Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yohanes 15 : 16 )

Showing posts with label bebek. Show all posts
Showing posts with label bebek. Show all posts

Friday, July 29, 2011

IRONIS


Konon, di Jepang ada cara unik utk menangkap ikan. Dimalam hari, mereka menggantung lentera disisi kiri kanan perahu & mengikat beberapa bebek utk berenang disekitar perahu. Cahaya lentera akan menarik ikan2 utk naik ke permukaan. Ketika ikan2 naik ke permukaan, dgn semangat bebek2 akan segera menangkapnya. Selanjutnya, dgn sigap bebek itu ditarik ke atas perahu & mereka memaksa bebek itu mengeluarkan ikan sebelum sempat ditelan. Setelah itu, bebek dilepaskan kembali ke air utk menangkap ikan lagi. Begitu seterusnya.

Nasib bebek2 itu bisa dibilang seperti nasib bangsa Israel. Kitab Hagai mencatat bagaimana bangsa Israel menabur banyak, tapi menuai sedikit. Mereka makan tapi tdk sampai kenyang. Minum tapi tdk sampai puas. Berpakaian tapi tdk merasa hangat. Bahkan bekerja tapi seperti tdk pernah menikmati hasil jerih payahnya. Bukankah ini juga sering terjadi pada org2 di zaman ini? Ada yg sdh bekerja dgn susah payah, lembur tiap hari, bahkan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, tapi bukannya keberhasilan yg didapat, melainkan justru sakit, hubungan keluarga berantakan, dll.

Ada satu kunci yg Tuhan tunjukkan bagi mereka yg mengalami kondisi itu. Bukan bekerja lebih keras, tapi Tuhan justru mengingatkan agar bangsa Israel mengutamakan pembangunan rumah Tuhan. Rumah Tuhan bicara tentang persekutuan yg intim denganNYA. Ya, hal ini berarti tinggal di dalam FirmanNYA & melakukan KehendakNYA. Hidup saat ini mungkin makin berat. Tapi, akan semakin berat saat kita tdk lagi memprioritaskan Tuhan.

Mari utamakan Tuhan lebih dulu diatas segala kesibukan hidup kita hari ini, sebab kita belum benar2 sukses jika Tuhan tdk terlibat didalamnya...

Thursday, February 24, 2011

Ingat BEBEK


Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek
dan neneknya dipertanian mereka. Dia mendapat sebuah
katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan
berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai
sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan
malam.

Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan
neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek
itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan
sedih.
Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam
timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya
mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak
berkata apapun.

Setelah makan, nenek berkata, "Sally, cuci piring."

Tetapi Sally berkata, "Nenek, Johnny berkata bahwa dia
ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?" Dan
Sally berbisik, "Ingat bebek?"

Jadi Johnny mencuci piring.

Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi
memancing, dan nenek berkata, "Maafkan, tetapi aku
perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan."

Tetapi Sally tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa,
karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu."
Kembali dia berbisik, "Ingat bebek?"

Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah.

Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan
tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya
dia tidak dapat bertahan lagi.Ditemuinya nenek dan
mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta
ampun.

Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, "Sayangku,
aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela
dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku
memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan
membiarkan Sally memanfaatkanmu."

Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah
yang dilemparkan musuh kemukamu. Tetapi apapun itu,
aku ingin memberitahu sesuatu. Tuhan juga
selalu berdiri di'jendela'. Dan Dia melihat segalanya.

Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila
engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama
engkau membiarkan musuh memperbudakmu.

Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni,
tetapi Dia juga tiak mengingat-ingat lagi dosamu."