Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yohanes 15 : 16 )

Wednesday, July 27, 2011

Mengapa Menangis


"Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya, "Mengapa engkau menangis?""Karena aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya."Aku tidak mengerti", kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti".

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?""Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa,tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya,"Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"

Tuhan berkata:"Ketika Aku menciptakan seorang wanita,ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa.Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia;namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan".

"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anakdan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya".

"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh".

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya".

"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya".

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu".

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan".

"Kau tahu:Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya,sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya"."Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu berada".

Kenapa Harus Berteriak


Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya,

“Mengapa ketika seseorang sedang marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab,

“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”

”Tapi...” sang guru balik bertanya, ”lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tidak dapat berbicara secara halus?”

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

Sang guru lalu berkata,

”Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara dua hati mereka menjadi amat jauh walaupun secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu, mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”

Sang guru masih melanjutkan,

”Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara, suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkan dengan begitu jelas. Mengapa demikian?” sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.

”Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya, sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

Sang guru masih melanjutkan,

”Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin disaat itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.”

Sunday, July 24, 2011

Pertapa Dan Petani


Seorang pertapa saleh tinggal di dalam gua, di belahan hutan yang paling dalam di sebuah gunung tinggi. Begitu suci hidupnya hingga ia beranggapan bahwa dialah manusia yang paling saleh dan yang paling mencintai Tuhannya.

Tuhan membaca semua pikirannya. Datanglah ia dalam angin badai, menjumpai pertapa ini. Berkatalah Ia: "Hai pertapa, pergilah kau ke sebuah sungai yang mengalir di tepi sebuah desa di kaki gunung ini. Temuilah seorang petani yang sedang membajak sawahnya. Ia adalah orang yang berbakti kepada-Ku, belajarlah dari dia."

Lalu pergilah ia ke tempat yang dimaksud Tuhannya dan bertemu dengan petani yang dimaksud. Ia perhatikan, sebelum membajak ia menundukkan kepala. Saat makan siang tiba, petani ini menundukkan kepala lagi. Diamatinya terus, pada malam hari ia menundukkan kepala lagi. Pertapa ini berpikir: "Sehari hanya 3 kali berdoa singkat, bagaimana ia disebut berbakti kepada Tuhan?"
Lalu Tuhan berkata kepada pertapa ini: "Pergilah mengelilingi desa itu dengan membawa gelas berisi air penuh. Jangan menumpahkan setetespun!"
Pertapa ini melakukannya.

Bertanyalah Tuhan: "Berapa kali kamu ingat Aku sepanjang perjalanan?"
"Tidak sekalipun ya Tuhan. Bagaimana aku ingat Engkau kalau Engkau menyuruhku memperhatikan air dalam gelas ini supaya tidak tumpah?"
Kata Tuhan: "Gelas ini menguasai pikiranmu, sehingga tak sekalipun engkau berpikir tentang Aku. Tapi lihatlah petani ini. Di saat-saat sibuk, membajak sawahnya, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ia masih ingat kepada-Ku."

Apakah kita seperti pertapa ini dimana kita berkonsentrasi hanya pada kegiatan dan pekerjaan kita, tidakkah kita mengingat beberapa detik saja untuk bersyukur atas penghidupan kita?

Membaca Hati


"Membaca itu tidak sekedar melihat. Sahabat yang baik akan lebih banyak 'membaca' hati kita dari pada sekedar 'melihat' keadaan kita."

Seorang anak kecil yang sedang belajar membaca, bertanya kepada ayahnya yang sedang mengemudikan mobilnya, "Kenapa sih mobil di depan ada tulisan BELAJAR?"
"Oh, itu berarti mobil khusus untuk belajar stir, sayang. Om yang nyopir mobil itu sedang belajar setir mobil."
"Lalu kenapa truk yang di sebelahnya ada tulisan AWAS REM MENDADAK?"
"Maksudnya, itu untuk peringatan mobil di belakangnya, bahwa sewaktu-waktu sopirnya bisa menginjak rem dan berhenti mendadak. Supaya tidak tabrakan!"
"Oh, maksudnya supaya kendaraan yang lain hati-hati?"
"Iya nak, benar sekali."
"Kan udah ada lampu rem yang menyala, atau lampu kedip-kedip kalau mau belok?"
"Benar, tetapi pemilik mobil di depan mungkin merasa belum cukup untuk hanya sekedar memberitahu kendaraan dibelakangnya dengan lampu rem atau lampu sein! Mereka memasang tulisan di belakang agar kendaraan lain waspada. Orang perlu membaca dari pada sekedar melihat tanda."

Benar, seperti kata si Ayah di atas. Seperti komunikasi di jalan raya, semua orang sebenarnya dikaruniai kemampuan untuk "melihat" tanda-tanda tetapi jarang yang mampu untuk "membaca" tanda-tanda itu. Ketika orang terdiam, kita hanya melihat dia sedang bad-mood, dan tidak berusaha "membaca" apa yang terjadi dengan dirinya. Ketika orang marah-marah, kita hanya melihat kemarahannya saja, dan tidak pernah "membaca" dengan sungguh-sungguh ada apa di balik kemarahannya. Kita cenderung melihat hanya "lampu rem" dan "lampu sein", tanpa pernah tahu maksud sesungguhnya kenapa mereka menginjak rem atau menyalakan lampu sein.

Menjadi sahabat yang baik tidak hanya "melihat" mereka sebagai teman dalam segala keadaannya, tetapi juga bisa "membaca" apa yang sedang terjadi di dalam hati sesungguhnya, memahaminya serta ikut merasakannya.

Kita semua adalah anak kecil di atas yang sesungguhnya sedang belajar "membaca", sedang belajar untuk bisa “ber-empathy”

Belajar Dari Ikan BANDENG


Ikan bandeng memiliki daging yg lezat.
Namun, sayangnya memiliki tulang & duri yang susah dipisahkan dari dagingnya.

Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan mengolah bandeng menjadi bandeng presto.

Bandeng diolah dengan pressure cooker,
alat masak yang bekerja dengan memberikan tekanan tinggi.

Tekanan ini telah diatur sedemikian rupa, sehingga tulang & duri bandeng tsb bisa menjadi lunak, tapi dagingnya sendiri tak rusak.

Kita pun dapat menikmati daging bandeng yg lezat tanpa harus terganggu dengan tulang & durinya lagi.

Mirip dengan ikan bandeng, ada juga banyak “Tulang & Duri” dalam diri kita yang membuat hidup kita tak menyenangkan bagi TUHAN.

Mungkin “Tulang & Duri” itu berupa kesombongan, kekurangpercayaan, kekerasan hati, pola pikir yang salah, dsb.

Maka, kerap kali TUHAN harus mengatasinya dengan “Memasukkan” kita untuk sementara waktu ke dalam “Pressure Cooker”, yakni situasi hidup yang sering kita anggap membuat kita stres.

Tentu dengan “Takaran Tekanan” yg sudah DIA atur, sehingga tak akan melebihi kemampuan kita untuk menanggungnya.

Cukup kuat untuk “Melunakkan Duri” alias membentuk kita, tapi tidak sampai membuat kita hancur.

Apabila saat ini kita sedang berada dalam situasi yg tertekan, yang membuat kita stres, jangan menyerah !!
Tetaplah beriman kepada-Nya.

Bahkan, pakai kesempatan ini untuk merenung & mencari apa yg DIA ingin kita ubah dalam diri kita.

Lalu jalani dengan kesabaran & ketekunan, Agar melalui proses ini, kita menjadi pribadi yg lebih baik.

4 LILIN


Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

“Akulah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

CUKUP..


Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.

Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.

Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya, seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti, bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan matanya.

Diambilnya beberapa ember untuk menampungnya.

Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan di sana.

Kucuran uang terus mengalir, sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.

Masih kurang ......,
Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya.

Belum cukup ......,
Dia membiarkan mata air itu terus mengalir,
hingga akhirnya ......,
Petani itu mati tertimbun.

Ya, dia mati tertimbun bersama ketamakannya,
karena ..... dia tak pernah bisa berkata "CUKUP".

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia, adalah "cukup".

Kapankah kita bisa berkata cukup ?

Hampir semua pegawai, merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.

Pengusaha, selalu merasa pendapatan perusahaannya masih di bawah target.

Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.

Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.

Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.

Semua merasa kurang ......, kurang ......, dan kurang .......

Kapankah kita bisa berkata "cukup" ?

Cukup, bukanlah soal berapa jumlahnya.

Cukup, adalah persoalan kepuasan hati.

Cukup, hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa bersyukur.

Tak perlu takut berkata cukup !

Mengucapkan kata cukup, "bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya."

Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini,
maka kita akan menjadi manusia yg berbahagia....

Friday, July 15, 2011

Gundul Pacul


Tentunya kita tidak asing lagi dengan lagu "Gundul-gundul Pacul".

Gundul gundul pacul-cul,gembelengan
Nyunggi nyunggi wakul-kul, gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar…


Lagu jawa ini sudah ada semenjak tahun 1400, merupakan pesan dan warisan berharga dari leluhur kita dan mempunyai arti filosofi yang sangat dalam.

Namun 600 tahun kemudian, di era milenium ini, arti dan pesan tersebut serasa angin lalu, hanya didengarkan sebagai lagu.

Oleh sebab itu, mari kita simak lagi, apa arti dan pesan keramat yang ada di balik lagu tersebut.

Gundul Pacul

Gundul adalah, kepala plontos tanpa rambut.

Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala.

Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.

Pacul adalah, cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat.

Dalam lagu ini dilambangkan sebagai kawula rendah yang pada waktu itu kebanyakan adalah petani.

Apabila kata Gundul dan pacul digabung jadi "Gundul Pacul", artinya bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Bagi orang Jawa, pacul adalah "Papat kang ucul" (empat yang lepas).

Yang artinya bahwa, kemuliaan seseorang akan sangat tergantung empat hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.
_______________________________________________________

Nyunggi wakul

Nyunggi artinya adalah, membawa sesuatu di kepala.

Wakul artinya adalah, simbol kesejahteraan rakyat. Yang isinya adalah Kekayaan negara, sumberdaya, Pajak dll.

Artinya bahwa kepala yang dia anggap kehormatannya berada di bawah bakul milik rakyat.

Kedudukannya di bawah bakul rakyat. Siapa yang lebih tinggi kedudukannya, pembawa bakul atau pemilik bakul?

Tentu saja pemilik bakul. Pembawa bakul hanyalah pembantu si pemiliknya.
______________________________________________________

Gembelengan:

Gembelengan adalah, melenggak lenggokkan kepala dengan sombong dan bermain-main.

Banyak pemimpin yang lupa bahwa dirinya sesungguhnya mengemban amanah rakyat, besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya..

Banyak pemimpin yang:
1. Menggunakan kekuasaannya sebagai kemuliaan dirinya.
2. Menggunakan kedudukannya untuk berbangga-bangga di antara manusia.
3. Dia menganggap kekuasaan itu karena kepandaiannya.

Saat ini banyak pemimpin yang masih gembelengan, lupa bahwa dia mengemban amanah penting membawa bakul dikepalanya.

Akibatnya, "Wakul ngglimpang segane dadi sak latar"

Bakul terguling dan nasinya tumpah ke mana-mana.

Jika pemimpin gembelengan, maka sumber daya akan tumpah ke mana-mana.

Dia tak terdistribusi dengan baik. Kesenjangan ada dimana-mana.

Nasi yang tumpah di tanah tak akan bisa dimakan lagi karena kotor. Maka gagallah tugasnya mengemban amanah rakyat..

Friday, June 10, 2011

Dendam Positif


"Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun 40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya yang kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak di depannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.


Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: "Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur. "Suara itu berasal dari mulut seorangi insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajemen Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya:
Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku?
Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya
menjadi momentum bagitnya untuk membangkitkan "DENDAM POSITIF".
Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya.

Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.

Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang ke negerinya dan bekerja sebagai insinyur.

Kini ia sudah menaklukkan dendamnya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja?

Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar
ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain.
Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya.

Suatu hari insinyur bule ini datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; "Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu"

Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: "Aku ingin
berterimakasih padamu dari lubuk hatiku yang paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini".

Kini dendam positif lainnya sudah tertaklukkan. Lalu apakah ceritanya sampai di sini?

Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab. Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company) perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan.

Kini perusahaaan ini menghasilkan 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan
mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.

Tahukah kisah siapa ini? Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.

Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

Itulah kekuatan"DENDAM POSITIF" Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita.Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita.

Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya. Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat "Dendam Positif."

Meraih Mimpi


Cliff Young, seorang petani kentang yang rendah hati dari Australia, yang secara sadar mengubah nasibnya sendiri di umur 57 tahun.

Sebelumnya, takdir yang dia jalani adalah menjalankan peternakan keluarga dan selalu memenuhi hidupnya dengan kerja keras, akan tetapi diam-diam dia menyembunyikan keinginan nya untuk menjadi pelari jarak jauh.

Dia sampai kepada keputusan untuk menjalani kehidupan yang dia pilih, dan menciptakan takdirnya sendiri.

Tidak lama kemudian dia terlihat berlatih di jalan-jalan pedesaan Australia dengan mengenakan jas hujan dan gum boots (boot karet).

Tidak menjadi masalah bagi dia bahwa saat itu dia telah berumur 57 tahun, dengan perlengkapan lari yang menyakitkan, dan juga tidak memiliki stamina lari sama sekali. Setelah melewati semua tahun2 di pertanian, apa yang paling penting baginya adalah melakukan apa yang dia senangi dan menciptakan takdirnya sendiri.

Dia mengabaikan orang-orang yang mengejeknya dan pengemudi yang mencoba memepetnya untuk keluar dari jalanan. Dia terus berlari dan berusaha untuk menghabiskan 20-30 mil tiap hari.

Pada Mei 1983, setelah 4 tahun berlatih secara konstan, Cliff Young mengejutkan dunia. Pada umur 61 dia memenangkan Ultra Marathon Sydney-Melbourne yang berjarak 875 Km(hampr 545 Mil). Untuk menyelesaikan jarak ini di umur2 tertentu adalah sebuah prestasi, apalagi diumur 61 tahun dan mengalahkan atlit2 dunia di kondisi terbaik yang berumur 20, 30 tahun.sangat mengagumkan.

Selama bertahun-tahun, ahli lari percaya bahwa tubuh membutuhkan ukuran tidur yang cukup untuk menyelesaikan 100 mil perhari yang sangat melelahkan. Akan tetapi, setelah tertinggal sangat jauh pada hari pertama lomba, Cliff bangun pada pukul 1 dini hari dan mulai berlari seanjang malam. Dia kemudian melewati pelari yang memimpin, yang biasanya tidur sampai jam 5 pagi.

Strategi Chris berhasil dengan baik sehingga di terus bangun 4 jam lebih awal dari semua pesaingnya. Hasil dari strategi yang berani ini dia mengejutkan dunia ketika pertama kali melewati garis finish. Setelah 5 hari, 15 jam dan 4 menit Cliff Young menjadi seorang pemenang, pada umur 61 tahun!

Berita kemenangan Cliff Young mengejutkan seantero Australia. Tidak ada yang mengira bahwa dia punya peluang memenangkan lomba dengan umur setua itu, tanpa pengalaman yang cukup, dan menghadapi pelari-pelari jarak jauh terbaik dari negara itu. Dia menjadi legenda hidup, dan bangsa itu jatuh cinta dengan petani kentang berumur 61 tahun yang melihat sesuatu yang tidak terlihat dan mencapai ketidak-mungkinan.

Ketika berbicara mengenai hadiah uang, Chris berkata "10,000 USD, wow jumlah kentang yang sangat banyak" dia kemudian memilih untuk membagi uang itu dengan pesaing lainnya untuk menghargai persiapan dan kerja keras mereka.

Pada tahun 1984 dan 1987 di umur 62 dan 65 dia kembali mengikuti pertandingan cross country, kali ini strategi larinya yang dimulai pukul 1 dan bukan pukul 5 telah dipraktekkan oleh pelari-pelari lain. Cliff Young telah mematahkan paradigma, mengatasi keraguan diri, dan mencapai apa oleh perkiraan orang lain tidak mungkin dilakukan. Tapi yang paling penting adalah bagaimana dia memutuskan untuk menciptakan takdirnya sendiri. Dia mewariskan inovasi dan inspirasi hanya dengan mengikuti gairahnya, dan tidak dibatasi oleh kepercayaan yang dimiliki oleh orang-orang berumur 50-an,60-an, dan 70an

Walaupun telah berumur 61, Cliff Young bisa mencapai kemakmuran dengan menciptakan takdirnya sendiri. Terlepas dari dari umur dan kondisi fisik apapun, anda juga dapat bertanggung jawab atas hidup anda dan mengejar kemakmuran. Anda bahkan mempunyai kekuatan untuk mencapai kemakmuran di umur berapapun. Tapi anda sendiri yang harus mau mengambil alih tanggung jawab masa depan anda dengan mengikuti kata hati, mengikuti gairah dan menciptakan takdir anda sendiri.

Tidak peduli usia anda dan apa tantangan anda saat ini, jadilah seperti Cliff Young dan ambil kendali atas masa depan anda. Tanamkan kepercayaan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk menciptakan takdir anda dan mencapai kemakmuran.

Mental seperti apa yang dia miliki untuk memiliki keinginan mengikuti perlombaan lari yang menempuh jarak 875 km (jarak Jakarta-Surabaya sekitar 600km) di usia senja ? Ejekan seberat apa yang telah dia terima ?

Diceritakan bahwa ketika pertama kali dia tampil di lomba itu (1983,usia 61thn) tidak ada orang yang memperhatikannya.

Orang-orang hanya berpikir orang tua biasa berpakaian overall dan bersepatu boot karet yang ingin menonton ultra marathon Sydney-Melbourne. Mereka baru sadar ketika Cliff mendekati meja pendaftaran dan hendak bergabung dengan 150 atlet dunia untuk berlari bersama mereka!. Sampai saat itu orang-orang tidak tahu bahwa pelatih larinya adalah seorang wanita berumur 81 tahun. Ibunya sendiri.

Seorang wartawan mewawancarainya :

"Siapa anda dan apa yang anda lakukan?"

"Saya Cliff Young. Berasal dari sebuah peternakan besar dimana kami menggembala biri-biri diluar Melbourne"

They said, "You're really going to run in this race?"

"Apakah anda akan berlari di perlombaan ini ?"

"Ya" Cliff menjawab

"Punya pendukung ?"

"Tidak"

"Maka anda tidak bisa menyelesaikan pertandingan ini"

"Oh iya, saya bisa." Kata Cliff. "Saya besar di sebuah pertanian dimana kami tidak mampu membeli kuda atau kendaraan 4wd, dan sepanjang saya hidup disana - sampai ketika 4 tahun yang lalu kami mampu membeli kendaraan 4wd- ketika datang badai, saya harus pergi keluar dan menggiring domba-domba itu kedalam. kami mempunyai 2000 domba dan luas tanah kami 2000 acre.

Seringkali saya harus berlari untuk mengumpulkan domba-domba itu selama dua atau tiga hari. Butuh waktu lama, tapi saya menangkap mereka. Saya percaya saya dapat menyelesaikan perlombaan ini; hanya beda waktu dua hari. Perlombaan ini dilakukan selama 5 hari. Saya pernah berlari menangkap domba selama 3 hari"

Ketika perlombaan dimulai para pelari profesional meninggalkan seorang pria tua tanpa gigi yang berlari dengan boot karetnya, tapi bagaimana dia bisa menang ?

Pada saat itu pelari profesional percaya bahwa mereka harus lari selama 18 jam kemudian tidur selama 6 jam agar bisa menyelesaikan lomba itu dalam waktu 5 hari.

Dia menyelesaikan 875 km selama 5hari, 15 jam dan 4 menit. Tanpa tahu bahwa dia seharusnya tidur selama perlombaan itu. Dia berkata, ketika dia berlari dalam perlombaan itu dia membayangkan bahwa dia sedang mengejar domba-domba dan menghindari badai.

Bahkan ketika dia mendapatkan hadiah pertama sebesar

10.000 USD dia tidak tahu bahwa perlombaan itu ada hadiahnya. Dia kemudian menolak menerima uang itu dan berkata "Dibelakang sana ada lima orang pelari yang lebih tangguh dari saya ". Dia membaginya kepada lima orang tersebut.

Pada tahun2 selanjutnya dia tetap berlari hingga dia berumur 79tahun, dan menginspirasi orang2 di australia untuk mengejar impian masing2.

Jadi, apakah pria tua ini menginspirasi anda juga?

Thursday, June 09, 2011

Kerang Kerucut


Pernahkah Anda melihat sebuah cangkang tiram tanpa tiram didalamnya??Anda mungkin bertanya2, "Bagaimana tiramnya dapat keluar?".

Ketika diteliti ternyata ditemukan sebuah lubang kecil di cangkang tsb. Ternyata, lubang itu dibuat oleh seekor Kerang Kerucut. Makhluk laut kecil ini memiliki semacam anggota badan yg dpt bekerja seperti bor.

Dgn bor tsb, kerang kerucut tadi melubangi cangkang tiram & kemudian menyedot tiram itu melalui lubang tsb, sedikit demi sedikit sampai isinya habis. Walaupun kecil..., seekor kerang kerucut dpt membuat kerusakan besar .

Seringkali kita membiarkan Kemarahan, Kritikan ataupun komentar sinis org lain MERUSAK sifat kita yg baik & membuat keceriaan kita hancur..
Jika kita tdk berhati2, kita akan terluka hingga kemarahan serta kepahitan mulai bersarang dlm diri kita. Dan jika ini terjadi, kita benar2 sangat beresiko utk mngalami penyakit, ketidak harmonisan serta perselisihan..

Salah satu tindakan terbaik yg dpt kita lakukan adl HINDARI saja org2 yg kita anggap memiliki sifat yang menjengkelkan, suka marah & juga mereka yg mengganggu emosi kita. Dgn kata lain HINDARI Kerang Kerucut....

¤ TEMAN2 KITA MENENTUKAN MASALAH YG AKAN KITA TEMUI ¤

Amsal 22:24-25

"Jangan berteman dengan orang yg lekas gusar, Jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jgn mjadi biasa dengan tingkah lakunya & memasang jerat bagi dirimu sendiri".

Tanduk Yang Melintir


Disebuah rumah pemburu, org dapat melihat 2 pasang tanduk kijang digantung ditembok rumah. Tanduk2 tsb dlm posisi saling melintir. Keduanya ditemukan dlm posisi seperti itu beberapa tahun yg lalu.

Konon ceritanya ada 2 ekor rusa jantan yg berkelahi memperebutkan hak teritorial atau hak atas kawanan . Karena tdk ada yg mau mengalah, akibatnya...., tanduk dari rusa itu melintir menjadi satu & tdk dpt dipisahkan.

Kedua rusa tsb mati dlm posisi berkelahi. Karena tdk ada perdamaian diantara keduanya, akibatnya mereka tdk dpt menemukan suatu cara utk dpt bekerjasama sehingga ke2nya tdk dpt makan & minum krn masing2 tdk ada yg mau saling menekukkan lututnya utk supaya dpt makan & minum .

Tanduk yg saling melintir ini sama seperti banyak hubungan yg kita temui dirumah2, tempat kerja, atau bahkan di gereja sekalipun.

Manusia terkadang bersikap kerdil dlm menghadapi para penentangnya dgn amarah. Dalam proses yg demikian, mereka saling MENANDUK & tampaknya tdk dpt saling memberi maaf atau menemukan suatu cara yg menguntungkan utk saling menolong dlm KASIH.

Kedua belah pihak yg berada dlm hubungan semacam itu amat menderita & pada akhirnya akan mengalami kekalahan yg mengakibatkan kematian rohani bagi keduanya .

Jika kita sdg bertikai dgn seseorang saat ini.., temui dia & tanyakan apa yg dpt kita lakukan utk bisa berdamai kembali. Apabila dia meminta kita utk meminta maaf terlebih dahulu.., lakukan saja. Bukankah Tuhan Yesus sendiri berkata "Kasihilah Musuhmu" dan "ketika seseorang memintamu berjalan bersamanya 1mil.., berjalanlah bersamanya 2mil".

TEMPERAMEN & GENGSI lah yang membuat kebanyakan diantara kita tetap BERMASALAH.

Berpaut Pada Materi


Kupu-kupu Maculinea Arion meletakkan telurnya di daun. Dalam beberapa hari, telur itu menetas menjadi ulat. Setelah makan daun beberapa hari,ulat itu turun ke tanah & bertemu semut. Semut-semut itu pun menyerang ulat.

Untuk mempertahankan diri, ulat mengeluarkan cairan manis dari kelenjar khusus di tubuhnya. Semut menyukai cairan itu sehingga membawa ulat ke sarangnya. Di sana, semut memakan cairan manis yang dikeluarkan sang ulat sementara ulat itu memakan bayi-bayi semut yang ada di sekitarnya. Ulat terus makan semut-semut kecil sampai musim semi. Akhirnya, ulat itu menjadi kupu-kupu dan terbang pergi.

Semut-semut itu tidak pernah menyadari bahwa kesukaan mereka akan cairan manis yang keluar dari tubuh sang ulat harus dibayar dengan kematian anak-anak mereka, calon masa depan koloni mereka.

Kesukaan semut akan cairan manis itu sama halnya dengan isteri Lot yang begitu menikmati semua kenikmatan Sodom sehingga ia tidak bisa melepaskan diri darinya. Sekalipun sudah dilepaskan dari Sodom, hati & pikirannya masih melekat di sana sehingga hidupnya berakhir dengan tragis: menjd tiang garam.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang bersikap seperti semut dan isteri Lot tersebut. Kita menyukai benda-benda yang mewah & kesenangan duniawi: pakaian & perhiasan bagus, mobil & rumah mewah, makan di restoran bergengsi, dan hiburan eksklusif.

Demikian akhir hidup orang Kristen duniawi. Jangan sampai kita menautkan hati dan hidup kita pada materi semata agar hidup kita tidak berakhir di titik bencana. Cinta uang akan mendatangkan keserakahan, bukan kepuasan.

Pengkhotbah 5:9-10a

Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, & siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia. Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang yang menghabiskannya.

Burung KASUARI


Burung Kasuari termasuk burung yg besar, tetapi ia tdk mempunyai kekuatan yg cukup utk terbang. Meskipun demikian, ia mempunyai keistimewaan. Burung kasuari dpt berlari dgn cepat.

Dengan kelebihannya ini, ia dpt menghindar dari bahaya. Sewaktu burung kasuari di kejar musuh atau pemburu, ia berlari sekencangnya & mencari tempat persembunyian. Namun sayang, ketika burung kasuari bersembunyi disemak2, ia hanya dpt menyembunyikan kepalanya yg kecil, namun tdk dpt menyembunyikan tubuhnya yg besar.

Dengan menyembunyikan kepalanya, burung kasuari merasa seolah2 ia telah berhasil menyembunyikan seluruh tubuhnya & merasa aman dari kejaran musuh. Tetapi sesungguhnya, hal itu justru mempermudah pemburu menangkapnya. Rasa aman yg dirasakan burung kasuari hanyalah rasa aman yg semu.

Tahukah kita, tanpa sadar kita pun berlaku seperti burung kasuari? Saat kita sudah rajin ke gereja, memberi perpuluhan & mengikuti persekutuan doa, kita merasa sudah aman.

Kita berfikir bisnis & pekerjaan kita pasti berjalan mulus & kehidupan akan mengalir dgn lancar. Namun apakah yg kita lakukan semuanya itu sdh cukup? Tentu saja TIDAK.

Tidak ada hal didunia ini yg lebih manis & nikmat dari komunikasi terus menerus dgn Tuhan. Dgn kata lain tdk ada yg membuat kita lebih aman & lebih bahagia selain menjalin hubungan secara pribadi bersama Tuhan .

Melayani Tuhan & memberikan yg terbaik dari apa yg kita miliki memang akan memberi rasa aman dalam diri kita, namun itu hanya sementara. Hanya dgn membangun hubungan intim dgn Tuhanlah kita akan merasa aman yg sejati..


Maz 62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, daripadaNYAlah keslamatanku..

Tuesday, June 07, 2011

Sepeda Lambat


Ada perlombaan baru yg sering diadakan di peringatan hari kemerdekaan. Lomba itu adalah sepeda lambat. Ini adalah kebalikan dari lomba balap sepeda.
Jadi, dalam lomba ini peserta berjajar di garis start. Setelah aba2 diberikan, mereka harus mengayuh sepedanya. Tapi, bukan untuk berebut sampai di garis finish, melainkan justru berlambat2.
Siapa yg paling lambat tiba di garis finish, dengan syarat kaki tidak boleh turun dari pedal sepeda, maka dialah yg menang.
Jadilah, segala cara dikerahkan, terutama untuk menjaga keseimbangan agar kita tidak sampai jatuh dari sepeda sekaligus tidak terlalu cepat tiba digaris finish.


Perlombaan ini juga seperti gambaran kehidupan manusia. Bagaimana manusia berupaya semaksimal mungkin untuk menunda tiba di garis finish alias kematiannya.
Ada yg berusaha hidup sehat, berolahraga, operasi, bahkan mencari pasangan yg lebih muda, dll. Tapi, tetap saja semua pada akhirnya akan tiba digaris akhir yaitu kematian.


Sungguh suatu gambaran kehidupan yg tanpa harapan. Sayangnya, itulah hidup dalam pandangan banyak orang modern saat ini. Padahal tentu, bukan kehidupan seperti itu yg digambarkan Alkitab. Kita bukan hidup sekedar untuk tiba di kematian.
Kita melakukan banyak hal dalam hidup ini bukan sekedar untuk menunda kematian. Tapi, sebagai pengikut Kristus, "Hidup adalah Kristus & mati adalah keuntungan". Dan jika kita hidup di dunia ini, itu berarti bekerja memberi buah. Dengan pengertian hidup yg seperti itu, maka tidak ada perbuatan kita yg sia2 (selama itu tidak melawan kehendak Allah).
Apakah hidup kita akan berakhir puluhan tahun, belasan, atau bahkan sebentar lagi, selama kita punya hidup yg menghasilkan buah bagi Allah, baik dalam perbuatan, pikiran & perkataan, maka hidup atau mati adalah keuntungan bagi kita. ‎​​

Friday, June 03, 2011

Racun dan Penawarnya


Racun pertama : Suka Menghindar
Gejala:
Lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan, kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.


Penawar: Realitas

Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.



Racun kedua : Ketakutan
Gejala:
Tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan, problem seksual, dll.


Penawar: Keberanian

Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah, 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.



Racun ketiga : Egoistis
Gejala:
Materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.


Penawar: Bersikap sosial

Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui, orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.



Racun keempat : Stagnasi
Gejala:
Berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.


Penawar: Ambisi

Teruslah berkembang, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. Kita kan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.



Racun kelima : Rasa rendah diri
Gejala:
Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.


Penawar: Keyakinan diri

Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang, yakin dirinya akan kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.



Racun keenam : Narsistik
Gejala:
Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.


Penawar: Rendah hati

Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.



Racun ketujuh : Mengasihani diri
Gejala:
Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, merasa menjadi orang termalang di dunia.


Penawar: Sublimasi

Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain..



Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan
Gejala:
Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.


Penawar: Kerja

Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.



Racun kesembilan : Sikap tidak toleran
Gejala:
Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.


Penawar: Kontrol diri

Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dengan keberagaman kultur dan agama.



Racun kesepuluh : Kebencian
Gejala:
Keinginan balas dendam, kejam, bengis.


Penawar: Cinta kasih

Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.

Harapan


Ada dua orang buta yang seorang yang sudah tua dan yang seorang masih muda, mereka adalah guru dan murid, mereka mencari nafkah dengan bermain kecapi.

Pada suatu hari orang buta yang tua ini jatuh sakit, dia tahu umurnya sudah tidak panjang lagi, lalu dia memanggil muridnya ke samping tempat tidurnya.

Tangannya yang gemetaran menggengam tangan muridnya dengan susah payah berkata,” Anakku, didalam sini ada sebuah resep rahasia, resep rahasia ini akan membuat engkau melihat dunia terang lagi, aku menyembunyikannya didalam kecapi ini, tetapi kamu harus ingat, kamu harus bermain kecapi sampai seribu senar kecapi ini terputus, baru boleh mengeluarkan resep rahasia ini, jika tidak kamu tidak akan melihat cahaya terang lagi.”

Si buta kecil ini sambil menghapus air matanya berjanji kepada gurunya, gurunya dengan tersenyum damai pergi meninggalkan dunia ini.

Sehari demi sehari berlalu, setahun demi setahun berlalu, si buta kecil selalu ingat kepada pesan gurunya, selembar demi selembar tari senar putus disimpannya baik-baik, selalu menghitungnya didalam hati. Ketika dia bermain sampai tari senar yang ke 1000 terputus, pemuda kecil buta yang lemah yang dulu sekarang sudah menjadi si buta tua renta.

Dia tidak dapat mengekang rasa bahagia yang ada didalam hatinya, dengan tangan gemetar dia membuka kecapinya, mengeluarkan resep rahasia yang ada didalam kecapi.

Kemudian, orang lain memberitahu kepadanya bahwa itu adalah sepotong kertas kosong, diatas kertas itu tidak tertulis sepatah katapun, air matanya menetes diatas kertas, dia tertawa.

Apakah si buta tua membohongi si buta kecil?

Si buta tua yang dahulunya adalah si buta kecil, memegang kertas putih yang tidak ada tulisan sama sekali, lalu kenapa dia malahan bisa tertawa?

Pada saat dia membuka resep rahasia itu, seketika itu juga dia menjadi mengerti makna yang terkandung didalam hati gurunya, walaupun hanya sepotong kertas putih, tetapi itu merupakan sebuah resep rahasia tanpa tulisan, resep rahasia yang tidak akan ada orang tahu.

Hanya dia sendiri yang dari kecil menemani gurunya bermain kecapi yang mengerti makna yang terkandung dalam resep rahasia yang tanpa tulisan ini.

Resep rahasia itu adalah "HARAPAN" yang memancarkan sinar terang, yang ketika dia berada dalam kesusahan menghadapi perjalanan hidup ini gurunya menyalakan sinar terang ini untuk menemani menjalani perjalanan hidup yang susah ini, jika tidak ada sinar terang ini, dia mungkin sudah ditelan oleh kegelapan hidup ini, mungkin dari dahulu dia sudah tersungkur jatuh oleh kesusahan hidup ini.

Karena "HARAPAN" akan seberkas terang ini, dia dapat bermain kecapi sampai seribu senarnya terputus, karena dia ingin bisa melihat cahaya terang lagi, dengan teguh tanpa goyah mempercayai pesan gurunya.

Kegelapan bukan selamanya terjadi, asalkan tidak mudah melepaskan keyakinan, setelah semua kegelapan ini berlalu, akan ada cahaya yang tidak terbatas.

Setelah menaklukkan berbagai rintangan dan kesusahan, kepercayaan yang teguh ini akhirnya membuat hatinya bisa melihat cahaya terang yang sebenarnya.

Apakah akhirnya dapat melihat sinar terang didunia ini hal yang perlu dibanggakan?

Manusia memiliki sepasang mata yang terang, tetapi memiliki sisi hati yang gelap, apakah ini berguna?

Greedy


Ada seorang pengemis, setiap hari dia selalu berpikir, betapa senangnya bila punya uang 1 juta.

Pada suatu hari, pengemis ini tanpa sengaja, melihat seekor anjing kecil yang lucu sedang tersesat.

Pengemis ini melihat disekelilingnya tidak ada seorangpun, lalu ia menggendong anjing kecil ini pulang ke gubuknya dan mengikatnya disana.

Rupanya pemilik anjing ini adalah orang yang paling kaya di kota ini.

Orang kaya ini membuat pengumuman bahwa siapa yang menemukan anjingnya akan diberi hadiah 1 juta.

Keesokan harinya ketika pengemis ini keluar untuk mengemis, melihat pengumuman ini, lalu tergesa pulang kerumahnya membawa anjing itu pergi mengambil hadiahnya.

Ketika dia membawa anjing itu ke rumah orang kaya itu, dia mendengar bahwa hadiahnya sudah bertambah menjadi 2 juta.

Pengemis ini menghentikan langkah kakinya, setelah dipikir-pikir akhirnya dia membawa anjingnya kembali ke gubuknya diikat kembali.

Setelah hari ketiga, benar saja hadiahnya bertambah lagi jadi 3 juta, pada hari keempat hadiah bertambah lagi jadi 4 juta.

Setelah hari yang ke tujuh, hadiahnya sudah sangat mencengangkan, pada saat ini pengemis ini lari pulang ke gubuknya, untuk mengambil anjing ini.

Tetapi diluar dugaannya sungguh kasihan anjing kecil itu sudah mati kelaparan.

_____________________________________________

Sebenarnya didalam kehidupan kita ini, banyak barang bagus bukan karena kita tidak berjodoh mendapatkannya, tetapi harapan kita terlalu tinggi, ketika kita sudah hampir mendekati sebuah target, terkadang kita akan merubah arah mendekati target yang lebih tinggi.

”Harapan manusia bagaikan sebuah gunung, jika kita tidak dapat mengontrolnya akan melukai diri sendiri.”

Hati Nurani


Di sebuah desa ada sebuah kios yang menjual semangka, pemilik kios buah itu sangat ahli, dia pasti bisa dengan tepat mengatakan berat dari semangka tersebut tanpa harus menimbangnya.

Pada suatu hari seseorang yang tinggal disekitar daerah itu, datang untuk membeli semangka.

Tanpa ditimbang pemilik kios itu mengatakan berat semangka tersebut, “Yang ini 1.3 kg dan yang ini 1.5 kg.”

Pembeli itu tidak percaya kepada penjual semangka itu, lalu mengambil semangka itu dan ditimbangnya, benar saja berat semangka tersebut seperti yang dikatakan oleh penjualnya.

Kemudian, pembeli itu mengambil sebuah semangka yang besar, dan memberikannya kepada pemilik kios sambil berkata, "jika kamu dapat menebak berat semangka ini, aku akan memberikan segepok uang kepada kamu, uang tersebut cukup untuk membeli 2 kg semangka.

Pemilik kios dengan gembira menyetujui, lalu dengan hati-hati mengangkat melon itu, setelah ditimang-timang ditangannya dia malah berhenti sebentar, beberapa saat kemudian, semua orang yang mengelilingi kios semangka-nya, mendesaknya mengatakan berapa berat semangka tersebut?

Akhirnya pemilik kios menjawab, “1.3 kg”.

Namun ternyata salah, setelah ditimbang berat semangka itu adalah 1.5 kg.

________________________________

Kenapa bisa salah???

Segepok uang, dapat mengacaukan suasana pemilik kios itu, sehingga membuat dia kehilangan keterampilan dan bakat dasarnya yang biasanya sangat tepat.

Jika seseorang lebih mementingkan harta duniawi maka akan semakin mudah kehilangan hati nuraninya.

Hati manusia bagaikan air, namun, hanya ada sedikit desiran angin, akan menimbulkan riak permukaan air yang tenang tersebut.

Kehidupan dunia yang warna-warni penuh dengan godaan, seperti mobil mewah, uang, gadis cantik, ketenaran dan kekuasaan, selalu seperti badai yang menerjang ke dalam hati. Jika tidak berhati-hati, akan membuat kita kehilangan hati nurani, sehingga sulit untuk mengembalikan sifat dasar kita yang penuh kemurnian, kedamaian dan kebaikan.

Seseorang jika dapat hidup dengan tenang dengan kesederhanaan, ketulusan dan kedamaian, maka orang tersebut dapat menahan godaan duniawi yang penuh warna warni, dengan demikian dapat menjaga hati nurani ini tetap tenang dan baik.

Hati nurani, adalah modal dasar kita hidup didunia ini, didalam hati ini tersimpan kecerdasan dan bakat kita, juga tersimpan kualitas kita sebagai manusia.

Kita berkewajiban menjaga hati nurani kita dengan baik dan lurus.

Kita bisa mengenali siapa diri kita sebenarnya, dapat sebesar mungkin mengembangkan potensi kita, sehingga akhirnya dapat memenuhi cita-cita kita menjadi manusia yang baik dan berguna bagi masyarakat ini.

Pemberian Terbaik kepada Raja


Suatu ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya.

Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan bijaksana.

Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana.

Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah.

Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya.

Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja.

Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. "Inilah hartaku yang paling berharga", demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya.

Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu.

Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, "Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. "Ini perintah Raja!".

Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang tampak masih kebingungan.

Petani itu lalu menjawab, "Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku? "Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua”.

Petani itu tampak menghiba, memohon agar diberikan kesempatan untuk tetap bekerja. "Tolonglah, kasihani anak dan istriku…berilah kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan dengan keluargaku…"

Namun, pemimpin pasukan berkata lagi, "Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat. Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya." Akhirnya, pasukan itu berbalik arah, dan kembali ke arah istana.

Di malam hari, petani pun menceritakan kejadian itu dengan keluarganya.

Mereka tampak bingung dengan keadaan ini.

Hati bertanya-tanya, "Apakah baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya? Kenapa baginda tampak tak melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak dan kerbau kita? Gundah, dan resah melingkupi keluarga itu.

Namun, akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan kedua benda itu kepada raja.

Keesokan pagi, sang petani tampak pasrah.

Bersama dengan bajak dan kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana.

Petani itu ingin memberikan langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja.

Tibalah ia di halaman Istana, dan langsung di terima Raja. "Baginda, hamba hanya bisa pasrah. Walaupun hamba merasa sayang dengan harta itu, namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Duli Paduka, terimalah pemberian ini…."

Baginda Raja tersenyum.

Sambil menepuk kedua tangannya, ia tampak memanggil pengawal. "Pengawal, buka selubung itu!!

Tiba-tiba, terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata, disana ada sebuah bajak yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, dengan urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu begitu gemuk, dengan kedua kaki yang tegap.

Sang Petani tampak kebingungan.

Baginda mulai berbicara, "Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama. Dan aku tahu kau adalah petani yang rajin dan baik. Namun, aku ingin mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang baik. Engkau rela memberikan hartamu yang paling berharga untukku. Maka, terimalah hadiah dariku. Engkau layak menerimanya…."

Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali pulang dengan hadiah yang sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada sang Raja.

______________

Tidak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani tadi.

Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang terbaik yang dimilikinya kepada yang lain.

Namun, petani tersebut adalah satu dari orang-orang yang sedikit itu. Dan ia, memberikan sedikit pelajaran buat kita.

Sesungguhnya, Tuhan sering meminta kita memberikan terbaik yang kita punya untuk-Nya.

Tuhan, sering memerintahkan kita untuk mau menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada-Nya.

Bukan karena Tuhan butuh semua itu, dan juga bukan karena Tuhan kekurangan. Namun karena sesungguhnya Tuhan Maha Kaya, dan Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya.

Tuhan sedang menguji, apakah hamba-Nya adalah bagian dari orang-orang yang beriman dan mau bersyukur.

Tuhan sedang menguji, apakah ada dari hamba-hamba-Nya yang mau menafkahkan harta di jalan-Nya.

Dan Tuhan, pasti akan memberikan balasan atas upaya itu dengan pemberian yang tak akan kita bayangkan.

Imbalan dan pahala yang akan kita terima, sesungguhya akan mampu membuat kita paham, bahwa Tuhan memang Maha Pemberi Kemuliaan.

Mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada-Nya. Marilah kita tujukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya kepada-Nya. Karena sesungguhnya memang, kita tak akan pernah menyadari balasan apa yang akan kita terima atas semua itu.

Tuhan selalu punya banyak cara-cara rahasia untuk memberikan kemuliaan bagi hamba-Nya. Dan Dia akan selalu memberikan pengganti yang lebih baik untuk semua yang ikhlas kita berikan pada-Nya