Pada 7 Mei 1931, kota New York digemparkan dengan ditangkapnya seorang bandit
yang paling ditakuti, Crowley 'Si Dua Pistol'.
Persembunyian Crowley di sebuah flat tercium polisi. Seratus lima puluh polisi
dikerahkan dan mengepung flat itu.
Polisi melubangi atap flat dan melemparkan gas air mata untuk memaksanya keluar.
Namun Crowley tetap bertahan dalam flatnya.
Akhirnya polisi terpaksa memasang senapan mesin untuk menghancuri flatnya.
Dengan gilanya, Crowley balas menembak dengan dua pistolnya.
Selama beberapa jam, warga New York dibuat geger menyaksikan "perang" antara
regu polisi melawan satu Crowley.
Ketika akhirnya Crowley kehabisan amunisi, ia berhasil ditangkap.
Polisi mengatakan ia adalah bandit paling berbahaya dalam sejarah
New York.
Kejahatan Crowley tercatat telah menembak mati lebih dari seratus orang tidak
berdosa.
Setiap kali setelah ia menghabisi nyawa seseorang, ia selalu berkata
"Hati saya ini baik dan ramah.
Saya tidak tega menyakiti orang lain. Saya hanya membela diri"
Pengadilan menjatuhkannya hukuman mati di kursi listrik.
Ketika ia menuju ke kursi listrik, ia berkata kepada Mulrooney, Direktur Penjara
Sing-Sing,
" Saya tidak bersalah, merekalah yang perlakukan saya seperti ini. Saya hanya
sekedar membela diri".
Sampai akhir hayatnya, tiada secuilpun rasa penyesalannya.
Juga tiada rasa bersalah.
Walaupun publik menudingnya orang sangat jahat.
Jikalau orang sejahat Crowley saja tidak pernah mau mengakui kesalahannya, lalu
Untuk Apa kita selalu MENYALAHKAN orang sekitar kita, lalu MENGECAM nya ??
Kecaman adalah bunga api yang sangat berbahaya, yang bisa meledakkan gudang
amunisi rasa bangga seseorang,
yang terkadang fatal akibatnya.
kumpulan ilustrasi kotbah,ilustrasi kristen, ilustrasi kotbah kristen, humor dan artikel rohani , yang dapat digunakan untuk tambahan materi kotbah.
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yohanes 15 : 16 )
Monday, April 08, 2013
LORONG WAKTU
Pada 24 September 1990,
sebuah kapal penumpang menolong seorang perempuan berusia 29 tahun di atas
gumpalan es,
Samudera Atlantik.
Berita penemuan ini,
telah menghebohkan dunia,
karena wanita yang ditolong itu mengaku bernama Wenny Kathe,
dan ia katakan ia adalah penumpang dari kapal Titanic, dan telah terapung
berpuluh-puluh tahun.
Sungguh tidak masuk di akal,
karena musibah tenggelamnya Titanic itu sendiri terjadi pada 1912.
Saat ditemukan Kathe terlihat dalam kondisi baik, juga terlihat masih muda
seperti usianya. Dan kalau memang ia adalah penumpang Titanic itu, ia kini pasti
telah berusia 100 tahun lebih.
Walaupun Kathy dapat menunjukkan alamat jelas ia berasal,
serta semua foto foto yang tersimpan di rumahnya.
Namun banyak yang tidak bisa mempercayainya, karena tiada sidik jari yang bisa
membuktikannya.
Sehingga banyak yang menganggap itu sebagai berita isapan jempol belaka.
Saat orang mulai melupakan berita pemunculan kembalinya Kathy, kembali dunia
dihebohkan dengan tiba-tiba munculnya Kapten Smith.
Ia juga ditemukan di atas gumpalan es yang terapung.
Yang membuat kaget semua orang, ia mengakui ia adalah karena Kapten Smith dari
Kapten Kapal Titanic itu.
Dan saat itu ia berusia 60.
Kalau benar itu adalah dirinya, sekarang seharusnya sudah berusia 139 tahun.
Melalui identifikasi sidik jari yang masih tersimpan di catatan pelayaran,
maka dipastikan identitas Kapten Smith.
Dan anehnya Smith mengaku kenal dengan penumpangnya Kathy itu.
Melihat kondisi fisik tidak terlihat ada tanda tanda penuaan dari keduanya,
adalah hal yang sangat mustahil.
Lagipula keduanya mengatakan sudah lama terapung.
Lalu bagaimana mereka bisa bertahan hidup?
Ini kemudian mendorong sejumlah penelitian.
Ilmuwan Ado Snandick berpendapat, mata manusia tidak bisa melihat keberadaan
suatu benda dalam ruang lain,
itulah obyektifitas keberadaan LORONG WAKTU.
Ia menambahkan, karena lorong Waktu dan Bumi bukan merupakan sistim waktu,
dan karena waktu itu diam membeku,
maka meskipun hilang dalam
5 tahun, 10 tahun, 50 tahun atau bahkan 100 tahun,waktunya sama seperti dengan
satu hari saja.
Bilamana kelak ditemukan adanya tempat dimana Lorong Waktu itu berada,
Mungkin manusia bisa "istirahat" sejenak dalam lorong waktu itu,
dan kembali ke dunia,
saat kita inginkan.
sebuah kapal penumpang menolong seorang perempuan berusia 29 tahun di atas
gumpalan es,
Samudera Atlantik.
Berita penemuan ini,
telah menghebohkan dunia,
karena wanita yang ditolong itu mengaku bernama Wenny Kathe,
dan ia katakan ia adalah penumpang dari kapal Titanic, dan telah terapung
berpuluh-puluh tahun.
Sungguh tidak masuk di akal,
karena musibah tenggelamnya Titanic itu sendiri terjadi pada 1912.
Saat ditemukan Kathe terlihat dalam kondisi baik, juga terlihat masih muda
seperti usianya. Dan kalau memang ia adalah penumpang Titanic itu, ia kini pasti
telah berusia 100 tahun lebih.
Walaupun Kathy dapat menunjukkan alamat jelas ia berasal,
serta semua foto foto yang tersimpan di rumahnya.
Namun banyak yang tidak bisa mempercayainya, karena tiada sidik jari yang bisa
membuktikannya.
Sehingga banyak yang menganggap itu sebagai berita isapan jempol belaka.
Saat orang mulai melupakan berita pemunculan kembalinya Kathy, kembali dunia
dihebohkan dengan tiba-tiba munculnya Kapten Smith.
Ia juga ditemukan di atas gumpalan es yang terapung.
Yang membuat kaget semua orang, ia mengakui ia adalah karena Kapten Smith dari
Kapten Kapal Titanic itu.
Dan saat itu ia berusia 60.
Kalau benar itu adalah dirinya, sekarang seharusnya sudah berusia 139 tahun.
Melalui identifikasi sidik jari yang masih tersimpan di catatan pelayaran,
maka dipastikan identitas Kapten Smith.
Dan anehnya Smith mengaku kenal dengan penumpangnya Kathy itu.
Melihat kondisi fisik tidak terlihat ada tanda tanda penuaan dari keduanya,
adalah hal yang sangat mustahil.
Lagipula keduanya mengatakan sudah lama terapung.
Lalu bagaimana mereka bisa bertahan hidup?
Ini kemudian mendorong sejumlah penelitian.
Ilmuwan Ado Snandick berpendapat, mata manusia tidak bisa melihat keberadaan
suatu benda dalam ruang lain,
itulah obyektifitas keberadaan LORONG WAKTU.
Ia menambahkan, karena lorong Waktu dan Bumi bukan merupakan sistim waktu,
dan karena waktu itu diam membeku,
maka meskipun hilang dalam
5 tahun, 10 tahun, 50 tahun atau bahkan 100 tahun,waktunya sama seperti dengan
satu hari saja.
Bilamana kelak ditemukan adanya tempat dimana Lorong Waktu itu berada,
Mungkin manusia bisa "istirahat" sejenak dalam lorong waktu itu,
dan kembali ke dunia,
saat kita inginkan.
Belajar dari JACKIE CHAL ( Jilid 2 )
Waktu kecil Cheng Lung atau Jackie Chan, tinggal di sebuah gang kumuh, ia kerap mendapatkan makan bubur jatah dari pemerintah, ia terbiasa berhari-hari kelaparan dan kedinginan. Suatu saat ia mendengar ada pembagian jaket bagi kaum miskin, ia mendapatkan jaket paling jelek, tapi itu jaket itu membuatnya hangat,
ia suka sekali jaket itu dan dirawat baik-baik, padahal jaket itu adalah jaket bekas yang amat jelek, tapi bagi Jackie Chan inilah barang berharga yang dia punya, dia selalu bersyukur dan berdoa pada Tuhan mengucapkan terima kasih kepada orang yang memberikan jaket ini. Waktu jaket itu diberikan oleh petugas sosial, seorang petugas itu berkata : "Kamu sudah ditolong, nanti kalo kamu berhasil kamu harus menolong.
Kelak ketika dia kaya raya, ucapan petugas pemerintahan itu selalu diingatnya, ia bekerja keras, sekarang Jackie Chan adalah aktor terkaya di dunia, namun kekayaannya tidak membuat ia harus hidup mewah, seluruh kekayaan sejumlah 1,2 Trilyun ia sumbangkan semua ke orang miskin di Cina, ia paham bagaimana hidup susah dulu, kelaparan dan selalu dihina orang, ia ingin orang miskin di Cina mendapatkan kehormatannya dan kesejahteraannya, sekarang Jackie Chan bekerja sebagai penasihat pemerintah dalam melawan kemiskinan.
Jackie Chan punya hati manusia, tanpa ia mengkhotbahkan agama apalagi menjual agama, ia berkomitmen terhadap hidupnya, dan janjinya, inilah pelajaran terbesar Jackie Chan pada kita soal kemanusiaan.
ia suka sekali jaket itu dan dirawat baik-baik, padahal jaket itu adalah jaket bekas yang amat jelek, tapi bagi Jackie Chan inilah barang berharga yang dia punya, dia selalu bersyukur dan berdoa pada Tuhan mengucapkan terima kasih kepada orang yang memberikan jaket ini. Waktu jaket itu diberikan oleh petugas sosial, seorang petugas itu berkata : "Kamu sudah ditolong, nanti kalo kamu berhasil kamu harus menolong.
Kelak ketika dia kaya raya, ucapan petugas pemerintahan itu selalu diingatnya, ia bekerja keras, sekarang Jackie Chan adalah aktor terkaya di dunia, namun kekayaannya tidak membuat ia harus hidup mewah, seluruh kekayaan sejumlah 1,2 Trilyun ia sumbangkan semua ke orang miskin di Cina, ia paham bagaimana hidup susah dulu, kelaparan dan selalu dihina orang, ia ingin orang miskin di Cina mendapatkan kehormatannya dan kesejahteraannya, sekarang Jackie Chan bekerja sebagai penasihat pemerintah dalam melawan kemiskinan.
Jackie Chan punya hati manusia, tanpa ia mengkhotbahkan agama apalagi menjual agama, ia berkomitmen terhadap hidupnya, dan janjinya, inilah pelajaran terbesar Jackie Chan pada kita soal kemanusiaan.
Belajar dari JACKIE CHAN ( jIlid 1)
Bayi ini tidak lahir seperti bayi bayi lain pada umumnya.
Bayi ini berada dalam kandungan ibunya selama 12 bulan, 3 bulan lebih lama dari
kelahiran bayi bayi pada umumnya.
Penundaan ini terjadi karena sang ibu ingin melahirkan bayinya secara normal,
untuk menghindari caesar yang membutuhkan biaya yang besar.
Namun setelah menunggu hampir satu tahun, sang ibu tidak ada tanda tanda akan
melahirkan, sehingga dokter memaksa untuk dilakukan caecar karena berat bayinya
telah mencapai 6 kilo, demi keselamatan nyawa ibu dan bayinya.
Ayah sang bayi itu adalah kuli kecil, dengan gajinya yang sangat kecil,
ia tidak sanggup membayar biaya operasinya, akibatnya sang ayah terlilit hutang
besar pada lintah darat.
Karena ketidak-mampuannya membayar hutang, oleh si lintah darat malah mendesak
bayinya dijual untuk menutupi hutangnya. Beruntung ada seorang temannya akhirnya
bersedia membantu melunasinya.
Untuk membesarkan sang bayi, juga bukan suatu hal yang gampang bagi mereka,
mereka sekeluarga terpaksa tinggal di kawasan miskin di Hong Kong, dengan hidup
yang sangat sederhana dan merana.
Kehidupan mereka mulai sedikit membaik, ketika sang ayah mendapat pekerjaan
sebagai juru masak di kedutaan Hong Kong di Australia.
Pemindahan yang mendadak ke Australia, tentu membawa kerepotan sendiri bagi
anaknya yang baru berusia 7 tahun, karena sulit mengikuti pelajaran disana dalam
bahasa ibunya yang berbeda. Terpaksa ayahnya mengirimkan balik anaknya ke Hong
Kong.
Ia bukan dikirim ke sekolah biasa, tetapi malah dimasukan ke Sekolah Opera
Peking.
Walaupun sang anak harus menjalankan berbagai latihan berat untuk belajar
berbagai ketrampilan seperti, bernyanyi, menari, berakting opera, akrobatik dan
bela diri, ia tetap menyukainya dan merasa betah.
Ia baru meninggalkan sekolahnya setelah belajar selama 10 tahun lamanya,
dibandingkan anak anak lain yang hanya belajar 2-3 tahun saja.
Dengan penuh keyakinan,
ia mulai terjun ke masyarakat mencari pekerjaan yang membutuhkan ketrampilannya.
Kebetulan seorang produser yang sedang kebingungan mencari peran pengganti,
stuntman, dalam berbagai adegan berbahaya, tanpa pikir panjang ia langsung
menerima adegan itu.
Ia lalu diminta berpartisipasi dalam film Enter The Dragon, dimana ia berperan
sebagai figuran yang dipukul habis-habisan oleh Bruce Lee, kemudian dalam adegan
lain melompat gedung tinggi dan jatuh bebas dari lantai satu ke lantai dasar.
Peran stuntman inilah yang kemudian mempopulerkan namanya dalam dunia perfilman
sebagai
JACKIE CHAN .
Setelah kematian Bruce Lee,
banyak produser meliriknya, ia diharapkan bisa menjadi Bruce Lee berikutnya,
untuk dijadikan ‘mesin pencetak uang’ lainnya.
