Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yohanes 15 : 16 )

Saturday, April 18, 2009

Adakah yang mendoakan kita?


Seorang pengusaha mengalami stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Pada suatu malam di dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu sih gampang. Aku memiliki 2000 karyawan. " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya, dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih?".

Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sedang waktumu sempit, rasanya mustahil ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu".

Lalu si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV, 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya adalah istri dan kedua anaknya. Berdoa dengan khusuk dan tampak tetesan air mata di pipi mereka".

Kata Malaikat, "Aku akan memberitahumu, kenapa Tuhan mau memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu"

Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa pada pukul 02:00 dini hari, " Tuhan, aku sadar kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." dan setelah itu istrinya berhenti berkata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi teladan bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada 47 orang yang berdoa untuknya!

Dengan setengah bergumam dia bertanya, "Apakah di antara orang yang ku kenal, tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat, "Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah menghadapi saat terakhir, dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00".

Si Malaikat menunjukkan Panti Asuhan yang pernah diberinya bantuan. Meski bantuannya waktu itu tidak tulus namun sangat berarti bagi panti asuhan itu. Anak-anak panti asuhan itulah yang berdoa buat kesembuhannya.

Sumber : www.erabaru.or.id

No comments: