kumpulan ilustrasi kotbah,ilustrasi kristen, ilustrasi kotbah kristen, humor dan artikel rohani , yang dapat digunakan untuk tambahan materi kotbah.
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yohanes 15 : 16 )
Friday, March 30, 2018
Thursday, January 04, 2018
Buku Kumpulan KHOTBAH yang berpusat pada KRISTUS
Buku kumpulan khotbah yang berpusat
pada Kristus dan Anugerah keselamatan didalam diriNYA ini, menjadi
seperti siraman air segar bagi rohani Anda, dan dengan pertolongan Allah
Roh Kudus akan membuat rohani Anda bertumbuh dewasa tuk semakin serupa
Kristus.
Semoga buku ini memberkati setiap orang yang membacanya.
Pengganti ongkos cetak : Rp 50.000,--
(Tidak termasuk ongkos kirim)
Profil Penulis :
Pdt. Paulus Surya, S.Th. adalah gembala jemaat Indonesia di Westminster Presbyterian Church, Perth, Australia. Beliau menyelesaikan studi Sarjana Theologi (S.Th.) di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang dan menyelesaikan studi Doctor of Ministry (D.Min.) dalam bidang Preaching di Gordon-Conwell Theological Seminary,Boston, Massachusettes, U.S.A.
Wednesday, January 18, 2017
ONE STORY, TWO PERSPECTIVES
Seorang penulis buku yang terkenal duduk di ruang kerjanya...dia mengambil penanya... dan mulai menulis :
"Tahun lalu... saya harus dioperasi untuk mengeluarkan batu empedu. Saya harus terbaring cukup lama di ranjang.Di tahun yang sama.... saya berusia 60 tahun dan memasuki usia pensiun, keluar dari pekerjaan di perusahaan yang begitu saya senangi...saya harus tinggalkan pekerjaan yang sudah saya tekuni selama 35 tahun.Di tahun itu juga..saya ditinggalkan ayah yang tercinta.
Kemudian... masih di tahun yang sama anak saya gagal di ujian akhir kedokteran, karena kecelakaan mobil. Biaya bengkel akibat kerusakan mobil adalah puncak kesialan di tahun lalu..."Di bagian akhir dia menulis :
"Sungguh...tahun yang sangat buruk !"
Istri sang penulis masuk ke kamar itu dan menjumpai suaminya yang sedang sedih dan termenung. Dari belakang...sang istri melihat tulisan sang suami. Perlahan-lahan ia mundur dan keluar dari ruangan itu...
15 menit kemudian dia masuk lagi dan meletakkan sebuah kertas berisi tulisan sebagai berikut :
"Tahun lalu... akhirnya saya berhasil menyingkirkan kantong empedu saya yang selama bertahun-tahun membuat perut saya sakit.
Di tahun itu juga...saya bersyukur bisa pensiun dengan kondisi sehat dan bahagia. Saya bersyukur kepada Tuhan sudah diberikan kesempatan berkarya dan penghasilan selama 35 tahun untuk menghidupi keluargaku.
Sekarang... saya bisa menggunakan waktu saya lebih banyak untuk menulis, yang merupakan hobi-ku sejak dulu ...
Pada tahun yang sama... ayah saya yang berusia 95 tahun... tanpa sakit apa2 telah mengakhiri hidupnya dengan damai dan bahagia.
Dan masih di tahun yang sama pula... Tuhan telah melindungi anak saya dari kecelakaan yang hebat.....Mobil kami memang rusak berat akibat kecelakaan tersebut... tapi anak saya selamat tanpa cacat sedikit pun..." Pada kalimat terakhir istrinya menulis :"Tahun lalu.... adalah tahun yang penuh berkat yang luar biasa dari Tuhan.... dan kami lalui dengan penuh rasa takjub dan syukur..."
Sang penulis tersenyum haru... dan mengalir rasa hangat di pipinya... Ia berterima kasih atas sudut pandang berbeda untuk setiap peristiwa yang dilaluinya tahun lalu... Perspektif yang berbeda membuatnya bahagia.
Sahabatku, di dalam hidup ini kita harus mengerti bahwa bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur. Namun rasa syukurlah yang membuat kita bahagia. Mari kita berlatih melihat suatu peristiwa dari sudut pandang positif.
_"We can complain because rose bushes have thorns, or rejoice because thorn bushes have roses"
Abraham Lincoln
Friday, October 07, 2016
Saya Melihat Papa di SURGA
Kesaksian
Dr Grace Natalia Adriana Simatupan
Dr Grace Natalia Adriana Simatupan
September 2015 merupakan bulan terkelam dalam hidup saya, saya amat
sayang kepada papi dan mami,
saya rela pindah ke Siantar
demi menemani papi mami di hari tua, rela mengorbankan karir saya di Jakarta
dengan sejumlah tawaran praktek
di beberapa RS besar di Jakarta
harus menerima kenyataan pahit.
saya rela pindah ke Siantar
demi menemani papi mami di hari tua, rela mengorbankan karir saya di Jakarta
dengan sejumlah tawaran praktek
di beberapa RS besar di Jakarta
harus menerima kenyataan pahit.
Papi meninggal mendadak setelah beberapa jam sebelumnya masih
mengoperasi dan menyelamatkan nyawa orang.
Papi pergi setelah sebelumnya membangunkan saya di jam 4 pagi,
beberapa menit kemudian papi pergi begitu saja.
Kepahitan hati saya masih ditambah dengan kondisi mami yang kankernya
aktif lagi
setelah 5 th mami sehat2,
dan dinyatakan bebas kanker.
setelah 5 th mami sehat2,
dan dinyatakan bebas kanker.
Mami harus melakukan kemoterapi lagi di Jakarta
mami ada di Jakarta
saat papi dipanggil Tuhan.
mami ada di Jakarta
saat papi dipanggil Tuhan.
Saat itu saya berontak,
saya menangis :
saya menangis :
Mengapa orang yang amat
kusayangi dalam hidupku harus begitu cepat Engkau panggil ❓
kenapa saat kondisi mami sedang menurun
bagaimana kami mengatakannya pada mami
Bagaimana kami menjaga mami
Bagaimana mami melanjutkan hidup tanpa papi
Mengapa semua ini terjadi
bagaimana kami mengatakannya pada mami
Bagaimana kami menjaga mami
Bagaimana mami melanjutkan hidup tanpa papi
Mengapa semua ini terjadi
Penolakan di hati saya terjadi terus menerus....
bahkan saya tidak mau melihat anak saya Zaveta, seolah
saya tidak perduli padanya,
bahkan saya tidak mau melihat anak saya Zaveta, seolah
saya tidak perduli padanya,
saya marah pada semua orang
saya marah pada Tuhan Yesus.
7 September pagi papi pergi
7 September malam mami tiba
dari Jakarta ke Siantar.
Kondisi mami amat sangat lemah.
Mami diam tapi terlihat shock. Ditengah kondisinya yang menurun,
mami harus menerima kenyataan kepergian papi.
7 September malam mami tiba
dari Jakarta ke Siantar.
Kondisi mami amat sangat lemah.
Mami diam tapi terlihat shock. Ditengah kondisinya yang menurun,
mami harus menerima kenyataan kepergian papi.
8 September mami masuk RS Vita Insani
karena kondisi amat lemah, trombosit hanya 25.000,
tensi hanya 60 per palpasi.
karena kondisi amat lemah, trombosit hanya 25.000,
tensi hanya 60 per palpasi.
saat itu tim dokter menyatakan mami SIRS / Sepsis
harus dirawat untuk mendapat obat2 inotropik
karena fungsi jantung melemah.
harus dirawat untuk mendapat obat2 inotropik
karena fungsi jantung melemah.
Jadi kami harus menahan tangis, menegarkan diri, memberi kekuatan
dan menemani mami selama dirawat di RS
sementara papi
disemayamkan dirumah.
sementara papi
disemayamkan dirumah.
Bagaimana hati saya ini
melihat kondisi mami yang kritis
sambil memandang jenazah papi
melihat kondisi mami yang kritis
sambil memandang jenazah papi
Dunia seakan runtuh.
Saya 1/2 waras dalam menjalani ini semua.
Saya bilang pada Tuhan
bawa tanpa papi
saya ga sanggup menjalani hidup.
bawa tanpa papi
saya ga sanggup menjalani hidup.
Begitu teganya Engkau Tuhan
Baringkan saya disamping papi
saya ga kuat Tuhan.
Baringkan saya disamping papi
saya ga kuat Tuhan.
Puncaknya 10 Sept 2015
hari dimana papi akan dimakamkan.
Saat itu tim dokter tidak memperbolehkan mami ikut acara pemakaman
karena trombositnya 20.000
( dibawah 50.000 )
hari dimana papi akan dimakamkan.
Saat itu tim dokter tidak memperbolehkan mami ikut acara pemakaman
karena trombositnya 20.000
( dibawah 50.000 )
Tim dokter takut
mami syok, mami memakai 3 jenis inotropik
untuk membantu kontraksi jantung,
mami syok, mami memakai 3 jenis inotropik
untuk membantu kontraksi jantung,
dengan kata lain,
bila obat dihentikan
maka mami tidak mampu bertahan. ditakutkan bisa terjadi perdarahan spontan
pada mami
yang dipicu stress.
bila obat dihentikan
maka mami tidak mampu bertahan. ditakutkan bisa terjadi perdarahan spontan
pada mami
yang dipicu stress.
Mami berkeras
mau melihat papi terakhir kalinya,
mami memaksa ikut mengantarkan papi
ke tempatnya yang terakhir.
mau melihat papi terakhir kalinya,
mami memaksa ikut mengantarkan papi
ke tempatnya yang terakhir.
Ditengah kondisinya
yang sangat lemah,
mami masih berdandan, memakai lipstik
dan kaca mata hitamnya.
Luar biasa
melihat ketabahan hati mami,
yang sangat lemah,
mami masih berdandan, memakai lipstik
dan kaca mata hitamnya.
Luar biasa
melihat ketabahan hati mami,
mami yang setiap hari berdoa selama 1 jam,
mami yang dalam setiap helaan nafasnya
selalu mengatakan dalam nama Yesus,
mami yang selalu mengajarkan dan menguatkan kami,
mami yang dalam setiap helaan nafasnya
selalu mengatakan dalam nama Yesus,
mami yang selalu mengajarkan dan menguatkan kami,
apapun yang terjadi didunia ini - adukan pada Tuhan Yesus .
dan biarlah Tuhan membimbing hidup kita
dan biarlah Tuhan membimbing hidup kita
Mami membuktikan imannya, mami kenal Tuhannya,
mami tidak berteriak,
tidak menangis / menjerit.
mami hanya meneteskan airmata
dan berdoa atas kejadian
yang dialaminya
mami tidak marah pada Tuhan.
mami tidak berteriak,
tidak menangis / menjerit.
mami hanya meneteskan airmata
dan berdoa atas kejadian
yang dialaminya
mami tidak marah pada Tuhan.
Mami berangkat ke tempat papi disemayamkan
dengan memakai oksigen, memakai kursi roda,
memakai infus pump
dengan 3 jenis obat penguat jantung ( inotropik)
ditemani tim medis & dokter.
dengan memakai oksigen, memakai kursi roda,
memakai infus pump
dengan 3 jenis obat penguat jantung ( inotropik)
ditemani tim medis & dokter.
Pada saat saya sedang mengikuti ibadah yang dilakukan oleh tim FULL
GOSPEL (FGBFMI) yang khusus datang dari Jakarta,
saat itu saya dipanggil
seorang anggota Vita Insani
(Selly), dia berkata :
seorang anggota Vita Insani
(Selly), dia berkata :
dokter, tolong lihat ibu,
ibu ga kuat berdiri
dari tempat duduk toilet".
ibu ga kuat berdiri
dari tempat duduk toilet".
Segera saya berlari,
saat itu saya melihat mami duduk di toilet setelah BAK
dengan memakai oksigen,
infus pump
dengan nafas tersengal2
mami bilang : Grace, mami sesak
mami ga kuat berdiri.
saat itu saya melihat mami duduk di toilet setelah BAK
dengan memakai oksigen,
infus pump
dengan nafas tersengal2
mami bilang : Grace, mami sesak
mami ga kuat berdiri.
Dengan menahan air mataku, aku memeluk mami,
aku mengiggit bibirku
supaya aku tidak menangis
melihat kondisi mami
aku berbisik pada mami"
Mi.. ingat Yesus ya mi
aku mengiggit bibirku
supaya aku tidak menangis
melihat kondisi mami
aku berbisik pada mami"
Mi.. ingat Yesus ya mi
mami selalu bilang apa2
dalam nama Tuhan Yesus, sekarang kita coba bangkit sambil mami bilang
DALAM NAMA TUHAN YESUS".
dalam nama Tuhan Yesus, sekarang kita coba bangkit sambil mami bilang
DALAM NAMA TUHAN YESUS".
Mami memandangku
dan mengangguk.
dan mengangguk.
Aku meletakkan kedua tangan mami di leherku
dan akupun memegang pinggang mami
sambil berusaha mengangkat mami...
"mi, dalam hitungan ketiga
mami bilang "DALAM NAMA TUHAN YESUS ya,
tegakkan kaki mami
dan berdiri ya...."
mami pun melakukannya
dan karena nama YESUS,
mami pun berhasil berdiri.
dan akupun memegang pinggang mami
sambil berusaha mengangkat mami...
"mi, dalam hitungan ketiga
mami bilang "DALAM NAMA TUHAN YESUS ya,
tegakkan kaki mami
dan berdiri ya...."
mami pun melakukannya
dan karena nama YESUS,
mami pun berhasil berdiri.
Aku segera menyuruh perawat memakaikan baju dalam mami dan memegang
mami,
tapi aku
tidak mau memandang mami
karena bila kupandang
pasti tangisku pecah
tapi aku
tidak mau memandang mami
karena bila kupandang
pasti tangisku pecah
aku segera kabur
dari kamar mandi
aku ga kuat,
aku ga mampu tidak menangis,
dari kamar mandi
aku ga kuat,
aku ga mampu tidak menangis,
aku berjalan sambil menangis
sambil melangkah
ke samping jenazah papi
sambil mengikuti kebaktian
dari tim Full Gospel....
sambil melangkah
ke samping jenazah papi
sambil mengikuti kebaktian
dari tim Full Gospel....
🙏 Sambil mengikuti kebaktian
air mataku mengalir terus
bagaikan sungai derasnya,
aku menangis tanpa suara, hatiku sakit melihat kondisi mami,
memandang jenazah papi
dan aku hanya mengatakan kata2 ini pada Tuhan
air mataku mengalir terus
bagaikan sungai derasnya,
aku menangis tanpa suara, hatiku sakit melihat kondisi mami,
memandang jenazah papi
dan aku hanya mengatakan kata2 ini pada Tuhan
Tuhan, aku ga sanggup lagi, Tuhan tolong aku,
Tuhan tolong aku,
Tuhan...Tolong
berkali kali kata2 itu
yang aku ucapkan.
sambil berdoa
air mataku mengalir
seperti aliran sungai.
Tuhan tolong aku,
Tuhan...Tolong
berkali kali kata2 itu
yang aku ucapkan.
sambil berdoa
air mataku mengalir
seperti aliran sungai.
Pada saat itu tiba2
aku merasakan lidahku bergoyang sendiri,
aku ketakutan karena aku mengira aku bakal kena stroke
aku merasakan lidahku bergoyang sendiri,
aku ketakutan karena aku mengira aku bakal kena stroke
aku menutup mulutku
dengan satu tangan
namun lidahku semakin kuat bergoyang
akhirnya aku menutup mulutku dengan ke 2 tangan
karena aku takut dilihat orang.
dengan satu tangan
namun lidahku semakin kuat bergoyang
akhirnya aku menutup mulutku dengan ke 2 tangan
karena aku takut dilihat orang.
Namun semakin kuat aku menutup mulutku,
bukan hanya lidahku
mulutku juga bergoyang
bukan hanya lidahku
mulutku juga bergoyang
Dan tiba2
aku bebahasa roh
Padahal aku tidak pernah berbahasa roh
dan tidak mengerti
bagaimana bahasa roh.
aku bebahasa roh
Padahal aku tidak pernah berbahasa roh
dan tidak mengerti
bagaimana bahasa roh.
Aku juga
tidak begitu percaya
dengan bahasa roh
namun sekarang
aku mengalaminya
mulutku bergoyang sendiri
tanpa bisa kukontrol.
tidak begitu percaya
dengan bahasa roh
namun sekarang
aku mengalaminya
mulutku bergoyang sendiri
tanpa bisa kukontrol.
Pada saat berbahasa roh itu
aku menutup mata
saat itu aku melihat langit
dan melihat YESUS
aku menutup mata
saat itu aku melihat langit
dan melihat YESUS
↘ Tuhan berkata padaku :
Grace, mengapa engkau menangis
Papi sudah senang di sorga"
Tuhan membuka suatu layar dilangit dan tampak
↘ paduan suara
yang sedang bernyanyi.
Mereka membentuk 2 barisan
rapi, memanjang ke kanan.
Grace, mengapa engkau menangis
Papi sudah senang di sorga"
Tuhan membuka suatu layar dilangit dan tampak
↘ paduan suara
yang sedang bernyanyi.
Mereka membentuk 2 barisan
rapi, memanjang ke kanan.
Mereka memakai jubah putih panjang dengan tanda salib
ungu didadanya.
aku tidak bisa mengenali seorangpun
karena wajahnya sama.
ungu didadanya.
aku tidak bisa mengenali seorangpun
karena wajahnya sama.
namun aku bisa melihat papi
ya aku melihat papi.
berdiri di tengah2 barisan, dengan usia sekitar 45 tahun,
ya aku melihat papi.
berdiri di tengah2 barisan, dengan usia sekitar 45 tahun,
tampak muda
dengan belahan rambut ke samping ( saat meninggal belahan rambut papi ke belakang semua).
dengan belahan rambut ke samping ( saat meninggal belahan rambut papi ke belakang semua).
Papi kurus, muda dan ganteng aku melihat papi sedang
bernyanyi
aku berteriakkk " PAPIIIIII...
aku disini piiii
lihattt piiii
aku disini sebelah kiri papi
Lihatt piiiii
aku berteriakkk " PAPIIIIII...
aku disini piiii
lihattt piiii
aku disini sebelah kiri papi
Lihatt piiiii
aku berteriak sekuat tenaga namun papi tidak juga menoleh
lalu aku berkata pada Tuhan
lalu aku berkata pada Tuhan
Tuhan bilang papi
aku disinii
suruh papi menoleh ke kiri
namun papi tetap tidak mendengar aku.
aku disinii
suruh papi menoleh ke kiri
namun papi tetap tidak mendengar aku.
karena kecapean
aku akhirnya berhenti berteriak
dan terdiam , sambil terus memandang papi
yang sedang bernyanyi.
aku akhirnya berhenti berteriak
dan terdiam , sambil terus memandang papi
yang sedang bernyanyi.
Papi tampak muda
tampak ganteng
dengan jubah putihnya....
tampak ganteng
dengan jubah putihnya....
Tiba2 penglihatanku berubah
aku melihat satu lapangan
sepak bola besar.
dan ratusan ribu penontonnya
anehnya penontonnya semua memakai jubah putih
dan wajah mereka
sama semua mereka sedang bernyanyi2 lagu pujian .
aku melihat satu lapangan
sepak bola besar.
dan ratusan ribu penontonnya
anehnya penontonnya semua memakai jubah putih
dan wajah mereka
sama semua mereka sedang bernyanyi2 lagu pujian .
Setelah melihat penglihatan tersebut , aku sadar.
namun aku tidak mampu menghentikan bahasa rohku
sampai akhirnya
pendeta Hutagaol mendoakan aku.
sampai akhirnya
pendeta Hutagaol mendoakan aku.
Terimakasih Bapa, untuk roh penghibur kepada anak ini..
kuatkan anak ini Bapa
kuatkan anak ini Bapa
Saat itulah aku mengerti
mengapa aku bisa berbahasa roh,
ternyata Tuhan
mengirimkan Roh Kudus
untuk menghibur aku
disaksikan hampir 200 an orang yang sedang mengikuti prosesi pemakaman papi.
mengapa aku bisa berbahasa roh,
ternyata Tuhan
mengirimkan Roh Kudus
untuk menghibur aku
disaksikan hampir 200 an orang yang sedang mengikuti prosesi pemakaman papi.
pada saat itu
aku mendengar seseorang
berkata di telinga kiriku "
aku mendengar seseorang
berkata di telinga kiriku "
🙋 MARILAH KEPADAKU
SEMUA YANG LEMAH,
LETIH LESU & BERBEBAN BERAT,
AKU AKAN MEMBERIKAN KELEGAAN KEPADAMU" Matius 11: 28
SEMUA YANG LEMAH,
LETIH LESU & BERBEBAN BERAT,
AKU AKAN MEMBERIKAN KELEGAAN KEPADAMU" Matius 11: 28
Pada saat suara itu berhenti,
aku merasakan bebanku terangkat, aku merasa kuat
aku merasakan bebanku terangkat, aku merasa kuat
saat itu aku mampu tersenyum dan tidak menangisi papi
seperti sebelumnya.
seperti sebelumnya.
aku berseru kepada mami...."
miii, aku melihat papi di sorga
mami tenang ya.
papi sudah di sorga
aku berkata pada mami.
miii, aku melihat papi di sorga
mami tenang ya.
papi sudah di sorga
aku berkata pada mami.
saat itu mami menangis
sambil berkata "halelluya
terima kasih Tuhan"
sambil berkata "halelluya
terima kasih Tuhan"
Aku mengikuti acara keberangkatan jenasah papi
dengan hati yang kuat & tenang
aku akhirnya merelakan kepergian papi.
dengan hati yang kuat & tenang
aku akhirnya merelakan kepergian papi.
setelah itu mami kembali
ke Rumah Sakit untuk dirawat
ke Rumah Sakit untuk dirawat
Aku bertanya kepada Tuhan
kenapa Tuhan memperlihatkan tempat papi di sorga,
beberapa pendeta berkata
itu karunia.
kenapa Tuhan memperlihatkan tempat papi di sorga,
beberapa pendeta berkata
itu karunia.
Ternyata Tuhan memberi penglihatan itu
untuk menguatkanku
dalam proses berikutnya
proses pemanggilan Tuhan terhadap mami.
untuk menguatkanku
dalam proses berikutnya
proses pemanggilan Tuhan terhadap mami.
Yang kondisinya semakin menurun
mami masuk ventilator
di RS Columbia Asia Medan. kami memutuskan memindahkan mami
ke RS Medistra Jakarta
dengan memakai pesawat
yang ada ventilatornya
dari Medan ke Jakarta.
mami masuk ventilator
di RS Columbia Asia Medan. kami memutuskan memindahkan mami
ke RS Medistra Jakarta
dengan memakai pesawat
yang ada ventilatornya
dari Medan ke Jakarta.
Saya, Suami, Zaveta
serta 2 perawat kami
sudah sampai duluan
di Bandara Soekarno Hatta
untuk menerima mami
di bandara.
serta 2 perawat kami
sudah sampai duluan
di Bandara Soekarno Hatta
untuk menerima mami
di bandara.
Namun proses ini gagal
karena mami sudah meninggal
di bandara Kualanamu
persis didepan pesawat
yang sudah tiba dari Jakarta
karena mami sudah meninggal
di bandara Kualanamu
persis didepan pesawat
yang sudah tiba dari Jakarta
jadi saya menyaksikan
detik2 mami meninggal
dan di resusitasi
oleh tim Siloam Jakarta
dengan LINE
yang dinyalakan oleh abang saya selama mami kritis
detik2 mami meninggal
dan di resusitasi
oleh tim Siloam Jakarta
dengan LINE
yang dinyalakan oleh abang saya selama mami kritis
saya yang waktu itu
baru saja nyampe di bandara Soekarno Hatta
menangis histeris
melihat detik2 kepergian mami
melalui video call
saya harus kembali ke Medan.
baru saja nyampe di bandara Soekarno Hatta
menangis histeris
melihat detik2 kepergian mami
melalui video call
saya harus kembali ke Medan.
betapa berat
beban yang saya alami....
beban yang saya alami....
26 hari setelah kepergian papi, kami harus merelakan
kepergian mami kami
kepergian mami kami
dalam waktu 1 bulan
kami menguburkan kedua orangtua kami
kami menguburkan kedua orangtua kami
kedua orangtua kami
yang amat sangat kami sayangi, bahkan di tahun 2009,
pertama kali mami didiagnosis kanker multiple mieloma grade IIIb ( late stage)
yang amat sangat kami sayangi, bahkan di tahun 2009,
pertama kali mami didiagnosis kanker multiple mieloma grade IIIb ( late stage)
Prof Hematologi mengatakan
usia mami tidak lebih dari 3 bulan
usia mami tidak lebih dari 3 bulan
karena kankernya
sudah metastasis ke tulang
dan ginjal, 70% kanker sudah menyebar keseluruh tubuh.
sudah metastasis ke tulang
dan ginjal, 70% kanker sudah menyebar keseluruh tubuh.
Saya yang sedang menjalani masa PPDS Anak
di RSCM selalu menangis
setiap hari melihat kondisi mami
di RSCM selalu menangis
setiap hari melihat kondisi mami
saya selalu memakai masker
supaya teman2 kuliah
tidak melihat wajah
dan mata saya
yang selalu bengkak karena menangis.
supaya teman2 kuliah
tidak melihat wajah
dan mata saya
yang selalu bengkak karena menangis.
Waktu itu Tuhan menjawab doaku
dengan memberikan mujizat kepada mami.
mami hidup lebih panjang,
dari semua teman2nya
dengan sakit yang sama.
mami bertahan
bahkan sehat selama 5 tahun terakhir
mami mampu jalan2
ke mana mana
dan melakukan aktivitasnya sehari hari.
dengan memberikan mujizat kepada mami.
mami hidup lebih panjang,
dari semua teman2nya
dengan sakit yang sama.
mami bertahan
bahkan sehat selama 5 tahun terakhir
mami mampu jalan2
ke mana mana
dan melakukan aktivitasnya sehari hari.
namun ternyata Tuhan memanggil papi dan mami secara bersamaan.
Setelah kejadian ini,
saya mengerti.
saya mengerti.
Dalam hidup ini
Tuhan tidak pernah berjanji
kita bebas dari masalah.
Tuhan berjanji akan selalu memberikan KEKUATAN.
Tuhan tidak pernah berjanji
kita bebas dari masalah.
Tuhan berjanji akan selalu memberikan KEKUATAN.
Pada saat imanmu diuji,
pada saat itulah
Tuhan menilaimu
pada saat itulah
Tuhan menilaimu
Sanggupkah engkau melewati ujian
Apakah engkau tetap bersyukur
Apakah engkau tetap bersyukur
↘ mereka yang tahan uji
dan tetap setia pada Tuhan
akan menerima mahkota Yakobus 1 : 12
dan tetap setia pada Tuhan
akan menerima mahkota Yakobus 1 : 12
namun mereka yang Lemah
dan Menyerah
akan menerima Kegagalan dalam hidupnya.
dan Menyerah
akan menerima Kegagalan dalam hidupnya.
Sejak kepergian papi mami, fokus hidup saya berubah.
Dulu fokus saya
menjadi dokter anak
yang kaya raya,
yang terkenal dan hebat....
Dulu fokus saya
menjadi dokter anak
yang kaya raya,
yang terkenal dan hebat....
Sekarang fokus saya menolong orang.
saya butuh duit
tapi saya tidak fokus lagi
menjadi kaya raya.
tapi saya tidak fokus lagi
menjadi kaya raya.
Kekayaan sudah tidak terlalu menarik lagi
bagi saya, rumah papi mami,
mobil, harta bendanya
ditinggal begitu saja
Saat menghadap Tuhan.
bagi saya, rumah papi mami,
mobil, harta bendanya
ditinggal begitu saja
Saat menghadap Tuhan.
Jadi bila semua itu tidak kekal,
untuk apa saya mengejarnya
untuk apa saya mengejarnya
Meski saya tidak terlalu ngotot cari uang, namun Tuhan membuka pintu
rejekinya ,
sehingga saya terheran
pada waktu itu saya membuktikan kebenaran firman
sehingga saya terheran
pada waktu itu saya membuktikan kebenaran firman
Berkat TuhanLah
yang menjadikan kaya,
susah payah tidak menambahinya Amsal 10 : 22
yang menjadikan kaya,
susah payah tidak menambahinya Amsal 10 : 22
Beberapa orang
merasa heran melihat saya, abang & adik saya
yang merasa begitu kehilangan orangtuanya,
padahal banyak orang
yang ditinggal orangtuanya
tidak sesedih & sedepresi kami.
merasa heran melihat saya, abang & adik saya
yang merasa begitu kehilangan orangtuanya,
padahal banyak orang
yang ditinggal orangtuanya
tidak sesedih & sedepresi kami.
Jawabannya sederhana,
tidak semua orang
punya hubungan yang kuat dengan orangtuanya,
banyak yang tidak terlalu akrab dengan orangtuanya.
tidak semua orang
punya hubungan yang kuat dengan orangtuanya,
banyak yang tidak terlalu akrab dengan orangtuanya.
Hubungan kasih kami sangatlah kuat,
kami benar2 dicintai & dikasihi
oleh mami papi.
kami benar2 dicintai & dikasihi
oleh mami papi.
Kami selalu menyempatkan diri
pulang di hari2 ulangtahun
mami papi
sebagai bentuk terimakasih kami pada mereka berdua
pulang di hari2 ulangtahun
mami papi
sebagai bentuk terimakasih kami pada mereka berdua
tanpa didikan mereka berdua, kami hanyalah manusia
yang sekedar bernafas
namun karena didikan mereka, kami dapat melakukan kebaikan pada orang lain.
yang sekedar bernafas
namun karena didikan mereka, kami dapat melakukan kebaikan pada orang lain.
Biarlah pengalaman ini
menjadi kekuatan
bagi yang membutuhkan.
Amin. Gbu
menjadi kekuatan
bagi yang membutuhkan.
Amin. Gbu
Tuesday, September 27, 2016
Aku Bertemu Tuhan Yesus
Saya seorang remaja berusia 15 tahun. Kegiatan saya sehari-hari
adalah seorang pelajar dan hanya ke gereja setiap minggunya. Pada Sabtu, 12
Maret 2016, saya harus menjalankan operasi Sinusitis, Amandel dan Polip.
Seminggu setelah operasi, secara medis luka bekas operasi saya sudah sembuh,
namun yang saya rasakan adalah rasa sakit itu semakin parah karena obat melalui
infus. Dalam beberapa hari rasa sakit itu reda, sehingga saya bisa pulang ke
rumah.
Ketika kembali ke rumah, rasa sakit itu kembali lagi. Lebih sakit
dari sebelumnya, sampai saya kembali ke rumah sakit, langsung ke ruang
emergency, untuk penanganan medis. Karena kamar di rumah sakit tersebut penuh,
maka saya mendapat kamar 'isolasi'.
Keesokan harinya, saya pindah kamar ke ruang biasa, pada sore hari.
Lalu pada saat jam 5 rasa sakit itu kembali datang, dan saya hanya terbaring
lemas. Sampai pukul 11 malam ketika itu saya tidak bisa melakukan aktivitas
apa-apa, tidak bisa minum, tidak bisa makan. Mama saya hanya membasahkan mulut
saya yang kering, tiba-tiba rasa sakit itu seperti terbakar, dan menjadi parah.
Dokter dan suster yang menangani saya bingung dan pasrah harus
melakukan apa lagi, karena dosis obat untuk anti rasa sakit yang diberikan
kepada saya sudah sangat tinggi. Sampai akhirnya saya merasa tidak kuat saya
lemas dan saya merasa jiwa saya sudah tidak ditubuh saya lagi.
Saya berada di hutan pinus yang lebat, saya berdiri di sebuah
pertigaan. Saya melihat ada Goa besar, lalu saya masuk ke dalam Goa tersebut. Di
dalam Goa itu terdapat anak goa atau semacam lorong kiri dan kanan. Yang
membedakan adalah Goa kiri tersebut gelap, sedangkan Goa kanan tersebut
terang.
Lalu ada seorang pria dengan wajah Yahudi datang kepada saya dan
berkata
"Jangan Takut! ini aku Petrus, murid Yesus."
Saya semakin bingung apa maksud dari pria ini. Lalu Petrus menuntun
saya menuju Goa kanan yang terang itu. Disana terdapat 2 orang penjaga malaikat
dengan jubah putih dan pedang di tangan mereka sehingga membentuh huruf 'X'.
"Jangan takut dia hanya titipan.", ucap Petrus kepada 2 orang
malaikat itu. Akhirnya kedua malaikat itu memberikan saya jalan untuk masuk.
Ketika saya masuk, jalanan tersebut berlapisi emas. Lalu Petrus membawa saya ke
sebuah tempat yang terdapat seperti mimbar pendeta yang diatasnya terletak buku
yang berlapisi emas sampai ke kertas dalamnya.
"Cari namamu di buku itu!' ucapnya,
jujur saya kebingungan mencari nama saya karena banyak nama yang
mirip seperti "Joan Corrina, Joana Corrinna" dan sebagainya, dan saya harus
mencari nama yang benar-benar milik saya.
Setelah saya menemukan nama itu, Petrus memberikan garis bawah di
nama saya. Menggunakan pena dari bulu burung merpati. Setelah itu saya dibawa
masuk kedalam suatu tempat terlihat seperti desa yang sejuk dan indah.
Ketika saya masuk, badan saya terasa ringan, seperti semua beban di
pundak saya telah hilang. Yang saya lihat disana adalah, setiap rumah memiliki
inisial pemilik mereka. 'JC'. Lalu disana hanya terdapat 1 ruangan saja. Setiap
individu memiliki 1 rumah masing-masing.
Sampai akhirnya, ada seorang anak seperti berusia 2 tahun datang
kepada saya dan menarik jubah putih saya (Saat itu saya baru menyadari bahwa
saya memakai jubah putih).
"Hi Aunty! Aunty apa kabar..? Kok Aunty ada disini..?", ucap anak
kecil itu sambil menarik jubah putih saya.
"Kamu siapa...?", tanya saya.
"Aku Hans, anaknya bunda Okta.
Aunty, aku denger aku punya adek lagi ya..? Aunty jagain Bunda sama Kakak sama Adek ya, titip salam sama Bunda. Aunty jangan pulang dulu. Kasian di dunia mereka, butuh Aunty. Masih banyak yang sayang sama Aunty!", ucapnya sambil pergi bersama teman-temannya.
"Aku Hans, anaknya bunda Okta.
Aunty, aku denger aku punya adek lagi ya..? Aunty jagain Bunda sama Kakak sama Adek ya, titip salam sama Bunda. Aunty jangan pulang dulu. Kasian di dunia mereka, butuh Aunty. Masih banyak yang sayang sama Aunty!", ucapnya sambil pergi bersama teman-temannya.
Saya disitu sadar jika saya berada di Surga karena anak kecil itu
adalah anak kakak saya yang keguguran pada usia kandungan 6 bulan. Saya disitu
hanya bisa menangis. Karena saya sudah berada di rumah Bapa. Lalu Petrus
mengajak saya ke sebuah bangunan yang terdapat pondasi saja.
"Ini rumah kamu, masih 15% itu tandanya belum saatnya kamu pulang
kesini."
Petrus langsung megajak saya ke ujung jalan dimana terdapat istana
megah dan indah. Lalu, ketika saya berjalan di jembatan terdengar suara :
"Akulah jalan kebenaran, tidak ada seorang pun yang dapat ke rumah
Bapa, kalau tidak melalui Aku!" (Yohanes 14:6)
Lalu saya sampai di sebuah ruangan, dimana terdapat 1 buah kursi
kosong.
"Tunggu disini", ucapnya sambil pergi meninggalkan saya. Saya hanya
duduk di kursi kosong tersebut, lalu saya melihat seperti sorotan lampu datang
kepada saya.
Semakin lama semakin mendekat, saya menyadari itu adalah Tuhan Yesus.
Saya berlari lalu memeluk Tuhan sambil menangis 😂. Saya menceritakan segala
pergumulan saya kepada Tuhan.
"Aku ga mau balik kedunia, disana terlalu jahat. Disini aja enak
nyaman, aku ga mau balik kesana.", ucap saya.
Tuhan menjawab : "Anak-Ku, Aku kuat maka engkau juga harus kuat."
Lalu Tuhan Yesus membawa saya pergi mengelilingi surga. "Disini rumah
dibangun melalui iman. Semakin dalam iman kamu ke Aku, maka semakin cepat rumah
ini jadi", ucap-Nya (Wahyu 22: 1-17).
Hingga akhirnya saya berada di sebuah jurang, dimana ketika saya
melihat kebawah terdapat banyak lautan manusia yang sudah hancur, dan disiksa.
"Yesus! Tolong Saya..!" "Yesus Maafkan Saya..!"
itulah teriakan mereka. Saya melihat Tuhan Yesus sedih dengan apa
yang terjadi pada mereka semua.
Lalu saya mencium bau yang sangat busuk dan anyir, saya menyadari
Tuhan Yesus tidak lagi di samping saya. Lalu semuanya berubah menjadi hutan
pinus kembali, disitu saya bertemu dengan seorang lelaki yang gagah, sangat
tampan.
"Kamu kalo takut kesana, ke tempat aku aja! Tempat aku enak, ga jauh
dari dunia kok, disana tenang, enak, nyaman!", ucapnya sambil berjalan
mendahului saya. Ketika dia berjalan, saya melihat di belakang tubuhnya terdapat
ekor yang panjang.
"Lucifer", ucap saya tiba-tiba.
Dia langsung memegang tangan saya lalu berubah menjadi seram sangat
seram. Keadaan berubah kembali, saya berada di sebuah jurang yang sama namun
ketika itu Lucifer berada di belakang saya, sehinga ia akan mendorong saya,
karena selangkah lagi saya akan masuk kedalam neraka itu.
Suhu disana sangat panas, seperti terbakar. Bau busuk dan menyengat
dimana-mana. Lalu Petrus menarik tangan saya.
"Dia milikku", ucap Petrus sambil menarik tangan kiri saya.
"Tidak! Dia milikku!", ucap Lucifer sambil menarik tangan kanan saya.
Ketika saya melihat ke belakang, saya melihat badan saya berada di
rumah sakit dan kedua orang tua saya sedang berdoa dan menangis.
Jawab saya : Siapa yang kamu percaya..?!", teriak Petrus.
Saya berteriak sambil menutup mata :
"JESUS I BELIEVE IN YOU!" lalu keadaan berubah, saya berada dipelukan
Tuhan Yesus, sambil menangis.
"Pulanglah...!
Beritakanlah injil keselamatan ini kepada dunia. Karena waktu-Ku sudah sangat dekat.", ucap Yesus.
Beritakanlah injil keselamatan ini kepada dunia. Karena waktu-Ku sudah sangat dekat.", ucap Yesus.
Lalu saya merasa saya menyatu dengan badan saya kembali. Saya
mendapat penglihatan seperti layaknya film, mengenai kegiatan, aktivitas, dosa,
apa yang telah saya perbuat dari bayi sampai besar.
Tidak sampai disitu, 2 hari berturut-turut saya dibawa kembali ke
awan-awan, yang saya lihat adalah saya berada di tengah-tengah para malaikat.
Lalu saya melihat sebuah pagar emas surga. Ketika saya naik ke pagar itu,
terdapat suara :
"Pulanglah ke dunia..! Belum waktunya kau disini..!", ucap suara itu.
Lalu saya dibawa pergi oleh bayangan hitam melihat bagaimana indahnya
dunia. Sambil mengajak saya mengikuti dunia. Sampai akhirnya pendeta saya datang
pada jam 2 pagi, dan berdoa di kamar rawat inap tersebut. Saya merasa bebas
disitu.
Jujur setelah kejadian ini saya didatangi 2x oleh 2 malaikat dengan
berkata :
"Kamu tahu tugas kamu di dunia ini apa..?", ucap mereka.
"Tugas kamu bukan stress karena dunia, Melainkan tugasmu adalah
menjadi pelayan Tuhan, Kamu harus memberitakan injil ini, memberitakan apa yang
sudah kamu dapat ke seluruh dunia. Setelah itu kamu kembali lagi kesana (surga).
Ingat! Waktunya sudah sangat dekat!", ucap mereka.
Sejak saat itu saya sadar, dan memohon bantuan Tuhan untuk
memberitakan injil ini. Lalu saya bertekad untuk membagi pengalaman saya kepada
kita semua. Tugas saya hanya memberitakan kebenaran ini, biarlah Roh Kudus
bekerja bagi kita semua. Terima Kasih. Tuhan Yesus memberkati.
Matius 28:19-20
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Matthew 28:19-20 (ERV)
"So go and make followers of all people in the world. Baptize them in the name of the Father and the Son and the Holy Spirit. Teach them to obey everything that I have told you to do. You can be sure that I will be with you always. I will continue with you until the end of time."
"So go and make followers of all people in the world. Baptize them in the name of the Father and the Son and the Holy Spirit. Teach them to obey everything that I have told you to do. You can be sure that I will be with you always. I will continue with you until the end of time."
Tuhan Yesus Memberkati
Tuesday, May 24, 2016
Pintar Belum Tentu BIJAKSANA
Diceritakan bahwa Jendral Tso menyukai permainan catur dan beliau adalah
pemain catur yg sangat Handal, sudah tingkat master pula, bisa
dikatakan tidak ada pecatur lain yang mampu mengalahkannya.
Suatu hari, Jendral Tso dalam perjalanan dinasnya, melihat sebuah gubuk yang pada dindingnya tergantung papan bertuliskan "Pecatur Terbaik Dunia", tentu saja hal ini membuat sang Jendral tidak puas, dengan penasaran segera menghampiri gubuk tsb dan menantang pemilik gubuk untuk bermain catur, dan ternyata sang Jendral dapat memenangkan seluruh tiga set yang mereka mainkan.
Karena itu, sang Jendral dengan penuh kepercayaan diri mengatakan : " Anda harus segera mencopot papan ini ", dan segera melanjutkan perjalanannya dengan penuh kegembiraan.
Tak lama setelah itu, dalam perjalanan pulangnya, sang Jendral melewati gubuk itu lagi dan menemukan bahwa papan "Pecatur Terbaik Dunia" belum juga dicopot, dengan perasaan penuh penasaran, masuklah dia dan menantang pemilik gubuk itu untuk bermain catur lagi.
Namun kali ini hasilnya sangat mengejutkan sang Jendral, dia kalah telak tiga kali berturut-turut.
Sang Jendral sangat terkejut, dan bertanya mengapa bisa terjadi demikian.
Lalu si pemilik gubuk menjawab dengan Bijak : "Pada waktu yang lalu, saya tahu anda sedang dalam perjalanan melaksanakan tugas negara, maka saya tidak mau mengalahkan anda untuk menjaga semangat juang Anda, namun sekarang anda telah kembali dalam kondisi telah sukses melaksanakan tugas anda, tentu saja saya melayani tantangan anda sesuai dengan kemampuan saya yang sebenarnya. Saya tidak akan mengalah lagi".
Pemenang Sejati, mampu menang , tetapi belum tentu mau menang , mampu mengalah dengan bijaksana. Bisa Menang, dan tidak harus menang, menunjukkan kepribadian yang mulia. Demikian pula kehidupan.
Ingat .... Pintar belum tentu Bijaksana, tetapi Kebijaksanaan pasti menyertakan Kepintaran;
Suatu hari, Jendral Tso dalam perjalanan dinasnya, melihat sebuah gubuk yang pada dindingnya tergantung papan bertuliskan "Pecatur Terbaik Dunia", tentu saja hal ini membuat sang Jendral tidak puas, dengan penasaran segera menghampiri gubuk tsb dan menantang pemilik gubuk untuk bermain catur, dan ternyata sang Jendral dapat memenangkan seluruh tiga set yang mereka mainkan.
Karena itu, sang Jendral dengan penuh kepercayaan diri mengatakan : " Anda harus segera mencopot papan ini ", dan segera melanjutkan perjalanannya dengan penuh kegembiraan.
Tak lama setelah itu, dalam perjalanan pulangnya, sang Jendral melewati gubuk itu lagi dan menemukan bahwa papan "Pecatur Terbaik Dunia" belum juga dicopot, dengan perasaan penuh penasaran, masuklah dia dan menantang pemilik gubuk itu untuk bermain catur lagi.
Namun kali ini hasilnya sangat mengejutkan sang Jendral, dia kalah telak tiga kali berturut-turut.
Sang Jendral sangat terkejut, dan bertanya mengapa bisa terjadi demikian.
Lalu si pemilik gubuk menjawab dengan Bijak : "Pada waktu yang lalu, saya tahu anda sedang dalam perjalanan melaksanakan tugas negara, maka saya tidak mau mengalahkan anda untuk menjaga semangat juang Anda, namun sekarang anda telah kembali dalam kondisi telah sukses melaksanakan tugas anda, tentu saja saya melayani tantangan anda sesuai dengan kemampuan saya yang sebenarnya. Saya tidak akan mengalah lagi".
Pemenang Sejati, mampu menang , tetapi belum tentu mau menang , mampu mengalah dengan bijaksana. Bisa Menang, dan tidak harus menang, menunjukkan kepribadian yang mulia. Demikian pula kehidupan.
Ingat .... Pintar belum tentu Bijaksana, tetapi Kebijaksanaan pasti menyertakan Kepintaran;
Monday, May 23, 2016
GIVE AND GIVE
Di zaman Tiongkok Kuno ada seorang petani mempunyai seorang tetangga
yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing yang galak
dan kurang terlatih.
Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli.
Suatu hari aning-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa domba sehingga terluka parah.
Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim.
Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dengan hati-hati dan berkata, “Saya bisa saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya.
Tetapi Anda akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, teman atau musuh yang jadi tetanggamu?”
Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang teman.
“Baik, saya akan menawari Anda sebuah solusi yang mana Anda harus manjaga domba-domba Anda supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga Anda tetap sebagai teman.” Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.
Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga anak tetangganya itu, yang mana ia menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut.
Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya.
Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah menggangu domba-domba pak tani.
Di samping rasa terimakasihnya kepada kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasi buruan kepada petani.
Sebagai balasannya petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi teman yang baik.
Sebuah ungkapan Tiongkok Kuno mengatakan :
“Cara Terbaik untuk mengalahkan dan mempengaruhi orang adalah dengan kebajikan.
Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli.
Suatu hari aning-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa domba sehingga terluka parah.
Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim.
Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dengan hati-hati dan berkata, “Saya bisa saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya.
Tetapi Anda akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, teman atau musuh yang jadi tetanggamu?”
Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang teman.
“Baik, saya akan menawari Anda sebuah solusi yang mana Anda harus manjaga domba-domba Anda supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga Anda tetap sebagai teman.” Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.
Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga anak tetangganya itu, yang mana ia menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut.
Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya.
Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah menggangu domba-domba pak tani.
Di samping rasa terimakasihnya kepada kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasi buruan kepada petani.
Sebagai balasannya petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi teman yang baik.
Sebuah ungkapan Tiongkok Kuno mengatakan :
“Cara Terbaik untuk mengalahkan dan mempengaruhi orang adalah dengan kebajikan.
PENAMPILAN Yang Menipu
Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang
berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
Mereka meminta janji.Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.
“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.
“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa
pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya
tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk
melaporkan kepada sang pemimpinnya.
“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.
Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.
Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut.
“Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”
“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”
Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.
Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.
Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.
Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS saat ini.
Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai.
Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap menipu.
berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
Mereka meminta janji.Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.
“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.
“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa
pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya
tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk
melaporkan kepada sang pemimpinnya.
“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.
Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.
Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut.
“Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”
“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”
Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.
Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.
Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.
Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS saat ini.
Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai.
Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap menipu.
MICHAEL JORDAN
Michael
Jordan, berkulit hitam, lahir pada tahun 1963, di daerah kumuh
Brooklyn, New York. Ia memiliki empat orang saudara, sementara upah
ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga.
Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan
penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan
masa depannya.
Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?”
Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.”
Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.”
Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”
Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang.
Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian. Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?”
Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar.”
Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.”
Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dolar. Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya.
Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar.
Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu.
Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!” Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar.
Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!”
Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?”
Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.”
Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala, “Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya?”
Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri?
Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan.
Potensi diri kita begitu besar, jangan dipandang kecil hanya karena kita terlihat lecek, kumal, dan belum “diasah”. Tetaplah berusaha dan teruslah mengasah kecerdasan dalam melakukannya.
SEMANGAT !!
Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?”
Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.”
Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.”
Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”
Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang.
Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian. Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?”
Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar.”
Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.”
Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dolar. Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya.
Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar.
Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu.
Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!” Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar.
Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!”
Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?”
Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.”
Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala, “Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya?”
Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri?
Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan.
Potensi diri kita begitu besar, jangan dipandang kecil hanya karena kita terlihat lecek, kumal, dan belum “diasah”. Tetaplah berusaha dan teruslah mengasah kecerdasan dalam melakukannya.
SEMANGAT !!
Friday, April 15, 2016
KEBAHAGIAAN
Suatu ketika istri John Maxwell (pembicara motivator top) Margaret,
sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang
“kebahagiaan”. Maxwell sang suami duduk di bangku paling depan dan
mendengarkan.
…
Di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan dan tiba, sesi tanya jawab.
Setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya..
“Mrs. Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?”
Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus.
Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, “Tidak…”
Seluruh ruangan terkejut. “Tidak…” katanya sekali lagi,”John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia.”
Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar. Kemudian, lanjut Margaret, “John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik.
Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia selalu setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia.”
Tiba-tiba ada suara bertanya, “Mengapa?”
“Karena,” Jawabnya, “Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain DIRIKU SENDIRI.”
Margaret mengatakan, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu.
Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia.
Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri..
Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih.
Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar. Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, cantik istrimu/gagah suamimu, atau sesukses apa hidupmu.
…
Di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan dan tiba, sesi tanya jawab.
Setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya..
“Mrs. Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?”
Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus.
Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, “Tidak…”
Seluruh ruangan terkejut. “Tidak…” katanya sekali lagi,”John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia.”
Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar. Kemudian, lanjut Margaret, “John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik.
Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia selalu setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia.”
Tiba-tiba ada suara bertanya, “Mengapa?”
“Karena,” Jawabnya, “Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain DIRIKU SENDIRI.”
Margaret mengatakan, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu.
Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia.
Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri..
Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih.
Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar. Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, cantik istrimu/gagah suamimu, atau sesukses apa hidupmu.
Tuesday, January 19, 2016
KEKUATAN DOA
Ada dua orang anak sedang duduk berbincang dengan ibunya diruang tamu,
Pada saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba terjadi “badai” besar,
guntur dan kilat yang sambar-menyambar. Keadaan sangat mencekam dan
menjadikan ketiga orang itu ketakutan.
Kedua anak itu langsung mendekap Ibunya dan sang Ibu dalam kepanikan memberikan kata-kata penghiburan pada kedua anak ini.
.
Setelah satu jam terjadi, badai itu reda dan keadaan baik tidak terjadi apapun hanya terjadi sedikit karusakan pada rumah itu. Anak pertama bilang pada adiknya,” Apakah kamu baik-baik saja dik?”. Jawab sang adik,”Benar aku dalam keadaan baik, hanya aku tadi takut sekali hingga aku terus berdoa berulang-ulang agar tidak terjadi hal-hal buruk pada kita”. Sang kakak berbicara,”aku tidak berdoa apa-apa tetapi aku juga dalam keadaan baik, jadi doa atau tidak bukan hal penting karena tanpa doapun kita dalam keadaan baik”. Sambung anak ini,”mam, apakah kau tadi juga berdoa??? aku lihat mama tidak berdoa karena mama sibuk menenangkan kami agar tidak takut”. Jawab Ibu anak-anak itu,” aku berdoa dengan aku melakukan pekerjaan terbaik yaitu menenangkan kalian dan doa yang terbaik adalah ada dalam tindakan nyata”. Jawab anak pertama itu,” apakah ketika mama berbicara untuk menenangkan kami tadi bisa dikatakan doa???”. Jawab Ibu itu,”benar berdoalah dengan tindakan bukan hanya diam saja tidak melakukan apa-apa?”.
.
Sejenak percakapan kedua anak dengan Ibunya ini seperti percakapan biasa dan sering kita alami. Seperti pandangan anak pertama sering ada dalam diri kita,” tidak berdoapun kita selamat jadi apa artinya sebuah doa?” Anak pertama ini tidak menyadari kalau hasil dari doa yang dilakukan orang lain juga berkaitan dengan dirinya bahkan “kemungkinan” yang menyelamatkan dia adalah doa dari adik dan Ibunya itu. Jika suasana doa dari adiknya tidak ada dan adiknya ketakutan dan menangis berlarian kesana-kemari maka cerita akan lain dan jika Ibunya tidak melakukan tindakan untuk menenangkan mereka maka keadaan akan berbicara lain. Susana akan penuh dengan ketakutan yang mencekam dan dalam keadaan seperti ini orang akan kehilangan “arah” akhirnya bertindak “sembarangan” dengan berjuta pemikiran akan yang terjadi diluar rumah itu entah berkaitan dengan mobilnya, ayamnya, kebunnya atau apapun yang dipunyai dan ada diluar rumah itu. Maka “hasil” nyata dari doa itu adalah “ketenangan”.
Dalam keadaan tenang orang menjadi siaga dan tahu apa yang akan terjadi dan kecepatan bertindak lebih cepat. Maka sebenarnya yang menjadikan “kehancuran” dan “ketidakselamatan” seseorang sebenarnya bukan bencana itu tetapi rasa panik dan ketakutan akan keadaan yang terjadi. Dengan doa dan tindakan nyata dari doa, rasa panik bisa diatasi dan kebaikan dapat didapatkan.
.
Pernah ada cerita yang saya baca. Ada wabah penyakit lewat dan bertemu dengan Nasrudin. Nasrudin bertanya,” mau kemanakah kau, hai wabah penyakit??”.
Jawab wabah itu,” ke kota A untuk membunuh sepuluh orang???”.
Setelah bebarapa hari Nasrudin kembali bertemu dengan wabah itu dan Nasrudin bertanya,” hai wabah, kau bilang akan membunuh sepuluh orang, tapi mengapa yang mati seratus orang”. Jawab wabah itu,” aku hanya membunuh sepuluh orang dan yang sembilan puluh mati karena panik dan ketakutan”. Nasrudin hanya bisa mangut-manggut saja.
.
Maka ketakutan dan kepanikan yang sebenarnya berbahaya dalam kehidupan ini. Maka seperti Ibu dan anak kedua dari kelauarga itu, mereka berdoa untuk menenangkan suasana agar kepanikan tidak terjadi dalam rumah itu. Maka dalam menyikapi bencana dan kesulitan selalulah berdoa dan tenangkan diri jangan bairkan kepanikan dan ketakutan ada karena dengan doa dan ketenangan semua bisa berjalan dengan baik.
.
Selamat menjaga ketenangan hati dengan doa dalam keadaan apa pun.
Kedua anak itu langsung mendekap Ibunya dan sang Ibu dalam kepanikan memberikan kata-kata penghiburan pada kedua anak ini.
.
Setelah satu jam terjadi, badai itu reda dan keadaan baik tidak terjadi apapun hanya terjadi sedikit karusakan pada rumah itu. Anak pertama bilang pada adiknya,” Apakah kamu baik-baik saja dik?”. Jawab sang adik,”Benar aku dalam keadaan baik, hanya aku tadi takut sekali hingga aku terus berdoa berulang-ulang agar tidak terjadi hal-hal buruk pada kita”. Sang kakak berbicara,”aku tidak berdoa apa-apa tetapi aku juga dalam keadaan baik, jadi doa atau tidak bukan hal penting karena tanpa doapun kita dalam keadaan baik”. Sambung anak ini,”mam, apakah kau tadi juga berdoa??? aku lihat mama tidak berdoa karena mama sibuk menenangkan kami agar tidak takut”. Jawab Ibu anak-anak itu,” aku berdoa dengan aku melakukan pekerjaan terbaik yaitu menenangkan kalian dan doa yang terbaik adalah ada dalam tindakan nyata”. Jawab anak pertama itu,” apakah ketika mama berbicara untuk menenangkan kami tadi bisa dikatakan doa???”. Jawab Ibu itu,”benar berdoalah dengan tindakan bukan hanya diam saja tidak melakukan apa-apa?”.
.
Sejenak percakapan kedua anak dengan Ibunya ini seperti percakapan biasa dan sering kita alami. Seperti pandangan anak pertama sering ada dalam diri kita,” tidak berdoapun kita selamat jadi apa artinya sebuah doa?” Anak pertama ini tidak menyadari kalau hasil dari doa yang dilakukan orang lain juga berkaitan dengan dirinya bahkan “kemungkinan” yang menyelamatkan dia adalah doa dari adik dan Ibunya itu. Jika suasana doa dari adiknya tidak ada dan adiknya ketakutan dan menangis berlarian kesana-kemari maka cerita akan lain dan jika Ibunya tidak melakukan tindakan untuk menenangkan mereka maka keadaan akan berbicara lain. Susana akan penuh dengan ketakutan yang mencekam dan dalam keadaan seperti ini orang akan kehilangan “arah” akhirnya bertindak “sembarangan” dengan berjuta pemikiran akan yang terjadi diluar rumah itu entah berkaitan dengan mobilnya, ayamnya, kebunnya atau apapun yang dipunyai dan ada diluar rumah itu. Maka “hasil” nyata dari doa itu adalah “ketenangan”.
Dalam keadaan tenang orang menjadi siaga dan tahu apa yang akan terjadi dan kecepatan bertindak lebih cepat. Maka sebenarnya yang menjadikan “kehancuran” dan “ketidakselamatan” seseorang sebenarnya bukan bencana itu tetapi rasa panik dan ketakutan akan keadaan yang terjadi. Dengan doa dan tindakan nyata dari doa, rasa panik bisa diatasi dan kebaikan dapat didapatkan.
.
Pernah ada cerita yang saya baca. Ada wabah penyakit lewat dan bertemu dengan Nasrudin. Nasrudin bertanya,” mau kemanakah kau, hai wabah penyakit??”.
Jawab wabah itu,” ke kota A untuk membunuh sepuluh orang???”.
Setelah bebarapa hari Nasrudin kembali bertemu dengan wabah itu dan Nasrudin bertanya,” hai wabah, kau bilang akan membunuh sepuluh orang, tapi mengapa yang mati seratus orang”. Jawab wabah itu,” aku hanya membunuh sepuluh orang dan yang sembilan puluh mati karena panik dan ketakutan”. Nasrudin hanya bisa mangut-manggut saja.
.
Maka ketakutan dan kepanikan yang sebenarnya berbahaya dalam kehidupan ini. Maka seperti Ibu dan anak kedua dari kelauarga itu, mereka berdoa untuk menenangkan suasana agar kepanikan tidak terjadi dalam rumah itu. Maka dalam menyikapi bencana dan kesulitan selalulah berdoa dan tenangkan diri jangan bairkan kepanikan dan ketakutan ada karena dengan doa dan ketenangan semua bisa berjalan dengan baik.
.
Selamat menjaga ketenangan hati dengan doa dalam keadaan apa pun.
Thursday, November 05, 2015
Kisah ROBBY
Saya seorang mantan guru sekolah musik dari Desa Moines, Iowa. Saya
mendapat nafkah dengan mengajar piano-selama lebih dari 30 tahun. Selama
itu, saya menyadari tiap anak punya kemampuan musik yang berbeda. Tapi
saya tidak pernah merasa telah menolong walaupun saya telah mengajar
beberapa murid berbakat. Walaupun begitu, saya ingin bercerita tentang
murid yang "tertantang secara musik". Contohnya adalah Robby.
Robby berumur 11 tahun, ketika ibunya memasukkan dia dalam les untuk pertama kalinya. Saya lebih senang kalau murid (khususnya laki-laki) mulai ketika lebih muda, saya jelaskan itu pada Robby. Tapi Robby berkata, ibunya selalu ingin mendengar dia bermain piano. Jadi saya jadikan dia murid.
Robby memulai les pianonya dan dari awal saya pikir dia tidak ada harapan.Robby mencoba, tapi dia tak mempunyai perasaan nada maupun irama dasar yang perlu dipelajari. Tapi dia mempelajari benar-benar tangga nada dan beberapa pelajaran awal yang saya wajibkan untuk dipelajari semua murid.
Selama beberapa bulan, dia mencoba terus dan saya mendengarnya dengan ngeri dan terus mencoba menyemangatinya. Setiap akhir pelajaran mingguannya, dia berkata, "Ibu saya akan mendengar saya bermain pada suatu hari."
Tapi rasanya sia-sia saja. Dia memang tak berkemampuan sejak lahir. Saya hanya mengetahui ibunya dari jauh ketika menurunkan Robby atau menjemput Robby. Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan tapi tidak pernah turun.
Pada suatu hari, Robby tidak datang lagi ke les kami. Saya berpikir untuk menghubunginya, tapi karena ketidakmampuannya, mungkin dia mau les yang lain saja. Saya juga senang dia tidak datang lagi. Dia menjadi iklan yang buruk untuk pengajaran saya!
Beberapa minggu sesudahnya, saya mengirimkan brosur ke tiap murid, mengenai pertunjukan yang akan dilaksanakan. Yang mengagetkan saya, Robby (yang juga menerima brosur) menanyakan saya apakah dia bisa ikut pertunjukan itu.
Saya katakan kepadanya, pertunjukan itu untuk murid yang ada sekarang dan karena dia telah keluar, tentu dia tak bisa ikut.
Dia katakan bahwa ibunya sakit sehingga tak bisa mengantarnya ke les, tapi dia tetap terus berlatih. "Bu Hondrof... saya mau main!" dia memaksa.
Saya tidak tahu apa yang membuat saya akhirnya membolehkan dia main di pertunjukan itu. Mungkin karena kegigihannya atau mungkin ada sesuatu yang berkata dalam hati saya bahwa dia akan baik-baik saja.
Malam pertunjukan datang. Aula itu dipenuhi dengan orang tua, teman, dan relasi. Saya menaruh Robby pada urutan terakhir sebelum saya ke depan untuk berterima kasih dan memainkan bagian terakhir. Saya rasa kesalahan yang dia buat akan terjadi pada akhir acaradan saya bisa menutupinya dengan permainan dari saya.
Pertunjukan itu berlangsung tanpa masalah. Murid-murid telah berlatih dan hasilnya bagus. Lalu Robby naik ke panggung.Bajunya kusut dan rambutnya bagaikan baru dikocok. "Kenapa dia tak berpakaian seperti murid lainnya?" pikir saya. "Kenapa ibunya tidak menyisir rambutnya setidaknya untuk malam ini?"
Robby menarik kursi piano dan mulai. Saya terkejut ketika dia menyatakan bahwa dia telah memilih Mozart's Concerto#21 in C Major. Saya tidak dapat bersiap untuk mendengarnya.Jarinya ringan di tuts nada, bahkan menari dengan gesit. Dia berpindah dari pianossimo ke fortissimo.. . dari allegro ke virtuoso. Akord tergantungnya yang diinginkan Mozart sangat mengagumkan! Saya tak pernah mendengar lagu Mozart dimainkan orang seumur dia sebagus itu!
Setelah enam setengah menit, dia mengakhirinya dengan crescendo besar dan semua terpaku disana dengan tepuk tangan yang meriah. Dalam air mata, saya naik ke panggung dan memeluk Robby dengan sukacita. "Saya belum pernah mendengar kau bermain seperti itu, Robby!Bagaimana kau melakukannya? "
Melalui pengeras suara Robby menjawab, "Bu Hondorf...ingat saya berkata bahwa ibu saya sakit? Ya, sebenarnya dia sakit kanker dan dia telah berlalu pagi ini. Dan sebenarnya.. . dia tuli sejak lahir jadi hari inilah dia pertama kali mendengar saya bermain. Saya ingin bermain secara khusus."
Tidak ada satu pun mata yang kering malam itu. Ketika orang-orang dari Layanan sosial membawa Robby dari panggung ke ruang pemeliharaan, saya menyadari meskipun mata mereka merah dan bengkak, betapa hidup saya jauh lebih berarti karena mengambil Robby sebagai murid saya.
Tidak, saya tidak pernah menjadi penolong, tapi malam itu saya menjadi orang yang ditolong Robby. Dialah gurunya dan sayalah muridnya. Karena dialah yang mengajarkan saya artiketekunan, kasih, percaya pada dirimu sendiri, dan bahkan mau memberikesempatan pada seseorang yang tak anda ketahui mengapa.
Peristiwa ini semakin berarti ketika, setelah bermain di Desert Storm, Robby terbunuh oleh pengeboman yang tak masuk akal oleh Alfred P. Murrah Federal Building di Oklahoma pada April 1995, ketika dilaporkan.. . dia sedang main piano.
Robby berumur 11 tahun, ketika ibunya memasukkan dia dalam les untuk pertama kalinya. Saya lebih senang kalau murid (khususnya laki-laki) mulai ketika lebih muda, saya jelaskan itu pada Robby. Tapi Robby berkata, ibunya selalu ingin mendengar dia bermain piano. Jadi saya jadikan dia murid.
Robby memulai les pianonya dan dari awal saya pikir dia tidak ada harapan.Robby mencoba, tapi dia tak mempunyai perasaan nada maupun irama dasar yang perlu dipelajari. Tapi dia mempelajari benar-benar tangga nada dan beberapa pelajaran awal yang saya wajibkan untuk dipelajari semua murid.
Selama beberapa bulan, dia mencoba terus dan saya mendengarnya dengan ngeri dan terus mencoba menyemangatinya. Setiap akhir pelajaran mingguannya, dia berkata, "Ibu saya akan mendengar saya bermain pada suatu hari."
Tapi rasanya sia-sia saja. Dia memang tak berkemampuan sejak lahir. Saya hanya mengetahui ibunya dari jauh ketika menurunkan Robby atau menjemput Robby. Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan tapi tidak pernah turun.
Pada suatu hari, Robby tidak datang lagi ke les kami. Saya berpikir untuk menghubunginya, tapi karena ketidakmampuannya, mungkin dia mau les yang lain saja. Saya juga senang dia tidak datang lagi. Dia menjadi iklan yang buruk untuk pengajaran saya!
Beberapa minggu sesudahnya, saya mengirimkan brosur ke tiap murid, mengenai pertunjukan yang akan dilaksanakan. Yang mengagetkan saya, Robby (yang juga menerima brosur) menanyakan saya apakah dia bisa ikut pertunjukan itu.
Saya katakan kepadanya, pertunjukan itu untuk murid yang ada sekarang dan karena dia telah keluar, tentu dia tak bisa ikut.
Dia katakan bahwa ibunya sakit sehingga tak bisa mengantarnya ke les, tapi dia tetap terus berlatih. "Bu Hondrof... saya mau main!" dia memaksa.
Saya tidak tahu apa yang membuat saya akhirnya membolehkan dia main di pertunjukan itu. Mungkin karena kegigihannya atau mungkin ada sesuatu yang berkata dalam hati saya bahwa dia akan baik-baik saja.
Malam pertunjukan datang. Aula itu dipenuhi dengan orang tua, teman, dan relasi. Saya menaruh Robby pada urutan terakhir sebelum saya ke depan untuk berterima kasih dan memainkan bagian terakhir. Saya rasa kesalahan yang dia buat akan terjadi pada akhir acaradan saya bisa menutupinya dengan permainan dari saya.
Pertunjukan itu berlangsung tanpa masalah. Murid-murid telah berlatih dan hasilnya bagus. Lalu Robby naik ke panggung.Bajunya kusut dan rambutnya bagaikan baru dikocok. "Kenapa dia tak berpakaian seperti murid lainnya?" pikir saya. "Kenapa ibunya tidak menyisir rambutnya setidaknya untuk malam ini?"
Robby menarik kursi piano dan mulai. Saya terkejut ketika dia menyatakan bahwa dia telah memilih Mozart's Concerto#21 in C Major. Saya tidak dapat bersiap untuk mendengarnya.Jarinya ringan di tuts nada, bahkan menari dengan gesit. Dia berpindah dari pianossimo ke fortissimo.. . dari allegro ke virtuoso. Akord tergantungnya yang diinginkan Mozart sangat mengagumkan! Saya tak pernah mendengar lagu Mozart dimainkan orang seumur dia sebagus itu!
Setelah enam setengah menit, dia mengakhirinya dengan crescendo besar dan semua terpaku disana dengan tepuk tangan yang meriah. Dalam air mata, saya naik ke panggung dan memeluk Robby dengan sukacita. "Saya belum pernah mendengar kau bermain seperti itu, Robby!Bagaimana kau melakukannya? "
Melalui pengeras suara Robby menjawab, "Bu Hondorf...ingat saya berkata bahwa ibu saya sakit? Ya, sebenarnya dia sakit kanker dan dia telah berlalu pagi ini. Dan sebenarnya.. . dia tuli sejak lahir jadi hari inilah dia pertama kali mendengar saya bermain. Saya ingin bermain secara khusus."
Tidak ada satu pun mata yang kering malam itu. Ketika orang-orang dari Layanan sosial membawa Robby dari panggung ke ruang pemeliharaan, saya menyadari meskipun mata mereka merah dan bengkak, betapa hidup saya jauh lebih berarti karena mengambil Robby sebagai murid saya.
Tidak, saya tidak pernah menjadi penolong, tapi malam itu saya menjadi orang yang ditolong Robby. Dialah gurunya dan sayalah muridnya. Karena dialah yang mengajarkan saya artiketekunan, kasih, percaya pada dirimu sendiri, dan bahkan mau memberikesempatan pada seseorang yang tak anda ketahui mengapa.
Peristiwa ini semakin berarti ketika, setelah bermain di Desert Storm, Robby terbunuh oleh pengeboman yang tak masuk akal oleh Alfred P. Murrah Federal Building di Oklahoma pada April 1995, ketika dilaporkan.. . dia sedang main piano.
Thursday, October 15, 2015
Rahasia Di Balik TSUNAMI ACEH
Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia
di balik terjadinya tsunami Aceh dengan kesaksian 400 orang umat Kristen
bahwa kisah ini sungguh terjadi...
Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini. Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya. Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.
Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.
Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di zaman itu.
Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.
“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru - Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah di sini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya di sini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu”
Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:
“Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:
“Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”
Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya di sini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”
Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatalan di sana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.
Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.
Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:
“Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal di sana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”
Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “Sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatalan ke hutan.
Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.
Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi ke mana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.
Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya. Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.
Saudara dalam Yesus,
Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. Jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.
Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.
Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
Haleluyah!!
Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini. Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya. Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.
Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.
Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di zaman itu.
Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.
“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru - Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah di sini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya di sini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu”
Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:
“Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:
“Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”
Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya di sini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”
Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatalan di sana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.
Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.
Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:
“Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal di sana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”
Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “Sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatalan ke hutan.
Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.
Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi ke mana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.
Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya. Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.
Saudara dalam Yesus,
Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. Jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.
Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.
Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
Haleluyah!!
Tuesday, October 13, 2015
Proses PENDEWASAAN DIRI
lemari.
Di sebuah toko mebel ada seorang tukang yang terlihat sedang serius menggosok kayu untuk sebuah
Dia gosok terus menerus, ketika amplas tersebut habis sisi kasarnya, dibuang dan
digantikan dengan yang baru hingga terlihat halus dan mengkilat.
Sebenarnya hidup kita ibarat kayu dan amplas, kita bagaikan kayu dan seseorang yang bersikap jahat dan selalu menyakiti diri kita ibarat sebuah amplas.!!
Biarlah dia selalu menggesek, dan menyakiti kita, sakit memang dan terluka pula, tapi lihatlah sebuah kayu akan mengkilap ketika kita di gosok dgn amplas,??
Seperti itulah diri kita sebenarnya, hati kita akan berkilau karena kesabaran atas rasa sakit yang kita tanggung.
Jika tiba saatnya nanti, kita akan menjadi berkilau dan seseorang yang menyakiti kita, akan menjadi terbuang dan tak berguna seperti sebuah amplas yang kehilangan fungsinya untuk menghaluskan.
Mari kita belajar menjalani hidup ini seperti kayu dan amplas, karna semuanya itu merupakan sebuah proses untuk kita mendewasakan diri.
Usia seseorang belum tentu menjadi tolak ukur kedewasaan seseorang.
Sumber: unknown
Friday, October 09, 2015
KIND WORD
Pada suatu hari Thomas Alva Edison pulang ke rumah & memberikan sepucuk surat kpd mamanya. Ia berkata: "Guru saya memberikan surat ini pada saya & berpesan agar surat ini hanya diberikan pd mama."
Membaca surat itu, dgn airmata berlinang sang ibu membaca surat tsb: "Anak kamu terlalu jenius. Sekolah ini terlalu sederhana & tdk cukup guru yg baik utk melatih dia. Ajarlah dia secara langsung."
Tahun demi tahun berlalu, mama dari Thomas A. Edison pun mendidik anaknya di rumah sampai dia meninggal dan Hasilnya ia skrg menjadi penemu terhebat sepanjang sejarah.
Suatu ketika dia menemukan surat yg dulu dikirim oleh gurunya di laci meja mamanya. Dia membuka dan membacanya: "Anak kamu punya masalah kejiwaan. Kami tdk mengizinkan lagi utk datang ke sekolah ini selamanya."
Edison menangis ber-jam2 & menulis ini di buku hariannya: "Thomas Alva Edison adalah anak gila yg oleh seorang Pahlawan yaitu Mama Saya, Saya diubahnya menjadi orang yg paling jenius sepanjang abad."
Perkataan yg buruk merusak moral & mental seseorang. Perkataan yg baik dpt memotivasi org utk menjadi yg Terbaik.
"Try to make at least one person happy everyday. If you cannot do a kind deed, speak a kind word. If you cannot speak a kind word, think a kind thought. Count up, if you can, the treasure of happiness that you would dispense in a week, in a year, in a lifetime!" Lawrence G. Lovasik
"Impossible is a word to be found only in the dictionary of fools." Napoleon Bonaparte.
Hidup Adalah PILIHAN
Di sebuah konferensi mahasiswa pada sebuah Universitas terkenal di AS,
ada seorang Wanita yg didaulat utk memperkenalkan diri.
“Saya adalah seorang Anak HARAM, ibuku bisu tuli & sangat miskin.”
“Suatu hari, ibu diperkosa hingga hamil.
Saya lahir tanpa pernah kenal siapa ayah saya.”
Lanjutnya berkaca-kaca.
“Kami hidup sangat miskin, hingga dalam umur yg masih sangat muda,saya terpaksa bekerja dgn ibu utk hidup.” Hadirin pun terdiam.
“Saya bekerja sebagai buruh kasar di sebuah perkebunan kapas.
Saya BENCI keadaan saat itu.”
“Saya PERNAH KECEWA pada TUHAN.
Karena DIA tidak ADIL atas hidup saya.
Disaat kebanyakan anak-anak nikmati hidup layak,
Saya harus bergumul dalam penderitaan.
Sungguh, saya tidak paham kenapa dilahirkan&tidak melihat kehidupan yang baik di MASA DEPAN.”
Suaranya bergetar…
“Suatu hari saya berbicara dgn hati nurani saya:
“Azie, tahukah kamu..
bahwa hidup ini adalah PILIHAN ?
Mau tetap seperti ini atau keluar dari ketidak-bergunaan ini,
PILIHAN itu ada di TANGANMU!”
Perlu kamu tahu,
RENCANA TUHAN atasmu bukan rencana KECELAKAAN, melainkan hari depan yg penuh HARAPAN.
Selama bisa memilih,
pilihlah yg TERBAIK !”
Nadanya lirih penuh makna.
“Akhirnya Saya Pilih KELUAR dari rasa Kecewa & tak berguna ini.”
Nadanya mengelegar memecah keheningan.
Singkat cerita,
sang wanita mulai bekerja dgn GIAT utk biayai sekolah & kehidupan ibunya.
Dia bekerja keras &ulet,
hingga akhirnya meraih KESUKSESAN.
TAHUKAH siapa Dia..?
Dia adalah:
Azie Taylor Morton
Menteri Keuangan AS
“From Zero to HERO”
Pesan Moral:
Jangan bandingkan diri anda dgn org lain tapi Lepaskan & Merdekakan diri Anda dari rasa iri, kecewa kepada orang lain.
Bangkitlah, berjuang dari keterpurukan utk saling PEDULI terhadap sesama.
Maka HIDUP kita akan jadi lebih BERMAKNA
ada seorang Wanita yg didaulat utk memperkenalkan diri.
“Saya adalah seorang Anak HARAM, ibuku bisu tuli & sangat miskin.”
“Suatu hari, ibu diperkosa hingga hamil.
Saya lahir tanpa pernah kenal siapa ayah saya.”
Lanjutnya berkaca-kaca.
“Kami hidup sangat miskin, hingga dalam umur yg masih sangat muda,saya terpaksa bekerja dgn ibu utk hidup.” Hadirin pun terdiam.
“Saya bekerja sebagai buruh kasar di sebuah perkebunan kapas.
Saya BENCI keadaan saat itu.”
“Saya PERNAH KECEWA pada TUHAN.
Karena DIA tidak ADIL atas hidup saya.
Disaat kebanyakan anak-anak nikmati hidup layak,
Saya harus bergumul dalam penderitaan.
Sungguh, saya tidak paham kenapa dilahirkan&tidak melihat kehidupan yang baik di MASA DEPAN.”
Suaranya bergetar…
“Suatu hari saya berbicara dgn hati nurani saya:
“Azie, tahukah kamu..
bahwa hidup ini adalah PILIHAN ?
Mau tetap seperti ini atau keluar dari ketidak-bergunaan ini,
PILIHAN itu ada di TANGANMU!”
Perlu kamu tahu,
RENCANA TUHAN atasmu bukan rencana KECELAKAAN, melainkan hari depan yg penuh HARAPAN.
Selama bisa memilih,
pilihlah yg TERBAIK !”
Nadanya lirih penuh makna.
“Akhirnya Saya Pilih KELUAR dari rasa Kecewa & tak berguna ini.”
Nadanya mengelegar memecah keheningan.
Singkat cerita,
sang wanita mulai bekerja dgn GIAT utk biayai sekolah & kehidupan ibunya.
Dia bekerja keras &ulet,
hingga akhirnya meraih KESUKSESAN.
TAHUKAH siapa Dia..?
Dia adalah:
Azie Taylor Morton
Menteri Keuangan AS
“From Zero to HERO”
Pesan Moral:
Jangan bandingkan diri anda dgn org lain tapi Lepaskan & Merdekakan diri Anda dari rasa iri, kecewa kepada orang lain.
Bangkitlah, berjuang dari keterpurukan utk saling PEDULI terhadap sesama.
Maka HIDUP kita akan jadi lebih BERMAKNA
Tuesday, September 29, 2015
Kisah Dibalik Pulitzer Prize 1994
Penghargaan tertinggi bidang fotografi jurnalistik "Pulitzer Prize" pada
tahun 1994, jatuh pada foto seorang gadis yang menangis kelaparan dan
berusaha merangkak kelelahan menuju camp pengungsian PBB yang berjarak 1
kilometer dari tempatnya. Ia tanpa pakaian, kurus dengan tulang
menonjol dimana-mana, sementara di belakangnya ada burung pemakan
bangkai yang sudah mencium 'bau kematian' gadis kecil tersebut.
Foto tersebut diambil di Sudan, Afrika Utara pada Maret 1993, oleh seorang wartawan bernama Kevin Carter, yang mendengar suara tangis anak tersebut. Ia sempat menunggu selama 20 menit supaya burung pemakan bangkai itu pergi, tetapi akhirnya mengambil foto gadis itu karena burung tersebut tidak juga meninggalkan gadis tersebut. Kemudian ia meninggalkannya.
Begitu foto tersebut dipublikasikan oleh harian "New York Times", redaksi menerima begitu banyak telepon menanyakan kabar gadis itu:
"Apakah dia tewas?"
"Apakah dia bisa sampai ke camp/food-center PBB?"
"Apakah dia dimakan burung pemakan bangkai?"
"Bagaimana saya bisa menolong gadis tersebut?", dan...
"Mengapa Kevin tidak segera menolong anak itu?!"
Dua bulan setelah menerima penghargaan bergengsi tersebut, Kevin mati bunuh diri karena dihantui pemandangan tersebut. Mungkin dia menyesal, tidak menolong anak kelaparan tersebut.
Selagi masih ada KESEMPATAN ..berbuat baiklah pada banyak orang dan jangan mengharap imbal baliknya.
Jangan sampai kita MENYESAL diri karena kesempatan berbuat baik itu sudah tertutup.
Foto tersebut diambil di Sudan, Afrika Utara pada Maret 1993, oleh seorang wartawan bernama Kevin Carter, yang mendengar suara tangis anak tersebut. Ia sempat menunggu selama 20 menit supaya burung pemakan bangkai itu pergi, tetapi akhirnya mengambil foto gadis itu karena burung tersebut tidak juga meninggalkan gadis tersebut. Kemudian ia meninggalkannya.
Begitu foto tersebut dipublikasikan oleh harian "New York Times", redaksi menerima begitu banyak telepon menanyakan kabar gadis itu:
"Apakah dia tewas?"
"Apakah dia bisa sampai ke camp/food-center PBB?"
"Apakah dia dimakan burung pemakan bangkai?"
"Bagaimana saya bisa menolong gadis tersebut?", dan...
"Mengapa Kevin tidak segera menolong anak itu?!"
Dua bulan setelah menerima penghargaan bergengsi tersebut, Kevin mati bunuh diri karena dihantui pemandangan tersebut. Mungkin dia menyesal, tidak menolong anak kelaparan tersebut.
Selagi masih ada KESEMPATAN ..berbuat baiklah pada banyak orang dan jangan mengharap imbal baliknya.
Jangan sampai kita MENYESAL diri karena kesempatan berbuat baik itu sudah tertutup.
Monday, September 28, 2015
Kesaksian PENGAMEN CILIK
Kesaksian Pengamen cilik yang di pakai TUHAN YESUS secara luar biasa.......
silakan di baca yaa:
Dibawah ini merupakan kesaksian dari pendeta yang bernama Nama pendetanya bapak Wisnu. Berikut penuturan beliau:
Beberapa waktu yang lalu saya ada pelayanan untuk Youth di daerah Tangerang.
Saya naik bis jurusan Tangerang pada siang harinya untuk menuju rumah kakak saya terlebih dulu karena pelayanan tersebut akan berlangsung sore hari.
Didalam bis yang penuh sesak tersebut, masuk pula seorang pengamen cilik usia sekitar 7-8 tahun dengan berbekal kecrekan sederhana (mungkin dari tutup botol) Berbekal alat musik sederhana tersebut,
dia nyanyikan lagu "YESUS Ajaib,TUHANku Ajaib...." (~a song by Ir. Niko,red.)
Dan kata-kata tersebut diulang terus menerus.
Hampir seluruh penumpang bis memarahi anak tersebut :"Diam kamu! Jangan nyanyi lagu itu lagi.
Kalau kamu nggak diam, nanti saya pukul kamu!" Tapi ternyata anak tersebut tidak menanggapi kemarahan mereka dan dengan berani terus menyanyikan lagu tersebut. Saya dalam hati berkata:"TUHAN, anak ini luar biasa. Kalau saya, belum tentu saya bisa berani melakukan hal tersebut".
Karena bis akan melanjutkan perjalanan menuju tol berikutnya, di pintu tol menuju Serpong (kalau tidak salah), hampir 3/4 penumpang turun dari bis tersebut.
Termasuk saya dan pengamen cilik tersebut. Anak kecil itu didorong hingga akhirnya jatuh. Kemudian dia bangkit lagi. Tapi dia didorong oleh massa hingga terjatuh lagi. Semua penumpang bis mengerumuni anak itu.
Saya masih ada di situ dengan tujuan jika kemudian anak tersebut akan ditempeleng atau dihajar, saya akan berusaha untuk menariknya lari menjauhi mereka.
Seluruh kerumunan itu baik pria maupun wanita menjadi marah: "Sudah dibilang jangan nyanyi masih nyanyi terus! Kamu mau saya pukul?" dan seterusnya, dan seterusnya.
Anak kecil itu hanya terdiam. Setelah amarah mereka mulai mereda, anak kecil itu baru berbicara:"Bapak-bapak, Ibu- Ibu jika mau pukul saya, pukul saja. Kalau mau bunuh, bunuh saja. Tapi yang Bapak dan Ibu perlu tahu, walaupun saya dipukul atau dibunuh saya tetap akan menyanyikan lagu tersebut."
Seluruh kerumunan menjadi terdiam sepertinya mulut mereka terkunci.
Kemudian dia melanjutkan:"Sudahlah... . Bapak, Ibu tidak perlu marah-marah lagi. Sini.... saya doakan saja Bapak-bapak dan Ibu-ibu."
Dan apa yang terjadi, seluruh kerumunan itu didoakan satu per satu oleh anak ini.
Banyak yang tiba- tiba menangis dan akhirnya mau menerima TUHAN.
Saya yang sadari tadi menyaksikan hal tersebut, kemudian pergi meninggalkan kerumunan tersebut.
Saya melanjutkan naik mikrolet.
Jalanan macet karena kejadian tersebut hingga mikrolet melaju dengan sangat lambat....
Sopir mikroletnya bertanya kepada saya:" Ada apa sih Pak? Kok banyak kerumunan?"
Saya jawab :"O.... Itu ada banyak orang didoakan oleh anak kecil."
Di saat mikrolet melaju dengan sangat pelan, tiba- tiba anak kecil pengamen itu naik mikrolet yang sama dengan saya.
Saya kemudian bertanya kepada pengamen cilik itu :"Dik, kamu nggak takut dengan orang-orang itu?"
Jawabnya si Pengamen cilik ini:"Buat apa saya takut? Roh yang ada dalam diri saya lebih besar dari roh apapun di dunia ini", tuturnya mengutip ayat Firman Tuhan.
Lanjutnya kata si Pengamen cilik tersebut: "Bapak mau saya doakan? "
Saya terperanjat:"Kamu mau doakan saya?"
Jawabnya: "Ya kalau Bapak mau."
Saya menjawab: "Baiklah. Kamu boleh doakan saya."
Doanya: "TUHAN berkati Bapak ini.
Berkati dan urapi Bapak ini jika sore nanti dia akan ada pelayanan Youth."
Sampai di situ, saya tidak bisa menahan air mata yang deras mengalir.
Saya tidak peduli lagi dengan penumpang lain yang mungkin menonton kejadian tersebut.
Yang saya tahu bahwa Tuhan sendiri yang berbicara pada anak ini, dari mana dia tahu saya akan ada pelayanan Youth sore ini.
Kesaksian ditutup sampai di situ dan dengan satu kesimpulan, jika kita mau, Tuhan bisa pakai kita lebih lagi. Bukan kemampuan tapi kemauan yang Tuhan kehendaki.
amin...
Kita Sebagai anak Tuhan, Harus punya Keberanian Luar Biasa Di akhir zaman ini Untuk Memberitakan Nama YESUS KRISTUS Kepada Dunia....
Jangan takut Ataupun Jangan Malu Mengakui YESUS Di Depan Orang,.....Menyaksikan FirmanNYA.....dan Nyatakanlah KemuliaanNYA Melalui kita...amin
Semoga Kita menjadi seperti anak Kecil,,,
Kata Alkitab : Karena Merekalah Yang Empunya Kerajaan Sorga..
Matius 18 : 2 - 4 Yang Berkata (2)Maka YESUS memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka. (3)lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.(4)Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga...amin
silakan di baca yaa:
Dibawah ini merupakan kesaksian dari pendeta yang bernama Nama pendetanya bapak Wisnu. Berikut penuturan beliau:
Beberapa waktu yang lalu saya ada pelayanan untuk Youth di daerah Tangerang.
Saya naik bis jurusan Tangerang pada siang harinya untuk menuju rumah kakak saya terlebih dulu karena pelayanan tersebut akan berlangsung sore hari.
Didalam bis yang penuh sesak tersebut, masuk pula seorang pengamen cilik usia sekitar 7-8 tahun dengan berbekal kecrekan sederhana (mungkin dari tutup botol) Berbekal alat musik sederhana tersebut,
dia nyanyikan lagu "YESUS Ajaib,TUHANku Ajaib...." (~a song by Ir. Niko,red.)
Dan kata-kata tersebut diulang terus menerus.
Hampir seluruh penumpang bis memarahi anak tersebut :"Diam kamu! Jangan nyanyi lagu itu lagi.
Kalau kamu nggak diam, nanti saya pukul kamu!" Tapi ternyata anak tersebut tidak menanggapi kemarahan mereka dan dengan berani terus menyanyikan lagu tersebut. Saya dalam hati berkata:"TUHAN, anak ini luar biasa. Kalau saya, belum tentu saya bisa berani melakukan hal tersebut".
Karena bis akan melanjutkan perjalanan menuju tol berikutnya, di pintu tol menuju Serpong (kalau tidak salah), hampir 3/4 penumpang turun dari bis tersebut.
Termasuk saya dan pengamen cilik tersebut. Anak kecil itu didorong hingga akhirnya jatuh. Kemudian dia bangkit lagi. Tapi dia didorong oleh massa hingga terjatuh lagi. Semua penumpang bis mengerumuni anak itu.
Saya masih ada di situ dengan tujuan jika kemudian anak tersebut akan ditempeleng atau dihajar, saya akan berusaha untuk menariknya lari menjauhi mereka.
Seluruh kerumunan itu baik pria maupun wanita menjadi marah: "Sudah dibilang jangan nyanyi masih nyanyi terus! Kamu mau saya pukul?" dan seterusnya, dan seterusnya.
Anak kecil itu hanya terdiam. Setelah amarah mereka mulai mereda, anak kecil itu baru berbicara:"Bapak-bapak, Ibu- Ibu jika mau pukul saya, pukul saja. Kalau mau bunuh, bunuh saja. Tapi yang Bapak dan Ibu perlu tahu, walaupun saya dipukul atau dibunuh saya tetap akan menyanyikan lagu tersebut."
Seluruh kerumunan menjadi terdiam sepertinya mulut mereka terkunci.
Kemudian dia melanjutkan:"Sudahlah... . Bapak, Ibu tidak perlu marah-marah lagi. Sini.... saya doakan saja Bapak-bapak dan Ibu-ibu."
Dan apa yang terjadi, seluruh kerumunan itu didoakan satu per satu oleh anak ini.
Banyak yang tiba- tiba menangis dan akhirnya mau menerima TUHAN.
Saya yang sadari tadi menyaksikan hal tersebut, kemudian pergi meninggalkan kerumunan tersebut.
Saya melanjutkan naik mikrolet.
Jalanan macet karena kejadian tersebut hingga mikrolet melaju dengan sangat lambat....
Sopir mikroletnya bertanya kepada saya:" Ada apa sih Pak? Kok banyak kerumunan?"
Saya jawab :"O.... Itu ada banyak orang didoakan oleh anak kecil."
Di saat mikrolet melaju dengan sangat pelan, tiba- tiba anak kecil pengamen itu naik mikrolet yang sama dengan saya.
Saya kemudian bertanya kepada pengamen cilik itu :"Dik, kamu nggak takut dengan orang-orang itu?"
Jawabnya si Pengamen cilik ini:"Buat apa saya takut? Roh yang ada dalam diri saya lebih besar dari roh apapun di dunia ini", tuturnya mengutip ayat Firman Tuhan.
Lanjutnya kata si Pengamen cilik tersebut: "Bapak mau saya doakan? "
Saya terperanjat:"Kamu mau doakan saya?"
Jawabnya: "Ya kalau Bapak mau."
Saya menjawab: "Baiklah. Kamu boleh doakan saya."
Doanya: "TUHAN berkati Bapak ini.
