Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yohanes 15 : 16 )

Thursday, May 19, 2011

PertolonganNya Tepat Pada Waktunya


Kisah ini saya dengar hari Minggu 13 Februari 2011. Pdt. Yosia Abdisaputra mengisahkan ada satu keluarga yang sedang dirundung malang. Sang suami tidak bekerja lagi, dan dia terjerat utang yang besar karena kesulitan ekonomi. Tidak ada harapan bagi keluarga ini. Sudah berkali-kali dia meminta pertolongan pekerjaan ke sana dan kesini, namun semua orang menjauhi dia, takut diminta pinjaman. Dia mempunyai 2 anak yang masih kecil-kecil, membutuhkan biaya besar untuk membesarkan mereka, namun saat itu ia tidak berdaya, tidak ada uang pemasukan untuk menopang kehidupan keluarganya. Akhirnya dia berunding dengan istrinya...untuk melakukan bunuh diri bersama. Jika ia bunuh diri sendiri, bagaimana dengan anak istrinya?

Mereka sepakat untuk bunuh diri di Puncak. Berempat mereka berangkat menyewa satu villa di Puncak. Perlengkapan bunuh diri, yaitu racun serangga, sudah disiapkan. Sebelum minum racun itu bersama-sama, sang suami teringat pada Tuhan Yesus, sehingga ia mengajak mereka berdoa terlebih dahulu sebelum bunuh diri. Ia memimpin doa dan berkata, "Tuhan Yesus, saya tahu bahwa kami tidak boleh bunuh diri, tetapi kami tidak sanggup melanjutkan kehidupan kami. Jalan kami buntu. Saya tidak punya uang untuk membayar utang-utang saya. Saya tidak punya pekerjaan, tidak punya bisnis, untuk menghidupi keluarga saya. Ampuni kami, Tuhan...." Ketika ia mengangkat gelas berisi racun itu dan akan meminum racun itu, tiba-tiba seperti ada petir menyambar gelas itu sehingga gelas itu pecah berantakan dan cairan racun itu tumpah ke lantai. Keluarga ini kaget bukan kepalang dan mereka menangis sejadi-jadinya. "Tuhan, ampuni kami!" Ternyata Tuhan tidak berkenan atas keputus-asaan mereka. Kasih Tuhan melarang mereka mencari jalan keluar dengan minum racun serangga. Kasih Tuhan terlalu besar membiarkan anak-anaknya berputusa asa. Sejak itu, sang suami tahu bahwa Tuhan pasti buka jalan, pasti akan menolong dengan cara yang ajaib. Benar saja, sejak itu ada seorang teman yang memberi pekerjaan, order untuk dikerjakan orang ini. Dan singkat cerita, akhirnya seluruh utang-utangnya dapat dilunasi dan keluarga ini hidup normal dalam berkat dan kasih karunia Tuhan.


Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com

No comments: