Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yohanes 15 : 16 )

Monday, March 11, 2013

Arti KESETIAAN


Kisah nyata yang bagus sekali untuk contoh kita semua yang saya dapat dari millis sebelah (kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV).
Semoga kita dapat mengambil pelajaran.
Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali. Silahkan baca dan dihayati.
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.
Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.
Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas waktu maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari…ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. . bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”.
Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2 “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya..”Anak2ku ………… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah….. . tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian..
Sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.
Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak
yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit..”
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno….dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita..” Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata,dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya.
Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…”
“Hidup adalah Perjuangan tanpa henti-henti … tidak usah kau tangisi hari kemarin”
sumber: @lifestrategy

Monday, March 04, 2013

Lebih Baik Memberi


Terdapat sebuah pernyataan ” Uang membuat anda lebih bahagia apabila digunakan untuk keperluan orang lain.” Tetapi pada kenyataannya tidak semua orang setuju akan pernyataan tersebut. Orang sudah biasa dengan pemahaman bahwa yang paling beruntung adalah menerima uang, dan ada didalam benak bahwa si pemberi uang pastilah rugi. Sungguh sangat berbeda sekali dengan apa yang diajarkan oleh Alkitab, “… Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.” (Kis 20:35)
Pada suatu hari seorang mahasiswa dan dosen sedang berjalan bersama. Ketika didalam perjalanan merekan menemukan sepasang sepatu butut di pinggir jalan. Mereka yakin kalau sepatu itu milik pekerja buruh yang bekerja disekitar situ. Mahasiswa tersebut mempunyai sebuah ide ” Mari kita sembunyikan sepatu itu dan bersembunyi sambil melihat reaksi orang tersebut.” Dosen itu menjawab “Dik, tidak seharusnya kita bersenang-senang dengan mengorbankan orang miskin. Engkau dapat melakukan hal yang lebih baik dan dapat mendatangkan kesenangan besar dalam dirimu. Caranya dengan memasukan uang kedalam sepatu tersebut dan kita bersembunyi didalam semak sambil melihat reaksinya.”
Mahasiswa tersebut menyetujui perkataan dosen itu dan melakukan seperti yang dikatakan dosen tersebut kemudin bersembunyi dibalik semak-semak. Tak lama kemudian datanglah empunya sepatu tersebut, ketika ia memasukan kakinya kedalam salah satu sepatu ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal. Ia pun merogoh kedalam sepatu, ia tampak heran dan terkejut melihat isi di dalam sepatu itu adalah uang. Ia melihat sekeliling apakah ada orang disekitarnya. Lalu ia memasukan uang itu kedalam kantongnya sambil memasang sepau yang lain. Tapi,lagi-lagi ada yang mengganjal dan sepatu itu pun berisi uang pula. Ia tersungkur ke tanah dan berdoa mengucap syukur kepada Tuhan,ia berdoa mengucap syukur bahwa istrinya yang sedang sakit keras serta anaknya yang kelaparan karena tidak ada uang. Ia bersyukur atas kemurahan yang Tuhan berikan melalui orang yang tidak dikenal.
Melihat kejadian tersebut, mahasiswa itu menangis dan terharu lalu berpaling kepada dosennya dan berkata ” Anda telah memberikan saya pelajaran berharga. Kini aku mengerti apa yang tertulis di Alkitab bahwa lebih berbahagia memberi daripada menerima.”
Memberi tidak harus menunggu saat kita dalam kelimpahan, memberi di dalam kekurangan anda akan lebih bermakna. Memberilah dengan hati anda dan memberilah dengan bijak.

Terus Berjalan


Roni Bersama ayahnya sangat suka berpergian bersama. Bagi Roni bepergian bersama ayahnya adalah momen terbaik karena mereka bisa bercerita banyak di mobil, masa muda ayahnya dapat iya dengarkan ketika mereka bersama. Beliau seakan tidak pernah kehabisan akal untuk menceritakan berbagai hal menarik.
Suatu hari Roni dan ayahnya berkendara menuju sebuah tempat dengan mengendarai mobil, Roni lah yang mengemudikan mobil tersebut. Di tengah perjalanan mereka, terlihat awan kelam menyelimuti langit dan angin kencang. Langit semakin gelap dan awan bertiup kencang kemudian turun hujan yang sangat lebat, badai itu begitu hebat. Terlihat beberapa kendaraan mulai menepi, Roni dengan wajah gelisah bertanya kepada ayahnya “Ayah apakah kita juga menepi?” “Teruslah mengemudi” jawab ayahnya dengan singkat. Roni terus mengemudi, angin semakin kencang dan pohon-pohon mulai tumbang suasana semakin menakutkan, terlihat mobil-mobil besar mulai menepi. Roni bertanya lagi kepada ayahnya “Ayah bagaimana ini?”tanyanya dengan resah. “Teruslah mengemudi” sahut ayahnya dengan terus melihat kedepan. Hujan semakin deras, jarak pandang semakin sulit untuk melihat dan angin begitu hebat mengguncang mobilnya.
Roni berusaha mengemudikan mobilnya dengan perlahan, setelah beberapa kilometer cuaca mulai membaik dan hujan sudah berhenti dan akhirnya mereka sampai di daerah yang kering dan matahari bersinar. “Sekarang kalau kau mau berhenti dan keluar silahkan” kata ayahnya sambil tersenyum. “Kenapa sekarang?” tanya Roni heran. “Agar kau bisa melihat keadaan dirimu seandainya kamu berhenti di tengah badai”. Roni pun keluar dari mobil dan melihat dibelakangnya badai terus berlangsung, ia teringat mobil-mobil yang berhenti disana. “Jangan pernah berhenti walaupun di tengah badai”
Dalam menjalani hidup ini, kita selalu ditemani olah Bapa sorgawi dan terus menyertai kita dalam kesulitan. Bapa memberikan kita tangannya untuk mendampingi kita. Sebesar apapun masalah anda, teruslah berjalan menghadapi itu karena ada Bapa yang mendampingi kita semua. Percayalah di depan sana terdapat cahaya dan suasana tenang yang menanti.
Tanpa badai hidup kita tidak dapat memahami arti mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan

Tenanglah Jiwaku


Pada suatu saat ketika mereka sedang menggali, tiba-tiba aliran listrik terputus dan semua lampu menjadi padam. Mereka tidak dapat melihat apa-apa. Kepanikan pun terjadi di antara mereka, beberapa orang berusaha menyelamatkan diri dengan berlari tetapi usaha tersebut sia-sia, mereka hanya menabrak dinding terowongan tersebut karena kegelapan begitu pekat sehingga mereka tidak tahu arah yang dituju. Mereka berteriak-teriak dan berlari kesana kemari, dan usaha itu pun gagal.

Mereka semua merasa kelelahan, duduk terkulai dan merasa tidak ada harapan. Tetapi tidak lama kemudian seseorang diantara mereka mengatakan “Lebih baik kita semua duduk tenang dan berusaha merasakan hembusan angin. Kita tahu bahwa angin hanya bisa masuk melalui pintu tambang ini.” Mereka pun duduk dengan tenang, pada awalnya mereka kesulitan untuk merasakan angin dan tidak merasakan apa-apa.

Tetapi lama kelamaan mereka menjadi lebih peka dan mulai merasakan hembusan angin. Semakin mereka menenangkan hati dan pikiran mereka, semakin mereka merasakan hembusan angin yg bertiup dari pintu tambang. Akhirnya mereka semua dapat menemukan pintu tambang tersebut dan dapat keluar dari sana.

Kehidupan kita di dunia ini tidak jauh berbeda dengan para penambang tersebut. Di sela-sela kehidupan kita,terkadang kita mengalami saat saat dimana kita mengalami kepanikan, keputusasaan bingung dan menjadi gelisah saat datang kesulitan dan pencobaan.

 Jiwa kita merasakan kepenatan yang luar biasa, dan jalan keluar tidak kunjung ada. Hanya ketika kita mencari Tuhan jiwa kita menjadi tenang. Rasakan lebih dalam bisikan Tuhan, Dia membimbing kita ketika dalam pencobaan, dan kita akan mendapatkan pemecahan atas masalah yang kita hadapi.

Duduklah dengan tenang di kaki Tuhan, pejamkan mata dan berdoa, Tenanglah jiwaku dalam naungan sayapMu. Yes 30:15 “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”

Sunday, February 03, 2013

4 ISTRI


Ilustrasi.
Istri ke-1 : Tua dan jelek, biasanya tidak diperhatikan.
Istri ke-2 : Agak cakep, agak diperhatikan.
Istri ke-3 : Lumayan cakep dan cukup diperhatikan.
Istri ke-4: Sangat cakep, sangat diperhatikan dan disanjung" serta diutamakan!

Waktu pun berlalu begitu cepat dan tibalah saat sang lelaki (suami) tersebut mau meninggal, lalu dipanggilah 4 orang istrinya...

Dipanggilah istri ke-4 yang paling cakep dan ditanya...
"Maukah ikut menemaninya ke alam kubur?"
Si istri menjawab...
"Sorry, cukup sampai disini saja saya ikut dengan mu..."

Saat dipanggil istri ke-3 dan ditanya hal yang sama, dia pun
menjawab...
"Sorry, Saya hanya akan mengantarmu sampai di kamar
mayat dan paling jauh sampai di rumah duka."

Kemudian dipanggil istri ke-2 dan ditanya hal yang sama...maka dia pun menjawab,
"Baik, saya akan menemanimu tapi hanya sampai keliang kubur,
setelah itu Good Bye."

Si Suami sungguh kecewa mendengar semua itu...tetapi inilah
kehidupan dan menjelang kematian...
Lalu dipanggil lah istri ke-1 dan ditanya hal yang sama, si suami tak menyangka akan jawabannya...
"Saya akan menemani kemanapun kamu pergi dan akan selalu
mendampingimu.. ."
===
Mau tau Apa dan Siapa istri ke-1 sampai ke-4 itu?
Istri ke-4 adalah "Harta dan Kekayaan".
Mereka akan meninggalkan jasad kita seketika saat kita meninggal.

Istri ke-3 adalah "Temen2" kita.
Mereka hanya akan mengantar jasad kita hanya sampai disaat
disemayamkan.

Istri ke-2 adalah "Keluarga", Saudara dan Temen Dekat kita.
Mereka akan mengantar kita sampai dikuburkan, dan akan
meninggalkan kita setelah mayat kita dimasukkan dalam liang kubur dan ditutup dengan tanah.

Istri ke-1 adalah "Tindakan dan Perbuatan" kita selama hidup di
dunia. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan
dituainya...

Menaburlah untuk hasil yang dapat dibawa sampai kepada kekekalan.

Titik Buta ( BLIND SPOT )

Semua petinju profesional memiliki pelatih. Bahkan, petinju sehebat Mohammad Ali sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Mohammad Ali-lah yang akan memenangkan pertandingan tersebut.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Mohammad Ali butuh pelatih kalau jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya? Kita harus tahu bahwa Mohammad Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk
melihat hal-hal ‎​‎​ݪήg ...
"TIDAK DAPAT D̲̅iå LIHAT SENDIRI"

Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA".
Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh seseorang untuk mengawal kehidupan kita,
sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita
mulai bergeser.

↣ Kita butuh orang lain
↷ ‎​‎​ݪήg menasihati,
↷ ‎​‎​ݪήg mengingatkan,
↷ bahkan ‎​‎​ݪήg menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru,
‎​‎​ݪήg bahkan kita tidak pernah menyadari.

KERENDAHAN HATI kita
↷ ǘπƮùƘ menerima kritikan,
↷ ǘπƮùƘ menerima nasihat,
↷ dan ǘπƮùƘ menerima teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna.
Biarkan orang lain menjadi "mata" kita di area 'Blind Spot' kita sehingga KITA BISA MELIHAT apa yang TIDAK BISA KITA LIHAT dengan pandangan diri kita sendiri.
 

Mutiara Yang Bernoda

Alkisah, di sebuah kota kecil tinggal seorang tua yang sangat beruntung. Suatu hari, dalam perjalanan pulang sehabis bekerja seharian penuh, tanpa disangka-sangka dia menemukan sebutir mutiara. Ukuran mutiara itu sangat besar dan juga sangat indah, membuat si pria tua bukan main girangnya.

Saking bahagianya begitu sampai di rumah sederhananya, yang pertama dilakukan si pria tua adalah mengamat-amati mutiara temuannya itu. Dalam hati dia mengucap syukur karena dirinyalah yang menemukan mutiara itu, bukan orang lain.

Namun setelah lama diamat-amati, dia mendapati bahwa ternyata mutiara ini tak sesempurna kelihatannya. Rona kebahagiaan di wajahnya pun segera sirna dan berganti dengan kekecewaan karena di bagian permukaan mutiara itu terdapat setitik noda hitam. Dia mencoba menghilangkan noda itu dengan menggosok-gosokkannya, tetap saja noda itu menempel. Dalam hati, ia bergumam, "Andaikan noda hitam itu tidak ada, mutiara ini pasti akan jadi yang tercantik dan paling sempurna di dunia!"

Semakin lama dipikirkan, semakin besar rasa kecewa di hatinya. Akhirnya, ia memutuskan untuk menghilangkan titik noda itu dengan cara menguliti lapisan di bagian permukaan mutiara. Tapi setelah menguliti lapisan pertama, noda hitam itu ternyata masih ada. Ia pun segera menguliti lapisan kedua dengan keyakinan bahwa titik noda itu akan hilang.Namun kenyataannya malah noda tersebut tetap tidak hilang.

Dengan tidak sabar, dia lalu menguliti mutiara itu selapis demi selapis, hingga lapisan yang terakhir. Saat itu nodanya telah hilang, tapi mutiaranya pun ikut hilang!

***

Begitulah dengan kehidupan nyata, kita suka mempermasalahkan hal yang kecil, yang tidak penting sehingga akhirnya merusak nilai yang besar. 

Saat Yang Lain Berkata TIDAK


Setiap manusia berhak bermimpi. Setiap manusia berhak mewujudkan semua mimpi dan harapan yang mereka punya. Untuk merah sebuah mimpi, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak rintangan yang menghambat saat meraih mimpi tersebut.
Ibarat seekor semut yang perjalanannya terhadang oleh gunung besar. Bagi seekor semut pasti tidak mungkin bisa menyingkirkan gunung tersebut. Hanya ada dua pilihan bagi semut itu, yaitu tetap melewati gunung itu dengan segala rintangan yang ada atau putar balik melewati jalan yang sama untuk kembali pulang.
Semut itu memilih untuk meneruskan perjalanannya. Ada banyak serangga yang mengancam hidupnya, bahkan panas atau pun hujan tak menyurutkan langkahnya. Sampai pada saatnya semut itu telah berada di balik gunung. Semut itu telah berhasil mendaki gunung dan sekarang dia berada pada suatu tempat yang dulu sangat ia impikan.
Sama halnya dengan kita. Saat kita mempunyai impian dan harapan yang besar, maka kita harus memperjuangkannya. Saat kita bertemu dengan rintangan, maka kita harus mampu melewati semua rintangan itu dengan baik. Undanglah Yesus dalam setiap rencana dan pergumulan kita, karena apabila kita jatuh, maka masih ada Yesus yang akan menopang dan menguatkan kita.
Mungkin bagi orang lain, kita tidak mungkin bisa meraih mimpi-mimpi itu, namun bersama Tuhan, segala sesuatunya akan menjadi mungkin. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan Allah kita.
Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!
Yeremia 32:17

Saturday, January 19, 2013

Kotak Kecil


Kisah berikut ini sangat meginspirasi kita untuk lebih memahami betapa pentingnya waktu untuk keluarga.
Alkisah, Putera yang telah yatim sedari kecil, tinggal bersama sang bunda di sebuah rumah yang sederhana. Mereka bertetangga akrab dengan Pak Mansur yang tinggal sendiri di rumahnya yang luas. Dalam segala hal, masalah apa pun, Pak Mansur adalah konsultan terbaik bagi Putera.
Setelah lulus sekolah dan menikah, Putera dan keluarga kecilnya pindah ke kota. Dia begitu sibuk bekerja hingga tidak punya waktu untuk menemani istri dan anaknya, apalagi pulang kampung untuk bertandang ke tetangganya dulu.
Suatu hari, bunda mengabarkan berita duka bahwa Pak Mansur meninggal dunia dan akan dimakamkan 3 hari mendatang. Meski pekerjaan menumpuk, Putera memutuskan untuk pulang. Upacara pemakaman berlangsung sederhana dan sepi karena Pak Mansur tidak memiliki banyak kerabat.
Malam sebelum kembali ke kota, Putera bersama sang bunda berkunjung ke rumah tetangga lama. Pusaran waktu seakan membawanya ke masa lalu saat bersama penghuni rumah itu. Di sini, setiap lukisan, setiap sudut, dia hafal dan paling tahu…Tiba-tiba, Putera menghentikan langkahnya dan menatap meja di depannya.
“Ada apa?” tanya bunda.
“Kotak kecil itu hilang”, jawab Putera.
“Kotak kecil apa?”, tanya bundanya lagi.
“Pak Mansur punya sebuah kotak kecil berwarna emas dan terkunci. Di meja ini, sering saya tanya, ‘Apa isi kotak kecil itu?’ dan dia selalu menjawab, ‘Di dalam sini, tersimpan barang yang paling berharga’,” jelas Putera sambil menirukan suara Pak Mansur. “Dan saya bahkan tidak pernah tahu barang apa yang paling berharga itu,” lanjut Putera, merasa bersalah.
Dua minggu berlalu, Putera mendapat kiriman sebuah paket. Tertulis nama pengirim: “Bapak Mansur”. Dengan penasaran, buru-buru dibukanya kiriman itu. Putera terpana saat menemukan kotak kecil berwarna emas dan sebuah kunci, serta secarik kertas. Dengan tangan gemetar, Putera membaca surat itu: “Setelah saya meninggal, kotak ini tolong diberikan kepada Putera. Ini adalah barang yang paling berharga selama kehidupanku.” Dengan debar jantung yang kuat, Putera menemukan sebuah jam saku yang sangat indah. Dengan rasa sayang, Putera menyentuh permukaan jam saku dan membuka penutupnya. Di dalamnya terukir kata-kata: “Putera, terima kasih atas waktumu – Mansur.”
“Ya Tuhan, ternyata barang paling berharga bagi Pak Mansur adalah waktuku. Saat bersama dengannya!”
Putera terpaku sejenak dan seakan tertampar kesadarannya. Ia segera bertemu asistennya untuk mengosongkan jadwal selama 3 hari. “Kenapa, Pak?” tanya asistennya kebingungan.
“Penting dan mendesak! Saya harus menemani keluarga saya,” jawabnya.
Setiap saat kita sibuk bekerja keras dengan alasan ingin sukses dan kaya raya demi membahagiakan keluarga kita. Tetapi, pada akhirnya, justru waktu bersama keluargalah yang selalu dikorbankan untuk itu, sehingga banyaknya uang tidak berujung membahagiakan.
Mari ingatkan pada diri sendiri, untuk bijak membagi waktu agar kehidupan berjalan dengan seimbang dan bahagia menjadi milik bersama.

Kisah Seekor Kekelawar


Alkisah, ada seekor kelelawar yang tinggal di daerah pedesaan. Saat itu, si kelelawar sedang beristirahat dengan menggelantung terbalik di dahan sebuah pohon. Tiba-tiba, kelelawar itu melihat lima ekor burung terbang makin cepat dan makin tinggi. Burung-burung itu tampak begitu menikmati waktu mereka di siang hari.
Si kelelawar mengikuti kawanan burung itu dan mengetahui kalau ternyata burung-burung itu sedang berkompetisi untuk menentukan siapa yang bisa terbang lebih cepat dan lebih tinggi. Tapi begitu diikuti terus, kawanan burung itu tiba-tiba menghilang dari pandangan. Si kelelawar sangat tertarik untuk bergabung dengan mereka. Maka esok harinya, kelelawar itu menunggu kawanan burung itu di pohon.
Yang dinanti-nanti akhirnya datang di tempat yang sama keesokan harinya. Si kelelawar meminta izin untuk ikut serta dalam kompetisi itu. Kawanan burung itu menolaknya karena mereka menganggap si kelelawar spesies yang buruk dan mereka takut padanya. Tapi, si kelelawar tetap mengikuti mereka dari jauh. Tanpa sepengetahuan mereka, si kelelawar juga mengikuti kompetisi itu. Dalam beberapa menit, kawanan burung itu menghilang. Si kelelawar merasa kesepian dan rendah diri karena merasa dirinya makhluk terburuk di bumi ini. Dia merasa sedih dan memutuskan untuk melatih dirinya terbang dengan jarak jauh.
Si kelelawar mengarungi jarak jauh tanpa tujuan apa pun. Akhirnya, dia putuskan untuk beristirahat di sebuah pohon dan betapa terkejutnya saat melihat kawanan burung juga ada di sana. Si kelelawar menjadi sangat bahagia karena mampu menempuh jarak terbang kawanan burung itu. Si kelelawar bertanya pada mereka, apakah dia bisa ikut berkompetisi? Setelah berdiskusi sejenak, kawanan burung itu akhirnya membolehkan si kelelawar untuk bergabung.
Kawanan burung itu memulai terbangnya dan si kelelawar juga mengikutinya dengan energi penuh. Beberapa menit kemudian, langit menjadi gelap sehingga kawanan burung itu tidak bisa terbang di malam hari. Gerakan mereka mulai melambat dan si kelelawar terbang mendahului mereka karena dia mampu terbang di malam hari dengan menggunakan pantulan suara dan sensor khusus di tubuhnya. Si kelelawar begitu gembira dan terbang lebih cepat.
Setelah menempuh jarak beberapa meter, si kelelawar mengingatkan kawanan burung untuk mengikutinya. Tapi, begitu menoleh, si kelelawar baru menyadari kawanan burung itu sudah menghilang. Si kelelawar berbalik arah dan menemukan mereka di sebuah pohon. Kawanan burung itu memberi tahu kelelawar bahwa jarak yang mereka tempuh saat ini melebihi jarak yang biasanya mereka capai dan sekarang mereka tidak bisa kembali pulang karena mereka tidak mampu terbang di malam hari. Si kelelawar membantu mereka dan memandunya terbang pulang.
Si kelelawar merasa sangat bahagia, dan menceritakan kisahnya pada sesama kelelawar. Tapi, teman-temannya itu malah memberi respons negatif, “Kau ini bodoh, ya. Kau kan bisa saja dengan mudah memenangkan kompetisi itu dan bisa membanggakan spesies kita.” Tapi si kelelawar yang bahagia itu menjawab lagi, “Aku sudah bahagia waktu aku mendapat kepercayaan dari kawanan burung itu, sehingga aku bisa menjadi pesaing mereka. Aku malah lebih bahagia begitu tahu kalau spesies kita punya kemampuan unik. Dan aku paling bahagia ketika kemampuan itu membantuku memandu burung-burung itu kembali pulang. Selain itu, kompetisi konyol seperti ini tidak lagi penting bagiku.”
Memiliki bakat atau kemampuan tertentu adalah sebuah berkah. Menyadari betul bakat yang kita miliki adalah sebuah kesadaran diri. Memanfaatkan bakat itu demi kebaikan orang lain adalah perbuatan mulia. Jangan sampai kita merasa rendah diri. Jika perasaan negatif itu menyergap diri kita, itu pertanda bahwa kita belum mengenali bakat kita. Dan sekalipun kita sudah menemukan bakat terpendam kita, jangan lupa untuk menggunakan bakat itu demi kebaikan sesama.

Kisah Si Burung Gagak


Dahulu, ada seorang laki-laki yang memiliki tujuh orang anak laki-laki, dan laki-laki tersebut belum memiliki anak perempuan yang lama diidam-idamkannya. Seriiring dengan berjalannya waktu, istrinya akhirnya melahirkan seorang anak perempuan. Laki-laki tersebut sangat gembira, tetapi anak perempuan yang baru lahir itu sangat kecil dan sering sakit-sakitan. Seorang tabib memberitahu laki-laki tersebut agar mengambil air yang ada pada suatu sumur dan memandikan anak perempuannya yang sakit-sakitan dengan air dari sumur itu agar anak tersebut memperoleh berkah dan kesehatan yang baik. Sang ayah lalu menyuruh salah seorang anak laki-lakinya untuk mengambil air dari sumur tersebut. Enam orang anak laki-laki lainnya ingin ikut untuk mengambil air dan masing-masing anak laki-laki itu sangat ingin untuk mendapatkan air tersebut terlebih dahulu karena rasa sayangnya terhadap adik perempuan satu-satunya. Ketika mereka tiba di sumur dan semua berusaha untuk mengisi kendi yang diberikan kepada mereka, kendi tersebut jatuh ke dalam sumur. Ketujuh anak laki-laki tersebut hanya terdiam dan tidak tahu harus melakukan apa untuk mengambil kendi yang jatuh, dan tak satupun dari mereka berani untuk pulang kerumahnya.
***
Ayahnya yang menunggu di rumah akhirnya hilang kesabarannya dan berkata, “Mereka pasti lupa karena bermain-main, anak nakal!” Karena takut anak perempuannya bertambah sakit, dia lalu berteriak marah, “Saya berharap anak laki-lakiku semua berubah menjadi burung gagak.” Saat kata itu keluar dari mulutnya, dia mendengar kepakan sayap yang terbang di udara, sang Ayah lalu keluar dan melihat tujuh ekor burung gagak hitam terbang menjauh. Sang Ayah menjadi sangat menyesal karena mengeluarkan kata-kata kutukan dan tidak tahu bagaimana membatalkan kutukan itu. Tetapi walaupun kehilangan tujuh orang anak laki-lakinya, sang Ayah dan Ibu masih mendapatkan penghiburan karena kesehatan anak perempuannya berangsur-angsur membaik dan akhirnya anak perempuan tersebut tumbuh menjadi gadis yang cantik.
***
Gadis itu tidak pernah mengetahui bahwa dia mempunyai tujuh orang kakak laki-laki karena orangtuanya tidak pernah memberitahu dia, sampai suatu hari secara tidak sengaja gadis tersebut mendengar percakapan beberapa orang, “Gadis tersebut memang sangat cantik, tetapi gadis tersebut harus disalahkan karena mengakibatkan nasib buruk pada ketujuh saudaranya.” Gadis tersebut menjadi sangat sedih dan bertanya kepada orangtuanya tentang ketujuh saudaranya. Akhirnya orangtuanya menceritakan semua kejadian yang menimpa ketujuh saudara gadis itu. Sang Gadis menjadi sangat sedih dan bertekad untuk mencari ketujuh saudaranya secara diam-diam. Dia tidak membawa apapun kecuali sebuah cincin kecil milik orangtuanya, sebuah roti untuk menahan lapar dan sedikit air untuk menahan haus.
Gadis tersebut berjalan terus, terus sampai ke ujung dunia. Dia menemui matahari, tetapi matahari terlalu panas, lalu dia kemudian menemui bulan, tetapi bulan terlalu dingin, lalu dia menemui bintang-bintang yang ramah kepadanya. Saat bintang fajar muncul, bintang tersebut memberikan dia sebuah tulang ayam dan berkata, “Kamu harus menggunakan tulang ini sebagai kunci untuk membuka gunung yang terbuat dari gelas, disana kamu akan dapat menemukan saudara-saudaramu.
***
Gadis tersebut kemudian mengambil tulang tersebut, menyimpannya dengan hati-hati di pakaiannya dan pergi ke arah gunung yang di tunjuk oleh bintang fajar. Ketika dia telah tiba di gunung tersebut, dia baru sadar bahwa tulang untuk membuka kunci gerbang gunung telah hilang. Karena dia berharap untuk menolong ketujuh saudaranya, maka sang Gadis lalu mengambil sebilah pisau, memotong jari kelinkingnya dan meletakkannya di depan pintu gerbang. Pintu tersebut kemudian terbuka dan sang Gadis dapat masuk kedalam, dimana seorang kerdil menemuinya dan bertanya kepadanya, “Anakku, apa yang kamu cari?” “Saya mencari tujuh saudaraku, tujuh burung gagak,” balas sang Gadis. Orang kerdil tersebut lalu berkata, “Tuanku belum pulang ke rumah, jika kamu ingin menemuinya, silahkan masuk dan kamu boleh menunggunya di sini.” Lalu orang kerdil tersebut menyiapkan makan siang pada tujuh piring kecil untuk ketujuh saudara laki-laki sang Gadis yang telah menjadi burung gagak. Karena lapar, sang Gadis mengambil dan memakan sedikit makanan yang ada pada tiap-tiap piring dan minum sedikit dari tiap-tiap gelas kecil yang ada. Tetapi pada gelas yang terakhir, dia menjatuhkan cincin milik orangtuanya yang dibawa bersamanya.
***
Tiba-tiba dia mendengar kepakan sayap burung di udara, dan saat itu orang kerdil itu berkata, “Sekarang tuanku sudah datang.” Saat ketujuh burung gagak akan mulai makan, mereka menyadari bahwa seseorang telah memakan sedikit makanan dari piring mereka. “Siapa yang telah memakan makananku, dan meminum minumanku?” kata salah satunya. Saat burung gagak yang terakhir minum dari gelasnya, sebuah cincin masuk ke mulutnya dan ketika burung tersebut memperhatikan cincin tersebut, burung gagak tersebut berkata, “Diberkatilah kita, saudara perempuan kita yang tersayang mungkin ada disini, inilah saatnya kita bisa terbebas dari kutukan.” Sang Gadis yang berdiri di belakang pintu mendengar perkataan mereka, akhirnya maju kedepan dan saat itu pula, ketujuh burung gagak berubah kembali menjadi manusia. Mereka akhirnya berpelukan dan pulang bersama ke rumah mereka dengan bahagia.

Kisah Kedai Kopi Starbucks


Apa yang akan Anda lakukan jika ide Anda ditolak dan dilecehkan-bahkan dianggap gila-oleh 217 orang dari 242 yang diajak bicara? Menyerah? Atau malah makin bergairah? Jika pilihan terakhir ini yang Anda lakukan, barangkali suatu saat, sebuah impian membuat bisnis kelas dunia bisa jadi milik Anda.
Yah, itulah kisah nyata yang dialami oleh Howard Schultz, orang yang dianggap paling berjasa dalam membesarkan kedai kopi Starbucks. “Secangkir kopi satu setengah dolar? Gila! Siapa yang mau? Ya ampun, apakah Anda kira ini akan berhasil? Orang-orang Amerika tidak akan pernah mengeluarkan satu setengah dolar untuk kopi,” itulah sedikit dari sekian banyak cacian yang diterima Howard, saat menelurkan ide untuk mengubah konsep penjualan Starbucks.
Dalam buku otobiografinya yang ditulis bersama dengan Dori Jones Yang- Pour Your Heart Into It; Bagaimana Starbucks Membangun Sebuah Perusahaan Secangkir Demi Secangkir-Howard menceritakan bagaimana ia merintis “cangkir demi cangkir” dan menjadikan Starbucks sebagai kedai kopi dengan jaringan terbesar di seluruh dunia.
Awalnya, Howard Schultz adalah seorang general manager di sebuah perusahaan bernama Hammarplast. Suatu kali, ia datang ke Starbucks yang pada awalnya hanyalah toko kecil pengecer biji-biji kopi yang sudah disangrai. Toko ini dimiliki oleh duo Jerry Baldwin dan Gordon Bowker sebagai pendiri awal Starbucks. Duo tersebut memang dikenal sangat getol mempelajari tentang kopi yang berkualitas. Melihat kegairahan mereka tentang kopi, Howard pun memutuskan bergabung dengan Starbucks, yang kala itu baru berusia 10 tahun. Ia pun segera bisa dekat dengan Jerry Baldwin. Sayang, hal itu kurang berlaku dengan Gordon Bowker dan Steve, seorang investor Starbucks baru. Meski begitu, Howard tetap berusaha beradaptasi dan mencoba mengenalkan berbagai ide pembaruan untuk membesarkan Starbucks.
Suatu ketika, Howard Schultz datang dengan ide cemerlang. Ia mendesak Jerry untuk mengubah Starbucks menjadi bar espresso dengan gaya Italia. Setelah perdebatan dan pertengkaran yang panjang, keduanya menemui jalan buntu. Jerry menolak karena meskipun idenya bagus, Starbucks sedang terjerumus dalam utang sehingga tidak akan mampu membiayai perubahan.
Howard pun lantas bertekad mendirikan perusahaan sendiri. Belajar dari Starbucks, ia tidak mau berutang dan memilih berjuang mencari investor. Dan, pilihan inilah yang kemudian membuatnya harus bekerja ekstra keras. Ditolak dan direndahkan menjadi bagian keseharian yang harus dihadapinya.
Tekad itu terwujud–dan bahkan–dengan uang yang terkumpul dari usahanya, ia berhasil membeli Starbucks dari pendirinya. Namun, kerja keras itu tak berhenti dengan terbelinya Starbucks. Saat terjadi akuisisi, ia mendapati banyak karyawan yang curiga dan memandang sinis perubahan yang dibawanya. Tetapi, dengan sistem kekeluargaan, ia merangkul karyawan dan bahkan memberikan opsi saham sehingga sense of belonging karyawan makin tinggi.
Kini, dibantu dengan CEO yang diperbantukannya, Orin C Smith, Howard berhasil mengembangkan Starbucks hingga puluhan ribu cabang di seluruh dunia. Ia juga menekankan layanan dengan keramahan pada konsumen, dan di sisi lain, memperlakukan karyawan sebagai keluarga. Dengan cara itu, Howard terus berekspansi hingga terus menjadi kedai kopi terbesar.
Howard Schultz adalah gambaran kegigihan seseorang dalam mewujudkan ide. Meski diremehkan pada awalnya, Howard tetap bertahan dan akhirnya membuktikan bahwa dengan tindakan nyata, semua ide bisa menjadi nyata. Kepedulian yang ditunjukkan dengan “memanusiakan” semua karyawannya juga telah membuatnya makin disegani sehingga mampu terus memperbesar usahanya.
sumber : cerita-bijak-motivasi.blogspot.com

Pengemis dan Anjing Kecil


Ada seorang pengemis yg setiap hari berkeliaran di jalanan. Dia selalu berpikir,betapa senangnya jika ditangannya ada uang 2000 dollar. Pada suatu hari, pengemis ini tanpa sengaja, melihat seekor anjing kecil yang lucu sdg tersesat.

Pengemis ini melihat disekelilingnya tidak ada seorangpun,lalu ia menggendong anjing kecil ini plg ke gubuknya dan mengikatnya disana.
Rupanya pemilik anjing ini adalah orang yg plg kaya dikota itu. Hartawan ini setelah kehilangan anjingnya sgt panik,krn anjing ini adalah anjing ras yg sgt terkenal yg diimport dari luar negeri serta sangat disayanginya .
Lalu hartawan ini membuat pengumuman di seluruh tv yg ada dikota dan mengatakan bahwa siapa saja yg menemukan anjingnya akan diberi hadiah 2000 dollar.

Keesokan harinya ketika pengemis ini keluar utk mengemis, ia melihat pengumuman ini, lalu tergesa dan hati berbunga dia pulang ke gubuknya ia menggendong anjing itu utk pergi mengambil hadiahnya, ketika dia tergesa menggendong anjing ke stasiun tv, dia melihat pengumuman tlh berubah hadiahnya sdh bertambah menjadi 3000 dollar, rupanya krn si hartawan ini tdk dpt menemukan anjingnya, lalu telepon ke stasiun tv menambah hadiahnya menjadi 3000 dollar.

Pengemis ini hampir tdk percaya kpd matanya sendiri, langkah kakinya tiba2 berhenti, stlh dipikir2 akhirnya dia menggendong anjingnya kmbli ke gubuknya lalu diikatnya kembali anjing tsb, setelah hari ke 3, benar saja hadiahnya bertambah lagi, pada hari ke 4 hadiah bertambah lagi, setelah hari yg ke 7, hadiahnya sdh sangat menggagetkan seluruh penduduk kota. 

Pada saat itulah si pengemis ini lari pulang ke gubuknya, utk mengambil anjing itu, tetapi diluar dugaannya sungguh kasihan anjing kecil itu sdh mati kelaparan, karena si pengemis tak punya cukup uang utk memberi makan dan merawat anjing tsb , ya itulah nasibnya si pengemis tetaplah jadi pengemis, oleh karena keserakahannya dan ketamakannya akhirnya ia tak memperoleh sepeser pun .

Sebenarnya didlm kehidupan kita ini, banyak barang dan kesempatan yg bagus, bukan karena kita tdk berjodoh mendapatkannya, tetapi karena target dan harapan yg kita pasang terlalu tinggi seta Tidak Konsisten dan mungkin krn rasa ego serta ketamakan kita yg selalu ingin mendapatkan lebih, maka ketika kita sdh hampir mendekati sebuah target, terkadang kita akan merubah arah mendekati target yg lbh tinggi, bahkan kadang target yang tak realistis dan tak sesuai dengan situasi dan kondisinya sa’at itu alias diawang2 dan tak terjangkau .

Catatan :

Rasa Puas dan Cukup sangat Penting dalam hidup ini, kalau kita tak bisa merasakan dan mengendalikannya bukan tak mungkin malah akan membuat kita bahkan menjadi lebih susah dari sebelumnya ditambah akibat penyesalan yg berkepanjangan. 
Ada seorang ahli filsafat dari negeri barat mengatakan,”Harapan manusia bagaikan sebuah gunung berapi, jika tdk dpt mengontrolnya akan melukai diri sendiri”.


Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

sumber : http://hajingfai.blogspot.com/2012/05/pengemis-dan-anjing.html#ixzz1twYBPmye

Tuesday, November 20, 2012

JIN Lampu


Suatu pagi pada saat menambang, seorang pemuda menemukan sebuah lampu tua.
Dia mencoba menggosok lampu tsb. Siapa tahu akan ada jin yang keluar untuk memberinya sesuatu. Ternyata....... Benar... Muncullah jin itu.

Jin : "Hai Pemuda.... Engkau telah memanggilku yang sudah tidur ratusan tahun. Aku adalah Jin Kesehatan, karenanya aku akan memberikan kesehatan bagi seluruh keluargamu.
Tapi, Aku hanya akan memberikan 4 hari (四天:Si Tian) kesehatan.. Jadi, tetapkanlah pilihan harimu...".

Pemuda tsb pun berpikir sejenak.
Setelah menetapkan hari, dia pun berkata kepada jin tsb.

Pemuda : "Baiklah... Aku sdh menetapkan ke 4 hari itu. Aku ingin  sehat di :
春天 (Chun Tian): musim semi,
夏天 (Xia Tian): musim panas,
秋天 (Qiu Tian) : musim gugur,
冬天 (Dong Tian) : musim dingin/ salju."

Jin : "Wah....Itu terlalu banyak. Aku tak bisa....Kalau begitu, aku kurangi menjadi 3 hari."

Pemuda : "Aku ingin keluargaku sehat pada waktu :
昨天 (Zuo Tian) : kemarin,
今天  (Jin Tian) : hari ini,
明天 (Ming Tian) : besok."

Jin : "Itu juga tdk bisa. Masih terlalu banyak. Kalau begitu 2 hari saja".

Pemuda : "Baiklah.... Aku hanya ingin pada waktu:
白天 (Bai Tian) : pagi hari,
晚上 (Wan Shang): malam hari."

Jin : "Kedua hari itu juga masih terlalu banyak. Sekarang aku tetapkan hanya 1 hari & ini yang terakhir"

Pemuda : "Kalau begitu, aku tentu ingin keluargaku sehat di 每天 (Mei Tian) : setiap hari."

Jin pun semakin terkejut. Pada akhirnya, jin pun terpaksa mengabulkan permintaan pemuda tsb. Akhirnya, sekeluarga pun sehat selalu setiap hari.

Dari cerita di atas dapat diambil moral cerita bahwa kadang dalam kehidupan sehari-hari, diperlukan kearifan untuk memecahkan masalah dan juga semangat pantang menyerah dalam menghadapi ujian. Meski dalam keadaan yang tak mungkin, kalau kita semua bisa berpikir secara logis, maka tidak ada yang tidak mungkin dalam kehidupan. Yang penting juga, kesehatan kita bukan datang dari Jin, he he he, tapi dari Tuhan.  
"Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah." Yeremia 33:6 
(Sumber: Charles Asiku, Surabaya).