Berbagai peran penting mulai membajirinya, bukan lagi sebagai stuntman, namun
sebagai peran utama.
Dalam sekejab namanya meroket dimana-mana, bukan saja di Asia, namun pada 1995,
namanya masuk ke Hollywood, sebagai aktor papan atas.
Dengan sedikit bumbu kerja keras dan keteguhan hati.
Jackie Chan telah mengubah nasibnya.
Dari hasil hampir 100 film yang diperannya, dan hampir semua mencapai
‘boX-office’,
Jackie Chan telah berhasil mengumpulkan kekayaan sebesar USD 130 juta.
" JANGAN BIARKAN KEADAAN MENGENDALIKANMU ,
KAULAH YANG HARUS MENGUBAH KEADAANMU ”,
ini adalah motto Jackie Chan yang selalu ia pesan kepada banyak orang.
Bayi ini berada dalam kandungan ibunya selama 12 bulan, 3 bulan lebih lama dari
kelahiran bayi bayi pada umumnya.
Penundaan ini terjadi karena sang ibu ingin melahirkan bayinya secara normal,
untuk menghindari caesar yang membutuhkan biaya yang besar.
Namun setelah menunggu hampir satu tahun, sang ibu tidak ada tanda tanda akan
melahirkan, sehingga dokter memaksa untuk dilakukan caecar karena berat bayinya
telah mencapai 6 kilo, demi keselamatan nyawa ibu dan bayinya.
Ayah sang bayi itu adalah kuli kecil, dengan gajinya yang sangat kecil,
ia tidak sanggup membayar biaya operasinya, akibatnya sang ayah terlilit hutang
besar pada lintah darat.
Karena ketidak-mampuannya membayar hutang, oleh si lintah darat malah mendesak
bayinya dijual untuk menutupi hutangnya. Beruntung ada seorang temannya akhirnya
bersedia membantu melunasinya.
Untuk membesarkan sang bayi, juga bukan suatu hal yang gampang bagi mereka,
mereka sekeluarga terpaksa tinggal di kawasan miskin di Hong Kong, dengan hidup
yang sangat sederhana dan merana.
Kehidupan mereka mulai sedikit membaik, ketika sang ayah mendapat pekerjaan
sebagai juru masak di kedutaan Hong Kong di Australia.
Pemindahan yang mendadak ke Australia, tentu membawa kerepotan sendiri bagi
anaknya yang baru berusia 7 tahun, karena sulit mengikuti pelajaran disana dalam
bahasa ibunya yang berbeda. Terpaksa ayahnya mengirimkan balik anaknya ke Hong
Kong.
Ia bukan dikirim ke sekolah biasa, tetapi malah dimasukan ke Sekolah Opera
Peking.
Walaupun sang anak harus menjalankan berbagai latihan berat untuk belajar
berbagai ketrampilan seperti, bernyanyi, menari, berakting opera, akrobatik dan
bela diri, ia tetap menyukainya dan merasa betah.
Ia baru meninggalkan sekolahnya setelah belajar selama 10 tahun lamanya,
dibandingkan anak anak lain yang hanya belajar 2-3 tahun saja.
Dengan penuh keyakinan,
ia mulai terjun ke masyarakat mencari pekerjaan yang membutuhkan ketrampilannya.
Kebetulan seorang produser yang sedang kebingungan mencari peran pengganti,
stuntman, dalam berbagai adegan berbahaya, tanpa pikir panjang ia langsung
menerima adegan itu.
Ia lalu diminta berpartisipasi dalam film Enter The Dragon, dimana ia berperan
sebagai figuran yang dipukul habis-habisan oleh Bruce Lee, kemudian dalam adegan
lain melompat gedung tinggi dan jatuh bebas dari lantai satu ke lantai dasar.
Peran stuntman inilah yang kemudian mempopulerkan namanya dalam dunia perfilman
sebagai
JACKIE CHAN .
Setelah kematian Bruce Lee,
banyak produser meliriknya, ia diharapkan bisa menjadi Bruce Lee berikutnya,
untuk dijadikan ‘mesin pencetak uang’ lainnya.
Berbagai peran penting mulai membajirinya, bukan lagi sebagai stuntman, namun
sebagai peran utama.
Dalam sekejab namanya meroket dimana-mana, bukan saja di Asia, namun pada 1995,
namanya masuk ke Hollywood, sebagai aktor papan atas.
Dengan sedikit bumbu kerja keras dan keteguhan hati.
Jackie Chan telah mengubah nasibnya.
Dari hasil hampir 100 film yang diperannya, dan hampir semua mencapai
‘boX-office’,
Jackie Chan telah berhasil mengumpulkan kekayaan sebesar USD 130 juta.
" JANGAN BIARKAN KEADAAN MENGENDALIKANMU ,
KAULAH YANG HARUS MENGUBAH KEADAANMU ”,
ini adalah motto Jackie Chan yang selalu ia pesan kepada banyak orang.
Monday, March 11, 2013
Arti KESETIAAN
Kisah nyata yang bagus sekali untuk contoh kita semua yang saya dapat dari millis sebelah (kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV).
Semoga kita dapat mengambil pelajaran.
Semoga kita dapat mengambil pelajaran.
Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali. Silahkan baca dan dihayati.
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.
Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.
Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas waktu maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari…ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. . bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”.
Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2 “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2 “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya..”Anak2ku ………… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah….. . tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian..
Sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.
Sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.
Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak
yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit..”
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno….dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..
yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit..”
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno….dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita..” Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata,dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya.
Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…”
Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…”
“Hidup adalah Perjuangan tanpa henti-henti … tidak usah kau tangisi hari kemarin”
sumber: @lifestrategy
sumber: @lifestrategy
Monday, March 04, 2013
Lebih Baik Memberi
Terdapat sebuah pernyataan ” Uang membuat anda lebih bahagia apabila digunakan untuk keperluan orang lain.” Tetapi pada kenyataannya tidak semua orang setuju akan pernyataan tersebut. Orang sudah biasa dengan pemahaman bahwa yang paling beruntung adalah menerima uang, dan ada didalam benak bahwa si pemberi uang pastilah rugi. Sungguh sangat berbeda sekali dengan apa yang diajarkan oleh Alkitab, “… Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.” (Kis 20:35)
Pada suatu hari seorang mahasiswa dan dosen sedang berjalan bersama. Ketika didalam perjalanan merekan menemukan sepasang sepatu butut di pinggir jalan. Mereka yakin kalau sepatu itu milik pekerja buruh yang bekerja disekitar situ. Mahasiswa tersebut mempunyai sebuah ide ” Mari kita sembunyikan sepatu itu dan bersembunyi sambil melihat reaksi orang tersebut.” Dosen itu menjawab “Dik, tidak seharusnya kita bersenang-senang dengan mengorbankan orang miskin. Engkau dapat melakukan hal yang lebih baik dan dapat mendatangkan kesenangan besar dalam dirimu. Caranya dengan memasukan uang kedalam sepatu tersebut dan kita bersembunyi didalam semak sambil melihat reaksinya.”
Mahasiswa tersebut menyetujui perkataan dosen itu dan melakukan seperti yang dikatakan dosen tersebut kemudin bersembunyi dibalik semak-semak. Tak lama kemudian datanglah empunya sepatu tersebut, ketika ia memasukan kakinya kedalam salah satu sepatu ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal. Ia pun merogoh kedalam sepatu, ia tampak heran dan terkejut melihat isi di dalam sepatu itu adalah uang. Ia melihat sekeliling apakah ada orang disekitarnya. Lalu ia memasukan uang itu kedalam kantongnya sambil memasang sepau yang lain. Tapi,lagi-lagi ada yang mengganjal dan sepatu itu pun berisi uang pula. Ia tersungkur ke tanah dan berdoa mengucap syukur kepada Tuhan,ia berdoa mengucap syukur bahwa istrinya yang sedang sakit keras serta anaknya yang kelaparan karena tidak ada uang. Ia bersyukur atas kemurahan yang Tuhan berikan melalui orang yang tidak dikenal.
Melihat kejadian tersebut, mahasiswa itu menangis dan terharu lalu berpaling kepada dosennya dan berkata ” Anda telah memberikan saya pelajaran berharga. Kini aku mengerti apa yang tertulis di Alkitab bahwa lebih berbahagia memberi daripada menerima.”
Memberi tidak harus menunggu saat kita dalam kelimpahan, memberi di dalam kekurangan anda akan lebih bermakna. Memberilah dengan hati anda dan memberilah dengan bijak.
Terus Berjalan
Roni Bersama ayahnya sangat suka berpergian bersama. Bagi Roni bepergian bersama ayahnya adalah momen terbaik karena mereka bisa bercerita banyak di mobil, masa muda ayahnya dapat iya dengarkan ketika mereka bersama. Beliau seakan tidak pernah kehabisan akal untuk menceritakan berbagai hal menarik.
Suatu hari Roni dan ayahnya berkendara menuju sebuah tempat dengan mengendarai mobil, Roni lah yang mengemudikan mobil tersebut. Di tengah perjalanan mereka, terlihat awan kelam menyelimuti langit dan angin kencang. Langit semakin gelap dan awan bertiup kencang kemudian turun hujan yang sangat lebat, badai itu begitu hebat. Terlihat beberapa kendaraan mulai menepi, Roni dengan wajah gelisah bertanya kepada ayahnya “Ayah apakah kita juga menepi?” “Teruslah mengemudi” jawab ayahnya dengan singkat. Roni terus mengemudi, angin semakin kencang dan pohon-pohon mulai tumbang suasana semakin menakutkan, terlihat mobil-mobil besar mulai menepi. Roni bertanya lagi kepada ayahnya “Ayah bagaimana ini?”tanyanya dengan resah. “Teruslah mengemudi” sahut ayahnya dengan terus melihat kedepan. Hujan semakin deras, jarak pandang semakin sulit untuk melihat dan angin begitu hebat mengguncang mobilnya.
