Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.( Yohanes 15 : 16 )

Saturday, November 20, 2010

Kasih Ibu


Pada malam itu, ada seorang anak gadis yang bertengkar dengan ibunya.
Karena sangat marah, gadis itu segera meninggalkan rumah tanpa membawa
apapun. Saat berjalan di suatu jalan, dia baru menyadari bahwa dirinya
sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, dia melewati sebuah kedai bakmi dan
mencium harumnya aroma masakan. Gadis itu ingin sekali memesan
semangkuk bakmi, tetapi dirinya segera sadar kalau dia tidak mempunyai
uang sama sekali.

Pemilik kedai melihat gadis itu berdiri cukup lama di depan kedainya,
lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?" "
Ya, tetapi, saya tidak membawa uang" jawab gadis itu dengan malu-malu
"Tidak apa-apa, saya akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai.
"Silahkan duduk, saya akan memasakkan bakmi untukmu".
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.
Gadis itu segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai
berlinang.

"Ada apa nona?" Tanya si pemilik kedai.

"tidak apa-apa" saya hanya terharu jawab gadis itu sambil mengeringkan
air matanya.

"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi saya semangkuk bakmi !,
tetapi, ibu saya sendiri, setelah bertengkar dengan saya, mengusir
saya dari rumah dan mengatakan kepada saya agar jangan kembali lagi ke
rumah"

"Kamu, seorang yang baru saya kenal, tetapi begitu peduli dengan saya
dibandingkan dengan ibu kandung saya sendiri" katanya kepada pemilik
kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan gadis itu, menarik nafas
panjang dan berkata "Nona mengapa kamu berpikir seperti itu?
Renungkanlah hal ini, saya hanya memberimu semangkuk bakmi dan kamu
begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kamu
kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya?
Dan kamu malah bertengkar dengannya"

Gadis itu terhenyak mendengar hal tersebut. "Mengapa saya tidak
berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang
baru saya kenal, saya begitu berterima kasih, tetapi kepada ibu saya
sendiri yang memasak untuk saya selama bertahun-tahun, saya bahkan
tidak memperlihatkan kepedulian saya kepadanya. Dan hanya karena
persoalan sepele, saya bertengkar dengannya.
Gadis itu, segera menghabiskan bakminya, lalu dia menguatkan dirinya
untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, dia
memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai
di ambang pintu rumah, dia melihat ibunya dengan wajah letih dan
cemas. Ketika ibunya bertemu dengan dia, kalimat pertama yang keluar
dari mulutnya adalah "Anakku kamu sudah pulang, cepat masuklah, ibu
telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kamu tidur,
makanan akan menjadi dingin jika kamu tidak memakannya sekarang". Pada
saat itu dia tidak dapat menahan tangisnya dan dia menangis dihadapan
ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang
lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan
kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita
(keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita
berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.

RENUNGAN:

BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.
SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES
ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA
ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA
LAHIR.
PIKIRKANLAH HAL ITU??
APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?

HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH
YANG INDAH DIDALAM TUHAN.

No comments: