
kumpulan ilustrasi kotbah,ilustrasi kristen, ilustrasi kotbah kristen, humor dan artikel rohani , yang dapat digunakan untuk tambahan materi kotbah.
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yohanes 15 : 16 )
Saturday, October 16, 2010
Belajar Dari Seekor BERUANG

Monday, October 11, 2010
Dibalik Lagu SEMUA BAIK

Lagu rohani yg berjudul “SEMUA BAIK” ini diciptain pada Tahun 1991 oleh “BUDI HARYANTO”. Seorang Pelayan Tuhan yg Setia. Namun, Sang Pencipta lagu ini sendiri, Justru ga pernah dengarin Lagu karyanya, sang pencipta lagu ini pun ga pernah tahu kalo lagunya menjadi berkat banyak orang, dan sang pencipta lagu ini pun ga pernah tahu hingga sekarang kalo lagunya pernah BOOMING di Tahun 2006 dan memberkati Indonesia, Jepang, dan Inggris.
Tapi, setelah bertahun-tahun berpisah. Dan Tepat pada Tgl 12 April 2000. Budi Haryanto pun udah dipanggil Tuhan berpulang ke Surga dan meninggalkan Istri-nya yg bernama Yani dan anaknya Michael.
Dibalik Lagu JanjiMu Seperti Fajar

Dan, sekarang saya benar-benar merasakan pemulihan yang Tuhan kerjakan di dalam hidupku, bahkan saya juga tidak menyangka bahwa lagu “JanjiMu Seperti Fajar” menjadi lagu terbaik Indonesia Gospel Music Award 2006, menjadi theme song sebuah sinetron dengan judul yang sama, dan Tuhan memelihara hidup kami sekeluarga juga melalui lagu tersebut.
Friday, October 08, 2010
Batu Kecil

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.
Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.
Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, dia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya.
Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali.
Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama. Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu.
Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.
Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya.
Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya.
Karena itu, agar kita selalu mengingat kepadaNya, Tuhan sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.
LOVE is Wonderful

Alkisah, terdapat seorang kakek yg sedang membersihkan rumahnya, alangkah terkejutnya kakek ini ketika ia hendak membersihkan rongga antara lemari dengan dinding, perhatiannya tertuju kepada seekor cicak yg masih dalam kondisi hidup dipenuhi debu yg melekat di sekujur tubuhnya dan menempel pada perekat sebuah amplop surat di rongga antara lemari dengan dinding tersebut. Kemudian ia memperhatikan dengan teliti akan amplop surat tersebut, ternyata amplop surat tersebut merupakan surat yg pernah di terima kakek tersebut satu tahun yg lalu.
Perhatian kakek ini kemudian beralih kepada bagaimana mungkin bisa seekor cicak yg menepel pada perekat sebuah amplop dalam kurun waktu yg cukup lama dapat tetap bertahan hidup, kemudian kakek ini diam-diam mengamati cicak yang tetap dibiarkannya menempel pada amplop sebuah surat tersebut. Setelah beberapa saat kakek ini menunggu dan mengamati cicak tersebut, sampai suatu saat muncullah seekor cicak yg lain dengan membawa makanan di mulutnya dan berjalan menghapiri cicak yg malang tersebut, apa yang terjadi? Gumam kakek ini dalam hatinya “mungkin cicak ini hanya numpang lewat atau just to see akan apa yg terjadi dengan cicak yg malang tersebut”, tetapi yang terjadi justru diluar dugaan kakek tersebut si cicak tersebut menyerahkan makanan yg dibawanya tersebut kepada cicak yg malang dan menunggunya sampai si malang memakannya.
Setelah kakek ini melihat dan mengamati kejadian tersebut, ia pun menjadi kagum kepada apa yg mendorong si cicak untuk menolong cicak yg malang tersebut dengan cara mensuplai makanan untuk sekian waktu lamanya. Apa yg menjadi pendorong tersebut, lama kakek ini memikirkan sampai pada akhirnya kepada satu kata yg tepat “CINTA” or “LOVE”.
Dari ilustrasi di atas maka kita dapat melihat betapa besar karunia Tuhan yg diberikanNya kepada ciptaanNya…Bahkan seekor cicak pun dapat memberikan dan menunjukkan “CINTA” kepada cicak yg malang, bagaimana dengan kita ya? kita adalah manusia ciptaanNya yang paling sempurna tetapi apakah kita sudah memberikan dan menunjukkan “CINTA” kepada sesama?
Never Give Up

Abraham Lincoln adalah contoh seorang yang ulet dan pantang menyerah. Walau mengalami banyak kegagalan dalam hidupnya, ia bangkit kembali dan tidak putus asa. Lihatlah catatan kehidupannya yang dipenuhi kegagalan:
1816 – Keluarganya diusir dari rumahnya, sehingga ia harus bekerja.
1818 - Ibunya meninggal dunia.
1831 – Bisnisnya gagal total.
1833 – Meminjam uang untuk memulai bisnis dan bangkrut pada tahun yg sama. Ia harus melunasi hutangnya selama 17 tahun.
1834 – Menang dalam Dewan Perwakilan.
1835 – Bertunangan, namun tunangannya meninggal dan ia patah hati.
1836 – Mengalami nervous breakdown dan harus berbaring di tempat tidur selama 6 bulan.
1838 – Ingin menjadi Speaker of State Legislature, tapi gagal.
1840 – Ingin menjadi Elector, tapi gagal.
1843 – Ingin menjadi anggota Kongres, tapi gagal.
1846 – Akhirnya berhasil menjadi anggota Kongres.
1848 – Gagal untuk dipilih kembali sebagai anggota Kongres.
1849 – Melamar pekerjaan sebagai land officer, tapi ditolak.
1854 – Ingin menjadi anggota Senat, tapi gagal.
1856 – Mencalonkan diri untuk menjadi Wakil Presiden, hanya mendapat kurang dari 100 suara.
1858 – Kembali mencoba untuk menjadi anggota senat, tapi kalah.
1860 – Menjadi Presiden Amerika Serikat.
Satu kunci keberhasilannya, yaitu ia tidak melihat kegagalannya sebagai satu kejatuhan dan akhir dari segalanya. Lincoln berkata, "Jalan hidup yang saya lalui memang licin dan saya sering tergelincir.
Tetapi saya bangkit lagi dan berkata kepada diri saya sendiri, 'Saya hanya tergelincir dan bukannya jatuh, sehingga tidak ada alasan bagi saya untuk
tidak bangkit lagi.'"
Tetap semangat teman..
Jangan pernah menyerah
Permen Plong

Tahu permen Polo? Itu loh, permen mint yang memiliki lubang di tengahnya? Tahu dong. Tapi tahukah saudara bahwa ide membuat permen itu terjadi karena salah buat?
Seorang pebisnis permen coklat bernama Clanence A.C sedang terancam bangkrut, lalu muncul idenya mencetak permen mint yang padat. Karena kesalahan pada mesin cetak permen, justru yang keluar adalah permen gepeng berbentuk cincin, ia memberi nama permen itu "Life Savers" dan menjualnya. Keunikan itu malah mengantarnya jadi pebisnis kaya. Mulai 1912-1980 diperkirakan permen itu telah terjual 30 milyar keping, kalau ditata berdampingan cukup untuk perjalanan bumi - bulan sebanyak 3x.
Di Indonesia permen yang mengadopsi ide "Life Saver" diantaranya POLO. Ide yang sebenarnya ngga pernah terpikirkan...
(Hati-hati dengan ide 'konyol'mu karena itu 'mungkin' jalan sukses dari Tuhan untukmu. Mungkin itu 'Life Saver' buatmu. Who knows?)
Tuesday, October 05, 2010
Membuat Perubahan

Saya seorang mantan guru sekolah musik dari Des Moines, Iowa. Saya mendapat nafkah dengan mengajar piano – selama lebih dari 30 tahun. Selama itu, saya menyadari tiap anak punya kemampuan musik yang berbeda. Tapi saya tidak pernah merasa telah menolong walaupun saya telah mengajar beberapa murid berbakat.
Walaupun begitu, saya ingin bercerita tentang murid yang “tertantang secara musik”. Contohnya adalah Robby.
Robby berumur 11 tahun, ketika ibunya memasukkan dia dalam les untuk pertama kalinya. Saya lebih senang kalau murid (khususnya laki-laki) mulai ketika lebih muda, saya jelaskan itu pada Robby. Tapi Robby berkata, ibunya selalu ingin mendengar dia bermain piano. Jadi saya jadikan dia murid.
Robby memulai les pianonya dan dari awal saya pikir dia tidak ada harapan. Robby mencoba, tapi dia tak mempunyai perasaan nada maupun irama dasar yang perlu dipelajari. Tapi dia mempelajari benar-benar tangga nada dan beberapa pelajaran awal yang saya wajibkan untuk dipelajari semua murid.
Selama beberapa bulan, dia mencoba terus dan saya mendengarnya dengan ngeri dan terus mencoba menyemangatinya. Setiap akhir pelajaran mingguannya, dia berkata, “Ibu saya akan mendengar saya bermain pada suatu hari.”
Tapi rasanya sia-sia saja. Dia memang tak berkemampuan sejak lahir. Saya hanya mengetahui ibunya dari jauh ketika menurunkan Robby atau menjemput Robby. Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan tapi tidak pernah turun.
Pada suatu hari, Robby tidak datang lagi ke les kami. Saya berpikir untuk menghubunginya, tapi karena ketidakmampuannya, mungkin dia mau les yang lain saja. Saya juga senang dia tidak datang lagi. Dia menjadi iklan yang buruk untuk pengajaran saya!
Beberapa minggu sesudahnya, saya mengirimkan brosur ke tiap murid, mengenai pertunjukan yang akan dilaksanakan. Yang mengagetkan saya, Robby (yang juga menerima brosur) menanyakan saya apakah dia bisa ikut pertunjukan itu. Saya katakan kepadanya, pertunjukan itu untuk murid yang ada sekarang dan karena dia telah keluar, tentu dia tak bisa ikut. Dia katakan bahwa ibunya sakit sehingga tak bisa mengantarnya ke les, tapi dia tetap terus berlatih.
“Bu Hondrof.. saya mau main!” dia memaksa.
Saya tidak tahu apa yang membuat saya akhirnya membolehkan dia main di pertunjukan itu. Mungkin karena kegigihannya atau mungkin ada sesuatu yang berkata dalam hati saya bahwa dia akan baik-baik saja.
Malam pertunjukan datang. Aula itu dipenuhi dengan orang tua, teman, dan relasi. Saya menaruh Robby pada urutan terakhir sebelum saya ke depan untuk berterima kasih dan memainkan bagian terakhir. Saya rasa kesalahan yang dia buat akan terjadi pada akhir acara dan saya bisa menutupinya dengan permainan dari saya.
Pertunjukan itu berlangsung tanpa masalah. Murid-murid telah berlatih dan hasilnya bagus. Lalu Robby naik ke panggung. Bajunya kusut dan rambutnya bagaikan baru dikocok.
“Kenapa dia tak berpakaian seperti murid lainnya?” pikir saya. “Kenapa ibunya tidak menyisir rambutnya setidaknya untuk malam ini?”
Robby menarik kursi piano dan mulai. Saya terkejut ketika dia menyatakan bahwa dia telah memilih Mozart’s Concerto #21 in C Major. Saya tidak dapat bersiap untuk mendengarnya.
Jarinya ringan di tuts nada, bahkan menari dengan gesit. Dia berpindah dari pianossimo ke fortissimo… dari allegro ke virtuoso. Akord tergantungnya yang diinginkan Mozart sangat mengagumkan! Saya tak pernah mendengar lagu Mozart dimainkan orang seumur dia sebagus itu!
Setelah enam setengah menit, dia mengakhirinya dengan crescendo besar dan semua terpaku disana dengan tepuk tangan yang meriah. Dalam air mata, saya naik ke panggung dan memeluk Robby dengan sukacita.
“Saya belum pernah mendengar kau bermain seperti itu, Robby! Bagaimana kau melakukannya?”
Melalui pengeras suara Robby menjawab, “Bu Hondorf.. ingat saya berkata bahwa ibu saya sakit? Ya, sebenarnya dia sakit kanker dan dia telah berlalu pagi ini. Dan sebenarnya.. dia tuli sejak lahir jadi hari inilah dia pertama kali mendengar saya bermain. Saya ingin bermain secara khusus.”
Tidak ada satu pun mata yang kering malam itu. Ketika orang-orang dari Layanan sosial membawa Robby dari panggung ke ruang pemeliharaan, saya menyadari meskipun mata mereka merah dan bengkak, betapa hidup saya jauh lebih berarti karena mengambil Robby sebagai murid saya.
Tidak, saya tidak pernah menjadi penolong, tapi malam itu saya menjadi orang yang ditolong Robby. Dialah gurunya dan sayalah muridnya. Karena dialah yang mengajarkan saya arti ketekunan, kasih, percaya pada dirimu sendiri, dan bahkan mau memberi kesempatan pada seseorang yang tak anda ketahui mengapa.
Peristiwa ini semakin berarti ketika, setelah bermain di Desert Storm, Robby terbunuh oleh pengeboman yang tak masuk akal oleh Alfred P. Murrah Federal Building di Oklahoma pada April 1995, ketika dilaporkan… dia sedang main piano.
Kita semua mempunyai ribuan kesempatan tiap hari untuk menyadari rencana Tuhan. Banyak sekali interaksi antara dua orang memberi kita suatu pilihan: Apakah kita meneruskan percikan Ilahi? Atau kita membiarkan kesempatan itu, dan membiarkan dunia semakin dingin dalam prosesnya?
Saturday, October 02, 2010
Masih Ada Harapan

Di Brooklyn, New York, Cush adalah sebuah sekolah luar biasa bagi anak-anak cacat. Beberapa anak tetap tinggal di Cush selama masa sekolahnya. Sedangkan yang lain diperbolehkan melanjutkan ke sekolah biasa.
Pada suatu malam pengumpulan dana, salah seorang ayah yang anaknya bersekolah di Cush memberikan pidato yang tak terlupakan oleh para hadirin.
Setelah memuji sekolah dan para staff yang telah menunjukkan dedikasinya yang tinggi, ia menangis, "Dimanakah kesempurnaan diri anak saya, Shay ? Bukankah semua yang Tuhan ciptakan adalah sempurna ? Tetapi mengapa anak saya tidak bisa mengerti sebagaimana anak-anak lain ? Mengapa anak saya tidak bisa mengingat angka dan gambar sebagaimana anak-anak lain ? Dimanakah kesempurnaan Tuhan ?"
Para hadirin amat terkejut, tersentuh dengan kesedihan si ayah dan terdiam oleh pertanyaan itu."Saya percaya," jawab si ayah, "bahwa ketika Tuhan melahirkan seorang anak seperti anak saya ke dunia ini, kesempurnaan yang dicarinya terletak pada bagaimana perlakuan orang-orang lain terhadap anak itu".Kemudian ia menceritakan kisah berikut ini mengenai anaknya, Shay.
Suatu sore, Shay dan ayahnya berjalan-jalan melintasi taman dimana beberapa anak lelaki yang Shay kenal sedang bermain Baseball. Shay memohon pada ayahnya, "Yah, menurut ayah, apakah mereka membolehkan saya ikut bermain ?"
Ayah Shay mengerti bahwa anaknya tidak memiliki kemampuan atletik dan pasti semua anak lelaki takkan mengijinkan bermain dalam tim mereka. Tetapi, ayah Shay mengerti juga bahwa jika anaknya bisa ikut bermain maka Shay akan merasakan kebahagiaan bisa turut memiliki. Kemudian, ayah Shay mendekati seorang anak lelaki yang ada di lapangan itu dan bertanya kalau-kalau Shay boleh ikut bermain. Anak lelaki itu melihat ke sekeliling meminta pertimbangan dari rekan-rekan lainnya. Karena tak ada yang memberikan pertimbangan, ia memutuskan sendiri dan katanya, "Kami sedang kalah enam angka, sedangkan pertandingan ini berlangsung sembilan inning. Saya pikir anak anda bisa bergabung dalam tim. Kami akan menempatkannya sebagai pemukul di inning ke sembilan."
Ayah Shay amat senang. Shay pun tersenyum lebar. Shay diminta untuk mengena kan sarung tangan dan menunggu di barisan tunggu luar lapangan. Di akhir inning ke delapan, tim Shay memperoleh beberapa angka tetapi tetap tertinggal tiga angka dari tim lawan. Kemudian di inning ke sembilan mereka memperoleh angka lagi. Dua orang berhasil berdiri di base dan siap-siap untuk memperoleh kemenangan angka. Kini tiba giliran Shay memukul. Apakah tim Shay akan benar-benar memasukkan Shay sebagai pemukul berikutnya dan mengambil resiko untuk kemenangan mereka yang sudah berada di dalam genggaman ?
Amat mengejutkan, Shay diijinkan untuk memukul. Semua orang tahu bahwa hal itu hampir-hampir mustahil karena Shay sama sekali tidak tahu bagaimana memegang tongkat pemukul baseball. Bagaimana pun Shay maju ke papan pemukul, pitcher bergerak beberapa langkah dan melemparkan bola itu perlahan ke arah Shay sehingga memungkinkan Shay untuk menyentuh bola itu.
Lemparan pertama dilakukan. Shay memukul tanpa arah dan gagal. Salah seorang teman Shay mendekati dan bersama-sama mereka memegang pemukul itu dan menghadapi sang pitcher yang sudah bersiap-siap untuk melemparkan bola kedua.Sekali lagi si pitcher maju beberapa langkah dan melemparkan bola itu dengan perlahan sekali ke arah Shay.
Ketika bola dilemparkan, Shay dan rekannya yang membantu memegangi tongkat pemukul itu akhirnya bisa memukul bola itu perlahan sekali ke arah pitcher.Sang pitcher menangkap bola yang menggelinding di tanah dengan perlahan. Iaharus melemparkan bola itu ke penjaga di base pertama. Dengan demikian Shay bisa saja gagal mencapai base pertama, keluar dari pertandingan dan timnya pasti menderita kekalahan.
Tapi apa yang terjadi ? Si Pitcher melemparkan bola itu ke kanan jauh ke atas melewati kepala penjaga base pertama sehingga tak terjangkau. Semua orang lalu berteriak-teriak, "Shay, ayo lari ke base pertama. Lari ke base pertama".Belum pernah selama hidupnya Shay lari ke base pertama. Ia tergesa-gesa lari ke base pertama, bola matanya berbinar-binar. Ketika ia tiba di base pertama, penjaga base di sebelah kanan memungut bola. Ia bisa saja melemparkan bola itu ke penjaga base kedua yang akan mengalahkan Shay, tetapi ia melempar bola itu jauh ke atas kepala sehingga tak tertangkap oleh penjaga base kedua.
Lalu semua orang berteriak, "Shay, ayo lari ke base kedua, ayo lari ke base kedua." Shay lari ke base kedua. Begitu itu tiba di base kedua, penjaga tim lawan melempar bola jauh ke atas sehingga tak terjangkau oleh penjaga base ke tiga. Lalu mereka semua berteriak agar Shay lari ke base ketiga. Ketika Shay menyentuh base ketiga, semua anak di kedua tim yang sedang saling berlawanan itu berteriak, "Ayo Shay, lari sampai akhir base. Lari sampai akhir base !" Maka Shay pun berlari sampai ke akhir base, menginjak papan base terakhir. Serentak ke delapan belas anak yang sedang bermain itu memeluk dan mengangkat Shay di atas pundak dan membuatnya seperti pahlawan kemenangan untuk timnya.
"Pada hari itu," kata ayah Shay dengan lembut, mata yang berkaca-kaca kini tak tahan meneteskan air mata, "kedelapan belas anak lelaki itu telah menemukan kesempurnaan Tuhan".
Pengemudi

Dr. Wan sekeluarga tinggal di Eropa,1 kali mereka hendak ke Jerman.Dgn mengendarai mobil tanpa henti siang malam, butuh waktu 3 hari sampe sana. Dirinya, istrinya, & anak perempuannya berumur 3 tahun dalam mobil itu.
Malam pertama di mobil anaknya ketakutan dgn kegelapan di luar,karna blum pernah berpergian saat malam.
"Mau kemana kita papa?".
"Ke rumah paman di jerman".
"Papa pernah kesana?"
"Belum"
"Papa tau jalan kesana?"
"Mungkin, kita dapat lihat peta"
"Papa tau cara baca peta?"
"Ya, kita akan sampe dgn aman"
"Dimana kita makan kalo lapar nanti?"
"Kita makan di resto pinggir jalan"
"Papa tau ada resto pinggir jalan?"
"Ya, ada"
"Papa tau dimana?"
"Tidak, tapi kita akan menemukannya.
"Dialog yg sama berlangsung beberapa kali pada malam pertama & kedua,tapi pada malam ke 3 anak ini diam. Dr. Wan pikir dia tertidur ternyata dia masih bangun & melihat sekeliling dgn tenang.
Dr. Wan curiga & coba tanya lg anaknya,
"Sayang, kamu tau kita pergi kemana?"
"Jerman, ke rumah paman"
"Kamu tau bagaimana kita sampe sana?"
"Tidak"
"Trus napa gak tanya-tanya lagi?"
"Karna papa sedang mengemudi"
Jawaban dari anak kecil 3 th ini menjadi kekuatan dr.Wan selama bertahun-tahun,Saat dia mempunyai pertanyaan & ketakutan dlm perjalanan hidupnya bersama TUHAN.
Anda mungkin tau tujuan hidupmu seperti anak kecil itu,Tapi anda tak tau jalan ke sana,Anda tak dpt baca peta,Anda tak tau apa akan menemukan restoran sepanjang perjalanan?
Tapi gadis kecil ini tahu hal yg terpenting:
Papa sedang mengemudi & sampai ; dia aman.
Apa sikap & respon anda sebagai penumpang?
Anda mungkin tlah menanyakan begitu banyak pertanyaan sebelumnya,tp anda dapat belajar jadi anak kecil itu,yaitu fokus terpenting:
"GOD is driving your life & you will be saved, Don't worry !!"
Kita pasti sampai ke tujuan...
Kekuatan Berpikir Positif

Suatu ketika seorang pria menelepon Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih. Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk datang ke kantornya.
"Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi," kata pria itu. "Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini."
Norman Vincent Peale, penulis buku "The Power of Positive Thinking", tersenyum penuh simpati. "Mari kita pelajari keadaan anda," kata Norman dengan lembut. Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa.
"Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan," kata pria itu tetap dalam kesedihan. "Aku sudah tak punya apa-apa lagi."
"Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?" tanya Norman tiba-tiba. "Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!" "Kalau begitu bagus sekali," sahut Norman penuh antusias. "Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan "Istri yang amat mencintai." Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?" "Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!" "Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan "Anak-anak tidak berada dalam penjara." kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi.
Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Norman dan tertawa pada diri sendiri. "Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu," katanya.
Kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan. Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali pikiran negatif terlintas di pikiran, duniapun akan terjungkir balik. Maka mulailah hari dengan selalu berfikir positif.
Norman Vincent Peale
Penulis buku The Power of Positive Thinking
Seseorang Membutuhkan Kasih Anda
Kisah luar biasa tentang sepasang anak kembar yang baru berumur beberapa bulan, Kyrie dan Brielle Jackson lahir pada 17 Oktober 1995 di RS Massachusetts Memorial di Worcester, MA. Dimana salah seorang dari mereka dilahirkan dengan kondsi jantung yang serius dan tidak memungkinkan untuk hidup ( Brielle Jackson ).
Beberapa hari berlalu dan kesehatan Brielle terus memburuk dan ia hampir mati. Pihak Rumah Sakit sudah berusaha segala cara untuk membuat Brielle tenang dan membaik dari merawatnya di ICU ataupun memberi izin agar orang tua atau pun perawat memeluknya, tetapi segala cara itu sia-sia.
Lalu ada seorang perawat Gayle Kasparian di Rumah Sakit itu bertanya jika ia dapat melanggar aturan rumah sakit dan menaruh bayi kembar itu dalam inkubator yang sama daripada inkubator yang berbeda. Itu adalah masalah besar, tetapi akhirnya dokter menyetujui bayi kembar itu untuk ditempatkan berdampingan dalam inkubator yang sama, tepat seperti keadaan mereka dalam rahim.
Entah bagaimana bayi yang sehat itu (Kyrie) berhasil menjangkau dan menaruh lengannya di sekeliling adik perempuan yang sakit itu. Tidak lama kemudian dan tanpa alasan yang jelas, jantungnya mulai stabil dan sembuh, tekanan darahnya menjadi normal, dan suhunya segera mengikuti ke arah baik. Sedikit demi sedikit Brielle membaik dan hari ini mereka berdua adalah anak-anak yang sehat sempurna.
Seorang photographer Chris Christo berhasil mengambil foto bayi kembar itu ketika berpelukan di dalam inkubator dan diberi judul " pelukan yang menyelamatkan".
Sahabatku, seseorang membutuhkan pelukan Anda hari ini. Seseorang membutuhkan kasih Anda. Seseorang perlu merasakan jamahan Anda. Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi ada kesembuhan dalam tangan-tangan Anda. Ada kesembuhan dalam suara Anda. Tuhan ingin memakai Anda untuk mendatangkan harapan, kesembuhan, kasih dan kemenangan kepada orang-orang ke manapun Anda pergi.
Jika Anda berani mau mengalihkan pikiran Anda dari masalah-masalah Anda, mengalihkan pikiran dari kebutuhan-kebutuhan Anda sendiri dan sebaliknya berusaha menjadi berkat bagi orang lain, Tuhan akan melakukan lebih banyak bagi Anda dibanding yang Anda bahkan dapat minta atau pikirkan.
John Bunyan (the Pilgrim's Progress) mengatakan..
"Engkau belum hidup hari ini sebelum engkau melakukan sesuatu untuk seseorang yang tidak dapat membayar kembali padamu.
Tiga Wajah Berbeda

Alkisah, pada waktu Leonardo Da Vinci melukis "Makan Malam Terakhir" (the last supper)", ia memerlukan beberapa orang untuk di jadikan model agar lukisannya lebih hidup.
Ada sebuah kisah yang menarik pada waktu ia melukis Rasul Yohanes, Petrus dan Yudas.
Saat kebaktian gereja, ia melihat "seorang pemuda anggota koor gereja" yang wajahnya jujur, lembut dan baik hati. Ia meminta pemuda itu untuk menjadi model "rasul Yohanes" dan melukisnya.
Beberapa bulan kemudia Ia berjalan ke pantai dan menemukan "seorang nelayan" yang berwajah jujur,keras,tetapi baik hati.
Ia meminta pemuda itu untuk menjadi model "Rasul Petrus" dan melukisnya.
Beberapa bulan kemudian, di dalam suatu penjara, ia menemukan "seseorang terpidana penipuan uang" yang berwajah licik, pandai menipu dan kejam. Ia meminta pemuda itu untuk menjadi model "Yudas" dan melukisnya.
Setelah selesai dilukis pemuda itu menangis.
Leonardo Da Vinci merasa heran dan bertanya,"mengapa engkau menangis???"
Pemuda itu menjawab," apakah bapak tidak mengenal saya??? Saya juga model Rasul Yohanes dan Rasul Petrus yang bapak lukis.
Karena beban ekonomi keluarga, saya berhenti menyanyi dalam koor gereja dan menjadi nelayan.
Karena sulit mencari ikan dan beban ekonomi yang semakin berat, saya menjadi seorang penipu dan di penjara di sini."
-anonim-
"Supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu." 1Tesalonika 3;3
Disini Operator

Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telepon di rumah kami. Inilah telepon masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta disambungkan dengan nomor telepon lain. Sang operator akan menghubungkan secara manual.
Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa, kalau putaran di putar, sebuah suara yang ramah, manis, akan berkata : "Operator". Dan si operator ini maha tahu.
Ia tahu semua nomor telepon orang lain!
Ia tahu nomor telepon restoran, rumah sakit, bahkan nomor telepon toko kue di ujung kota.
Pengalaman pertama dengan sang operator terjadi waktu tidak ada seorangpun dirumah, dan jempol kiri saya terjepit pintu. Saya berputar putar kesakitan dan memasukkan jempol ini kedalam mulut tatakala saya ingat .... Operator!!!
Segera saya putar bidai pemutar dan menanti suaranya.
" Disini operator..."
" Jempol saya kejepit pintu..." kata saya sambil menangis. Kini emosi bisa meluap, karena ada yang mendengarkan.
" Apakah ibumu ada di rumah ? " tanyanya.
" Tidak ada orang "
" Apakah jempolmu berdarah ?"
" Tidak , cuma warnanya merah, dan sakiiit sekali "
" Bisakah kamu membuka lemari es? " tanyanya.
" Bisa, naik di bangku. "
" Ambillah sepotong es dan tempelkan pada jempolmu..."
Sejak saat itu saya selalu menelpon operator kalau perlu sesuatu.
Waktu tidak bisa menjawab pertanyaan ilmu bumi, apa nama ibu kota sebuah Negara, tanya tentang matematik. Ia juga menjelaskan bahwa tupai yang saya tangkap untuk dijadikan binatang peliharaan , makannya kacang atau buah.
Suatu hari, burung peliharaan saya mati.
Saya telpon sang operator dan melaporkan berita duka cita ini.
Ia mendengarkan semua keluhan, kemudian mengutarakan kata kata hiburan yang biasa diutarakan orang dewasa untuk anak kecil yang sedang sedih. Tapi rasa belasungkawa saya terlalu besar. Saya tanya : " Kenapa burung yang pintar menyanyi dan menimbulkan sukacita sekarang tergeletak tidak bergerak di kandangnya ?"
Ia berkata pelan : " Karena ia sekarang menyanyi di dunia lain..." Kata - kata ini tidak tau bagaimana bisa menenangkan saya.
Lain kali saya telpon dia lagi.
" Disini operator "
" Bagaimana mengeja kata kukuruyuk?"
Kejadian ini berlangsung sampai saya berusia 9 tahun. Kami sekeluarga kemudian pindah kota lain. Saya sangat kehilangan " Disini operator "
Saya tumbuh jadi remaja, kemudian anak muda, dan kenangan masa kecil selalu saya nikmati. Betapa sabarnya wanita ini. Betapa penuh pengertian dan mau meladeni anak kecil.
Beberapa tahun kemudian, saat jadi mahasiswa, saya studi trip ke kota asal.
Segera sesudah saya tiba, saya menelpon kantor telepon, dan minta bagian "operator "
" Disini operator "
Suara yang sama. Ramah tamah yang sama.
Saya tanya : " Bisa ngga eja kata kukuruyuk"
Hening sebentar. Kemudian ada pertanyaan : "Jempolmu yang kejepit pintu sudah sembuh kan ?"
Saya tertawa. " Itu Anda.... Wah waktu berlalu begitu cepat ya "
Saya terangkan juga betapa saya berterima kasih untuk semua pembicaraan waktu masih kecil. Saya selalu menikmatinya. Ia berkata serius : " Saya yang menikmati pembicaraan dengan mu. Saya selalu menunggu nunggu kau menelpon "
Saya ceritakan bahwa , ia menempati tempat khusus di hati saya. Saya bertanya apa lain kali boleh menelponnya lagi. " Tentu, nama saya Saly "
Tiga bulan kemudian saya balik ke kota asal. Telpon operator. Suara yang sangat beda dan asing. Saya minta bicara dengan operator yang namanya Saly.
Suara itu bertanya " Apa Anda temannya ?"
" Ya teman sangat lama "
" Maaf untuk kabarkan hal ini, Saly beberapa tahun terakhir bekerja paruh waktu karena sakit sakitan. Ia meninggal lima minggu yang lalu..."
Sebelum saya meletakkan telepon, tiba tiba suara itu bertanya : "Maaf, apakah Anda bernama Paul ?"
"Ya "
" Saly meninggalkan sebuah pesan buat Anda. Dia menulisnya di atas sepotong kertas, sebentar ya....."
Ia kemudian membacakan pesan Saly :
" Bilang pada Paul, bahwa IA SEKARANG MENYANYI DI DUNIA LAIN... Paul akan mengerti kata kata ini...."
Saya meletakkan gagang telepon. Saya tahu apa yang Saly maksudkan.
Jangan sekali sekali mengabaikan, bagaimana Anda menyentuh hidup orang lain
Tetapi orang yang mengandalkan TUHAN, akan mendapat kekuatan baru. Mereka seperti burung rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lelah, mereka berjalan dan tidak menjadi lesu.(Yesaya 40 : 31)Kisah Dua Wartawan Perang

Dua wartawan perang, ditangkap oleh sekelompok gerilyawan. Lantas, mereka dibawa oleh kawanan gerilyawan itu bersembunyi dan masuk ke dalam hutan rimba belantara. Selama ditawan, mereka sebenarnya diperlakukan dengan baik. Para kawanan gerilyawan pun tidak punya niat untuk mencelakakan mereka. Para tawanan ini hanya akan dipakai untuk menekan pihak pemerinta yang tidak mau berunding. Tidak ada niat sedikit pun mencelakakan mereka.
Namun, setelah dikepung berhari-hari oleh tentara pemerintah, akhirnya pihak kawanan gerilyawan pun memutuskan untuk menyerah. Mereka ditangkap, dan begitu pula kedua wartawan inipun diselamatkan oleh tentara pemerintah dan dibawa pulang.
Akhirnya, kedua wartawan ini pun kemudian dipulang ke negara mereka masing-masing.
Lalu, di negara asalnya, wartawan yang satu, mengungkapkan kesannya yang penuh dengan celaan serta kejengkelan selama ia ditawan. Menurutnya, "Kami harus masuk ke jalan-jalan di hutan yang buruk! Nyamuknya banyak! Hidup dari buah-buah dan berburu binatang di hutan! Tidur dengan sangat tidak nyenyak." Pokoknya, isinya hanya penuh keluh kesah.
Sementara itu, wartawan yang lainnya mengungkapkan catatan hariannya yang isinya sama sekali berbeda. Menurutnya catatannya, "Betul-betul perjalanan yang menantang. Hidup terasa lebih hidup. Saya merasa seperti menjalani kehidupan seperti jaman dahulu. Berburu binatang di hutan untuk hidup. Tidur di alam terbuka. Belajar bertahan hidup dengan apa yang tersedia di hutan. Sungguh pengalaman yang mendebarkan!"
Ketika tulisan pengalaman kedua wartawan ini akhirnya dimuat di koran mereka masing-masing, tampaklah betapa berbedanya kedua wartawan ini melihat pengalaman mereka, dengan kaca mata mereka masing-masing. Pertanyaannya, kalau begitu, siapa diantara kedua wartawan ini yang benar?
Pesan Moral:
Ketika kamu mulai mencela, kamu kehilangan kesempatan untuk melihat sesuatu yang indah
Bejana Tanah Liat

William adalah seorang penasehat kerajaan yang disegani karena kebijaksanaannya, raja sangat memperhatikan perkataan dan nasehatnya.
Wajah buruk dan tubuhnya yang bongkok membuat putri raja iri dan bertanya sambil mengejek: "Jika engkau bijaksana, beritahu aku mengapa Tuhan menyimpan kebijaksanaan-Nya dalam diri orang yang buruk rupa dan bongkok".
William balik bertanya: "Apakah ayahmu mempunyai anggur?"
"Semua orang tahu ayahku mempunyai anggur terbaik, pertanyaan bodoh macam apa itu?", putri raja menyahut sinis.
"Dimana ia meletakkannya ?" William bertanya lagi, "Yang pasti didalam bejana tanah liat", jawab sang putri.
Mendengar itu William tertawa. "Seorang raja yang kaya akan emas dan perak seperti ayahmu menggunakan bejana tanah liat?" Mendengar itu putri raja berlalu meninggalkannya dengan rasa malu, ia segera memerintahkan pelayan memindahkan semua anggur yang ada di istana dari dalam bejana tanah liat ke dalam bejana dari emas dan perak.
Suatu hari raja mengadakan jamuan bagi para tamu kerajaan, alangkah kagetnya ia karena anggur yang diminumnya rasanya sangat asam, lalu dengan geram ia memanggil semua pelayan istana yang kemudian menceritakan bahwa anggur yang disuguhkan tadi berasal dari bejana emas dan perak atas instruksi putri raja sendiri, lalu raja menegur keras perilaku putrinya itu.
Putri raja berkata kepada William, "Mengapa engkau menipu aku, aku memindahkan semua anggur ke bejana emas tapi hasilnya semua anggur jadi terasa asam." Dengan ringan William menjawab : "Sekarang engkau tahu mengapa Tuhan lebih suka menempatkan kebijaksanaan dalam wadah yang sederhana, kebijaksanaan itu sama seperti anggur, ia hanya cocok dalam bejana dari tanah liat."
Ketika Tuhan mencari alat yang ingin dipakai-Nya, Ia tidak harus mencari yang terbuat dari emas, tetapi dari tanah liat yang sederhana.
"Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
1 Samuel 16:7B
Friday, October 01, 2010
Puji Tuhan
Nenek saya yang tinggal di Tucson, terkenal dengan ketaatan serta imannya yang kuat. Ia tak pernah bosan membicarakan tentang hal itu.
Ia selalu keluar ke depan beranda dan mengucap syukur, “Puji Tuhan!”
Tetangga sebelahnya selalu berteriak balik, “Tuhan tak ada!”
Waktu itu nenek sangat miskin, maka untuk membuktikan kata-katanya tetangga itu membeli sekeranjang makanan dan menaruhnya di depan pintu.Pada pagi harinya, nenek pergi ke beranda dan, setelah melihat keranjang makanan itu, ia mengucap syukur, “Puji Tuhan!”.
Tetangganya keluar dari balik pohon dan berkata, “Saya yang membeli makanan itu dan Tuhan tak ada.”
Nenek menjawab, “Terima kasih Tuhan, Engkau bukan saja telah mengirimkan makanan ini, tetapi juga telah membuat setan membayarnya.”
Apakah Anda Malaikat ?

"Cara TUHAN menjaga kita"
Ini ditulis oleh seorang dokter dari Rumah Sakit Metro Denver USA :
Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar pukul 5, terjebak dalam kemacetan di jalan di Colorado Boulevard, dan tiba-tiba mobil saya mulai tersendat-sendat dan akhirnya mati - dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. Tapi tidak ada yang mau berhenti. Sebelum saya mulai menilpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart, dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh didekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik-baik saja.
Ketika saya tiba disana, terlihat bahwa ia sedang tersedu-sedu lebih karena sedih bukannya karena jatuh; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut-awutan dengan lingkaran hitam disekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan ke dia. Ternyata uang logam satu nikel.
Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, Suburban tua yang dipenuhi dengan barang-barang dan 3 anak dibelakang (1 di tempat duduk depan) , dan meteran pompa menunjukkan $4.95.
Saya bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata 'Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis!, jadi kita berdiri menjauh dari mobilnya kebalik pompa. Ia bercerita bahwa ia lagi menuju keCalifornia dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini. Saya bertanya, 'Apakah anda berdoa?' Ia mundur sedikit, tapi saya yakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, 'IA mendengar kamu, dan IA mengirim saya.'
Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa terisi penuh, sementara bensin nya diisi, saya berjalan ke McDonald disebelah dan membeli 2 kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi. Ia memberikan makanan itu kepada anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kita berdiri disebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.
Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki-lakinya meninggalkan nya 2 bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan Januari nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menilpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama 5 tahun. Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang disana.
Jadi ia mengemas semua barangnya kedalam mobil milik satu-satunya. Ia memberitahu anak-anaknya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal disana.
Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya. Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, 'Apakah, anda malaikat atau apa?'
Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, 'Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang-kadang TUHAN memakai orang biasa.'
Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju ke mobil, mobilnya bisa langsung distarter dan pulang kerumah tanpa masalah. Saya akan kebengkel besok untuk memeriksakan, tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah.
Kadang-kadang Malaikat terbang sangat dekat dengan anda sehingga anda bisa mendengar getaran sayapnya...
Mazmur 55:23 ' Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka IA akan memelihara engkau. Tidak akan selama-lamanya dibiarkan Nya orang benar itu goyah.'
DOA:
'Bapa, saya memohon Bapa untuk memberkati anakku, cucuku, teman2ku, keluargaku dan orang yang membaca email ini sekarang. Tunjukkan kepada mereka pernyataan cinta dan kasihMU. Roh Kudus, Saya memohon kamu untuk membimbing jiwa mereka saat ini. Dimana ada luka, sembuhkan danberikanlah mereka pengampunan dan kedamaianMU. Dimana ada kebingungan, lepaskanlah keyakinan yang baru melalui berkatMU, dalam nama Jesus. Amin.'
Lepaskan Pegangan Anda

Suatu hari, Kerry Shook, penulis buku "One Month to Live" mengajak putranya bermain ke taman. Begitu sampai di taman, putranya Josh langsung berlari ke arah permainan yang paling di sukainya, sebuah palang untuk bergantung.
"Tolong angkat aku untuk bergantung di palang ini," demikian pintanya pada sang Ayah.
Kerry lalu mangangkatnya, dan tangan kecil Josh langsung berpegang erat pada palang tersebut tanpa dipegang lagi oleh ayahnya.
Kaki kecilnya bergantung sekitar 5 kaki di atas tanah, dan Josh terlihat begitu bangga bisa kuat bergantung disana. Sekitar beberapa menit kemudian, dia mulai lelah dan meminta di turunkan.
"Ayah, tolong turunkan saya."
Ayahnya menjawab,"Josh, lepaskan saja peganganmu dan aku akan menangkapmu."
Terlihat segurat keraguan di wajahnya, dia berkata,"Tidak, turunkan aku."
Kembali Kerry berkata,"Josh, jika kamu lepaskan peganganmu, aku akan menangkapmu."
"Tidak, turunkan aku."
"Josh, aku mencintaimu. Aku janji, aku akan menangkapmu."
Bagi Kerry ini adalah kesempatan untuk mengajar Josh bahwa dia bisa mempercayai ayahnya. Josh hanya perlu melepaskan pegangan pada palang itu, dan ayahnya akan menangkapnya. Tetapi pria kecil itu bertahan dengan seluruh kekuatannya bergantung di palang itu. Dia berpegangan hingga tangannya mulai kelelahan dan tidak bisa bertahan lagi. Akhirnya dia lepaskan pegangannya dan dia ditangkap oleh ayahnya.
Sebuah senyum mengembang diwajahnya, dia diturunkan ke tanah oleh ayahnya dan langsung berlari untuk bermain ayunan.
Pelajaran untuk Josh telah selesai, namun ayahnya, Kerry tiba-tiba mendengar suara Tuhan dengan jelas yang berbicara kepadanya.
Seperti itulah hubunganmu denganKu. Kamu sering berpegangan dengan suatu keputusasaan pada palang kehidupanmu, coba melakukan sesuatu dengan kekuatanmu sendiri. Kamu mengalami pergumulan yang tiada akhir, mencoba mengendalikan semua situasi. Kamu bertahan dan berpikir bahwa tidak ada orang yang akan menangkapmu sehingga kamu pikir lebih baik kamu bertahan di palang tersebut dan mempererat pegangan. Ketika kamu lelah bergantung, dan tanganmu mulai lemah, Aku berkata, "Lepaskan pegangan, dan Aku akan menangkapmu. Lepaskan peganganmu. Aku janji, Aku mencintaimu dan akan menangkapmu.
Seringkali kita mencoba mengerjakan segala sesuatu dengan kekuatan kita sendiri, berpikir sebaiknya kita kekiri, ketika Tuhan berkata ke kanan.
Hari ini Dia berkata, "Aku membentukmu dengan tanganKu sendiri. Aku menciptakanmu dengan sebuah tujuan, dan Aku mati untuk menebusmu. Mengapa kamu tidak bisa mempercayaiKu? Aku memberikan hidupKu untukmu. Aku Tuhan atas alam semesta ini. Kamu hanya perlu melepas peganganmu, dan Aku akan menangkapmu."
Bapa sorgawi ingin Anda dan saya untuk mempercayainya. Jika Anda berkeras untuk mengendalikan keadaan Anda sendiri, berjuang dengan kekuatan Anda sendiri, merencakan apa yang baik menurut pikiran Anda sendiri, Anda akan kelelahan. Anda akan kehabisan daya.
Ini adalah saatnya Anda mengambil sebuah resiko untuk melepaskan pegangan Anda. Ini saatnya untuk mengalami kuasa Tuhan bagaimana Dia menyatakan mukjizatnya dalam hidup Anda bahkan pada bagian-bagian yang tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya.
Mempercayai Tuhan membutuhkan keberanian, hal itu di butuhkan iman. Namun mempercayai Tuhan tidak akan pernah merugikan. Memang, jantung Anda akan sedikit deg-degan, tapi percayalah Dia selalu tepat waktu dan tidak mungkin meleset untuk menangkap Anda.
Waktu Tuhan selalu indah, dan Dia dapat dipercaya.
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Amsal 3:5