Roni berusaha mengemudikan mobilnya dengan perlahan, setelah beberapa kilometer cuaca mulai membaik dan hujan sudah berhenti dan akhirnya mereka sampai di daerah yang kering dan matahari bersinar. “Sekarang kalau kau mau berhenti dan keluar silahkan” kata ayahnya sambil tersenyum. “Kenapa sekarang?” tanya Roni heran. “Agar kau bisa melihat keadaan dirimu seandainya kamu berhenti di tengah badai”. Roni pun keluar dari mobil dan melihat dibelakangnya badai terus berlangsung, ia teringat mobil-mobil yang berhenti disana. “Jangan pernah berhenti walaupun di tengah badai”
Dalam menjalani hidup ini, kita selalu ditemani olah Bapa sorgawi dan terus menyertai kita dalam kesulitan. Bapa memberikan kita tangannya untuk mendampingi kita. Sebesar apapun masalah anda, teruslah berjalan menghadapi itu karena ada Bapa yang mendampingi kita semua. Percayalah di depan sana terdapat cahaya dan suasana tenang yang menanti.
Tanpa badai hidup kita tidak dapat memahami arti mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan
Tenanglah Jiwaku
Pada suatu saat ketika mereka sedang menggali, tiba-tiba aliran listrik terputus dan semua lampu menjadi padam. Mereka tidak dapat melihat apa-apa. Kepanikan pun terjadi di antara mereka, beberapa orang berusaha menyelamatkan diri dengan berlari tetapi usaha tersebut sia-sia, mereka hanya menabrak dinding terowongan tersebut karena kegelapan begitu pekat sehingga mereka tidak tahu arah yang dituju. Mereka berteriak-teriak dan berlari kesana kemari, dan usaha itu pun gagal.
Mereka semua merasa kelelahan, duduk terkulai dan merasa tidak ada harapan. Tetapi tidak lama kemudian seseorang diantara mereka mengatakan “Lebih baik kita semua duduk tenang dan berusaha merasakan hembusan angin. Kita tahu bahwa angin hanya bisa masuk melalui pintu tambang ini.” Mereka pun duduk dengan tenang, pada awalnya mereka kesulitan untuk merasakan angin dan tidak merasakan apa-apa.
Tetapi lama kelamaan mereka menjadi lebih peka dan mulai merasakan hembusan angin. Semakin mereka menenangkan hati dan pikiran mereka, semakin mereka merasakan hembusan angin yg bertiup dari pintu tambang. Akhirnya mereka semua dapat menemukan pintu tambang tersebut dan dapat keluar dari sana.
Tetapi lama kelamaan mereka menjadi lebih peka dan mulai merasakan hembusan angin. Semakin mereka menenangkan hati dan pikiran mereka, semakin mereka merasakan hembusan angin yg bertiup dari pintu tambang. Akhirnya mereka semua dapat menemukan pintu tambang tersebut dan dapat keluar dari sana.
Kehidupan kita di dunia ini tidak jauh berbeda dengan para penambang tersebut. Di sela-sela kehidupan kita,terkadang kita mengalami saat saat dimana kita mengalami kepanikan, keputusasaan bingung dan menjadi gelisah saat datang kesulitan dan pencobaan.
Jiwa kita merasakan kepenatan yang luar biasa, dan jalan keluar tidak kunjung ada. Hanya ketika kita mencari Tuhan jiwa kita menjadi tenang. Rasakan lebih dalam bisikan Tuhan, Dia membimbing kita ketika dalam pencobaan, dan kita akan mendapatkan pemecahan atas masalah yang kita hadapi.
Jiwa kita merasakan kepenatan yang luar biasa, dan jalan keluar tidak kunjung ada. Hanya ketika kita mencari Tuhan jiwa kita menjadi tenang. Rasakan lebih dalam bisikan Tuhan, Dia membimbing kita ketika dalam pencobaan, dan kita akan mendapatkan pemecahan atas masalah yang kita hadapi.
Duduklah dengan tenang di kaki Tuhan, pejamkan mata dan berdoa, Tenanglah jiwaku dalam naungan sayapMu. Yes 30:15 “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”
Sunday, February 03, 2013
4 ISTRI
Ilustrasi.
Istri ke-1 : Tua dan jelek, biasanya tidak diperhatikan.
Istri ke-2 : Agak cakep, agak diperhatikan.
Istri ke-3 : Lumayan cakep dan cukup diperhatikan.
Istri ke-4: Sangat cakep, sangat diperhatikan dan disanjung" serta diutamakan!
Waktu pun berlalu begitu cepat dan tibalah saat sang lelaki (suami) tersebut mau meninggal, lalu dipanggilah 4 orang istrinya...
Dipanggilah istri ke-4 yang paling cakep dan ditanya...
"Maukah ikut menemaninya ke alam kubur?"
Si istri menjawab...
"Sorry, cukup sampai disini saja saya ikut dengan mu..."
Saat dipanggil istri ke-3 dan ditanya hal yang sama, dia pun
menjawab...
"Sorry, Saya hanya akan mengantarmu sampai di kamar
mayat dan paling jauh sampai di rumah duka."
Kemudian dipanggil istri ke-2 dan ditanya hal yang sama...maka dia pun menjawab,
"Baik, saya akan menemanimu tapi hanya sampai keliang kubur,
setelah itu Good Bye."
Si Suami sungguh kecewa mendengar semua itu...tetapi inilah
kehidupan dan menjelang kematian...
Lalu dipanggil lah istri ke-1 dan ditanya hal yang sama, si suami tak menyangka akan jawabannya...
"Saya akan menemani kemanapun kamu pergi dan akan selalu
mendampingimu.. ."
===
Mau tau Apa dan Siapa istri ke-1 sampai ke-4 itu?
Istri ke-4 adalah "Harta dan Kekayaan".
Mereka akan meninggalkan jasad kita seketika saat kita meninggal.
Istri ke-3 adalah "Temen2" kita.
Mereka hanya akan mengantar jasad kita hanya sampai disaat
disemayamkan.
Istri ke-2 adalah "Keluarga", Saudara dan Temen Dekat kita.
Mereka akan mengantar kita sampai dikuburkan, dan akan
meninggalkan kita setelah mayat kita dimasukkan dalam liang kubur dan ditutup dengan tanah.
Istri ke-1 adalah "Tindakan dan Perbuatan" kita selama hidup di
dunia. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan
dituainya...
Menaburlah untuk hasil yang dapat dibawa sampai kepada kekekalan.
Titik Buta ( BLIND SPOT )
Semua petinju profesional memiliki pelatih. Bahkan, petinju sehebat Mohammad Ali sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Mohammad Ali-lah yang akan memenangkan pertandingan tersebut.
Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Mohammad Ali butuh pelatih kalau jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya? Kita harus tahu bahwa Mohammad Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk
melihat hal-hal ݪήg ...
"TIDAK DAPAT D̲̅iå LIHAT SENDIRI"
Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA".
Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" tersebut dengan bantuan orang lain.
Dalam hidup, kita butuh seseorang untuk mengawal kehidupan kita,
sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita
mulai bergeser.
↣ Kita butuh orang lain
↷ ݪήg menasihati,
↷ ݪήg mengingatkan,
↷ bahkan ݪήg menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru,
ݪήg bahkan kita tidak pernah menyadari.
KERENDAHAN HATI kita
↷ ǘπƮùƘ menerima kritikan,
↷ ǘπƮùƘ menerima nasihat,
↷ dan ǘπƮùƘ menerima teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.
Kita bukan manusia sempurna.
Biarkan orang lain menjadi "mata" kita di area 'Blind Spot' kita sehingga KITA BISA MELIHAT apa yang TIDAK BISA KITA LIHAT dengan pandangan diri kita sendiri.
Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Mohammad Ali butuh pelatih kalau jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya? Kita harus tahu bahwa Mohammad Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk
melihat hal-hal ݪήg ...
"TIDAK DAPAT D̲̅iå LIHAT SENDIRI"
Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA".
Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" tersebut dengan bantuan orang lain.
Dalam hidup, kita butuh seseorang untuk mengawal kehidupan kita,
sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita
mulai bergeser.
↣ Kita butuh orang lain
↷ ݪήg menasihati,
↷ ݪήg mengingatkan,
↷ bahkan ݪήg menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru,
ݪήg bahkan kita tidak pernah menyadari.
KERENDAHAN HATI kita
↷ ǘπƮùƘ menerima kritikan,
↷ ǘπƮùƘ menerima nasihat,
↷ dan ǘπƮùƘ menerima teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.
Kita bukan manusia sempurna.
Biarkan orang lain menjadi "mata" kita di area 'Blind Spot' kita sehingga KITA BISA MELIHAT apa yang TIDAK BISA KITA LIHAT dengan pandangan diri kita sendiri.
Mutiara Yang Bernoda
Alkisah, di sebuah kota kecil tinggal seorang tua yang sangat beruntung. Suatu hari, dalam perjalanan pulang sehabis bekerja seharian penuh, tanpa disangka-sangka dia menemukan sebutir mutiara. Ukuran mutiara itu sangat besar dan juga sangat indah, membuat si pria tua bukan main girangnya.
Saking bahagianya begitu sampai di rumah sederhananya, yang pertama dilakukan si pria tua adalah mengamat-amati mutiara temuannya itu. Dalam hati dia mengucap syukur karena dirinyalah yang menemukan mutiara itu, bukan orang lain.
Namun setelah lama diamat-amati, dia mendapati bahwa ternyata mutiara ini tak sesempurna kelihatannya. Rona kebahagiaan di wajahnya pun segera sirna dan berganti dengan kekecewaan karena di bagian permukaan mutiara itu terdapat setitik noda hitam. Dia mencoba menghilangkan noda itu dengan menggosok-gosokkannya, tetap saja noda itu menempel. Dalam hati, ia bergumam, "Andaikan noda hitam itu tidak ada, mutiara ini pasti akan jadi yang tercantik dan paling sempurna di dunia!"
Semakin lama dipikirkan, semakin besar rasa kecewa di hatinya. Akhirnya, ia memutuskan untuk menghilangkan titik noda itu dengan cara menguliti lapisan di bagian permukaan mutiara. Tapi setelah menguliti lapisan pertama, noda hitam itu ternyata masih ada. Ia pun segera menguliti lapisan kedua dengan keyakinan bahwa titik noda itu akan hilang.Namun kenyataannya malah noda tersebut tetap tidak hilang.
Dengan tidak sabar, dia lalu menguliti mutiara itu selapis demi selapis, hingga lapisan yang terakhir. Saat itu nodanya telah hilang, tapi mutiaranya pun ikut hilang!
***
Begitulah dengan kehidupan nyata, kita suka mempermasalahkan hal yang kecil, yang tidak penting sehingga akhirnya merusak nilai yang besar.
Saking bahagianya begitu sampai di rumah sederhananya, yang pertama dilakukan si pria tua adalah mengamat-amati mutiara temuannya itu. Dalam hati dia mengucap syukur karena dirinyalah yang menemukan mutiara itu, bukan orang lain.
Namun setelah lama diamat-amati, dia mendapati bahwa ternyata mutiara ini tak sesempurna kelihatannya. Rona kebahagiaan di wajahnya pun segera sirna dan berganti dengan kekecewaan karena di bagian permukaan mutiara itu terdapat setitik noda hitam. Dia mencoba menghilangkan noda itu dengan menggosok-gosokkannya, tetap saja noda itu menempel. Dalam hati, ia bergumam, "Andaikan noda hitam itu tidak ada, mutiara ini pasti akan jadi yang tercantik dan paling sempurna di dunia!"
Semakin lama dipikirkan, semakin besar rasa kecewa di hatinya. Akhirnya, ia memutuskan untuk menghilangkan titik noda itu dengan cara menguliti lapisan di bagian permukaan mutiara. Tapi setelah menguliti lapisan pertama, noda hitam itu ternyata masih ada. Ia pun segera menguliti lapisan kedua dengan keyakinan bahwa titik noda itu akan hilang.Namun kenyataannya malah noda tersebut tetap tidak hilang.
Dengan tidak sabar, dia lalu menguliti mutiara itu selapis demi selapis, hingga lapisan yang terakhir. Saat itu nodanya telah hilang, tapi mutiaranya pun ikut hilang!
***
Begitulah dengan kehidupan nyata, kita suka mempermasalahkan hal yang kecil, yang tidak penting sehingga akhirnya merusak nilai yang besar.
Saat Yang Lain Berkata TIDAK
Setiap manusia berhak bermimpi. Setiap manusia berhak mewujudkan semua mimpi dan harapan yang mereka punya. Untuk merah sebuah mimpi, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak rintangan yang menghambat saat meraih mimpi tersebut.
Ibarat seekor semut yang perjalanannya terhadang oleh gunung besar. Bagi seekor semut pasti tidak mungkin bisa menyingkirkan gunung tersebut. Hanya ada dua pilihan bagi semut itu, yaitu tetap melewati gunung itu dengan segala rintangan yang ada atau putar balik melewati jalan yang sama untuk kembali pulang.
Semut itu memilih untuk meneruskan perjalanannya. Ada banyak serangga yang mengancam hidupnya, bahkan panas atau pun hujan tak menyurutkan langkahnya. Sampai pada saatnya semut itu telah berada di balik gunung. Semut itu telah berhasil mendaki gunung dan sekarang dia berada pada suatu tempat yang dulu sangat ia impikan.
Sama halnya dengan kita. Saat kita mempunyai impian dan harapan yang besar, maka kita harus memperjuangkannya. Saat kita bertemu dengan rintangan, maka kita harus mampu melewati semua rintangan itu dengan baik. Undanglah Yesus dalam setiap rencana dan pergumulan kita, karena apabila kita jatuh, maka masih ada Yesus yang akan menopang dan menguatkan kita.
Mungkin bagi orang lain, kita tidak mungkin bisa meraih mimpi-mimpi itu, namun bersama Tuhan, segala sesuatunya akan menjadi mungkin. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan Allah kita.
Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!
Yeremia 32:17
Subscribe to:
Posts (Atom)











