Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yohanes 15 : 16 )

Tuesday, April 09, 2013

Pendiam Dan Suka Menyendiri

John Wayne Gacy adalah seorang pemain badut yang tinggal di Chicago, Amerika.

Ia terkenal sangat ramah, lucu, dan pintar menghibur anak-anak.
John juga dikenal sangat dermawan yang suka membantu orang lain. Sifat positip
ini, membawa John Gacy selalu kebanjiran panggilan dimana ada pesta yang ada
hubungan dengan anak-anak.
Tentu anak anak sangat menyukainya.

Namun warga Chicago dan seluruh Amerika sangat terperanjat,
ketika foto John Gacy terpampang di halapan depan Newsweek terbitan 8 January
1979.

Tertulis dengan tulisan tebal

 Badut Penjagal, John Wayne Gacy.

Berita itu menulis, pada tahun 1972, sejumlah anak remaja yang dilaporkan
hilang,
kemudian tahun tahun berikutnya, jumlah anak yang hilang terus bertambah.

Hingga tahun akhir 1978, total kehilangan telah mencapai 33 orang. Para orang
tua di Chicago sangat cemas dengan berita kehilangan sejumlah anak ini,
mereka mendesak polisi segera mengungkap mysteri itu.

Polisi setempat tidak berhasil melacak kemana perginya semua anak remaja itu,
anak anak itu bagaikan ditelan bumi saja, tanpa ada sedikitpun meninggalkan
jejak.

Akhirnya polisi meminta bantuan FBI untuk mengungkap kasus ini.

FBI mulai menyimpulkan,
bahwa anak anak ini bukan melarikan diri dari rumah,
untuk mencari kehidupan sendiri.

Karena di Amerika sangat populer anak anak remaja telah dipaksa mandiri untuk
mencari kehidupan sendiri, apalagi tingginya perceraian yang sering
menelantarkan anak-anak.

Keyakinan FBI ini, karena sebagian anak yang hilang itu berasal dari keluarga
baik baik dan anak-anak yang mempunyai prestasi baik di sekolah.

FBI mulai bekerja siang malam, mencari siapa saja yang pernah berhubungan dengan
anak anak ini. Baik itu guru, tetangga, family bahkan teman teman mereka.

Dan mereka menyimpulkan bahwa semua anak anak itu pernah hadir dalam pesta yang
dimeriahkan oleh si badut John Gacy.  

Namun, ketika berkali-kali FBI memeriksa rumahnya, tiada terdapat satupun
petunjuk mengarah ke dirinya.


Untuk menghilangkan kecurigaan polisi, Gacy malah sengaja mengajak polisi untuk
makan malam di rumahnya.
Ia begitu yakin, bahwa makan malam itu akan menghilangkan kecurigaan pada
dirinya selanjutnya.

Kepiawaian menutup semua kejahatian itu berjalan mulus.

Namun ketika sedang makan malam itu, angin yang berhembus dari ventilasi terasa
berbau aneh,
amis bagaikan bau bangkai.

Angin itu berembus dari pekarangan belakangnya.

Keesok harinya FBI membongkar paksa pekarangannya,
terjejer rapi puluhan mayat, yang sebagaian telah tinggal tengkorak.

John Gary dinyatakan sebagai pembunuh tunggal.
Ia mengaku mengidap kelainan homoseksual.

Ia menyetubuhi semua anak anak remaja itu, sebelum membunuh untuk menutup
kelainan sexualitasnya .
Gacy dihukum mati pada 1994.

Di Indonesia, kejadian  serupa juga pernah terjadi.

Very Idham Henyaksyah yang sering dipanggil Ryan,

juga dikenal sebagai guru ..... ,
kalem dan modis.

Ryan dari Jombang itu, kemudian terungkap telah membunuh dan menguburkan
sejumlah korban dalam rumahnya.

Ryan juga didakwa mati dengan membunuh 11 korban.

Baik John dan Ryan, mempunyai kesamaan,
mereka sama sama pendiam dan suka menyendiri.

Tampang mereka jauh dari pembunuh darah dingin lainnya, mereka selalu mudah
senyum, pintar berbicara dan ramah.

Itu tentu adalah topeng dari manusia yang berwajah setan yang sangar.

Seorang pengajar terkemuka,
Ki Dong Kim menulis

......mereka yang suka menyendiri , memendam rasa dan pikirannya,
mudah kerasukan pikiran jahat, karena selalu terpaku pada pikiran sendiri.

Dan bila itu adalah pikiran negatip, lama kelamaan akan menjadi Kelainan
Jiwa.

Belajar dari kisah John dan Ryan,

kita harus selalu MENGISI pikiran
kita dengan hal HAL BAIK.

Berhati-hatilah untuk tidak memendam pemikiran kita,
dengan selalu menyendiri.
Itu bisa berbahaya.

Bunga DANDOLIN

Peter Farrely adalah seorang pria yang sangat suka dengan bunga.
Ia mempunyai rumah yang besar dengan halaman yang luas. Halamannya ditanami
dengan berbagai bunga yang warna-warni.

Perpaduan warna bunganya juga sangat serasi, sehingga membuat halamanannya
menjadi sangat indah.

Ini membuat setiap orang yang melewati rumahnya yang tanpa pagar, akan berhenti
sejenak untuk melihat bunganya, bahkan tidak jarang yang berfoto dengan latar
belakang halamannya.

Mereka selalu memuji indahnya halaman Peter, ini tentu sangat menyenangkan
Peter.

Namun kebanggaan Peter akan tamannya tidak berlangsung lama. Tanpa diundang,
tanpa ditanam, bunga Dandelion tiba-tiba tumbuh di antara halamannya.

Pada awalnya Peter berusaha mencabuti semua bunga Dandelion itu, namun bunga
bandel itu tetap datang dan tumbuh kembali. Sehingga membuatnya sangat jengkel.

Dandelion adalah sejenis tanaman liar yang sangat mudah tumbuh dan berkembang.

Bunga ini menghasilkan biji-biji berbentuk kapas, yang dengan tiupan angin akan
membawanya tumbuh dimana ia mendarat.

Karena rasa kebencian pada Dandelion itu sudah memuncak.
Ia pergi mencari pakar tanaman bagaimana mencari tahu bagaimana membasmi bibit
Dandelion secara effektip.

Ia bahkan menulis surat kepada walikotanya, meminta kebijakan walikota untuk
membasmi tuntas semua bibit bunga Dandolin, agar tidak tumbuh liar kemana-mana.

Sang pakar juga tidak mampu memberi advis yang memuaskan. Namun akhirnya ia
menerima balasan surat dari walikota, yang bertuliskan

Cara terbaik untuk mengatasi masalahmu, adalah belajar untuk mencintai
Dandelion itu.

Persis seperti apa yang dikatakan Mahatma Gandhi :

KEBENCIAN hanya bisa diatasi dengan CINTA .

Nasehat dari walikota itu mulai mengubah cara pandangnya pada Dandolin, Peter
secara perlahan mulai belajar akan sifat bunga itu, ternyata mempunyai keindahan
tersendiri.
Dan ia mulai menyukainya.  


Saat Dandelion mulai berbunga, warna kuning sangat menawan dan membuat perpaduan
warna dengan bunga lain menjadi lebih ceria.
Juga saat Dandelion berubah menjadi kapas-kapas, halamannya bagai awan halus dan
lembut.

Sejak saat itu, Peter mulai mencintai Dandelion dan ia membiarkan halamannya
ditumbuhi Dandelion yang awalnya dibencinya.

Kebencian melumpuhkan hidup, CINTA melepaskannya.

Kebencian membingungkan hidup, CINTA mengharmoniskannya.

Kebencian menggelapkan hidup, CINTA menerangi.

Membeli Gengsi

Sebuah naskah cerita pendek yang dipasang di koran Perancis pada 1884, dengan
judul

 The Diamond Necklace = ( Kalung Mutiara )

oleh Guy de Maupassant, ternyata telah menjadi inspirasi bagi beberapa sutradara
untuk diangkat dalam beberapa film layar lebar, termasuk film Cina dengan judul
The String of Pearls.

Serta di 2007, naskah ini diangkat kembali dalam bentuk pertunjukan Opera
bertema musik di Eropah.

Mengapa naskah yang telah berusia seabad lebih itu masih mempunyai daya tarik
sedemikian tinggi?

Ini tentu karena naskah ini mengandung PESAN MORAL yang sangat Tinggi.

Dan rasanya tepat untuk dijadikan inspirasai bagi kehidupan masyarakat kini.

Isi naskah Maupassant ini adalah tentang Mathilda, seorang wanita cantik dengan
suaminya berprofesi sebagai guru.

Penghasilan suaminya yang kecil memaksa mereka hidup dengan sederhana, dan ini
yang membuat Mathilda selalu terlihat murung dan tidak bahagia, karena Mathilda
selalu berobsesi  bisa diterima oleh wanita kaya dan kalangan atas.

Akhirnya impian Mathilda untuk bisa berkenalan dengan kalangan atas hampir
terwujud, ketika suatu hari suaminya pulang dengan membawa undangan pesta dari
Menteri Pendidikan.

Mereka tahu pesta tersebut pasti akan dihadiri oleh banyak bangsawan dan
kalangan atas.

Karena melihat istrinya mengeluh tidak mempunyai gaun yang bagus untuk dikenakan
dalam pesta itu, suaminya merelakan memberinya
$ 400, uang yang ia tabung dengan susah payah untuk membeli senapan berburu.  

Uang tersebut kemudian digunakan Mathilda untuk membeli sebuah gaun pesta yang
mewah. Untuk  menyerasikan gaunnya,
tanpa sungkan ia mendatangi teman lamanya yang kaya untuk dipinjami sebuah
kalung untuk dikenakan
pada pesta itu.

Tanpa banyak bertanya, temannya meminjaminya seuntai kalung bertahta berlian
yang indah.

Benar saja, Mathilda menjadi pusat perhatian banyak orang, mereka pada memuji
keindahan kalung berlian itu.
Ini tentu sangat menyenanginya.

Kesenangan malam itu langsung sirna saat usai pesta itu.

Ketika berada di mobil ia baru sadar ia lupa memasang kembali kalung itu, ketika
melepaskan kalung untuk membersihkan keringat di lehernya. Ia pun buru-buru
kembali ke tempat pesta, namun kalung itu telah lenyap tanpa bekas.

Dengan rasa malu dan penyelasan mendalam  ia mencoba mencari kalung yang sama
di berbagai pelosok kota.

Akhirnya ia menemukan kalung yang hampir sama, tetapi harganya sangat tinggi, $
36.000,
ini tentu di luar kemampuan suaminya untuk membelinya.

Sebagai seorang yang bertanggung jawab, suaminya terpaksa menjaminkan rumahnya
ke bank, untuk mendapatkan pinjaman membeli kalung untuk dikembalikan pada
temannya.

Setelah 10 tahun kemudian, cicilannya baru selesai, dan saat bertemu kembali
dengan temannya, Mathilda baru berani menceritakan tentang kalung yang sempat
hilang itu.

Mendengar itu, temannya kaget sekali, ia berkata

Kalung itu hanya bernilai $ 500,
itu adalah kalung imitasi,
dan bukan asli

Mathilda hampir jatuh pingsan mendengar itu.

Ia baru sadar, bahwa ia telah membayar sangat mahal untuk suatu GENGSI, dan juga
karena ia
MALU BERTANYA.

Ia baru sadar bahwa status temannya yang kaya, telah membuat ia selalu
beranggapan apapun yang dikenakan pasti adalah yang mahal, asli, bermerek mahal,
walaupun itu adalah suatu imitasi belaka.

BELAJARLAH DARI KESALAHAN ORANG LAIN.

Karena Anda tidak akan pernah punya cukup WAKTU dan DANA

untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri.

Garis PLIMSOLL

Samuel Plimsoll adalah salah seorang anggota Parlemen di Kerajaan Inggeris pada
abad ke 19.

Plimsoll merasa sangat terharu selalu mendapat laporan bahwa banyak kapal
penumpang dan kapal barang sering tenggelam dan memakan banyak korban serta
kerugian materi yang sangat besar.  

Para pelaut selalu menyalahkan cuaca sebagai penyebab utamanya.

Merasa prihatin akan hal ini,
Plimsoll langsung turun ke lapangan untuk menyelidiki misteri tenggelamnya
sedemikian banyak kapal kapal itu.  

Ia  habiskan waktunya berminggu-minggu di berbagai pelabuhan, berbicara dengan
banyak pelaut, serta melihat langsung dan memeriksa kapal kapal yang akan
berlayar.

Setelah diselidiki,
Plimsoll menemukan penyebabnya, itu dikarenakan kapten kapal kapal itu tidak
mengetahui berapa beban muat kapalnya,
sehingga mereka selalu mengisi penuh kapal dimana masih ada tempat untuk dimuat,
tidak peduli itu berat atau ringan, besi atau batu bara.

Sehingga ketika ketemu ombak besar,
kapal kapal itu langsung oleng dan tenggelam.

Plimsoll lalu mengusulkan ke Parlemen nya untuk menerbitkan undang-undang bahwa
setiap kapal harus menetapkan batas kemampuan muat.

Karena pada abad itu belum ditemukan timbangan besar,
maka Plimsoll mengusulkan dibuat tanda garis pembatas pada setiap kapal.

Bilamana badan kapal itu telah turun menyentuh batasan garis pembatas, karena
muatanya,  
maka kapal itu tidak diijinkan menambah muatan lagi.

Semenjak diberlakunya perarturan itu, jarang sekali terdengar lagi ada kapal
yang tenggelam, dan garis pembatasitu telah menolong banyak orang.

Untuk mengenang jasanya, 
mereka menamakan garis pembatasâitu, sebagai garis PLIMSOLL.

Sedemikian poluler istilah ini, kemudian istilah itu masuk kata dalam
Kamus Bahasa Inggeris, sebagai arti "garis batasan".

‹Sayangnya Plimsoll hanya dapat dipakai dalam kapal,
tidak pada manusia.
Karena ketidak-tahuan batasan "batas muat" atau
"batas kemampuan" nya.


Banyak orang yang BEKERJA tanpa mengetahui dimana batas garis
Plimsollnya sendiri.

Sehingga batas Plimsoll itu mereka tentui dengan ketika badan mulai terasa
nyeri, kesemutan, atau jatuh sakit, terkadang malah mengancam nyawanya.
Sehingga sering harus mengeluarkan lebih banyak biaya untuk menyembuhkannya.

Ini persis bagaikan kapal yang tenggelam yang mendatangkan kerugian materi, yang
juga tentu mengancam nyawanya.

Kita memang tidak bisa mengenakan garis Plimsoll pada tubuh kita,
dan "plimsoll' setiap orang tentu berbeda pula.

Tetapi kita harus sadar kekuatan tubuh kita atas batasannya.

Melewati batasan itu,
tentu akan merugikan kita sendiri, bukan orang lain.

SERENDIPITY

Ada sebuah dongeng Persia yang sangat terkenal, berjudul :

Tiga Pangeran Serendip.

Kisah ini menceritakan tentang seorang raja yang mendadak meninggal karena
sakit,  
sehingga kerajaannya, Serendip
( kini adalah Sri Lanka ),
diwariskan pada ketiga anaknya.

Sayangnya, ketiganya belum siap untuk memimpin negaranya.

Mereka bertiga menjalankan dengan sembrono dan serba keliru.

Namun malah berhasil membangun negara menjadi makmur dan sejahtera.

Sedemikian populernya dongeng tersebut, hingga judulnya "SERENDIP" itu
dimasukkan  dalam Kamus Bahasa Inggeris,

dengan kata " Serendipity "

dengan arti "KEBETULAN.

Serendipity, suatu kekeliruan yang berdampak positif,
banyak juga kita jumpai dalam kehidupan manusia.

Mari kita simak beberapa penemuan dari Serendipityâ yang mendatangkan
manfaat.

Pada 1879, Perusahaan P&G, seorang karyawan teledor mematikan mesin pengolah
lilin saat pergi makan siang.

Ketika pulang, ruangan pabriknya telah dipenuhi dengan busa, busa itu tidak
langsung lenyap saat dibuang ke sungai.

Serendipityâ ini menjadi ide bagi perusahaan yang hampir bangkrut itu,
karena pasar lilin telah terlindas habis dengan penemuan bola lampu oleh Thomas
Edison,
malah bangkit kembali dengan memproduksi SABUN,
yang kemudian menjadi perusahaan raksasa dunia.

Seorang petani sedang memasak air di ladang, tanpa disadari daun dari pohon teh
jatuh ke dalam airnya, dan menimbulkan aroma wangi, serendipity itu awal
mulanya timbulnya IDE membuat TEH.

Semula ROTI hanya berbentuk datar, keras seperti martabak,
adonan roti hanya dipanaskan sebentar saja.

Seorang budak yang bertugas memanggang roti itu,
ketiduran kerena kelelahan,
sehingga rotinya terpanggang cukup lama.

Saat ia terbangun,
ia kaget melihat rotinya telah mekar 2 kali besar dari biasanya.
Warnanya mengkilat,  empuk dan renyah.


"Serendipity" ini menjadikan roti menjadi terkenal hingga sekarang.

UNTA merupakan sarana transport utama di Timur Tengah.
Seorang penunggang unta, memasukkan susu dalam kantung kulitnya.

Akibat guncangan gerak langkah unta serta panasnya sinar matahari di gurun,
susunya malah berubah menjadi kental masam. â€Å“Serendipity" ini melahirkan cara
membuat MENTEGA.

Kita sudah terbiasa menganggap kekeliruan selalu berdampak negatif, dan
merugikan.

Namun sebenarnya kekeliruan tidak selalu berdampak negatif,
sebab ada juga kekeliruan menjadi suatu Serendipity,
dapat berdampak positif,
konstruktif, dan bermanfaat.

JET LI

Ketika Richard Nixon menjabat sebagai presiden Amerika ke 37, hubungan antar dua
negara raksasa, China dan Amerika, yang tadinya dingin membeku, mulai mencair.

Hubungan itu semakin membaik setelah diadakan pertukaran budaya antar kedua
negara. 

Salah satu budaya yang paling dibanggakan China adalah
Kung Fu  Seni Bela Diri, diperkenalkan ke Gedung Putih.

Seorang pemuda tampan JET LI yang sangat berbakat dalam Kung Fu,
ia adalah pemenang beberapa kali Kejuaraan Bela Diri pada skala Nasional di
China,
diutus ke Amerika untuk memperkenalkan kehebatan Kung Fu di hadapan Nixon.

Bukan saja Presiden Nixon dan menterinya terpukau dengan kelincahan dan
kegesitan jurus-jurus Kung Fu yang ia peragakan, 
tetapi masyarakat Amerika yang menonton dari televisi turut berdecak kagum.

Melihat antusias penduduk Amerika pada Kung Fu,  juga Amerika merupakan gudang
pengorbit bintang film kaliber dunia.

Pemuda ini lalu memberanikan diri untuk terjun ke dunia film yang masih awam
bagi dirinya.

Ia ingin menjadi bintang papan atas.

Ternyata dugaannya meleset,
film laga pertamanya "Dragon Fight", hasilnya jeblok.

Banyak yang menganggap jalan ceritanya sangat sederhana,
dan peran pemuda ini sangat kaku.

Namun ia tidak mau menyerah,
ia membujuk sutradara kaliber internasional Tsui Hark,
untuk berpatungan dengannya memodali film keduanya
The Master

Hasilnya?

Semakin jeblok juga.

Hampir semua bioskop menolak memutar filmnya,
karena dianggap tidak bermutu.

Dengan tangan kosong dan kocek kosong, ia terpaksa kembali ke China, tetapi
semangat untuk menjadi bintang besar terus membara dalam dirinya.
Ia optimis sekali pasti akan berhasil dalam karier film.

Dan ia siap memulai dari bawah karier filmnya.

Sebuah perusahaan film kecil tertarik dengan bujukannya untuk memproduksi sebuah
film laga, berjudul SHAOLIN TEMPLE.

Ternyata film ini meraih sukses besar,  tentu saja melambungkan nama pemuda
itu.

Itu awalnya nama pemuda itu,
JET LI , terkenal dimana-mana.  

Semenjak itu, setiap film yang dibintanginya selalu menjadi BOX-office
dimana-mana.

Dan Jet Li menjadi rebutan banyak perusahaan film di China maupun Amerika.

Hollywood tidak tinggal diam,
mereka lalu buru-buru mengontrak Jet Li memasang honor sangat tinggi, dan
berhasil memboyongnya ke Amerika.

Kuatir masyarakat Amerika belum bisa menerima kedatangan Jet Li,
ia dipasangkan sebagai aktor pendamping dengan bintang kawakan Mel Gibson dalam
Lethal Weapon 4.  

Film itu sukses besar, selanjutnya ia mulai menjadi pemeran utama dalam berbagai
film.
Film lawasnya juga turut terangkat kembali.

Kesuksesan Jet Li, telah mendorong banyak remaja, serta anak anak di China
menuju ke Kuil Shaolin,
untuk belajar Kung Fu,
mereka ingin sekali akan bisa sesukses Jet Li.

Kini Jet Li telah berperan dalam hampir 70 judul film,
dengan mengantongi kekayaan ratusan juta USD.

Ketenaran Jet Li sebagai aktor laga tak diragukan lagi.

Itu semua merupakan buah kerja keras dan semangat pantang menyerah dalam
hidupnya.

Sungguh, sebuah sikap yang patut diacungi jempol dan diteladani.

Luar biasa!!!

SETIAP KEGAGALAN yang Anda BUAT adalah ANAK TANGGA Anda menuju PUNCAK , yaitu 
SUKSES.

Setiap kegagalan yang Anda TEMUKAN,
memberikan ARAH yang jelas
menuju SUKSES.

Pemburu SIMO HAYHA

Pada tahun 1939, meletus peperangan antara Uni Soviet dan Finlandia. Ini adalah
perperangan yang tidak seimbang, angkatan persenjataan Russia yang sangat besar,
tentara serta ditunjang persenjataan yang lengkap,  dalam sekejab telah
berhasil menduduki Finlandia.

Seorang petani Finlandia yang mempunyai hobbi berburu,
Simo Hayha, tidak bisa menerima dengan penjajahan Russia.

Ia bertekad untuk mengusir Russia keluar dari negaranya,
SEORANG DIRI.

Terdengarnya lucu, mana mungkin, Hayha, yang hanya satu tahun ikut latihan
militer, mampu melawan tentara Russia yang sedemikian banyaknya.

Dengan hanya berbekal sepucuk senapan, beberapa kaleng makanan, dengan pakaian
kamuflase putih, Hayha memulai perang gerilya melawan Russia.

Mula-mula ia menembaki kubu musuh, bertujuan untuk memancing tentara musuh
keluar untuk mengejarnya.

Taktik itu selalu berhasil, tentara langsung mengejarnya masuk ke pinggiran
hutan, terkadang ke daerah pegunungan, disana ia menembaki habis satu persatu
musuhnya.

Pada awalnya Rusia menganggap remeh, dan hanya mengirim tim-tim kecil memburu
Hayha,
tetapi setiap kali tim yang dikirim tidak pernah kembali lagi ke markas.

Maka Russia mengirim tim yang lebih besar, hasilnya tetap sama saja, mereka
semua tidak pernah lagi kembali.
Ini tentu membuat Russia sangat berang.

Ratusan tentara pilihan serta lusinan penembak jitu dikirim untuk memburu Hayha.

Tetapi hasilnya tetap sama.
Mereka itu tidak pernah pulang kembali lagi ke markasnya.

Mengapa?

Ternyata Hayha telah sangat paham akan medan perangnya, ditambah dengan
kemahirannya menembak serta terbantu oleh suhu yang sangat dingin, minus 40,
 dengan pakaian dan topeng serba putih, Hayha sering menguburkan dirinya dalam
salju tebal, ini sering menjadi jebakan bagus dan sasaran empuk untuk menghabisi
semua musuhnya.

Nama Simo Hayha jadi momok bagi Russia,

mereka menyebutnya sebagai

The White Death 

atau lebih tepat diartikan sebagai

Si Hantu Putih

Kwatir akan semakin banyak tentaranya yang tewas, Russia lalu menggantikan
taktik perangnya.

Mereka lalu melakukan

"Carpet Bombing",

pemboman berhulu ledak tinggi yang menjangkau inci, agar targetnya tidak mungkin
terhindar.

Namun si misterius Hayha berhasil selamat dari pemboman itu.

Hanya dalam masa 100 hari saja, Hayha telah berhasil menembak mati 705 tentara
Russia.

Luar biasa.

Persis seminggu sebelum usai perang ,
13 Maret 1940, seorang penembak jitu Russia secara membabi buta, menembak ke
segala arah dengan peluru peledak, berhasil melumpuhkan Hayha.

Pecahan peluruh itu menghancurkan setengah wajahnya.

Mereka membawanya ke markas Russia, dan semua menganggap ia telah meninggal,
tetapi persis seminggu dimana perang berakhir, ia siuman kembali dan beberapa
bulan kemudian ia sehat kembali.

Simo Hayha dengan cacat setengah wajah meneruskan hidupnya sebagai pemburu, kali
ini ia bukan berburu tentara Russia, tetapi srigala.

Simo Hayha dianugerah dengan
The Medal Of Honor, suatu medali yang diberikan pada mereka yang berjasa berani
membela negara.

Kisah ini telah menginspirasikan produser Hollywood membuat film maha sukses
RAMBO dan menghantar Sylvester Stallone mencapai puncak kariernya.


Suatu KEKUATAN yang sesungguhnya

tidak perlu MEMUKUL dengan KERAS,
tetapi JITU TEPAT SASARAN.