Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yohanes 15 : 16 )

Saturday, August 22, 2009

Kupu Kupu


When Love touch you, no one will harm you!


Dalam Kehidupan ini, ada hal-hal yang Layak untuk diperjuangkan & dipertahankan. Dalam kisah nyata ini, anda akan mengerti bagaimana memperjuangkan hal-hal itu.
Ketika berjalan kaki menyusuri sebuah jalur kecil di samping pepohonan, saya melihat sebuah genangan air di depan saya. Saya mengambil keputusan untuk mengitarinya pada bagian yang tidak becek. Sewaktu saya menghampiri genangan itu, tiba-tiba saya diserang !!!


Saya tak menghindar karena serangan itu begitu tiba-tiba dan datang dari sumber yang sangat tak terduga. Saya terkejut namun tidak terluka sekalipun sudah diserang empat atau lima kali. Saya mundur selangkah dan penyerang saya berhenti menyerang. Penyerang itu melayang di udara; dia adalah seekor kupu-kupu dengan sayapnya yang indah. Andai saya terlukapun saya tak akan menganggap kejadian itu menakjubkan. Tentu saja saya tidak terluka, dan saya tertawa melihatnya. Seekor kupu-­kupu menyerang saya??? hahahaha betapa lucunya, kupu2 kecil itu menyerang saya.


Setelah berhenti tertawa, saya melangkah maju lagi. Kupu2 penyerang kembali menyerang saya. Ia menabrakkan dirinya pada dada saya, menyerang saya berkali-kali dengan segenap kekuatannya, berusaha mendorong saya. Untuk kedua kalinya, saya mundur selangkah sementara kupu-kupu itu berhenti. Lalu saya maju lagi, dan dia pun kembali menyerang. Saya diserang pada dada saya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan kecuali mundur lagi. Lagipula, tidak setiap hari saya bisa mengalah bertarung dengan seekor kupu2.


Kali ini, saya mundur beberapa langkah ke arah lain untuk melihat mengapa kupu2 itu menyerang saya. Dia terbang merendah & kemudian mendarat di tanah kering di samping genangan air tadi. Saat itulah saya menyadari mengapa dia tadi menyerang saya. Kupu2 itu mendarat dekat seekor kupu2 lain yg kemungkinan adalah pasangannya, dan pasangannya itu sedang sekarat & hampir mati. Berdiam di dekat pasangannya, kupu2 penyerang itu membuka & menutup sayapnya seolah2 untuk mengipasinya. Saya hanya dapat mengagumi kasih dan keberanian kupu2 itu untuk menjaga pasangannya. Kupu2 itu berani menyerang saya demi hidup pasangannya, sekalipun sudah jelas bahwa pasangannya sebentar lagi akan mati & saya begitu besar untuk dihadapi. Dia lakukan hal itu agar pasangannya mendapatkan sedikit perpanjangan waktu untuk hidup, karena jika tidak saya pasti sudah akan menginjaknya tadi. Sekarang saya tahu untuk siapa dan mengapa ia bertaruh nyawa seperti itu.


Cuma ada satu pilihan bagi saya. Perlahan-lahan saya mengambil jalur yang lain, sekalipun jalur itu sangat becek dan berlumpur. Keberanian kupu-kupu itu untuk menyerang saya yang ribuan kali lebih besar dan lebih berat dari dirinya sendiri demi keamanan pasangannya telah menggugah hati saya. Saya tidak dapat melakukan hal yang lain kecuali memilih jalan yang kotor dan membiarkan kupu-kupu itu menemani pasangannya yang tengah sekarat. Dia layak untuk menghabiskan waktu-waktu terakhir bersama pasangannya tanpa diganggu oleh saya. Setelah meninggalkan mereka, saya membersihkan sepatu saya yang kotor dan segera menuju ke mobil.

Sejak saat itu, saya selalu berusaha untuk mengingat keberanian kupu-­kupu itu setiap kali saya melihat masalah menghalangi saya. Saya menggunakan keberanian kupu2 itu sebagai inspirasi untuk mengingatkan saya bahwa hal-hal yg baik patut utk diperjuangkan sekuat tenaga. Sejak itu pula, saya lebih mencintai istri & anak2 saya.

Kemurahan di tengah penderitaan


Banjir besar kembali melanda Jakarta awal Februari 2007. Kali ini jauh lebih dahsyat daripada banjir serupa lima tahun sebelumnya. Di tengah penderitaan begitu banyak orang, ada seseorang yang bersedia membuka rumahnya untuk menampung sekitar 80 pengungsi korban banjir. Ia adalah Ulf Samuelsson, Wakil Duta Besar Swedia untuk Indonesia.

Para pengungsi itu adalah tetangganya, penduduk kampung di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Ternyata, di balik deretan rumah besar nan asri serta kafe-kafe elite di kawasan itu, tersembunyi perkampungan sederhana yang padat di tepi Kali Krukut. Banjir besar 2007 nyaris menenggelamkan perkampungan itu.

Diplomat muda berusia 32 tahun itu mengaku tidak punya alasan khusus ketika memutuskan untuk membuka rumahnya. Ia berkata, "Kenapa tidak? Rumah saya lebih tinggi, kering, ada ruang cukup luas, ada kamar mandi, ada dapur untuk masak. Dan tetangga saya kebanjiran."

Kamis, 1 Februari 2007 malam menjadi momen yang tak terlupakan dalam hidupnya. Ketika pulang ke rumah sekitar pukul 23.00, Ulf menyaksikan jalan kecil di depan rumahnya telah berubah menjadi sungai yang berarus deras. Di tengah deraian hujan, penduduk kampung berlarian kalang kabut sambil menggendong anak kecil dan membawa barang sekenanya.

Tanpa berpikir panjang, Ulf segera mempersilakan mereka untuk masuk ke rumahnya. Ibu Ida, seorang tetangganya yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga di rumah itu, langsung bertugas sebagai koordinator pengungsi.

"Tapi saya malu juga waktu itu. Ternyata saya enggak punya makanan. Enggak punya apa-apa. Ya, saya tinggal sendiri, sering makan di luar atau beli bakso yang lewat saja," ujar Ulf yang masih membujang itu.

Menurut Bu Ida, malam itu Ulf lalu membelikan mi instan dan air minum kemasan. Tak hanya seluruh ruang pribadinya yang dibuka lebar-lebar bagi para pengungsi. Tumpukan pakaian di lemarinya, selimut, hingga seluruh handuknya pun diserahkan kepada para pengungsi. Sampai-sampai Ulf sendiri sempat tak punya handuk untuk dirinya.

Jumat, 2 Februari 2007, sekitar pukul 04.00, barulah Ulf tertidur setelah mengemong anak-anak para pengungsi dengan membacakan cerita The Hobbit dalam bahasa Indonesia. "Saya pikir mereka perlu ditenangkan waktu itu," ujar sarjana Ilmu Politik dari Universitas Uppsala di Swedia yang fasih berbahasa Indonesia itu.

Sumber: Kompas, 20 Februari 2007, hlm. 16

Taplak Meja kenangan


Pada tahun 1960-an ada seorang pendeta muda yang setia melayani walaupun kondisi jemaatnya sangat sederhana dengan bangunan gereja yang sudah sangat buruk dan salah satu sisi dindingnya berlubang cukup besar akibat badai. Ia hanya berdoa untuk perbaikan dinding gereja tersebut.

Suatu siang ia pergi ke tempat pelelangan dan membeli sehelai taplak meja berenda yang berwarna keemasan. Tidak ada orang yang tertarik dengan taplak tersebut karena ukurannya sangat besar. Namun pendeta ini berpikir bahwa taplak itu akan berguna untuk menutup lubang di dinding gerejanya. Ia berhasil membelinya dengan harga 6 dolar dan pulang dengan hati gembira.

Ketika tiba di halte bus dekat gereja, ia berhenti karena melihat seorang wanita tua yang menggigil kedinginan. Ia menghampiri wanita itu, memperkenalkan diri dan menawarkan tempat istirahat di gereja untuk menghangatkan badannya. Wanita itu menerima ajakan sang pendeta dengan senang hati.

Setelah mempersilakan wanita itu duduk, ia langsung menutup lubang di dinding gerejanya dengan taplak meja tersebut. Karena sudah merasa cukup hangat, wanita itu menghampiri sang pendeta dan ia terpaku ketika melihat taplak tersebut.

“Kain itu mengingatkanku akan taplak meja milikku yang diberikan oleh suamiku,” katanya dengan suara lirih. Sambil menangis ia mengamati taplak meja itu dan melihat apa yang tersulam di bagian sudutnya. “Ini inisialku,” katanya dengan yakin.

Kemudian ia menceritakan bahwa sebelum Perang Dunia II, ia adalah seorang wanita kaya di Wina, Austria. Perang menyebabkan ia harus kehilangan keluarga dan hartanya. Ia baru saja melamar pekerjaan sebagai pengasuh anak, tetapi gagal. “Mungkin aku terlalu tua,” katanya putus asa.

Ketika usai kebaktian sore, banyak jemaat yang mengomentari taplak meja tersebut. Seorang pria seakan terhipnotis oleh taplak meja itu, lalu menghampiri sang pendeta dan menceritakan bahwa dulu ia pernah memberikan taplak serupa kepada istrinya.

“Aku dulu tinggal di Wina sebelum Hitler menyatakan perang. Dalam suasana kacau seluruh keluargaku menghilang. Aku mencari mereka, namun mereka dinyatakan meninggal. Aku tidak sanggup tinggal di Wina sehingga memutuskan untuk menetap di Amerika.”

Singkat cerita, akhirnya pria itu bersatu kembali dengan istrinya. Setelah bertahun-tahun berpisah, mereka dipersatukan oleh taplak meja yang pernah menghiasi hidup mereka.

Apa pun dapat membuat kita lupa atau terpisah dengan orang yang kita kasihi. Perang, kesalahpahaman, uang, harta, warisan, keegoisan, cemburu, sifat yang tidak mau mengalah, kekerasan hati, kekecewaan, penganiayaan, kelaparan, dan sebagainya. Namun hanya satu yang dapat mempersatukan kita kembali, yaitu kasih!

Sumber: Renungan Harian Manna Sorgawi, 26 Mei 2007.

Pengorbanan Seorang Ibu


Pada akhir tahun 1863, di Wales Selatan, seorang ibu berjalan kaki sambil menggendong bayinya menuju ke suatu tempat. Tiba-tiba datang badai salju menyerang sang ibu dan bayinya. Karena hebatnya badai tersebut, tidak seorang pun yang berani keluar untuk menolong mereka.

Beberapa jam kemudian badai reda. Beberapa orang berusaha mencari sang ibu dan bayinya. Setelah beberapa saat mencari, mereka menemukan sang ibu telah menjadi mayat, tertutup salju tebal. Mereka sangat heran karena ternyata sang ibu telah melepaskan mantel bajunya.

Setelah mereka mengangkat mayatnya, mereka menemukan sang bayi yang masih hidup dengan dibalut mantel hangat di bawah badan ibu tersebut. Sang ibu tidak lagi mempedulikan keselamatannya. Ia hanya menginginkan agar bayinya dapat selamat, walaupun ia harus mengorbankan nyawanya.

Bayi tersebut kemudian bertumbuh dewasa dan menjadi seorang negarawan besar, yakni perdana menteri Inggris yang memerintah pada 1916 – 1922. Ia adalah David Lloyd George (1863 – 1945).

Sumber: 50 Renungan yang Membawa Berkat, Chandra Suwondo, Metanoia Publishing, 2006, hlm. 4 – 5.

Sunday, August 16, 2009

Hidup Bukanlah VCD Player


Cerita ini adalah "kisah nyata" yang pernah terjadi di Amerika.

Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain.

Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores.

Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, "Papa, aku minta maaf tentang trukmu." Kemudian, ia bertanya, "Tetapi kapan jari- jariku akan tumbuh kembali?" Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Renungkan cerita di atas!
Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.

Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam.

Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya. Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan. Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.

Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan ada waktu untuk mencintainya

Waktu tidak dapat kembali....
Hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di-Backward dan Forward...
HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP saja...

Hadiah cinta yang tak ternilai


"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.

Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan padanya.

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia," kata sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

Setiap langkah adalah anugrah


Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakan nya, bernama Ralph.

Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

"Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu?" tanya sang profesor.
"Melakukan apa?" kata Ralph.
"Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?"
"Oh," kata Ralph, "Selama perang, saya kira."

Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. "Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah," katanya. "Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini."

Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.

Mencintaimu Segenap Jiwa dan Ragaku


Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.

Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.

"Aku tidak akan menikah lagi," kata Sherri kepada ibunya. "Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia". "Kau tidak perlu meyakinkanku," sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. "Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya."

Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama, mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yang dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.

Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri. "Pelatih", panggilnya. "Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon?"

Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih ekstra keras dalam beberapa hari ini.

"Tentu," jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. "Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu." Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.

Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan. "Pertandingan yang sangat mengagumkan," katanya kepada Luke. "Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?"

Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesenggukan ia berkata, "Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik akibat kecelakaan itu. Minggu lalu... Ibuku meninggal." Luke kembali menangis.

Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata, "Hari ini... hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka...". Luke kembali menangis terisak-isak.

Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak.

Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke. Ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orangtuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya. Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya.

Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka, membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya.

Hikmah yang dapat kita renungkan dari kisah Luke yang HANYA berusia 7 TAHUN :

Mulai detik ini, lakukanlah yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibu kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk ayah dan ibu, dengan mengisi hari-hari mereka dengan kebahagiaan. Sisihkan lebih banyak waktu untuk mereka. Raihlah prestasi dan hadapi tantangan seberat apapun, melalui cara-cara yang jujur untuk membuat mereka bangga dengan kita. Bukannya melakukan perbuatan-perbuatan tak terpuji yang membuat mereka malu.

Kepedulian kita pada mereka adalah salah satu kebahagiaan mereka yang terbesar. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibunya. Bagaimana dengan Anda?

Monday, July 20, 2009

Pengakuan Anak Dari Planet Mars


Aneh, ada seorang bocah mengaku pernah hidup di planet Mars sebelum dilahirkan kembali di Rusia. Anak ini memiliki kecerdasan yang luar biasa, dengan pemahaman alam semesta yang luas.

Belum lama ini, pesawat penjelajah antariksa Amerika dan Eropa secara berturut-turut berhasil mendarat di Mars, tujuannya adalah hendak mencari tanda-tanda kehidupan di planet itu.

Nah, pada saat demikian, sebuah media cetak Rusia mengungkapkan sebuah rahasia yang sangat mengejutkan. Menurut laporan Truth Report Rusia pada tanggal 12 Maret 2004, disebutkan bahwa seorang anak lelaki berusia 7 tahun di kawasan utara Rusia mengaku dirinya berasal dari Mars, bahkan memiliki bakat bawaan yang menakjubkan dan kepandaian yang luar biasa. Borischa, demikian nama bocah dari planet lain itu melakukan perjalanan yang jauh dan sulit hingga tiba di kawasan yang penuh dengan misteri itu.

Bocah Misterius

Harian itu melaporkan, bahwa seorang saksi mata mengatakan, bahwasannya saat itu di suatu malam yang hening, orang-orang yang berkemah duduk di hadapan api unggun berbincang-bincang. Tiba-tiba, Borischa berdiri membungkukkan badan, dengan suara nyaring membangkitkan perhatian setiap orang, semua orang dengan perasaan tertarik memandanginya. Saksi mata mengatakan: "Ternyata, ia bermaksud memberitahu kepada mereka tentang kehidupan penduduk di planet Mars, serta pengalaman legendaris mereka terbang menuju bumi." Dalam sekejap itu, lokasi api unggun tenggelam dalam kesunyian.

Dan yang lebih fantastis lagi adalah, bocah laki-laki ini bahkan secara hidup menceritakan tentang daratan misterius Limoliya yang tenggelam di dasar laut dalam legenda kuno manusia. Dan menurut penuturan bocah laki-laki ini, ketika ia tiba di bumi dari planet Mars persis mendarat di sana, dan memahami sekali kehidupan di sana.

Banyak orang secara mengejutkan menemukan, bahwasannya bocah laki-laki misterius ini sedikitnya memiliki 2 ciri khas. Pertama, Borischa memiliki pengetahuan yang luar biasa, inteligensinya jelas lebih tinggi levelnya daripada seorang bocah biasa sebayanya. Limoliya adalah negeri misterius dalam legenda minimal 800 ribu tahun silam, jangankan anak-anak, bahkan profesor universitas pun mustahil semuanya bisa tahu, dan ia secara terperinci dan dengan paham sekali menceritakan sejarah, kebudayaan dan penduduk negeri yang kuno ini. Dan ciri khas kedua yang menimbulkan perhatian adalah, bocah laki-laki ini memiliki kemampuan penyampaian dengan bahasa yang membuat orang kagum. Ia menguasai berbagai macam istilah kejuruan, memahami data-data dengan tepat dan cermat, bahkan mengetahui secara jelas tentang sejarah bumi dan planet Mars.

Seorang saksi mata mengatakan, "Manurut saya, ketika bocah ini membicarakan memori pribadi dari kehidupan terdahulu pada kami, bukan bicara sembarangan dan tidak berdasar."

Pernah Hidup di Mars

Menurut laporan, Borischa yang misterius lahir di sebuah rumah sakit di pedesaan terpencil di kota kecil Rusia pada tanggal 11 Januari 1996. Secara permukaan terlihat orang tuanya cukup bersahaja, lugu dan baik hati. Ibunya, Nadezhda adalah orang baik, seorang dokter kulit di sebuah rumah sakit umum. Sedangkan ayah sang bocah adalah seorang pensiunan perwira tentara.

Nadezhda mengenang, setelah 15 hari kelahiran, Borischa sudah bisa menengadahkan kepalanya. Namun, yang menakjubkan adalah ketika ia berusia 1,5 tahun sudah bisa membaca dan memahami judul berita yang ada di koran. Dan 2 tahun kemudian, Borischa memiliki daya ingat yang luar biasa, serta kemampuan menguasai pengetahuan baru yang sulit dipercaya. Kemudian, dengan cepat orang tuanya mengetahui, bahwa anak mereka dengan suatu cara yang unik --dari suatu tempat yang misterius-- mendapatkan informasi.

Nadezhda mengenang kembali dan mengatakan: "Tidak pernah ada orang yang mengajarinya tentang hal-hal itu, namun kadang kala ia melipat kaki dan duduk menyilang, bicara dengan tenang dan penuh keyakinan akan hal-hal yang merawak rambang. Ia suka bicara tentang planet Mars, sistem planet, dan peradaban yang sangat jauh sekali. Kami benar-benar tidak berani percaya dengan pendengaran kami. Sejak usia 2 tahun, setiap hari ia seperti membaca kitab suci membicarakan tentang alam semesta, dan kisah dunia lainnya yang tak terhitung banyaknya juga tentang angkasa yang tiada batasnya."

Sejak saat itulah, Borischa terus berkata pada orang tuanya, bahwa dulu ia tinggal di planet Mars. Ketika itu, ada sejenis manusia tinggal di planet Mars, oleh karena terjadi sebuah bencana dahsyat yang mematikan, lapisan atmosfer di atas planet Mars lenyap total, sehingga penduduk di atas planet Mars itu terpaksa harus hidup di kota bawah tanah. Dan sejak itu, ia sering keluar berdagang dan berkunjung ke bumi dengan tujuan mengadakan penelitian, lagi pula ia hanya seorang diri mengendarai pesawat antariksa.

Menurut penuturan Borischa, bahwa semua ini terjadi pada masa makmur peradaban Limoliya. Waktu itu, ia memiliki seorang sahabat karib di Limoliya, namun temannya ini tewas di hadapannya. Borischa mengenang kembali dan mengatakan: "Waktu itu, di atas bumi telah terjadi suatu bencana dahsyat, sebuah daratan yang mahabesar bagaikan ditelan oleh hujan badai laut. Tiba-tiba, sebuah batu raksasa menghantam sebuah bangunan, dan secara kebetulan teman saya berada di sana, saya sama sekali tidak sempat menyelamatkannya." Dengan hidup bocah laki-laki ini menceritakan seluruh pemandangan hilangnya Limoliya, bagaikan baru terjadi kemarin.

Borischa mengatakan, bahwa pesawat ulang-alik mereka, hampir dalam sekejap telah rampung dalam suatu perjalanan sejak tinggal landas dari planet Mars hingga mendarat di bumi. Bersama itu, ia mengeluarkan sebatang kapur tulis dan melukis sebuah benda yang berbentuk bulat di atas papan tulis. Ia mengatakan: "Pesawat ruang angkasa kami dibentuk dari 6 lapisan, lapisan luar mendominasi 25%, dibuat dari metal yang kokoh. Lapisan ke-2 mendominasi 30%, dibuat dari bahan yang menyerupai karet. Lapisan ke-3 mendominasi 30%, juga terbuat dari metal�c. dan lapisan terakhir hanya mendominasi 4%, dibuat dari bahan magnetisme khusus. Jika kami mengisi penuh energi pada lapisan magnetisme ini, maka pesawat ruang angkasa bisa terbang menuju ke mana pun di alam semesta ini."

Dengan agak serius Borischa juga memprediksi dan mengatakan, bahwa pada tahun 2009 akan terjadi bencana besar yang pertama kalinya di sebuah daratan di atas bumi, dan bencana kedua kalinya yang lebih menghancurkan lagi akan terjadi pada tahun 2013.

Sumber: secretchina.com & www.erabaru.or.id

Dosa Adalah Dosa, Bukan Sekedar Masalah


Orang-orang Eskimo mempunyai cara yang ampuh untuk melumpuhkan beruang kutub, yaitu dengan menggunakan sebilah pedang yang kedua ujungnya sangat tajam. Pedang itu dilumuri dengan darah, kemudian setelah itu langsung dicuci. Setelah dicuci, pedang itu dilumuri kembali dengan darah dan dicuci lagi. Begitu seterusnya sampai tercium bau darah yang sangat menyengat dari pedang itu, kemudian pedang itu diletakkan di tempat di mana beruang kutub sering lewat.

Bau darah yang menyengat itu akan membawa beruang mendekat kepada pedang itu, sehingga ia akan menjilatinya terus-menerus. Beruang itu tidak menyadari adanya darah yang mengalir di ujung lidahnya sendiri, yang terluka oleh ujung pedang yang tajam. Beruang itu terus saja "menikmati kenikmatan" dalam menjilati darahnya sendiri.

Tidak berapa lama kemudian, beruang yang gagah perkasa itu pun roboh karena kehabisan darah.

Begitu juga dengan kehidupan kekristenan, yang tidak dapat dikalahkan oleh apapun juga, dihambat semakin merambat, dijepit semakin melejit, dan ditungkup semakin meletup. Tetapi ada satu hal yang bisa merobohkan dan menghancurkan kehidupan iman kita yaitu dosa. Karena itu, untuk meraih kehidupan berkemenangan, kita harus radikal dalam menyatakan kebenaran Firman Allah - Dosa adalah dosa, dosa bukan sekedar masalah.

Sumber : www.jawaban.com

Run...


Setiap pagi di Afrika, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada singa tercepat. Jika tidak, ia akan terbunuh.

Setiap pagi seekor singa bangun, ia tahu bahwa ia harus berlari cepat daripada rusa terlamban. Jika tidak, ia akan kelaparan.

Tidak penting apakah Anda sang rusa atau sang singa, saat matahari terbit, Anda sebaiknya mulai berlari.

Ide terhebat di dunia sekalipun, jika tidak ditindaklanjuti tidak akan berarti apa-apa.

Barang siapa menginginkan segelas susu, hendaklah jangan hanya duduk di onggokan rumput di tengah padang menunggu hingga seekor sapi perah menghampirinya.

Sumber : Curt S. Grant dalam www.jawaban.com

Gerbang Mutiara Surga


Seorang pria meninggal dan pergi ke Surga. Tentu saja, seorang malaikat bertemu dengannya di gerbang mutiara Surga. Malaikat tersebut lalu berkata kepada pria tersebut, "Begini cara kerjanya. Anda membutuhkan 100 poin untuk pergi ke Surga. Anda katakan kepada saya semua hal baik yang telah Anda lakukan, dan saya memberikan kepada Anda beberapa jumlah angka poin untuk setiap hal tersebut, tergantung seberapa baik itu. Ketika Anda mencapai poin ke-100, maka Anda bisa masuk."

"Okay,' ujar pria tersebut, "Saya menikah dengan wanita yang sama selama 50 tahun dan tidak pernah berselingkuh darinya, bahkan di dalam hati saya."

"Itu indah sekali," ujar sang malaikat, "itu bernilai tiga poin!"

"Tiga poin?" ujarnya. "Baiklah, saya hadir di setiap ibadah gereja sepanjang hidup saya dan mendukung pelayanannya dengan perpuluhan saya dan juga pelayanan."

"Luar biasa!" ujar si malaikat lagi, "itu tentu saja bernilai satu poin."

"Satu poin? Ya ampun. Bagaimana dengan ini: Saya memulai sebuah dapur umum di kota saya dan bekerja di penampungan bagi para veteran yang tidak memiliki rumah."

"Luar biasa, itu sangat bagus untuk nilai dua poin," ujarnya.

"DUA POIN!!!" sang pria menangis, "Pada tingkat ini satu-satunya cara saya bisa ke Surga adalah oleh karena kasih karunia Tuhan saja!"

"Benar sekali, mari masuk...!"

Saturday, July 18, 2009

Hakimi aku dari jejak yang kutinggalkan


Ada sebuah kisah mengenai seorang tentara akhirnya pulang kembali ke rumahnya setelah berperang di Vietnam.

Ia menelepon kedua orang-tuanya dari San Fransisco.

"Ibu dan ayah, saya pulang, tetapi saya ingin bertanya dahulu. Saya memiliki seorang teman yang ingin saya bawa bersama saya."

"Tentu saja," jawab mereka, "kami akan senang untuk bertemu dengannya."

"Tapi ada beberapa hal yang kalian perlu ketahui," putranya melanjutkan, "ia sangat terluka dalam pertempuran. Ia melangkah ke area pemboman dan kehilangan sebuah tangan dan sebuah kaki. Ia tak memiliki tujuan kemanapun, dan saya ingin agar ia hidup bersama kita."

"Saya sedih mendengar itu, putraku. Mungkin kita bisa menolong dia mencarikan tempat lain untuk tinggal."

"Tidak, Ayah dan Ibu. Saya ingin agar ia tinggal bersama kita."

"Putraku," ujar Ayahnya, "kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Seseorang dengan rintangan seperti itu akan menjadi beban yang sangat besar bagi kita. Kita memiliki kehidupan sendiri untuk dijalani, dan kita tidak bisa membiarkan sesuatu seperti ini memasuki kehidupan kita. Saya pikir kamu cukuplah pulang saja dan melupakan pemuda itu. Ia akan menemukan jalannya sendiri untuk menjalani kehidupannya."

Pada saat itu, putranya langsung memutuskan hubungan telepon. Kedua orangtuanya tidak pernah lagi mendengar berita apapun dari dirinya.

Beberapa waktu kemudian, bagaimanapun, mereka menerima telepon dari kepolisian San Fransisco. Putra mereka telah meninggal karena jatuh dari sebuah gedung, kepolisian menjelaskan. Polisi mempercayai bahwa itu adalah bunuh diri. Orangtua yang sedang bersedih itu terbang ke San Fransisco dan dibawa ke rumah jenazah kota tersebut untuk mengidentifikasikan tubuh dari putra mereka. Mereka mengenali dirinya, tetapi semakin bertambah kengerian mereka juga menemukan sesuatu yang tidak mereka ketahui, putra mereka hanya memiliki satu lengan dan satu kaku.

Kedua orangtua di kisah tersebut sama seperti kebanyakan dari kita. Kita menemukan bahwa sangat mudah untuk mencintai mereka yang bernampilan bagus atau asyik untuk berada di dekatnya, tetapi kita juga tidak menyenangi orang-orang yang mengganggu atau membuat kita merasa tidak nyaman. Kita akan memilih untuk menjauh dari orang yang tidak sama sehatnya, sama kerennya, atau sama pintarnya dengan kita.

Syukurnya, ada seseorang yang tidak memperlakukan kita seperti itu. Seseorang yang mencintai kita tanpa syarat yang menyambut kita dalam keluarga selamanya, tanpa mempedulikan betapa berantakannya kita.

Malam ini, sebelum Anda menyelimutkan diri Anda di malam hari, ucapkan sebuah kata doa kecil bahwa Tuhan akan memberikan Anda kekuatan yang diperlukan untuk menerima orang sebagaimana diri mereka sendiri, dan menolong kita untuk lebih mengerti orang yang berbeda dengan kita!!!

Ada sebuah keajaiban yang bernama - Persahabatan - yang menghuni dalam hati. Anda tidak tahu kapan itu terjadi atau bagaimana untuk memulainya. Tetapi Anda tahu pengangkatan khusus yang selalu dibawanya dan Anda menyadari bahwa persahabatan adalah karunia Tuhan yang paling berharga!

Teman-teman adalah perhiasan yang sangat berharga. Mereka membuat Anda tersenyum dan mengajak Anda untuk sukses. Mereka menyediakan telinga, mereka berbagi kata-kata pujian, dan mereka selalu menginginkan untuk membuka hati mereka untuk kita.

Keajaiban matematika terbesar di dunia


Karier berasal dari kata bahasa Inggris, "career", yang berasal dari bahasa Perancis, "carriere", yang berarti suatu jalan atau suatu "highway". Maka dari itu, dalam karier ada peta, ada rencana, ada tujuan yang jelas, kapan kita akan berhenti makan, dan kapan kita akan berhenti untuk mengisi bensin. Organ tubuh yang dipakai dalam berkarier adalah mata.s

Sedangkan, dalam suatu panggilan, organ tubuh yang dipakai adalah telinga. Fokusnya adalah suara. Panggilan esensinya adalah hubungan antara Yang memanggil dan yang dipanggil. Tidak ada tujuan yang dapat dilihat. Mungkin dapat diartikan dengan berserah pada Yang memanggil dalam melakukan segala sesuatu. Tuhan yang merencanakan, bukan kita.

Dalam berkarier, kita butuh persyaratan tertentu. Jika kita dipilih menjadi pemimpin misalnya, kita sebaiknya memiliki setidaknya beberapa persyaratan untuk dapat menjadi seorang pemimpin -- pengalaman memimpin, jiwa pemimpin, dsb.. Lain halnya dengan panggilan, panggilan tidak membutuhkan persyaratan tertentu untuk melakukan sesuatu hal.

Musa mengalami kerancuan saat ia dipanggil untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Ia awalnya mengganggap panggilan itu sebagai karier. Ia ragu apa ia memenuhi syarat menjadi pemimpin. Namun bersyukur, ia akhirnya percaya pada Allah dan menjalani panggilannya itu bukan sebagai karier, namun benar-benar sebagai panggilan -- berserah penuh kepada Allah.

Dan luar biasa apa yang terjadi saat kita berserah penuh pada Allah. Itulah yang dialami Musa -- hal yang luar bisa dan nampaknya mustahil, yang tergambar dari tulisan singakat di bawah ini.

***

Musa dan bangsa Israel berada di tengah gurun, namun apa yang ia harus perbuat untuk mereka? Mereka harus diberi makan, dan memberi makan 2 atau 3 juta orang itu membutuhkan banyak sekali makanan.

Menurut seorang jendral militer, dikatakan bahwa Musa harus memiliki 1.500 ton makanan setiap harinya untuk memberi makan bangsa Israel.

Apakah Anda tahu bahwa untuk membawa makanan sebanyak itu setiap hari, dibutuhkan dua kereta barang, yang masing-masing panjangnya 1 mil! Selain itu, Anda juga harus ingat, mereka ada di tengah gurun, jadi mereka perlu kayu bakar untuk memasak. Untuk itu, dibutuhkan 4.000 ton kayu bakar dan beberapa kereta barang lagi, yang masing-masing panjangnya 1 mil, hanya untuk sehari. Dan coba pikirkan, mereka ada di gurun selama 40 tahun!

Mereka juga perlu air. Jika mereka hanya butuh air untuk minum dan kebutuhan cuci-mencuci, maka air yang dibutuhkan adalah 11 juta galon per hari. Dan kereta barang dengan tanki-tanki air yang panjangnya 1.800 mil dibutuhkan juga hanya untuk mengangkut air!

Selain itu, mereka juga harus menyeberangi Laut Merah yang luas. Jika mereka melalui jalur yang sempit, dalam dua baris, panjang setiap baris adalah 800 mil dan akan butuh waktu 35 hari siang dan malam untuk menyeberanginya. Jadi, harus ada ruang di Laut Merah yang lebarnya 3 mil sehingga mereka bisa berjalan dalam 5.000 barisan/berjajar 5.000 orang untuk menyeberanginya dalam 1 malam.

Setiap mereka berkemah untuk tidur, tanah seluas dua per tiga negara bagian Rhode Island akan diperlukan, atau sekitar 750 mil persegi ... bayangkan! Apakah Anda pikir Musa memikirkan hal itu saat ia meninggalkan Mesir? Saya rasa tidak! Musa percaya pada Tuhan. Tuhan yang menyediakan semuanya itu untuknya.

Kini apakah Anda masih berpikir Allah kesulitan memenuhi segala kebutuhan Anda?

Nilai seikat kembang


Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir didepan kuburan umum. Pria itu berjalan menjuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, "Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!'

Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan dibelakang sopir itu. Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, "Saya Ny. Steven. Saya selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya diatas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya."

"Oh, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kapada Anda. Memang uang yang nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu dipusara anak Anda." Jawab pria itu. "Apa, maaf?" Tanya wanita itu dengan gusar. "Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu disana, karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan sekikat kembang . Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada dirumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahandan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya,"jawab pria itu.

Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi. Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun kearah pos penjaga kuburan. Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berkan bebeerapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebaih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal. Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.

Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!" Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesediahan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.

Thursday, July 16, 2009

Hidup untuk memberi


Di suatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor,
aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur
lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip di sela-sela kepadatan
kendaraan di sebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta.


Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna
biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut, ia menyapa akrab setiap orang,
dari Tukang Koran, Penyapu jalan, Tuna Wisma, sampai Pak Polisi.


Pemandangan itu membuatku tertarik, pikiranku langsung melayang membayangkan apa
yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan?
Kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…??


untuk membunuh rasa penasaranku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai
di seberang jalan, setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak
berbincang-bincang. De, boleh kakak bertanya? Silakan Kak.
Kalau boleh tahu yang barusan adik bagikan ke tukang Koran, tukang sapu,
peminta-minta bahkan Pak Polisi, itu apa..? Oh…itu bungkusan nasi dan sedikit lauk Kak,
memang kenapa Kak!, dengan sedikit heran, sambil ia balik bertanya. Oh…tidak!,
Kakak cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah lama
kenal dengan mereka?


Lalu, adik kecil itu mulai bercerita, Dulu! Aku dan ibuku sama seperti mereka
hanya seorang tuna wisma, setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan
banyak orang, dan seperti Kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai
kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam
hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan,
apabila kami mengingat waktu dulu, kami sangat-sangat sedih, namun setelah ibuku
membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik.


Maka dari itu, Ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah
seperti kita dulu, jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup, kenapa kita
tidak dapat berbagi kepada mereka.


Yang ibuku slalu katakan ”hidup harus berarti buat banyak orang“, karena
pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa, hanya satu
yang kita bawa yaitu kasih kepada sesama serta amal dan perbuatan baik kita,
kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang,
kenapa kita harus tunda.


Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat, hari ini kita memiliki segalanya,
namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta, ”Apa yang kita bawa?”.
Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hati, saat itu juga aku merasa lebih bodoh
dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu.


Yah…Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepadaMu.
Hanya kasih yang sempurna serta iman dan pengaharapan kepada-Mulah yang dapat
mengiringku masuk ke surga. "Terimah kasih adik kecil, kamu adalah malaikatku yang
menyadarkan aku dari tidur nyenyakku ..


Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan
diri dan tidak sombong, ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan
diri sendiri, ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain, ia tidak bersuka
cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran ia menutupi segala sesuatu,
percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
kasih tidak berkesudahan.


Lakukanlah perkara-perkara kecil, dengan membagikan cerita ini kepada semua orang,
Semoga hasil yang didapat dari hal yang kecil ini berdampak besar buat banyak orang.


Author: Unknown

RiE Lee
"when life gives you 100 reasons to cry
show life that you have 1000 reasons to smile..
Face your past without regret..
Handle your present with confidence..
Prepare for future without fear"

Monday, July 13, 2009

Kisah sarang burung


Seorang pria berdiri di sisi jalan dengan sebuah kandang burung yang sangat besar. Seorang anak lelaki muda memperhatikan bahwa kandang tersebut penuh dengan banyak burung yang berbagai jenis. "Darimana Anda mendapatkan semua burung itu?" tanyanya.

"Oh, dari semua tempat," pria itu menjawab. "Saya pikat mereka dengan remah-remah, berpura-pura saya adalah teman mereka lalu ketika mereka mendekat, saya jaring mereka dan masukkan mereka ke dalam kandang saya."

"Dan apa yang akan Anda lakukan dengan mereka sekarang?"

Pria itu menyeringai, "Saya akan menjorokkan mereka dengan stik-stik, dan membuat mereka sangat marah hingga mereka bertengkar dan saling membunuh satu sama lain. Semua yang bertahan, saya akan bunuh. Tak ada yang akan selamat."

Anak laki-laki itu melihat terus-menerus kepada sang pria. Apa yang membuat dia menjadi seperti itu? Ia melihat kepada dua bola mata yang kejam dan tajam. Lalu ia melihat kepada burung-burung di kandang, tanpa pertahanan, tanpa harapan.

"Bisakah saya membeli burung-burung tersebut?" anak pria itu bertanya.

Pria tersebut seperti menyembunyikan sebuah senyuman, meyakini bahwa ia bisa bermain bagus jika ia mempermainkan kartunya dengan baik. "Baiklah," ia menjawab agak ragu, "Kandang ini sendiri sudah cukup mahal, dan saya sudah menghabiskan banyak waktu mengkoleksi burung-burung itu, saya mengatakan kepada kamu apa yang akan saya lakukan, saya akan memberikan kepada Anda kapling tempat kandangnya, burung-burungnya, kandangnya, dan semuanya untuk sepuluh pound dan jaket yang sedang kamu kenakan."

Anak lelaki itu terdiam sejenak, sepuluh pound sudah semua yang ia miliki, dan jaketnya itu masih baru dan sangat spesial, kenyataannya itu adalah miliknya yang paling berharga. Dengan lambat, ia mengeluarkan sepuluh pound dan mengulurkannya, lalu dengan lebih lambat lagi ia mencopot jaketnya, melihatnya sebentar lalu mengulurkan jaket itu juga.

Lalu ia membuka pintu dan membiarkan burung-burung itu bebas.

Musuh dari dunia ini, setan, berada di pinggir jalan kehidupan dengan sebuah kandang yang sangat besar sekali. Pria yang mendatangi ia memperhatikan bahwa itu penuh berjejalan dengan orang-orang dari berbagai tipe, muda, tua, dari beragam ras dan bangsa. "Darimana Anda mendapatkan semua orang ini?" pria itu bertanya.

"Oh, dari berbagai penjuru dunia," jawab setan. "Saya goda mereka minuman, obat-obatan, nafsu, kebohongan, amarah, kebencian, cinta akan uang dan semua perilaku buruk. Saya berpura-pura bahwa saya adalah teman mereka, keluar untuk memberikan waktu yang menyenangkan, lalu saya jerat mereka, ke dalam kandang dimana mereka masuk."

"Lalu apa yang akan Anda lakukan dengan mereka semua sekarang?" tanya sang pria.

Setan pun menyeringai. "Saya akan menyodok mereka, memprovokasi mereka, membuat mereka saling membenci dan menghancurkan satu sama lain; saya akan memegang kendali atas kebencian rasial, menentang hukum dan peraturan yang ada; saya akan membuat orang menjadi bosan, sendiri, tidak merasa puas, bingung, dan kurang istirahat. Itu sangat mudah. Orang akan selalu mendengar apa yang saya tawarkan kepada mereka dan (yang lebih baik lagi) menyalahkan Tuhan akan apa yang menimpa mereka!"

"Lalu apa?" pria itu bertanya.

"Bagi yang tidak menghancurkan diri mereka sendiri, akan saya hancurkan. Tak akan ada yang terlewat dari saya."

Pria itu melangkah maju, "Bisakah saya membeli orang-orang itu darimu?" tanyanya.

Setan menggertak, "Ya, tetapi itu akan membuat Anda harus membayar dengan hidup Anda."

Maka Yesus Kristus, Putra Allah, telah membayar untuk pembebasanmu, kebebasanmu dari jeratan Setan, dengan hidupNya sendiri, di salib Kalvari. Pintu telah terbuka, dan siapapun, yang setan telah tipu dan tangkap, dapat terbebaskan.

Paruh Rajawali


Rajawali adalah burung yang istimewa, bahkan mendapat tempat khusus di dalam Alkitab. Keistimewaannya bukan saja karena kekuatan sayapnya, yang memang dimilikinya karena "didikan" yang keras dan luar biasa, namun juga karena paruhnya yang kuat dan kokoh.

Paruh rajawali amat kuat sehingga burung itu ditakuti dan disegani. Tapi, tahukah Anda apa yang terjadi dengan paruh rajawali setelah melewati tahun-tahun panjang? Paruh yang kuat itu bisa melapuk dan akhirnya tidak mampu lagi dipergunakan untuk memangsa hewan lain. Jika keadaan ini berjalan terus, tentu rajawali itu tidak akan memperoleh makanan dan akhirnya matilah ia.

Itu sebabnya rajawali kemudian dengan sengaja mematahkan paruhnya itu ke cadas hingga hancur. Justru setelah paruh lamanya hancur, ia harus bertahan sejenak, dan kemudian tumbuhlah paruh yang baru dan kuat. Rajawali itu menjadi kuat kembali. Hanya dengan cara demikianlah ia bisa terus bertahan hidup lama.

Pembaharuan juga bisa terjadi dalam kehidupan kita, dan itu dikerjakan langsung oleh Allah. Iman kita bisa saja menjadi rapuh karena mandeg dan tidak berkembang lagi. Namun, Allah senantiasa mengajar kita untuk mau dan mampu memperbaharui kehidupan iman kita, sehingga kita menjadi muda kembali, bertenaga dan dinamis.

Bagaimana dengan kehidupan iman Anda? Adakah hal-hal yang rapuh dan mandeg karena tidak kita jaga dan kembangkan? Mintalah pada Tuhan agar Ia memperbaharui kita. Walau itu berarti "paruh iman" kita harus hancur ketika mengalami didikan Allah yang keras. Semua itu menghasilkan paruh baru yang muncul dari kehidupan iman kita yang kembali bergairah, hidup dan dinamis. Bersediakah Anda?

5 kwalitas PENSIL


Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?" Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, "Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai." "Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.

Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. "Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini." "Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini." Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

"Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar"..

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

Friday, July 10, 2009

Kisah Sukses Estee Lauder


"Saya tidak mencapai sini dengan bermimpi atau memikirkan tentang ini. Saya sampai disini dengan melakukannya." - Estee Lauder



Estee Lauder membangun kerajaan bisnis kosmetik berdasarkan motto, "Tidak ada wanita yang tidak cantik, hanya wanita yang kurang terawat." Dengan menyakinkan yang "tidak terawat" itu mereka bisa menjadi cantik - dengan sedikit pertolongan dari produk-produknya - ia mengambil peran raksasa dalam dunia kosmetik dan menang. Memulai tidak lebih dari sebuah mimpi, dengan ambisi yang luar biasa, selera bagus, keteguhan, marketing inovatif, dan kerja keras, visioner kreatif ini menjadi wanita yang terkaya berkat kerja kerasnya sendiri di Amerika dan menciptakan sebuah dinasti keluarga yang terus berlanjut hingga hari ini.

Terima kasih kepada latar belakang romantis mistikal yang ia ciptakan untuk dirinya sendiri, sedikit yang mengetahui kehidupan masa kecil Estee Lauder hingga tahun 1985. Selama beberapa tahun, dengan sangat gembira ia salah mengarahkan media dengan kisah-kisah mengklaim ia adalah seorang berlatar-belakang bangsawan yang sopan. Hanya ketika sebuah biografi tak resmi yang mengancam untuk mengekspos kebenaran Estee Lauder "akui sepenuhnya," muncul ke media cetak sebuah otobiografi berjudul Estee: A Success Story.

Lahir sebagai Josephine Esther Mentzer pada tahun 1908, calon Grand Dame Kecantikan ini bertumbuh di area Corona dari Queens, New York. Latar belakangnya memanglah seorang Eropa - orang-tuanya, Max Mentzer dan Rose (Schotz) Mentzer, adalah imigran-imigran Yahudi dari Hungaria dan Czechoslovakia, tetapi mereka jauh dari kelas atas. Ayahnya memiliki toko peralatan berat, dimana dari situlah keluarganya hidup.

Dalam otobiografinya, Lauder mengakui sebagai seorang anak ia malu akan gaya hidup orangtuanya yang kampungan dan sangat berlogat Inggris. "Keduanya sangat Eropa dengan cara yang sangat medok," tulisnya, "dan saya sangat menginginkan untuk menjadi Amerika 100 persen." Bekerja di toko ayahnya menanamkan pengetahuan kepada Estee Lauder akan dunia ritel dan kewirausahaan di usia muda. Tetapi apa yang sebenarnya ia mimpikan adalah "menjadi seorang aktris - seperti lampu-lampu sorot, bunga-bunga, pria tampan," jelasnya.

Tak lama setelah Perang Dunia I meletus, paman Lauder, John Schotz, datang untuk hidup dengan keluarga Lauder. Seorang ahli kimia yang spesialisasi membuat sendiri produk perawatan kulit "rahasia"-nya, Schotz membangun laboratorium pengganti sementara dalam sebuah kandang kecil di belakang rumah keluarga Mentzer dan mulai membuat krim-krimnya dengan Estee muda di sampingnya. "Saya melihat jalur saya sebenarnya dalam Paman John saya... Saya menyimak dan mempelajarinya."

Berketetapan untuk menjadi seorang ilmuwan, Lauder menunjukkan barang-barang pamannya ke teman-teman sekelasnya di Newton High School, untuk memberikan kepada mereka make-over lengkap untuk membuktikan kualitas dari produk-produk pamannya. Ia belajar marketing dan merchandising dimulai dari usia sangat muda, mengatakan, "Untuk menjual sebuah krim, Anda menjual sebuah mimpi pada awal hari."

Tetapi sebelum ia mencapai mimpinya untuk menjadi spesialis perawatan kulit glamor, Estee bertemu dan menikah dengan Joseph Lauter, seorang penjual tekstil sukses moderat, dan pindah dengannya ke Manhattan. Tak lama setelah itu, pasangan itu mengadopsi lafal dari nama keluarga asli Austria mereka, Lauder, yang selanjutnya menambahkan kepercayaan akan klaim Estee yang salah bahwa ia lahir di Wina.

Di sepanjang tahun-tahun awal pernikahannya dan bahkan setelah kelahiran dari anak pertamanya, Leonard, pada tahun 1933, Lauder melanjutkan untuk memperhalus dan meningkatkan krim-krim pamannya, memasak krim-krim di kompor dapurnya. Untuk menciptakan sebuah pasar bagi produknya, ia memberikan demonstrasi-demonstrasi dan make over gratis di salon-salon, hotel-hotel, stasiun kereta, dan bahkan jalanan. Ia juga mulai mengunjungi rumah-rumah dari klien-kliennya, dimana ia bisa membangun pertemanan dan menjual lebih banyak krim. Itu tidak lama sebelum akhirnya Lauder menjadi tamu tetap dalam daftar tamu dari nyonya rumah kota New York paling berpengaruh.

Menyadari bahwa kontak-kontak sosial penting dalam bisnis kecantikan, Lauder memutuskan untuk menjadikan mimpi-mimpi masa kecilnya menjadi nyata dengan menjadi seorang wanita akan perbaikan dan terhormat. Melalui pembuatan dan penataan dari kebenaran dan dengan berpakaian seperti pelanggan-pelanggan mereka dan meniru perilaku mereka, Lauder menjadikan dirinya wanita kecantikan yang anggun dan sopan - sebuah peran yang dengan cepat menjadi tak dapat dibedakan dari kenyataan. Tetapi dalam pemikirannya sendiri akan pencarian jual-menjual, pernikahannya meretak, hingga akhirnya berakhir cerai pada tahun 1939.

Setelah perceraiannya, Lauder pindah ke Miami Beach, Florida, dimana ia melanjutkan untuk menjual produk-produk kulitnya kepada para pelancong kaya. Ia juga memiliki hubungan dengan beberapa pria kaya dengan harapan dapat membantu bisnisnya. Tetapi itu terjadi. Setelah tiga tahun mencari pangeran kaya untuk menjadikan mimpinya nyata, ia mulai merasa lelah akan pengejaran itu dan menyadari bahwa ia merindukan mantan suaminya. Ironisnya, adalah penyakit yang membawa pasangan ini bersama lagi.

Ketika Leonard datang dengan penyakit gondoknya, Joseph dan Estee bersatu kembali sebagai ayah dan ibu. Percikan terjadi, dan mereka menikah kembali pada tahun 1942, setuju untuk melanjutkan bisnis kosmetik bersama - dengan Estee bertugas dalam marketing dan pengembangan produk dan Joe menangani keuangan, produksi, dan administrasi.

Pasangan ini membuka toko pertama mereka di New York pada tahun 1944. Setelah sejumlah waktu pada Desember tahun itu untuk memberikan kelahiran bagi putra kedua mereka, Ronald, Estee langsung kembali bekerja, secara resmi membentuk Estee Lauder Inc. pada tahun 1946. Dalam kebutuhan produksi dan fasilitas-fasilitas penyimpanan, keluarga Lauders mengubah sebuah restoran Manhattan menjadi sebuah pabrik. Estee berjualan sepanjang hari dan memasak krim-krim dan minyak-minyak untuk produk-produknya di atas kompor-kompor restoran di malam hari.

Dan apa yang membuktikan sebagai pergerakan marketing yang jenius, Estee memutuskan untuk menjual produk-produknya hanya melalui department-department store kelas atas. Target pertamanya adalah Saks Fifth Avenue. Ia meyakinkan Saks untuk menaruh order besar untuk krim-krim kulitnya, dimana toko tersebut menjual habis hanya dalam dua hari. Kesuksesannya dengan Saks meyakinkan Estee bahwa ia bisa berkompetisi dengan para raksasa kosmetik seperti Revlon, Helena Rubinestein dan Elizabet Arden. Ia menjadi seorang pedagang persuasif yang suka keliling berdedikasi untuk mempenetrasikan setiap department store di Amerika Serikat yang pas dengan produknya.

Ambisi dan dedikasinya mulai terbayar di akhir tahun 1950an, sebagaimana merk Estee Lauder menjadi fitur reguler di toko-toko prestisius seperti I. Magnin, Marshall Field's, Nieman-Marcus and Bonwit Teller. Tetapi perusahaan masihlah kecil jika dibandingkan dengan para raksasa tersebut. Berketetapan untuk mengubah ini, Lauder memulai sebuah strategi promosi inovatif. Beralih dari satu perusahaan periklanan ke perusahaan lain dikarenakan ukuran kecil dari akun mereka, keluarga Lauder mulai menginvestasikan seluruh budget periklanan mereka yang sejumlah $50.000 menjadi sampel-sampel yang ditawarkan melalui direct mail, hadiah-hadiah amal dan sebagai hadiah dengan pembelian. (Teknik Lauder yakni "hadiah dengan pembelian" menjadi trademark perusahaan dan selanjutnya, menjadi standar praktik industri). Hasilnya adalah ribuan pelanggan baru.

Tetapi titik balik yang sebenarnya bagi perusahaan terjadi pada tahun 1953 ketika Lauder pertama kali memperkenalkan parfumnya - Youth Dew, sebuah sabun mandi yang juga merangkap sebagai parfum. Seharga hanya $8.50, Youth Dew adalah kemewahan terjangkau bagi kebanyakan wanita, dan penjualan membesar dari beberapa ratus dolar per minggu menjadi ribuan. Pada pertengahan 1950an, Youth Dew menghitung untuk 80 persen dari penjualan Estee Lauder dan telah mentransformasikan perusahaan yang berkembang ini menjadi sebuah bisnis jutaan dolar.

Sepanjang tahun 1960an, Lauder melanjutkan untuk memperlebar merek produknya, memperkenalkan (di antara hal lainnya) peralatan mandi pria dibawah nama brand Aramis dan merek pertamanya yang berorientasi fesyen, kosmetik terbukti tes alergi, Clinique. Sebagai tambahan, Lauder menyiapkan untuk menaklukkan dunia, meyakinkan Harrods di London dan Galleries Lafayette di Paris untuk membawa produk-produknya. Pada pertengahan 1970an, produk-produk Lauder berada di pasaran pada lebih dari 70 negara.

Perusahaan pun meneruskan kemakmurannya sepanjang 1980an dan 90an, menjadi perusahaan kosmetik terbesar ketiga di Amerika - dengan 10.000 karyawan dan penjualan hingga $2 milyar. Pada tahun 1999, produk-produk Estee Lauder terhitung hampir 50 persen terjual di semua ritel kecantikan di Amerika.

Penjaja keliling krim kulit yang berjuang ini sekarang telah pensiun, dengan keuntungan bersih dari inovasinya - kecantikan dalam kendi kecil - sekitar $5 milyar, menurut majalah Fortune. Meskipun putranya Leonard dan cucu-cucunya sekarang menguasai ruang-ruang eksekutifnya, Estee Lauder tetap diingat sebagai jenius kreatif dan roh pendorong perusahaan. Pengusaha klasik dan inovator yang menolak untuk mendengar para ahli, mental pengambil resiko Lauder dan menolak untuk berdiam nyaman untuk sesuatu yang sedikit daripada yang terbaik telah mengubah dunia distribusi kosmetik. Tetapu Lauder sendiri menjelaskan rahasia kesuksesannya dengan sederhana: "Saya adalah seorang wanita dengan sebuah misi dan tulus-ikhlas dalam mengejar mimpi saya."

Sumber : entrepreneur.com & www.jawaban.com