata, “Lakukan seperti yang dikatakan orang bijak itu .” Setahun kemudian, anak ini matanya menjadi buta.

Tidak berapa lama kemudian kerajaan tempat mereka tinggal diserang musuh, tidak ada yang boleh keluar masuk dari pintu gerbang, oleh sebab itu pasokan bahan makanan terputus, terjadi bencana kelaparan. 

Seluruh lelaki dari kerajaan itu diwajibkan masuk militer, karena tidak berpengalaman dan jumlah musuh lebih banyak, lebih dari setengah dari mereka yang maju perang, tewas di pertempuran. Sedangkan lelaki buta beserta anaknya karena mereka berdua buta tidak diwajibkan masuk militer.

Setelah perang selesai, mata ayah dan anak tersebut setelah diobati ternyata bisa melihat lagi.

Walaupun di mata masyarakat mereka berdua ayah dan anak sama-sama menjadi buta adalah sebuah kejadian yang tragis, tetapi karena kebutaan, mereka dapat terhindar dari terbunuh akibat peperangan, orang yang selalu berbuat kebajikan akhirnya mendapat balasan yang baik.