Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yohanes 15 : 16 )

Tuesday, September 07, 2010

HIKMAT


Baiklah sekarang kita coba menjawab pertanyaan dibawah ini :

Pertanyaan 1:
Jika kamu mengetahui seorang wanita hamil, yang sudah memiliki 8 org anak, 3 diantaranya tuli, 2 diantaranya buta, 1 orang keterbelakangan mental, dan wanita tersebut terkena sipilis, apakah anda akan merekomendasikan ia untuk melakukan aborsi?

Bacalah pertanyaan selanjutnya dahulu sebelum melihat jawaban untuk pertanyaan ini..


Pertanyaan 2:


Sekarang waktunya utk pemilihan pemimpin dunia baru dan hanya suara anda yang akan dihitung. Berikut ini adalah fakta dari ke tiga kandidat terpilih..


Candidate A -

Bekerja sama dengan politisi yang tidak jujur, dan konsultasi dengan astrologis. Ia memiliki 2 istri. Ia juga merokok dan minum 8 - 10 martini per hari.

Candidate B -

Ia dikeluarkan dari kantor 2x, tidur sampai siang, pemakai opium waktu waktu sekolah dan minum seperempat whiskey tiap malam.

Candidate C -

Ia adalah pahlawan perang, vegetarian, tidak merokok, minum bir kadang-kadang, dan tidak pernah selingkuh.

Kandidat mana yang akan kamu pilih?

Candidate A: Franklin D. Roosevelt.

Candidate B: Winston Churchill.

Candidate C: Adolph Hitler.

Dan perhatikanlah, untuk jawaban untuk pertanyaan aborsi:

Jika jawabanmu IYA, km baru saja membunuh Beethoven.

Cukup menarik bukan? perhatikan bagaimana pikiran kita sering berbuat salah, dan bagaimana kecenderungan orang mengambil keputusan padahal ia tidak akan tahu bagaimana akhir kejadiannya.

Terkadang apa yang sekilas kita pikirkan adalah kebenaran dan kebaikan ternyata faktanya belumlah tentu sesuai. Karena pengetahuan kita terbatas, maka berhati-hatilah dalam menilai sesuatu dan hindari prasangka. karena penilaian yang salah akan menyebabkan pengambilan keputusan yang fatal.

Menjadi Seperti ELANG


Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang. Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari.

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, dan kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yg baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

5 bulan kemudian, bulu yang baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yg Besar untuk memulai sesuatu proses Pembaruan. Berani membuang kebiasaan lama yg mengikat, meskipun itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan!

Tantangan terbesar untuk berubah ada di dalam diri sendiri dan kitalah sang penguasa atas diri kita sendiri! Have a great day, Eagle

4 Anak Anjing


Seorang petani mempunyai beberapa anak anjing yang ia harus jual. Ia pun membuat brosur iklan mengenai 4 anak anjing tersebut. Setelah itu, ia pun mulai menyebarkan iklan tersebut ke sejumlah wilayah dengan cara memakunya ke pohon-pohon besar. Saat ia hendak menancapkan brosur iklan terakhir, seorang anak kecil menghampirinya dari belakang. "Tuan," katanya, "Saya ingin membeli salah satu anak anjing Anda."

"Yah," kata si petani, sambil mengusap keringat dari tengkuknya, "anak anjing ini datang dari induk yang baik dan harganya sangat mahal."

Anak itu menjatuhkan kepalanya sejenak. Kemudian menjangkau jauh ke dalam sakunya. Pada saat tangan kanannya keluar, sejumlah uang ada dalam genggamannya. Uang tersebut diberikan ke petani. "Saya punya tiga puluh sembilan sen. Apakah itu cukup untuk melihatnya?"

"Tentu," kata si petani. Ia pun mengajak si anak kecil berjalan dengannya ke rumah. Sesampainya di halaman depan rumah, sang petani ini pun bersiul memanggil salah satu anak anjingnya. "Sini, Dolly!" ucapnya. Anak anjing yang dipanggil pemiliknya itu pun keluar.

Dengan langkah terpatah-patah, Dolly si anak anjing pun mendatangi sang petani. Anak kecil ini begitu senang dengan kehadiran Dolly. Dengan riangnya ia pun mengelus bulu anak anjing tersebut. Tak lama kemudian, petani itu pun meminta sang anak kecil mengembalikan anjing tersebut karena waktu untuk melihat dan bermain sudah habis.

Pada saat Dolly dilepas dan kembali bermain dengan 3 anak anjingnya yang lain, anak kecil ini pun menyatakan kepada si petani ingin memiliki salah anjing miliknya."Saya ingin satu," kata anak kecil, menunjuk Dolly. Petani itu berlutut di samping anak itu dan berkata, "Nak, kamu tidak akan ingin anak anjing itu. Ia tidak akan pernah bisa berlari dan bermain seperti anjing lainnya." Anak kecil itu pun tersenyum dan mulai menggulungkan salah satu celananya. Betapa kagetnya sang petani karena salah satu kaki anak tersebut dipasangkan penyangga kaki.

"Anda lihat Pak, saya sendiri juga tidak berjalan terlalu baik, dan anjing lucu tersebut sepertinya membutuhkan seseorang yang mengerti akan keadaan dirinya" ujar anak kecil tersebut. Dengan penuh air mata, petani pun membungkukkan badannya. Tangannya terlihat mengambil seekor anak anjing yang tadi ia panggil. Dengan hati-hati ia pun menyerahkan Dolly kepada anak kecil tersebut. "Berapa?" tanya anak kecil itu. "Gratis," jawab petani, "Tidak ada biaya untuk yang namanya kasih."

“Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.” (I Petrus 1:22).

Tempayan Retak


Seringkali kita merasa diri kita kurang berguna dibanding orang lain, termasuk aku juga...hehe, seperti tempayan yang retak yang seakan-akan berfungsi tidak maksimal, tapi biarlah melalui artikel ini kita sama2 mengerti setiap kita berharga dan Tuhan sanggup pakai ketidak sempurnaan kita menjadi tepat pada fungsinya dan berharga untuk menolong sesama, seperti firmanNya di efesus2:10 ( " Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya, Ia mau supaya kita hidup didalamnya " )

Kisah Tempayan Retak :
Seorang ibu Cina yang sudah tua memiliki dua buah tempayan, yang dipikul di pundaknya dengan menggunakan sebatang bambu.

Salah satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya tak bercela dan selalu memuat air hingga penuh.

Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh.

Selama dua tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana ibu itu membawa pulang air hanya satu setengah tempayan.

Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya.

Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya dan sedih sebab hanya bisa memenuhi setengah dari kewajibannya.

Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua di dekat sungai.

“Aku malu, sebab air bocor mela-lui bagian tu-buhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu.”

Ibu itu tersenyum, “Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang satunya?

Aku sudah tahu kekurang-anmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hari dalam perjalan-an pulang kau menyirami benih-benih itu.

Selama dua tahun aku bisa memetik bunga-bunga cantik untuk menghias meja.

Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak seasri seperti ini sebab tidak ada bunga.”

Kita semua mempunyai kekurangan masing-masing …


Namun keretakan dan kekurangan itulah yang menjadikan hidup
kita bersama menyenang-kan dan memuaskan.

Kita harus menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka.

Rekan-rekan sesama tempayan yang retak, semoga hari kalian menyenangkan. Jangan lupa mencium wanginya bunga-bunga di jalur kalian.

Sunday, September 05, 2010

3 Macam Pria


Perkenalkan, ini Joe. Joe bukan nama sebenarnya dan pada kenyataannya Joe bisa nama siapa pun. Joe percaya pada Tuhan tetapi tidak merasa bahwa ia perlu memiliki hubungan dengan-Nya. Bagi Joe, Tuhan adalah pencipta bumi, penjaga dunia agar tetap seimbang dan pemberi mukjizat dan penyembuh ketika seseorang sedang sakit. Itulah pandangan Joe mengenai Allah. Joe berpendapat bahwa agama adalah bagi mereka yang memiliki kekosongan dalam hidup mereka. Dan ia menganggap dirinya tidak pernag mengalami kekosongan. Joe lulus kuliah dan mulai bekerja untuk gaji 25 ribu setahun. Empat belas tahun kemudian, Joe mendapatkan penghasilan empat kali lipat dari yang pernah ia terima dahulu pada saat awal-awal berkarir. Kini, ia memiliki rumah di pinggir kota, seorang istri, anak dan seekor anjing. Tidak lama lagi ia pun akan menduduki posisi di perusahaannya sebagai vice president. Jadi, bagi Joe tak ada alasan baginya untuk membutuhkan Tuhan.

Perkenalkan, ini Jack. Jack bukanlah nama sebenarnya dan kenyataannya Jack bisa nama siapa saja. Jack percaya pada Tuhan tetapi ia tidak menyukai-Nya karena merasa Tuhan juga tidak menyukainya. Jack melihat orang-orang Kristen yang tampaknya telah hidup bahagia dan berpikir Tuhan menyukai mereka. Anda lihat Jack telah memiliki sekitar tujuh pekerjaan yang berbeda sejak lulus dari SMA, 18 tahun yang lalu. Saat ia bekerja di perusahaan pertambangan, perusahaan itu tutup. Ketika bekerja di pabrik, pabrik dimana ia bekerja disana pun tutup, bahkan ia kerap mengalami masalah dengan punggungnya ketika melakukan pekerjaan yang berat. Jack sering bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak menyukainya, tetapi ia tidak pernah menanyakan langsung itu kepada Dia. Jack hanya terus merasa sengsara dan bergaul dengan orang-orang pada Sabtu malam serta menertawakan orang-orang tua ketika mereka meninggalkan gereja Katolik di seberang bar lokal. Jack tidak membutuhkan Allah.

Perkenalkan, ini James. James bukanlah nama sebenarnya dan pada kenyataannya James bisa nama siapa saja. James tidak percaya pada Tuhan. James baru lulus dari perguruan tinggi dan memiliki gelar yang ia prediksi tidak akan pernah digunakannya. Untuk saat ini ia bekerja serabutan. James adalah pemuda yang bebas dan menyukai pesta. James tidak percaya pada Tuhan karena ia tidak pernah belajar kebenaran tentang Allah. James tumbuh tanpa doa di sekolah dan disana ia diajarkan mengenai teori evolusi. James berpikir bahwa orang-orang religius adalah keren tapi ia menganggap orang-orang tersebut sebenarnya kehilangan sesuatu. Ia percaya umat Kristen menjadi pengikut Kristus agar kesalahan mereka bisa dibersihkan. Ia tahu bahwa ia memiliki beberapa kesalahan, tapi ia lupakan hal tersebut dengan menghabiskan waktu bersama dengan teman-temannya. James memikirkan apa yang ditawarkan oleh kehidupan ini dan ia melihat tidak ada. Menurutnya, hidup adalah sampah besar. James tidak membutuhkan Allah.

Pada kenyataannya, kita semua membutuhkan Tuhan. Dia ada dan Dia tidak membenci siapa pun. Dia mengasihi kita semua tapi Dia membenci dosa-dosa kita. Dia benci dengan kesombongan Joe, perasaan rendah diri Jack dan kekurangpercayaan James kepada-Nya. Apa yang ditunjukkan oleh Joe, Jack dan James adalah sikap yang diambil kebanyakan orang kini. Banyak dari mereka yang merasa tidak membutuhkan Tuhan karena mereka telah memiliki semua yang mereka butuhkan. Ada juga orang-orang yang merasa bahwa Allah telah meninggalkan mereka dan akhirnya mengambil keputusan untuk menjauh dari diri-Nya. Tak sedikit manusia yang tidak pernah diberitahukan mengenai Tuhan. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya "Pergilah dan jadikan semua bangsa murid-Ku, baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus." Dia menyuruh kita melakukan ini karena Dia tahu ada Joe-joe, James-james, dan Jack-jack di dunia. Dia menyuruh kita melakukannya karena Dia mengasihi setiap mereka.

Bila Anda seorang Joe atau Jack atau James, cobalah untuk mengetahui lebih dalam tentang Tuhan yang begitu mengasihi Anda. Namun, jika Anda bukan seorang Joe atau Jack atau James, tetapi Anda mengetahui ada orang yang seperti itu disekitar Anda, maka mulailah berdoa bagi mereka. Bicaralah kepada mereka. Bagikan hidup Anda kepada mereka dan beritahukan bagaimana hubungan dengan Tuhan Yesus Kristus telah mengubah kehidupan Anda menjadi pribadi yang baru, pribadi yang penuh kasih.

Sumber : christianlifestories

Friday, September 03, 2010

LIFE IS PRECIOUS


Saat aku meloncat dari gedung....

Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul.

Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lt. 9

Di lt.8 Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya

Di lt.7 Dani sedang minum obat anti depresi

Di lt.6 Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari

di lt. 5 Mr. Wong yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya

di lt.4 Rose sedang bertengkar hebat dengan pacarnya

Di lt. 3 pak tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya

Di lt.2 Lily sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan lalu

Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang, Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri

Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk

Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku...Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.


" Be grateful for whoever you are....coz if u compare it to others, u'll be suprised of their secret life "


"Bersyukurlah atas dirimu apa adanya... karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan terkejut dengan rahasia hidup mereka"

Happy valentines Day


Banyak orang berpendapat bahwa kebudayaan Valentine yang berasal dari negara barat, atau Amerika ini tidak sesuai dengan kebudayaan negri timur. Tetapi saat ini di Amerika sendiri, anak-anak muda disana sedang melakukan revolusi dalam hal kebudayaan Valentine sendiri. Valentine yang biasa dikenal sebagai hari dimana asmara diagungkan, dan merupakan hari kencan yang legal, sehingga orang tua mau tidak mau harus mengijinkan anak-anaknya pergi berduaan untuk merayakan Valentine, saat ini digantikan sebagai Hari Kekudusan bagi Tuhan.
Anak-anak muda di Amerika ini memutuskan untuk merayakan Valentine bukan untuk orang lain, tetapi hanya untuk Tuhan. Sementara banyak pasangan di belahan dunia sibuk sedang mempersiapkan makan malam yang romantis dengan pasangannya, anak-anak muda yang ada di seluruh Amerika Utara ini berkumpul untuk merayakan kasih Tuhan sebagai bagian dari gerakan mengganti hari Valentine menjadi Hari Kekudusan.
Sebuah sekolah di Ohio, adalah salah satu dari tempat dimana ratusan pelajar berkumpul, dimana ada 200 sekolah lain dan 800 komunitas anak muda yang mengambil bagian dengan melakukan hal yang sama di seluruh Amerika, demikian di laporkan Rena Lindevaldsen dari LA Times.
Day Hall salah seorang pelajar putri di Amerika dalam sebuah tulisannya dia berkata, bahwa cara paling romantis untuk merayakan Valentine adalah dengan mendedikasikan hari itu sebagai "Hari Kekudusan" dan dengan berikrar untuk menjaga keperawanan dan keperjakaan hingga hari pernikahan.
"Banyak orang berkata,'Apakah kamu tidak ingin bersenang-seang? Apakah temen-temanmu tidak akan menganggapmu orang aneh?'" kata Hall. "Tetapi jika saya bisa menjaga kekudusan hingga pada hari pernikahan, itu akan memberikan orang lain untuk bisa memilih hal yang sama dengan yang saya lakukan. Mereka akan berpikir, ‘Jika dia bisa, pasti saya juga bisa.'"
Dia menambahkan,"Untuk hidup sesuai dengan standar Tuhan bukanlah hal yang mudah. Saya juga memiliki keinginan seperti gadis-gadis lain yang popular diantara pria-pria, tetapi setelah saya pikir harganya yang saya bayar untuk itu tidak sepadan dengan yang saya dapatkan. Dan ketika saya mengetahui banyak orang di seluruh penjuru Amerika melakukan hal yang sama dengan saya, saya merasa dikuatkan."
LA Times melaporkan bahwa anak-anak muda dari seluruh US memutuskan warna putih sebagai cirri khusus untuk Valentine kali ini. Hal ini bertolak belakang dengan kebiasaan, karena Valentine sangat kental dengan warna merah dan pink. Warna putih ini sengaja di pilih untuk mendemontrasikan komitmen menjaga kekudusan yang mereka lakukan.
Salah satu asesoris dari "Hari Kekudusan" ini adalah sebuah gelang funky berwarna putih dengan logo dan tulisan "Live Pure" - hidup kudus - , demikian juga dengan T-shirt putih dengan tulisan keren "Purity" - kekudusan- yang berwarna merah.
Hal lain yang luar biasa yang terjadi di Nashville - sebuah gerakan yang bertema True Love Waits, salah satu gerakan yang sangat berhasil di Amerika, mereka berhasil mengumpulkan 2.5 juta anak muda yang menandatangani sebuah kartu yang menyatakan: "Saya membuat komitmen ini kepada Tuhan, diri saya sendiri, keluarga saya, teman saya, dan pasangan hidup saya nanti dan anak-anak saya yang akan lahir nanti, bahwa saya akan menjaga kekudusan mulai hari ini hingga saya memasuki pernikahan yang kudus."
Seorang anak berumur 13 tahun bernama Kirsten Bryant dari Kentuky berkata, "Saya sangat ngefans dengan gerakan kekudusan ini. Saya bernar-benar suka melakukan komitmen untuk hidup dengan gayanya Tuhan.
"

Kesalahan yang Sempurna


Suatu hari, seorang tukang kayu sedang membuat sebuah peti yang akan digunakan untuk mengirim bantuan pakaian dari gerejanya ke sebuah panti asuhan di China. Dalam perjalanan pulang ke rumah, dia mencari kacamata di kantongnya, tetapi dia tidak menemukannya.
Ketika dia mencoba mengingatnya kembali, dia tersadar kalau kacamatanya telah terjatuh dan masuk ke dalam salah satu peti yang dibuatnya dan peti itu sudah dipaku dengan kuat. Dan lebih parah lagi, kacamatanya yang baru dibeli itu terkirim bersama dengan baju-baju itu ke China.

Tukang kayu itu merasa sangat sedih dan mengalami depresi. Saat itu dia memiliki 6 orang anak. Dia sudah menabung untuk kacamata senilai USD 20 itu setiap hari. Dia sedih mengingat harus membeli sebuah lagi.

"Ini tidak adil," dia berbicara kepada Allah saat perjalanan menuju rumah dengan frustasi. "Aku sudah beriman memberikan waktu dan uang untuk pekerjaanMu, dan sekarang hasilnya seperti ini."

Beberapa bulan kemudian, sang misionaris, pemimpin dari panti asuhan di China sedang berlibur dan berada di Amerika Serikat. Dia ingin mengunjungi gereja yang telah membantunya selama berada di China untuk berterima kasih. Suatu kali tiba gilirannya ia berbicara di gereja kecil tempat sang tukang kayu itu di kota Chicago.

Misionaris tersebut mengawali dengan ucapan terima kasih untuk iman dalam membantu panti asuhan. "Tetapi, dari semuanya," dia mengatakan, "Saya harus berterima kasih untuk sebuah kacamata yang dikirim tahun lalu. Anda tahu, komunis telah membersihkan panti asuhan, mereka merusak semuanya, termasuk kacamata saya. Saya sangat putus asa. Walaupun saya memiliki uang, tetapi tidak dapat membeli yang baru."

"Karena tidak dapat melihat dengan jelas, saya sering mengalami sakit kepala setiap hari. Jadi saya dengan staf secara sehati berdoa untuk ini. Dan ketika peti kiriman datang. Saat staf saya membuka tutupnya, mereka menemukan sebuah kacamata ada di posisi paling atas!"

Si misionaris berdiam cukup lama, dan melanjutkan ceritanya. "Saudaraku, saat saya mencoba memakai kacamata itu, sepertinya ini memang buat saya! Saya ingin berterima kasih pada anda yang telah menjadi bagian dari pelayanan ini."

Orang-orang mendengarkan begitu gembira pada mujizat kacamata tersebut. Tetapi bagi sang misionaris, ini terasa aneh, karena kacamata tidak ada di dalam list pengiriman. Dengan duduk diam, dan air mata mengalir di wajahnya, seorang tukang kayu biasa yang sedang duduk mendengarkan kesaksian itu, kini menyadari bahwa Allah telah memakai dirinya dengan cara yang ajaib.

Pernahkan Anda mengalami situasi seperti kisah di atas? Seringkali kita menyalahkan Tuhan karena suatu kejadian yang merugikan kita. Tak seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi pada hari esok atau bahkan satu jam atau satu menit ke depan. Karenanya, ucapkan syukur atas apapun yang kita alami. Mungkin di balik kejadian yang menjengkelkan itu, ada rencana Tuhan yang ada di luar pemikiran kita. Mungkin Tuhan sedang memakai kita untuk menjadi saluran berkatNya bagi orang lain tanpa kita sadari. Bersyukurlah selalu untuk apapun juga.

Tuesday, August 31, 2010

Si Cilik ARGO


Si argo mendapat tugas dari gurunya mengenai membuat cerita mengenai mimpi-mimpinya dan saat dirumah si argo membuat cerita mengenai mimpi-mimpinya itu. Karena ayahnya seorang pelatih kuda miskin yang keluarganya itu sangat kekurangan si argo terobsesi dan memiliki mimpi bahwa dia bila sudah besar nanti memiliki tempat pelatihan kuda yang memiliki luas sebesar 400 hektar dan rumah sebesar 400 meter persegi.pokoknya dalam karangannya tadi dia membicarakan mengenai impiannya membuat sebuah pelatihan kuda yang sangat besar, tanpa terasa karangannya tadi menghabiskan 7 helai kertas.paginya ia pun langsung menumpuk tugasnya tersebut.

Setelah 1 minggu berlalu dan akhirnya Tugas tersebut dibagikan dan diberikan nilai.tapi betapa kagetnya argo karena karangannya mendapatkan nilai f dan di tulisi sama gurunya setelah jam pelajaran temui saya di kantor. Saat di kantor argo dimarahi habis2an dengan gurunya karena karangannya katanya tidak masuk akal dan tidak akan tercapai.”argo kamu itu sudah gila,kamu itu hanya anak seorang pelatih kuda miskin dan tak mungkin kamu akan membangun pelatihan kuda sebesar 400 hektar”kata si guru.”kamu saya beri waktu 1 minggu untuk mengganti karangan tersebut dan nilaimu juga bs saya ganti bila kamu mengarang karangan yang lebih logis dan masuk akal” kata guru itu lagi. Lalu setelah argo pulang ke rumah bertanya pada ayahnya. “Ayah saya memiliki mimpi mengenai membangun pelatihan kuda seluas 400 hektar tapi kata guru saya mimpi itu tak akan pernah tercapai dan hanyalah omong kosong belakang karena saya hanyalah anak seorang yang miskin lalu saya disuruh mengganti mimpi saya itu menjadi mimpi yang lain yang sesuai dan masuk akal” kata si argo.”nak mimpimu adalah masa depanmu jadi terserah kamu,kamu mau menggantinya atau tidak “jawab ayah si argo dengan bijaksana dan sabar. “Baiklah ayah terima kasih atas pendapatmu” kata si argo.

Setelah di sekolah pun si argo tetap membawa karangannya yang dulu yang bercerita tentang pelatihan kuda dan peternakan kuda seluas 400 hektar dan dikumpulkan lagi kepada gurunya namun ada tulisannya biarkanlah nilai F tetap terpajang menjadi nilaiku namun inilah impianku tidak akan pernah bisa tergantikan dengan impian yang lainnya.

Setelah berpuluh puluh tahun berlalu si argo akhirnya beranjak dewasa dan dia akhirnya bisa menggapai mimpinya yang mempunyai peternakan kuda dan memiliki pelatihan kuda sebesar 400 hektar dan rumah sebesar 400 meter persegi.saat gurunya datang ke tempat pelatihan kudanya dan bertemu dengan argo ia berkata “kamu hebat nak,maafkan aku bila dulu telah melarangmu bermimpi seperti ini aku salut padamu aku hanyalah seorang guru yang hanya bisa merenggut mimpi2 anak sepertimu”kata si guru pada argo.

Dalam cerita tersebut jelas sudah bagaimana mimpi merupakan inspirasi untuk bisa maju lebih ke depan.kita tinggal memilih menjadi seperti argo si pemimpi yang berusaha mengejar mimpi ato guru yang suka merenggut mimpi seseorang

Saturday, August 28, 2010

Kekuatan Pujian


Ini kisah nyata tentang seorang penyanyi terkenal di Eropa ,Wanita bersuara bagus.
Dia bersuamikan seorang pemusik dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada,birama,dan hal lain dibidang musik, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika istrinya menyanyi.

Kalau istrinya menyanyi, selalu saja ada komentar dan kritik seperti : bagian depan kurang tinggi, lain kali berkata bagian ini kurang pelan. Kali lain dia mengkritik "bagian akhir harusnya kres"..naik sedikit. Selalu ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau istrinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya wanita itu malas menyanyi. Dia berkeputusan "wah, tidak usah menyanyi saja, jika semua salah. Malah kadang menjadi pertengkaran..."

Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu istrinya bersuara bagus dan dia selalu memuji istrinya kalau bernyanyi.

Suatu ketika istrinya bertanya, "Pak, bagaimana laguku?"

Dia menjawab antusias, "Ma, saya ini selalu ingin pulang karena mau dengar engkau menyanyi"

Lain kali dia berkata, "Ma, kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli karena dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja. Sebelum saya menikah denganmu, saya sering mimpi dan terngiang-ngiang suara gergaji yang tidak mengenakkan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi,lagumulah yang terngiang-ngiang"

Istrinya sangat bersukacita, tersanjung. Hal itu membuat dia gemar bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi. Mandi bernyanyi, masak dia bernyanyi dan tanpa disadarinya dia berlatih, berlatih, dan berlatih. Suaminya mendorong hingga dia mulai merekam dan mengeluarkan volume pertama dan ternyata disambut baik masyarakat.

Wanita ini akhirnya menjadi penyanyi terkenal, dan terkenal bukan pada saat suaminya ahli musik, tetapi suaminya seorang tukang ledeng, yang memberinya sedikit demi sedikit pujian ketika dia menyanyi.

Sedikit pujian memberikan penerimaan. Sedikit pujian memberikan rasa diterima, memberikan dorongan semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi. Omelan,bentakan.kecaman,amarah atau kritik sesungguhnya tidak akan banyak mengubah.

The Winner and the Looser


Seekor kelinci sedang duduk santai ditepi pantai, tiba tiba datanglah seekor rubah jantan besar yg hendak memangsanya, Lalu kelinci itu berkata " Kalau kamu berani, hayo kita berkelahi didalam lubang kelinci yg kalah akan menjadi santapan yg menang, dan saya yakin akan menang".
Sang rubah jantan merasa tertantang, "dimanapun jadi, masa kelinci bisa memang melawan aku ?" Mereka pun masuk kedalam sarang kelinci, sepuluh menit kemudian kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.
Sang kelinci kembali bersantai, sambil memakai kacamata hitam dan topi pantai tiba2 datang seekor serigala besar yg hendak memangsanya, lalu kelinci berkata " Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi didalam lubang kelinci, yang kalah akan jadi santapan yg menang, dan saya yakin saya akan menang. "Serigala merasa tertantang. dimanapun jadi masakan kelinci bisa menang melawan aku ?"
Mereka pun masuk kedalam sarang kelinci, Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha serigala dan melahapnya
Sang kelinci kembali bersantai, sambil memasang payung pantai, tiba tiba seekor beruang besar datang dan hendak memangsahnya, Lalu kelinci berkata " Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di lubang kelinci, yg kalah akan jadi santapan yg menang, dan saya yakin saya akan menang. sang beruang merasa tertantang, "dimanapun jadi, masa kelinci bisa menang melawan aku ?" merekapun masuk kedalam sarang kelinci, tiga puluh menit kemudian kelinci keluar sambil mengenggam setangkai beruang dan melahapnya dengan nikmat.
Pohon kelapa melambai lambai, lembayung senja sudah tiba habis sudah waktu bersantai, Sang kelinci melongok kedalam lubang kelinci, sambil melambai " Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan !!"
Keluarlah seekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Harimau dari lubang itu, sambil menguap harimau berkata " kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang

The winner selalu berpikir mengenai kerja sama, sementara The looser selalu berpikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya.

Luka Hati


Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.
Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri,
dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.
Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.
Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata:
“ Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar”.
Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka.
Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tetap akan tinggal.

Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.

Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.
Mereka bisa membuatmu tertawa dan memberimu semangat.
Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.
Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.

Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia. (Alessandro Manzoni).

Kisah di Balik Cerita "Jejak Kaki"


Tahukah anda cerita di balik terciptanya sajak “FOOTPRINTS”. Sajak itu telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia. Namun tidak banyak orang mengetahui siapa pengarang sajak itu. Juga tidak banyak orang tahu apa latar belakang lahirnya sajak itu. Lebih-lebih lagi tidak banyak orang tahu bahwa sajak yang berjudul “Jejak” (aslinya : “Footprints”) sebenarnya adalah buah pena masa berpacaran di suatu senja di tepi danau.

Pengarang sajak itu adalah Margaret Fishback, seorang guru sekolah dasar Kristen untuk anak-anak Indian di Kanada. Margaret sangat pendek dan kecil untuk ukuran orang Kanada. Tinggi badannya hanya 147 cm. Tubuhnya ramping dan wajahnya halus seperti anak kecil. Karena itu walaupun ia sudah dewasa dan sudah menjadi ibu guru ia sering diberi karcis untuk anak-anak kalau berdiri di depan loket atau kalau naik bis. Margaret dibesarkan dalam keluarga yang bersuasana hangat dan penuh kasih.

Namun ada beberapa peristiwa yang terasa pahit dalam kenangan masa kecilnya. Yang pertama adalah pengalamannya ketika ia menjadi murid kelas satu sekolah dasar. Ia mempunyai kenangan buruk tentang gurunya. Margaret berlogat Jerman karena ayahnya berasal dari Jerman. Lalu tiap kali Margaret melafalkan sebuah kata Bahasa Inggris dengan logat Jerman, jari-jari tangannya langsung dipukul oleh gurunya dengan sebuah tongkat kayu. Tiap hari jari-jari tangan Margaret memar kemerah-merahan. “Jangan bicara dengan logat Jerman. Pakai logat yang betul, kalau tidak … !”

Itulah ancaman dan amarah yang didengar Margaret setiap hari. Dan ia sungguh takut. “Tiap hari aku berangkat ke sekolah dihantui oleh rasa takut. Aku heran mengapa aku dimarahi. Apa salahku ? Apa salahnya orang berbicara dengan logat Jerman ? Baru kemudian hari aku tahu bahwa pada waktu itu sedang berlangsung Perang Dunia II, sehingga orang Jerman dibenci di Amerika dan Kanada,” ucap Margaret mengenang masa kecilnya.

Kenangan pahit lain yang diingat Margaret adalah tentang dua teman perempuannya di kelasnya. “Aku akrab dengan semua teman dan mereka senang bermain dengan aku, kecuali dua orang teman perempuan yang kebetulan berbadan besar.

Kedua teman itu sering menjahati aku. Untung ada seorang teman laki-laki yang selalu melindungi aku. Namun pada suatu hari teman laki-laki itu tidak masuk ke sekolah. Lalu kedua teman perempuan yang berbadan besar itu menjatuhkan aku dan duduk di atas perutku sambil menggelitiki aku. Aku kehabisan nafas. Untung tiba-tiba ada orang yang lewat sehingga aku dilepas. Langsung aku lari ketakutan sampai aku jatuh dan pingsan.

Selama beberapa hari aku terbaring sakit. Tetapi yang lebih parah lagi, selama beberapa bulan aku ketakutan,” kenang Margaret. Juga tentang masa dewasanya Margaret mempunyai pengalaman yang menakutkan. Pada suatu siang yang bercuaca buruk, ketika ia sedang mengajar di kelas, tiba-tiba jendela terbuka dan petir menyambar sekujur tubuh Margaret. Ia jatuh terpental di lantai. Setelah dirawat di rumah sakit, ia tetap mengidap penyakit yang tidak tersembuhkan.
Urat syarafnya terganggu sehingga ia sering bergetar. Bukan mustahil semua pengalaman buruk itu turut mewarnai lahirnya sajak “Jejak” ini, yang dikarang oleh Margaret ketika ia sudah mempunyai tunangan yang bernama Paul. Hari itu Margaret dan Paul berangkat menuju suatu tempat perkemahan di utara Toronto untuk memimpin retret. Di tengah perjalanan, mereka melewati danau Echo yang indah.
“Mari kita jalan di pantai,” usul Margaret.

Dengan semangat mereka melepaskan sepatu lalu berjalan bergandengan tangan di pantai pasir. Ketika mereka kembali dan berjalan ke arah mobil mereka, dengan jelas mereka mengenali dua pasang jejak kaki mereka dipasir pantai. Namun di tempat-tempat tertentu gelombang air telah menghapus satu pasang jejak itu. “Hai Paul, lihat, jejak kakiku hilang,”
seru Margaret.
“Itukah mungkin yang akan terjadi dalam impian pernikahan kita? Semua cita-cita kita mungkin akan lenyap disapu gelombang air,” lirih Margaret.
“Jangan berpikir begitu,” protes Paul.
“Aku malah melihat lambang yang indah. Setelah kita menikah, yang semula dua akan
menjadi satu. Lihat itu, di situ jejak kaki kita masih ada lengkap dua pasang.”
Mereka berjalan terus. “Paul, lihat, di sini jejakku hilang lagi.”
Paul menatap Margaret dengan tajam, “Margie jalan hidup kita dipelihara Tuhan. Pada saat yang susah, ketika kita sendiri tidak bisa berjalan, nanti Tuhan akan mengangkat kita. Seperti begini…”
Lalu Paul mengangkat Margaret yang bertubuh kecil dan ringan itu dan memutar-mutarnya.

Malam itu setibanya mereka di tempat retret, Margaret yang adalah pengarang kawakan menggoreskan pena dan menuangkan ilham pengalamannya tadi di pantai. Kalimat demi kalimat mengalir. Dicoretnya sebuah kalimat, diubahnya kalimat yang lain. Ia berpikir, menulis, termenung, mencoret, menulis lagi, termenung lagi, mencoret lagi… Seolah-olah bermimpi, dalam imajinasinya ia merasa berjalan bersama dengan Tuhan Yesus di tepi pantai. Ketika berjalan kembali ia melihat dua pasang jejak kaki, satu pasang jejaknya sendiri dan satu pasang jejak Tuhan.Tetapi… dan seterusnya. Margaret melihat lonceng. Pukul 3 pagi !
Cepat-cepat diselesaikannya tulisannya, lalu ia tidur.

Keesokan harinya, begitu bangun, ia langsung membaca ulang tulisannya. Ah, belum ada judulnya. Margaret berpikir sejenak lalu membubuhkan judul “Aku Bermimpi”. Ia mengubah beberapa kata dan kalimat. Dan lahirlah sajak yang sekarang kita kenal dengan judul “Jejak”.

Pada hari itu juga dalam kebaktian, sajak itu dibacakan Paul. Paul berkata, “… ada saat di mana kita merasa seolah-olah Tuhan meninggalkan kita. Musibah menimpa kita dan jalan hidup kita begitu sulit.Kita bertanya mengapa Tuhan tidak menolong kita. Sebenarnya Tuhan sedang menolong kita. Tuhan sedang mengangkat kita.” Lalu Paul membacakan sajak karya Margaret :


One night I dreamed a dream. I was walking along the beach with my Lord.
Across the dark sky flashed scenes from my life.
For each scene, I noticed two sets of footprints in the sand, One belong to me and one to my Lord. When the last scene of my life shot before me, I looked back at the footprints in the sand.
There was only one set of footprints. I realized that this was the lowest and the saddest times of my life. This always bothered me and I questioned the Lord about my dilemma.
“Lord, You told me when I decided to follow, You would walk and talk with me all the way.
But I’m aware that during the most troublesome times of my life, There is only one set of footprints.
I just don’t understand why, when I need You most, You leave me.” He whispered, “My precious child, I love you and will never leave you never, ever, during your trials and testings.
When you saw only one set of footprints, It was then that I carried you.”

Seluruh peserta retret duduk terpaku mendengarnya. Mereka termenung menyimak kedalaman arti yang terkandung sajak itu. Sekarang pun tiap orang termenung setiap kali membaca sajak itu. Sajak itu mengajak kita menelusuri perjalanan hidup kita. Dalam perjalanan itu telapak kaki kita dan telapak kaki Tuhan Yesus membekas bersebelahan. Tetapi pada saat-saat dimana musibah menimpa dan perjalanan menjadi sulit serta berbahaya, ternyata yang tampak hanya telapak kaki Tuhan. Telapak kaki kita tidak tampak, padahal telapak kaki Tuhan membekas dengan jelas.


Mana telapak kaki kita ? Telapak kaki kita tidak ada, sebab pada saat-saat seperti itu kita sedang diangkat dan digendong Tuhan.
----------------------------------------------------------------------------------------
Mazmur 37
-------------
23: TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
24: apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.
25: Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
26: tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.
27: Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya

Friday, August 27, 2010

Bosan


Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu : "Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"

Pak Tua : "Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."

Tamu : "Kenapa kita merasa bosan?"

Pak Tua : "Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."

Tamu : "Bagaimana menghilangkan kebosanan?"

Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."

Tamu : "Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"

Pak Tua: "Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"

Tamu : "Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."

Pak Tua : "Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."

Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"

Pak Tua : "Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu : "Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"

Pak Tua : "Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."

Tamu : "Contohnya? "

Pak Tua : "Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu : "Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"

Sambil tersenyum Pak Tua berkata:

"Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."

Jejak Sepatu di Karpet


Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja,
cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik.
Rumah tampak selalu rapih dan bersih dan teratur, suami serta anak2nya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet
di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara
melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung
seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali
terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia
Satir dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu
dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu :
"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu
kemudian menutup matanya. "Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah
cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.
Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu.
Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria
mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".
Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, nafasnya
mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas
membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.
"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu meli hat jejak sepatu & kotoran
disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu
cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu
mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.
"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya "Bagaimana, apakah
karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?" Ibu itu tersenyum dan
menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita
melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat
secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor,
karena setiap meli hat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya
ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog
terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP
(Neurolinguistic Programming) . Teknik yang dipakainya di atas disebut
Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita
sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu
caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :
Saya BERSYUKUR;
1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie
instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain
2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena
itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.
3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena
itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan
4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya
bekerja dan digaji tinggi
5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya
bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya
cukup makan
7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena
itu artinya saya masih mampu bekerja keras
8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena
itu artinya masih ada kebebasan berpendapat
9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya,
karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup
10. Untuk setiap permasalahan hidup yang saya hadapi, karena itu
artinya Tuhan sedang membentuk dan menempa saya untuk menjadi lebih baik lagi

Mendengar Suara Tuhan


Ada seorang anak muda yang bersahabat akrab dengan seorang pengkhotbah tua. Suatu hari, anak muda ini kehilangan pekerjaannya dan tidak tahu lagi harus
berbuat apa. Akhirnya, dia memutuskan untuk mencari si pengkhotbah tua itu

Ketika berada di ruang belajar si pengkhotbah, si pemuda ini berteriak-teriak tentang problem hidupnya.
Akhirnya dengan kalap dia mengepal-ngepalkan tinjunya, sambil
berteriak, "Saya memohon Tuhan agar menolong saya. Tapi hai
pengkhotbah, mengapa Dia tidak menjawab saya?"

Si pengkhotbah tua itu pergi ke ruang lain dan duduk di sana. Lalu dia berbicara sesuatu dan menanti jawaban si pemuda. Tentu saja si pemuda itu tidak mendengarkan dengan
jelas, sehingga dia ikut-ikutan pindah ruangan.

"Apa sih katamu?" tanya si pemuda penasaran. Si pengkhotbah itu mengulangi kata-katanya dengan perlahan sekali, seperti sedang bergumam sendiri. Tetapi si pemuda
belum menangkap bisikan si pengkhotbah. Dia terus mendekati si pengkhotbah tua ini dan duduk di bangku sebelahnya.

Si pemuda itu lagi-lagi bertanya, "Apa katamu? maaf, saya tadi belum mendengarnya."

Dengan lembut, si pengkhotbah memegang pundak si pemuda, "Saudaraku, Allah kadang-kadang berbisik, jadi kita perlu lebih dekat menghampiriNya, agar dapat mendengar Dia
dengan lebih jelas lagi." Si pemuda itu tertegun dan akhirnya dia mengerti.

Kita seringkali menginginkan jawaban
Tuhan bak petir yang menggelegar di udara dan sekaligus meneriakkan
jawaban dariNya. Tetapi Allah sering diam, kadang Dia bicara dengan
lembut, bahkan berbisik. Hanya dengan satu alasan: agar Anda mau
menghampiri takhta kemuliaanNya dan lebih dekat kepadaNya. Setelah
Anda berada di dekatNya, Anda baru bisa mendengar jawaban Tuhan
dengan jelas.

Indah sekali untuk mengetahui bahwa
kita melakukan sesuatu yang tepat, pada waktu yang tepat, di tempat
yang tepat, dengan cara yang tepat dan bersama orang-orang yang
tepat. Itulah yang terjadi apabila kita dipimpin oleh Roh Kudus.

Kesaksian Bapak Wisnu


Di bawah ini merupakan kesaksian dari pendeta yang kemarin berkotbah di tempat saya. Nama pendetanya Bp Wisnu. Berikut penuturan beliau:

Beberapa waktu yang lalu saya ada pelayanan untuk Youth di daerah Tangerang. Saya naik bis jurusan Tangerang pada siang harinya untuk menuju rumah kakak saya terlebih dulu karena pelayanan tersebut akan berlangsung sore hari. Di dalam bis yang penuh sesak tersebut, masuk pula seorang pengamen cilik usia sekitar 7-8 tahun dengan berbekal kecrekan sederhana (mungkin dari tutup botol) Berbekal alat musik sederhana tersebut, dia nyanyikan lagu "Yesus ajaib, Tuhanku ajaib...." (salah satu lagu Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo) Dan kata-kata tersebut diulang terus menerus. Hampir seluruh penumpang bis memarahi anak tersebut, "Diam kamu! Jangan nyanyi lagu itu lagi. Kalau kamu nggak diam, nanti saya pukul kamu!" Tapi ternyata anak tersebut tidak menanggapi kemarahan mereka dan dengan berani terus menyanyikan lagu tersebut. Saya dalam hati berkata, "Tuhan, anak ini luar biasa. Kalau saya, belum tentu saya bisa dan berani melakukan hal tersebut."

Karena bis akan melanjutkan perjalanan menuju tol berikutnya, di pintu tol menuju Serpong (kalau tidak salah), hampir 3/4 penumpang turun dari bis tersebut. Termasuk saya dan pengamen cilik tersebut. Anak kecil itu didorong hingga akhirnya jatuh. Kemudian dia bangkit lagi. Tapi dia didorong oleh massa hingga terjatuh lagi. Semua penumpang bis mengerumuni anak itu. Saya masih ada di situ dengan tujuan jika kemudian anak tersebut akan ditempeleng atau dihajar, saya akan berusaha untuk menariknya lari menjauhi mereka.

Seluruh kerumunan itu baik pria maupun wanita menjadi marah, "Sudah dibilang jangan nyanyi masih nyanyi terus! Kamu mau saya pukul?" dst, dst. Anak kecil itu hanya terdiam. Setelah amarah mereka mulai mereda, anak kecil itu baru berbicara, "Bapak-bapak, Ibu-Ibu jika mau pukul saya, pukul saja. Kalau mau bunuh, bunuh saja. Tapi yang Bapak dan Ibu perlu tahu, walaupun saya dipukul atau dibunuh saya tetap akan menyanyikan lagu tersebut." Seluruh kerumunan menjadi terdiam sepertinya mulut mereka terkunci. Kemudian dia melanjutkan, "Sudahlah... . Bapak, Ibu tidak perlu marah-marah lagi. Sini.. saya doakan saja Bapak-Ibu."

Dan apa yang terjadi, seluruh kerumunan itu didoakan satu per satu oleh anak ini. Banyak yang tiba-tiba menangis dan akhirnya mau menerima Tuhan. Saya yang sedari tadi menyaksikan hal tersebut, kemudian pergi meninggalkan kerumunan tsb. Saya melanjutkan naik mikrolet. Jalanan macet krn kejadian tersebut hingga mikrolet melaju dengan sangat lambat.. Sopir mikroletnya bertanya, " Ada apa sih Pak? Koq banyak kerumunan?" Saya jawab "O.... Itu ada banyak orang didoakan oleh anak kecil."

Di saat mikrolet melaju dengan sangat pelan, tiba-tiba anak kecil pengamen itu naik mikrolet yang sama dengan saya. Saya kemudian bertanya, "Dik, kamu nggak takut dengan orang-orang itu?"

Jawabnya, "Buat apa saya takut? Roh yang ada dalam diri saya lebih besar dari roh apapun di dunia ini", tuturnya mengutip ayat F irman Tuhan. Lanjutnya, "Bapak mau saya doakan?"

Saya terperanjat, "Kamu mau doakan saya?"

Jawabnya, "Ya kalau Bapak mau."

Saya menjawab, "Baiklah. Kamu boleh doakan saya."

Doanya, "Tuhan berkati Bapak ini. Berkati dan urapi Bapak ini jika sore nanti dia akan ada pelayanan Youth."

Sampai di situ, saya tidak bisa menahan air mata yang deras mengalir. Saya tidak peduli lagi dengan penumpang lain yang mungkin menonton kejadian tersebut. Yang saya tahu bahwa Tuhan sendiri yang berbicara pada anak ini, dari mana dia tahu saya akan ada pelayanan Youth sore ini.

Kesaksian ditutup sampai di situ dan dengan satu kesimpulan, jika kita mau, Tuhan bisa pakai kita lebih lagi. Bukan kemampuan tapi kemauan yang Tuhan kehendaki.

The Smell of Rain


Pada malam yang dingin di bulan maret dan angin berhembus di kegelapan malam di Dallas amerika. Dan seorang dokter melangkah masuk ke dalam ruangan dimana Diana Blesing di rawat. Diana masih merasa pening akibat dari efek operasi. Diana baru saja dioperasi

Suaminya David mengenggam tangannya dan berusaha menahan emosinya atas berita yang baru saja di dengarnya.Siang itu pada tanggal 10 maret 1991, Diana mengalamai komplikasi pada kandungannya. Di usia kandungan baru 24 minggu dia harus menjalani operasi Caesar untuk mengeluarkan bayi di dalam kandungannya.Maka lahirlah anak Perempuan pasangan itu, yang bernama Dana Lu Blesing. Yang hanya 12 inci dan beratnya hanya satu pound sembilan ons (0.86 kg)
Dan perkataan dokter yang lembut rasanya seperti bom bagi mereka. Dokter mengatakan dengan sebaik-baiknya " Saya tidak yakin, anak ini akan dapat bertahan"

Hanya ada kemungkinan 10 persen, dia kan melewati malam ini. Dan jika dapat bertahan, hanya ada kesempatan yang sangat kecil dia dapat bertahan, masa depannya akan sangat kejam.

Dengan rasa tidak percaya, David dan Diana mendengarkan apa yang dokter jelaskan tentang sesuatu yang sangat buruk. Dana sangat tidak mungkin untuk selamat."Dana tidak akan dapat berjalan, dia tidak akan dapat berbicara, dia kemungkinan akan buta, dan dia pasti akan mudah untuk dapat menderita catastrophic (masalah besar) dari Celebral plasty ( idiot) dan penghambatan perkembangan mental dan lain sebagainya."


" Tidak mungkin" Kata Diana tidak percaya Dia dan David suaminya dan anak lelakinya Dustin yang berumur 5 tahun, telah lama mendambakan seorang putri di dalam anggota keluarganya.
Sekarang mimpi itu telah terwujud….


Tetapi setelah hari itu berlalu, dan penderitaan baru di dalam keluarga itu. Karena Dana mengalami pertumbuhan system sel saraf yang sangat lambat sehingga cahaya atau sentuhan dapat membuat dia merasa kesakitan ( tidak nyaman), jadi mereka tidak dapat menggendong bayi mungil itu di dada. Dan memberikan rasa cinta yang besar Semua mereka lakukan untuk berdoa supaya Tuhan mau berjaga di dekat putri mereka yang berharga, dan dana berjuang sendirian dibawah lampu sinar ultraviolet di dalam incubator.Mereka tidak melupakan bagaimana dana bertumbuh dan akhirnya menjadi semakin kuat


Minggu demi minggu berlalu, Dana tumbuh dengan lambat tetapi pasti. Berat dan kekuatannya juga semakin bertambah


Akhirnya setelah dana berusia dua bulan. Mereka mendapatkan ijin untuk menyentuh dana dengan tangan untuk pertama kalinya.
Dan dua bulan kemudian, dokter memperingatkan dengan lembut kemungkinan yang suram yang akan terjadi, kesempatannya sangat kecil untuk bertahan dan hidup dengan normal. Semuanya sangat kecil sekali. Dan Dana bisa di bawa pulang dari rumah sakit, seperti yang diinginkan ibunya.


Lima Tahun kemudian, Dana telah menjadi seorang gadis kecil yang mungil dengan mata abu-abunya yang cerah dan semangat hidup yang luar biasa.
Tidak ada tanda-tanda akan mengalami suatu gangguan mental atau fisik yang akan di deritanya. Dia seperti gadis kecil yang normal dengan segala aktifitasnya. Tetapi cerita tidak berakhir disini.

Di suatu siang yang panas, pada musim panas tahun 1996 di dekat rumah mereka di Irving , Texas . Dana sedang duduk di pangkuan ibunya, di sebuah lapangan bola setempat, dimana saudaranya Dustin sedang latihan baseball bersama teamnya,


Seperti biasa, Dana mengoceh tanpa henti kepada ibunya dan beberapa orang dewasa duduk di dekat mereka ketika tiba-tiba Dana terdiam. Dana memeluk tangan ibunya dan merangkulkannya ke tubuh mungilnya. Lalu ia bertanya..
" Mama,… mama mencium sesuatu…?


Mamanya mencoba membaui udara dan berusaha mendeteksi akan mendekatnya badai.
" Ya,… Baunya seperti akan hujan…" Diana menjawab
Dana memandang mata ibunya dan bertanya lagi
" Mama mencium baunya …"


Sekali lagi ibunya mejawab " Ya… saya pikir nanti akan hujan. Karena baunya seperti hujan."
Masih dalam dekapan ibunya, Dana mengelengkan kepalanya dan menepuk pundak ibunya dengan tangan mungilnya. Dengan perlahan dia mengatakan" Bukan, Baunya seperti DIA…"


Itu baunya TUHAN, ketika kamu medekap ke dadaNYA…


Air mata mengalir ke pipi Diana karena Dana karena kebahagian dan pertolongan sehingga dana dapat seperti anak lainnya.
Sebelum hujan turun, perkataan Dana mengingatkan Diana akan keberadaan Dana dalam keluarga itu, di dalam hatinya selama ini.


Pada saat hari-hari yang panjang di dalam dua bulan pertama kehidupan Dana, ketika system sarafnya sensitive terhadap sentuhan sekalipun.Pada saat Dana tidak dapat di dekapnya di dalam pelukannya sekalipun ibunya sangat menginginkanya.


TUHAN telah mendekap Dana di dalam pelukanNya dan menjaganya. Dan Bau Cinta Tuhan yang telah diingat oleh Dana sangat baik.



"Setiap hari kita dipelukNya dengan kesetiaan dan dalam dekapan perlindunganNya, biarlah kita juga selalu bisa merasakan bau Kehadiran Nya dalam setiap langkah kita, setiap kali kita menghirup udara segar itulah Kasih dan kemurahan Allah yang memberi kita kehidupan ini , Arti kehadiran Allah selalu nyata dalam kehidupan kita"

Hidup ini Indah


Seorang anak laki2 tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: 'Saya buta, tolong saya.' Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu.

Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia baru tulis. Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini.

Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya, 'Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?'

Pria itu berkata, 'Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.' Apa yang ia telah tulis adalah: 'Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya.' Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja?

Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta.. Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat. Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua lebih efektif?

Bersyukurlah untuk segala yang kita miliki. Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan positif. Ajaklah orang-orang lain menuju hal-hal yang baik dengan hikmat.

Kalau mungkin hari ini kita belum mampu membeli makanan yg enak, nikmati aja makanan yg ada pada kita seakan kita nggak akan pernah lagi menikmati makanan yg seperti itu...hehe
keadaan nya masih sama tapi sikap hati kita yg berbeda membuat hidup selalu indah.

setiap hari kita pasti akan mengalami keunikan hal-hal yang mungkin nggak akan kita lihat lagi di hari2 yg lain, dimana suatu saat kita pasti merindukannya....itulah sebuah anugrah Allah yg gratis buat setiap kita, karena itu bersyukurlah.....

Buat saya pribadi hidup yang indah itu bukan karena kita bisa mencapai semua yg kita mau, tapi hidup dengan pimpinan Tuhan setiap hari membuat kita mengalami pengalaman2 yang tidak bisa dunia berikan buat kita

Jalani hidup ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal.. Ketika hidup memberi engkau 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa engkau memiliki 1000 alasan utk tersenyum , tunjukan pada dunia bahwa selalu ada harapan jika kita berjalan bersama Tuhan.


" Tangan kuat yang memegangku, selalu menuntunku, ku tak mau jalan sendiri...., Yesus kuperlu kasihMu, kuperlu kuasaMu, sampai akhir hidupku...."