Berkati dan urapi Bapak ini jika sore nanti dia akan ada pelayanan Youth."
Sampai di situ, saya tidak bisa menahan air mata yang deras mengalir.
Saya tidak peduli lagi dengan penumpang lain yang mungkin menonton kejadian tersebut.
Yang saya tahu bahwa Tuhan sendiri yang berbicara pada anak ini, dari mana dia tahu saya akan ada pelayanan Youth sore ini.
Kesaksian ditutup sampai di situ dan dengan satu kesimpulan, jika kita mau, Tuhan bisa pakai kita lebih lagi. Bukan kemampuan tapi kemauan yang Tuhan kehendaki.
amin...
Kita Sebagai anak Tuhan, Harus punya Keberanian Luar Biasa Di akhir zaman ini Untuk Memberitakan Nama YESUS KRISTUS Kepada Dunia....
Jangan takut Ataupun Jangan Malu Mengakui YESUS Di Depan Orang,.....Menyaksikan FirmanNYA.....dan Nyatakanlah KemuliaanNYA Melalui kita...amin
Semoga Kita menjadi seperti anak Kecil,,,
Kata Alkitab : Karena Merekalah Yang Empunya Kerajaan Sorga..
Matius 18 : 2 - 4 Yang Berkata (2)Maka YESUS memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka. (3)lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.(4)Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga...amin
Monday, September 21, 2015
KEAJAIBAN CINTA
Kisah ini terjadi di Beijing China, seorang gadis bernama Yo Yi Mei
memiliki cinta terpendam terhadap teman karibnya di masa sekolah. Namun
ia tidak pernah mengungkapkannya, ia hanya selalu menyimpan di dalam
hati dan berharap temannya bisa mengetahuinya sendiri. Tapi sayang
temannya tak pernah mengetahuinya, hanya menganggapnya sebagai sahabat,
tak lebih.
Suatu hari Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera menikah hatinya sesak, tapi ia tersenyum “Aku harap kau bahagia“. Sepanjang hari Yo Yi Mei bersedih, ia menjadi tidak ada semangat hidup, tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya.
12 Juli 1994 sahabatnya memberikan contoh undangan pernikahannya yang akan segera dicetak kepada Yi mei, ia berharap Yi Mei akan datang, sahabatnya melihat Yi Mei yang menjadi sangat kurus & tidak ceria bertanya “Apa yang terjadi dengamu, kau ada masalah?”
Yi mei tersenyum semanis mungkin ”Kau salah lihat, aku tak punya masalah apa apa, wah contoh undanganya bagus, tapi aku lebih setuju jika kau pilih warna merah muda, lebih lembut…” Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya tesebut.
Sahabatnya tersenyum “Oh ya, ummm aku kan menggantinya, terimakasih atas sarannya Mei, aku harus pergi menemui calon istriku, hari ini kami ada rencana melihat lihat perabotan rumah… daag“. Yi Mei tersenyum, melambaikan tangan, hatinya yang sakit.
18 Juli 1994 Yi Mei terbaring di rumah sakit, Ia mengalami koma, Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir. Kecil harapan Yi Mei untuk hidup, semua organnya yang berfungsi hanya pendengaran, dan otaknya, yang lain bisa dikatakan “Mati“ dan semuanya memiliki alat bantu, hanya mukjizat yang bisa menyembuhkannya.
Sahabatnya setiap hari menjenguknya, menunggunya, bahkan ia menunda pernikahannya. Baginya Yi Mei adalah tamu penting dalam pernikahannya. Keluaga Yi Mei sendiri setuju memberikan “Suntik Mati“ untuk Yi Mei karena tak tahan melihat penderitaan Yi Mei.
10 Desember 1994 Semua keluarga setuju besok 11 Desember 1994 Yi Mei akan disuntik mati dan semua sudah ikhlas, hanya sahabat Yi Mei yang mohon diberi kesempatan berbicara yang terakhir, sahabatnya menatap Yi Mei yang dulu selalu bersama.
Ia mendekat berbisik di telinga Yi Mei “Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu kupu?… kau tahu, aku tak pernah lupa hal itu, dan apa kau ingat waktu disekolah waktu kita dihukum bersama gara gara kita datang terlambat, kita langganan kena hukum ya?”
“Apa kau ingat juga waktu aku mengejekmu, kau terjatuh di lumpur saat kau ikut lomba lari, kau marah dan mendorongku hingga aku pun kotor?… Apakah kau ingat aku selalu mengerjakan PR di rumahmu?… Aku tak pernah melupakan hal itu…“
“Mei, aku ingin kau sembuh, aku ingin kau bisa tersenyum seperti dulu, aku sangat suka lesung pipitmu yang manis, kau tega meninggalkan sahabatmu ini?….” Tanpa sadar sahabat Yi Mei menangis, air matanya menetes membasahi wajah Yi Mei.
“Mei… kau tahu, kau sangat berarti untukku, aku tak setuju kau disuntik mati, rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini, aku ingin kau hidup, kau tahu kenapa?… karena aku sangat mencintaimu, aku takut mengungkapkan padamu, takut kau menolakku“
“Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku, aku tetap ingin kau hidup, aku ingin kau hidup, Mei tolonglah, dengarkan aku Mei … bangunlah…!!“ Sahabatnya menangis, ia menggengam kuat tangan Yi Mei “Aku selalu berdoa Mei, aku harap Tuhan berikan keajaiban buatku, Yi Mei sembuh, sembuh total. Aku percaya, bahkan kau tahu?.. aku puasa agar doaku semakin didengar Tuhan“
“Mei aku tak kuat besok melihat pemakamanmu, kau jahat…!! kau sudah tak mencintaiku, sekarang kau mau pergi, aku sangat mencintaimu… aku menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-bayangi diriku sehingga kau bisa mencari pria yang selalu kau impikan, hanya itu Mei…“
“Seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan membatalkan pernikahanku, aku tak peduli… tapi itu tak mungkin, kau bahkan mau pergi dariku sebagai sahabat“
Sahabat Yi mei berbisik ”Aku sayang kamu, aku mencintaimu” suaranya terdengar parau karena tangisan. Dan apa yang terjadi?…. Its amazing !! ”CINTA“ bisa menyembuhkan segalanya.
7 jam setelah itu dokter menemukan tanda tanda kehidupan dalam diri Yi Mei, jari tangan Yi Mei bisa bergerak, jantungnya, paru parunya, organ tubuhnya bekerja, sungguh sebuah keajaiban !! Pihak medis menghubungi keluarga Yi Mei dan memberitahukan keajaiban yang terjadi. Dan sebuah mujizat lagi… masa koma lewat…. pada tgl 11 Des 1994.
14 Des 1994 saat Yi Mei bisa membuka mata dan berbicara, sahabatnya ada disana, ia memeluk Yi Mei menangis bahagia, dokter sangat kagum akan keajaiban yang terjadi. “Aku senang kau bisa bangun, kau sahabatku terbaik“ sahabatnya memeluk erat Yi Mei .
Yi Mei tersenyum “Kau yang memintaku bangun, kau bilang kau mencintaiku,tahukah kau aku selalu mendengar kata-kata itu, aku berpikir aku harus berjuang untuk hidup“ “Lei, aku mohon jangan tinggalkan aku ya, aku sangat mencintaimu” Lei memeluk Yi Mei “Aku sangat mencintaimu juga“.
17 Februari 1995 Yi Mei & Lei menikah, hidup bahagia dan sampai dengan saat ini pasangan ini memiliki 1 orang anak laki laki yang telah berusia 14 tahun. Kisah ini sempat menggemparkan Beijing.
Suatu hari Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera menikah hatinya sesak, tapi ia tersenyum “Aku harap kau bahagia“. Sepanjang hari Yo Yi Mei bersedih, ia menjadi tidak ada semangat hidup, tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya.
12 Juli 1994 sahabatnya memberikan contoh undangan pernikahannya yang akan segera dicetak kepada Yi mei, ia berharap Yi Mei akan datang, sahabatnya melihat Yi Mei yang menjadi sangat kurus & tidak ceria bertanya “Apa yang terjadi dengamu, kau ada masalah?”
Yi mei tersenyum semanis mungkin ”Kau salah lihat, aku tak punya masalah apa apa, wah contoh undanganya bagus, tapi aku lebih setuju jika kau pilih warna merah muda, lebih lembut…” Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya tesebut.
Sahabatnya tersenyum “Oh ya, ummm aku kan menggantinya, terimakasih atas sarannya Mei, aku harus pergi menemui calon istriku, hari ini kami ada rencana melihat lihat perabotan rumah… daag“. Yi Mei tersenyum, melambaikan tangan, hatinya yang sakit.
18 Juli 1994 Yi Mei terbaring di rumah sakit, Ia mengalami koma, Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir. Kecil harapan Yi Mei untuk hidup, semua organnya yang berfungsi hanya pendengaran, dan otaknya, yang lain bisa dikatakan “Mati“ dan semuanya memiliki alat bantu, hanya mukjizat yang bisa menyembuhkannya.
Sahabatnya setiap hari menjenguknya, menunggunya, bahkan ia menunda pernikahannya. Baginya Yi Mei adalah tamu penting dalam pernikahannya. Keluaga Yi Mei sendiri setuju memberikan “Suntik Mati“ untuk Yi Mei karena tak tahan melihat penderitaan Yi Mei.
10 Desember 1994 Semua keluarga setuju besok 11 Desember 1994 Yi Mei akan disuntik mati dan semua sudah ikhlas, hanya sahabat Yi Mei yang mohon diberi kesempatan berbicara yang terakhir, sahabatnya menatap Yi Mei yang dulu selalu bersama.
Ia mendekat berbisik di telinga Yi Mei “Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu kupu?… kau tahu, aku tak pernah lupa hal itu, dan apa kau ingat waktu disekolah waktu kita dihukum bersama gara gara kita datang terlambat, kita langganan kena hukum ya?”
“Apa kau ingat juga waktu aku mengejekmu, kau terjatuh di lumpur saat kau ikut lomba lari, kau marah dan mendorongku hingga aku pun kotor?… Apakah kau ingat aku selalu mengerjakan PR di rumahmu?… Aku tak pernah melupakan hal itu…“
“Mei, aku ingin kau sembuh, aku ingin kau bisa tersenyum seperti dulu, aku sangat suka lesung pipitmu yang manis, kau tega meninggalkan sahabatmu ini?….” Tanpa sadar sahabat Yi Mei menangis, air matanya menetes membasahi wajah Yi Mei.
“Mei… kau tahu, kau sangat berarti untukku, aku tak setuju kau disuntik mati, rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini, aku ingin kau hidup, kau tahu kenapa?… karena aku sangat mencintaimu, aku takut mengungkapkan padamu, takut kau menolakku“
“Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku, aku tetap ingin kau hidup, aku ingin kau hidup, Mei tolonglah, dengarkan aku Mei … bangunlah…!!“ Sahabatnya menangis, ia menggengam kuat tangan Yi Mei “Aku selalu berdoa Mei, aku harap Tuhan berikan keajaiban buatku, Yi Mei sembuh, sembuh total. Aku percaya, bahkan kau tahu?.. aku puasa agar doaku semakin didengar Tuhan“
“Mei aku tak kuat besok melihat pemakamanmu, kau jahat…!! kau sudah tak mencintaiku, sekarang kau mau pergi, aku sangat mencintaimu… aku menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-bayangi diriku sehingga kau bisa mencari pria yang selalu kau impikan, hanya itu Mei…“
“Seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan membatalkan pernikahanku, aku tak peduli… tapi itu tak mungkin, kau bahkan mau pergi dariku sebagai sahabat“
Sahabat Yi mei berbisik ”Aku sayang kamu, aku mencintaimu” suaranya terdengar parau karena tangisan. Dan apa yang terjadi?…. Its amazing !! ”CINTA“ bisa menyembuhkan segalanya.
7 jam setelah itu dokter menemukan tanda tanda kehidupan dalam diri Yi Mei, jari tangan Yi Mei bisa bergerak, jantungnya, paru parunya, organ tubuhnya bekerja, sungguh sebuah keajaiban !! Pihak medis menghubungi keluarga Yi Mei dan memberitahukan keajaiban yang terjadi. Dan sebuah mujizat lagi… masa koma lewat…. pada tgl 11 Des 1994.
14 Des 1994 saat Yi Mei bisa membuka mata dan berbicara, sahabatnya ada disana, ia memeluk Yi Mei menangis bahagia, dokter sangat kagum akan keajaiban yang terjadi. “Aku senang kau bisa bangun, kau sahabatku terbaik“ sahabatnya memeluk erat Yi Mei .
Yi Mei tersenyum “Kau yang memintaku bangun, kau bilang kau mencintaiku,tahukah kau aku selalu mendengar kata-kata itu, aku berpikir aku harus berjuang untuk hidup“ “Lei, aku mohon jangan tinggalkan aku ya, aku sangat mencintaimu” Lei memeluk Yi Mei “Aku sangat mencintaimu juga“.
17 Februari 1995 Yi Mei & Lei menikah, hidup bahagia dan sampai dengan saat ini pasangan ini memiliki 1 orang anak laki laki yang telah berusia 14 tahun. Kisah ini sempat menggemparkan Beijing.
Subscribe to:
Posts (Atom)


















